
| Pengarang | : | Berta Bekti Retnawati |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | X-2, JANUARI-MARET (No. 0) |
| Halaman | : | 54-63 |
| Abstrak | : | Entermf? the 2 /st centurv, marketing faces a dynamic and contstanly changing env,ronml'llf Changes in tee hnology, demographics, values, and life styles all have an impact on th,sfield Pa1ad1gm shifts covering new behavioral concepls andpracllum marketmg have been developed from lmu! to time This article mamly presents paradigm ,;h1ft m marketing e,;pec1a/Ji, those related to the shift from Customer Satufactwn to Lasting Customer Enthusia. Conventwnal Costumer to Green Customer; and Tradthonal Marketing svstcm to Customer Engineering |
| Pengarang | : | Piliang, Indra Jaya |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 37 (No. 2) |
| Halaman | : | 243 -266 |
| Abstrak | : | I.ulnlah .parlai politik kian banyak yang menjadi pes*ta pemilu, baik partai nasional, -maupun _partai lokal. Begitupuld deigan kehndiran calon p! seoyg!! j.allyt pilkadq dan p emilihan - cal6n anggo ia D ew an p erw abilan Daerah @PD) RL Bisa dikatakan demokrasi Initoiisia makin bergemuruh, sehingga- layak d.isebut -sebagai demokrasi-ultra riberal. Hanya si1a, masiit muncul kekhawatiran bahwa demokrasi seperti ini aknn memuniulkai apatisme politik, apabila.-tidak dikelola denganbaik. Artiket ini menunjukkanbahuta model dernokrasi ileliberatif akan mampu memberikan makna vang lebih baik dalam mengelola h_ubungan komunikasi antara parpol ataupunTalim konteks internal parpgl. Dalam pengertian demokrasi deliberatif, ierutama dalam mengenali masing-masinq .idgologi. kepartaian, sesunggihnya aliran dalam *lasirg masing parpol bukanlah hal yang tabu. piigenilan tersebut iustru untik memastiknn-terjadinya kesetaraan aturan main-dalam ruang publik. Demokrasi deliberatif,.bagaimanapun, meniscayakan ruang publik, sebigaimana Habermas mensyaratkan hal itu. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 37 (No. 2) |
| Halaman | : | 224 - 242 |
| Abstrak | : | Eksistensi partai politik loknl sesungguhnya telah ditorehkan dalam pemilu Lg55, tetapi kunudian meredup dalam-kurun waktu y-ang agak paniang, lalu muncul ktmbali dalam penyelesaian sengktta di Aceh dan Papua (termasuk papuaBarat). DiAceh tercaiatada6partaipolitik-lokalyang-telahlolosoeifikasi faitual dan akan ikut ambil bagian dalam pemilu nasional 2009. Sedangkan "di papua perkembangannya igak lamban karena berbagai kantrooersi, baik van1 lahir bierupa kebifikan-pemerintah pusat maupun pertentangan poli-tik di iingtcat lokal. Namun iemikian, kehadiran partai politiklokal tampaloty-a-honya *irunggu waktu saja. Keadaan Aceh dan Papua sesungguhnya tidak iauh berbedi"dengan daerih lndonesia lainnya, karenq itu peluang partai.politik lokal hendaknyaaibut o secara nasional. A\ialagi seiauh.iyi pry.ni.yolitik nasional tampakiya hanya untuk memenuhi kepentingan_"elite politik".di lakarta dan meigabiikan -kepentingan daerah. Dengan demikian diperlukan lryalry\ ulaig sistem pelaksanian pemilu yans ytengrltegrT2ikan partai politik loknl dalaln suatu grand design yang betsifat komprehensif. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | X-2, JANUARI-MARET (No. 0) |
| Halaman | : | 45-53 |
| Abstrak | : | The change of the millennium IS about to come In the next millennium, there will be a harder challenge, namely the rapid change m the field of technology and information, a tough compefltwn, globahzatwn, lrm1ted supplres of natural resources, and the uncertainty of the economic conditwn Therefore, II IS predicted that there will be a btg number of busme?s organizatwns and the l,ke which will be collapsed and only a small number which will be able to survive 71te surviving organizations are those which are open, able to adapt, and innovative To develop such an innovative organizatwn, innovative human rescJUrces and leaders are needed Without any ,nnovatwn, such an organization will be collapsed "Innovate or evaporate" said H,ggms (/995) |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 37 (No. 2) |
| Halaman | : | 206 - 223 |
| Abstrak | : | Meski keberadaan organisasi sayap Partai (osP) sudah ditegaskan dalam UU No. 2t200g, namun"tata aturai hubungannya dengan parpol belum jela.s dirinci dalam lllJ maupun dalam AD danART setiap partai politik (parpol). Karena itu agar dapalt diciptakan hubungan !a!8 saling menguntungkan antara OSP iengan'parpol, maka tata atuiannya .harus dituangkan ke dalam AD-ART dan pdatuian'organisasi setiap parpol. Adapun tuiryay pembentukan OSp antara lain dimaksudkan sebagai'simber kader dan pelakana kebiiakan parpol serta penguat basis parpol di ieng-ah ?!1yy?k*t yang saat.ini ynlcrung 'kehilangan inpdroyoon terhadap pqrpot. Melalui pln9aly1n .tata hubungan uans iitas teitani nak dan ka,iiibdn parpol terhadap OSP atau sebagainya, hoio' o sp dihar ipknn akan melaksanakan' fungsi-fungsi y an g dib eb anknn oleh parpol induknya |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 37 (No. 2) |
| Halaman | : | 188 - 205 |
| Abstrak | : | Persaingan tidak sehat diantara elite partai politik untuk suatu kedudukan sering meiimbulkan konflik di tubuh partai. Biqsanyl merekn hanya siap. untik menang dan tidak siap untuk kalah, padahal dalam suatu kompetisi yang mengedepankan fair play kompetitor harus siap m91tyiry resiko atau hasil apa fun.' Sementara iiu, ada iuga pemimpin yang tidak rela jikn.terifii. regenerasi kepemimpinan, padahal rotasi kepanimpinan_merupakan bagian dari. pises danokrasi Tiarpol. Berbicara demokrasi sang-atlah mudah, akan tetapi 'menerapkannya dalain suatu tindakan sangat sulit karena misalnya, tidak mau menerima kekalahan. Apalagi dalam mengawal demokrasi internal parpol, seringkati tidak disertai dengan aluranyangbaik dan jelas substansinya sehingga mudih sekali terjadi konflik. Dengan demikian. pentingnya aturan main yang jelas agar konflii dnpat dicegah sedini mungkin. Kalau punkonflik tetap.-teriadi, 'jatan Eeluariya sudah tersidia sehingga dapat diselesaikan dengan baik tanpa 'harus mengorb anknn kepentingan partai. |
| Pengarang | : | Rachmat Purwono |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | X-2, JANUARI-MARET (No. 0) |
| Halaman | : | 33-44 |
| Abstrak | : | The Evaiuahon of the higher cducatwn performances organized bv Chnshan mshtutwns has been made based on the work of the Tl.fatwnai Acc1ed1tatwn Board (BAN) It shows that, m gene,ai, the Christian Higher Educatwn /nstltutwns a,e better managed than other higher educatwn mshtutwn,; m Indonesia But m anllctpatmf{ the 1mpiementatwn of the AFTA agreement, the achieved perfmmanCt'f need urgently to be fwther improved Based on the "New Paradigm" oj the D11ectorate General of H1ghe, Educatwn, a Key Result Area named "KRISTEN" has been introduced as qualm, benchmarks of the highe, education performam es "KRISTEN" has to be contmuously improved to meet the near futu,e demand of qualified SJ graduates |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 37 (No. 2) |
| Halaman | : | 174 - 187 |
| Abstrak | : | wacana perlunya penyederhanaan partai dan koalisi-permanen.derni tercipta nya pemeriitah ying kult didasarkai pada asumsi bahwa kombinasi presiden sialisme dan sistem'multipartai sangat tidak stabil dan mudah menghasilkan deadlock. Namun Liddle dan Muianl Q006) menuniukkan bahwa-pemerintahan inqx cukup stabil dan efektif. B'ahkan merekaberhasil menghasilknn tubltrPr: iiuiiilro" yahg sukses uituk' tndoresia. Tulisan 1ni menjelaskan .apa !i. bahk kebbhasilian "S}V-1X yang memerintah dalam sistem .presidensial multipartai. uans dikataknn sebaiai "kombinasi yang sulit (Mainwaring 1993). Kunci 'a.ripr*nintahan ying stabil dan eiektif lebih b.ergantung pada.peningkatan. k de.i,rsaan politik ltitr"Aon publik din bilknn pada pengurangan iumlah partai dan p emb entukkan ko alisi p elmanen. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | X-2, JANUARI-MARET (No. 0) |
| Halaman | : | 23-32 |
| Abstrak | : | Food n somethmgfundarnental that should be owned by eve,y citizen of an independent na!IOn Food;usllce 1s eve,yl'ltizen S right to obtain an appropriate return, amount and price whether he or she 1s a food producer, a food broker, a food manufacturer or a food supplier After 54 yea, s of independence, we are in the reve, se condltwn where food prices are be;,ond custome,s 'reach The natwnal economic format that has sacrificed the independence of the food sector to support mdustr1es has been a deadlock The fadure in synchronizing the economic growth and natwnal patrwfl fm resuls in industrial dependence on foreign resources As a result, when there was an economic crms, the industrial sector was collapsed before paying debts to the sac, ificed sector The poltc1es of food industry and agriculture concentrated in Java, cultw al dependence on certain food resources, weak social systems, unavailahlhtv of protectors' patrons, and uncontrolled corruption make the sacrificed parties suffer mg On the other side, the failure of the macro economic concept that covers the product,ve sectors results in the users' inability to elljoy their essential rights proportwnal/y The e,tahhshment of a clean government will he able to overcome problems of the government dehts and the wHe a/location of food subs1d1es 1s the first step to set free the shackle of food m;usllce The erad1cat10n of any kmd of monopoly, va, 1et1es of areas and tvpef of food producers, technology 1mproi•ement m the field of food production and processing If an alte1nat1ve development to quickly realize food JUSllce for all czllzens of the Republic of Indonesia |
| Pengarang | : | Thom, Jennifer S. ,Roth, Wolff-Michael |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 37 (No. 2) |
| Halaman | : | 161-173 |
| Abstrak | : | - |