OPAC - Pencarian Artikel Jurnal & Majalah Library USD

Menampilkan semua artikel (Halaman 426 dari 34142, Total: 341417 data)

KINERJA ARSITEKTUR LINGKUNGAN HUNIAN KOTA YANG MANUSIAWI

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Pranata
Volume / Edisi : VI-1, - (No. 0)
Halaman : 10-27
Abstrak : The Architechture for urban settlement has to consider the principle that the human settlement is a place where people can live, work and develop their cultural activities emphasizing the human needs for friendly space and accessible to any facility. There is a common tendency that the development of urban space doesn't consider the human aspects but physical ones. Human beings are not seen as the central point of the development ofurban space and settlement. The tendency can be seen from the symptoms such as follows: There is less safety for people because of the conflicts of circulation of peddlers and vehicles. Less accomodative to all the people because of different types and qualities of services. Human scale for open urban space is neglected. The space becomes individualistic and unfriendly. Less protection to natural environment. Visual and spatial scenes become monolithic. Therefore the development approaches for urban space have to be referred to human aspects, which have to recomand using urban design concept with human contents in physical space, through the design guidelines for developing urban commersial area. The architecture of urban settlement which is human, will provide more value-added contents to an urban space, especially to commercial area. Putting up the considerations will bring to the development of an urban image which is more meaningful, not only as space but also as place.

HUNIAN KONTEKS LINGKUNGAN, PERSPEKTIF KEHIDUPAN PERKOTAAN DAN UPAYA PERENCANAAN FISIKNYA

Pengarang : Koestomo Andreas Corsini
Nama Majalah/Jurnal : Pranata
Volume / Edisi : VI-1, - (No. 0)
Halaman : 1-9
Abstrak : Some architects assume that urban life is getting chaotic, meaning complete absence of order or shape thouch, as a matter of fact, the patterns of a city's can still be seen. Demography, environmental and spatial problems, and city's development strategy based on investment andbureaucratic power are the elements running the urban ecology. Environmental approach in planning is really needed, besides which, a comprehensive insight on eco-urbanism is introduced. Subsequently, a concept of eco-design for city and architecture is developed, even in Europe ideas of bio-architecture as well as eco-architecture are appearing. A new paradigm of Environmental Planning is being applied as a basis of any work regarding spatial or regional planning. Eco-urbanism deals with experience of life having natural taste or total aesthetic which is based on environmental moral awareness.

Penguatan demokrasi anak muda dalam mengatasi dampak perubahan iklim: studi kasus di kota pekalongan

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 52 (No. 2)
Halaman : 221-243
Abstrak : Demokrasi diyakini dan disepkati sebagai nilai-nilai yang menjamin terselurnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, khususnya masyarakat sipil termasuk komunitas anak muda dalam proses pengambilan kebijakan strategis di daerah. Namun, studi IGI-CCGA kemitraan 2018 di Kota Pekalongan menunjukkan tingkat partisipasi dan pelembagaan advokasi masyarakat sipil dalam isu perubahan iklim cukup rendah. Belum optimalnya pengorganisasian partisipasi komunitas, khususnya anak muda, adalah faktor internal penyebab rendahnya partisipasi masyarakat. Sementara faktor eksternal karena anggapan pemerintah terhadap anak muda yang dinilai tidak memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim, dan hanya menuntut kinerja pemerintah. Metode perticipatory action research (PAR) digunakan untuk memperbaiki kualitas demokrasi melaui peningkatan partisipasi dan kolaborasi anak muda denga =n pemerintah dalam pengambilan kebijakan penanganan perubahan iklim di Kota Pekalongan. Proses penguatan demokrasi dilakukan melalui dua arah intervensi, yakni kepada pemerintah sebagai aktor penyedia ruang partisipasi, dan kepada pemuda sebagai subjeknya. Intervensi internal dengan memberikan penyadaran tekait dampak keterlibatan komunitas muda, memberikan kesmepatan mereka untuk tampil dan berdialog bersama, melakukan aksi bersama serta mulai melibatkan komunitas muda dalam kegiatan penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.

The compliance consequences of fault assignment and sanction strength in sanctions

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Behavioral Research in Accounting
Volume / Edisi : 35 (No. 2)
Halaman : 131–152
Abstrak : Regulators rely heavily on “no-fault” settlements in their enforcement, where targets avoid costlylitigation by accepting sanctions without admitting or denying fault. Considerable public debate surrounds the issue,but prior research has typically focused on financial dimensions of sanctions such as the magnitude of fines. I conductan economic experiment where individuals face a costly compliance choice in the presence of sanctions that mayeither be greater than or less than the benefits of violating and may also require admission of fault. I observe thatcompliance quality is greater when sanctions assign fault. I also observe that, relative to strong sanctions, thefrequency of compliance decreases under weak no-fault sanctions but does not decrease under weak fault sanctions.Lastly, I observe that non-decision-making participants struggle with the task of anticipating compliance, believingthat compliance quality will increase in sanction strength but not fault although the opposite is true.

BEBERAPA ASPEK YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PERUBAHAN HUKUM

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Pranata
Volume / Edisi : V-3 (No. 0)
Halaman : 92-100
Abstrak : orma hukum merupakan sarana untuk mengatur tata keh?dupan masyarakat, sebab manusia h?dup d? dalam masyarakat t?dak dapat d?h?ndarkan dar? pertentangan kepent?ngan Kepentingan manusia di dalam masyarakat akan terl?ndung? melalui norma hukum Fenomena sos?al yang timbul yaitu norma hukum senatiasa tertinggal dibelakang objek yang diaturnya Oleh karena itu agar norma hukum dapat mengatur tata keh?dupan masyarakat secara efekt?f perlu diadakan perubahan Untuk mendasar? perubahan hukum agar t?dak terp?sah dar? masyarakat, maka dalam tul?san ?n? akan d?kaj? beberapa aspek yang mendasar? perubahan hukum ya?tu kebutuhan yang harus d?penuh?, mencar? akar perubanan, dan menuju hukum yang efektiF.

PENDIDIKAN NILAI DALAM KELUARGA SEBUAH PEMIKIRAN ALTERNATIF

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Pranata
Volume / Edisi : V-3 (No. 0)
Halaman : 86-91
Abstrak : Changes have already happened in society, especially in family Changes are actually caused by the process of socialization Their phenomen have been already perceived by its family This study try to describe the changes of the behaviour which is related to the social daily lives The summary comes to the following conclutions First, the family is a agent of strategy to struggle the happiness at the present time Second, the values was socialized hered?tar?ly through children daily lives There are mechan?sme called respons?b?l?ty By doing so, personal communication is very important It is hoped that children will get the real attitude which is always relevant to the changes

PENYESUAIAN PEKERJAAN DAN KELUARGA PADA MASA DEWASA INI

Pengarang : Kristiana Haryanti
Nama Majalah/Jurnal : Pranata
Volume / Edisi : V-3 (No. 0)
Halaman : 73-85
Abstrak : iantara sekian banyak perkembangan yang harus dicapai pada masa dewasa, tugas-tugas yang berkaitan dengan pekerjaan an hidup keluarga merupakan tugas yang paling dominan. Hal yang penting dan sangat berperan guna terpenuihnya tugas perkembangan masa dewasa adalah peran seks. Seorang yang menyadari sepenuhnya peran seks yang dimiliki maka tidak akan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial dengan jenis seks yang berada, untuk dapat dipre-disikan bahwa ia berhasil melakukan penyesuaian diri dengan berhasil terhadap perkawinan dan masa orang tua. Penyesuaian peran seks yang merupakan dasar bagi penyesuaian pekerjaan. Misalnya seorang wanita yang terbiasa selama masa sekolah kuliah memainkan peran yang sama dengan rekan prianya, mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan perlakuan yang mereka terima dalam industri, bisnis dan proteksi karena ia merasa direndahkan, padahal sebelumnya ia memainkan peran yang sama dengan rekan prianya. Selanjutnya masalah yang lebih penting adalah adanya kenyataan bahwa keberhasilan atau kegagalan melakukan penyesuaian diri akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan yang erat hubungannya dengan prestise dilihat dari sudut pandang orang lain, diri sebagai individu, kebahagiaan, dan juga berpengaruh pada setiap anggota keluarga.

DISIPLIN DALAM KELUARGA DAN DISIPLIN NASIONAL

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Pranata
Volume / Edisi : V-3 (No. 0)
Halaman : 64-72
Abstrak : Pembentukan kepribadian seseorang sudah d?mulai sejak usia d?n? Pada masa awa? keh?dupan seseorang peran keluarga sebagai pend?d?k pertama dan utama sangatlah besar Pend?d?kan d?s?pl?n yang d?ber?kan dalam keluarga sangatlah berperan b?la nant?nya seseorang sudah terjun dalam masyarakat Berbagai tekn?k yang dapat d?lakukan untuk menanamkan d?s?pl?n pada seorang anak pada dasarnya merupakan pend?d?kan dalam menanamkan moral Kohlberg seorang tokoh psikolog? membag? tahap perkembangan (pemahaman) moral menjad? tiga level, di mana tiap level menjad? dasar untuk pengembangan level selanjutnya Level yang paling tingg? yaitu post conventional merupakan harapan bag? terc?ptanya d?s?pl?n nasional yang mendasarkan pada pengendal?an d?r? tanpa harus diawas? secara ketat oleh orang atau lembaga yang la?n

IKLAN DENGAN MODEL ANAK-ANAK, PENGARUHNYA PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI DALAM KELUARGA

Pengarang : Sumbodo Prabowo
Nama Majalah/Jurnal : Pranata
Volume / Edisi : V-3 (No. 0)
Halaman : 55-63
Abstrak : Iklan dengan model anak-anak semakin banyak di media massa. Iklan tersebut tidak hanya menawarkan produk untuk konsumsi anak-anak saja, tetapi juga untuk konsumsi keluarga ataupun anggota keluarga yang lain. Sebenarnya siapa sasaran sesungguhnya dan mengapa kecenderungan itu nampak semakin menarik untuk disimak. Pola hubungan dalam keluarga agak berubah seiring dengan era industrialisasi dan golbalisasi. Hal itu pernah terjadi di Amerika beberapa waktu yang lalu (Hurlock, 1978). Mobilitas, perhatian pada karir, organisasi perusahaan, menyebabkan orang tua kehilangan waktunya di rumah. Akibatnya waktu dan perhatian pada anaknya menjadi berkurang. Untuk mengkompensasikannya orang tua memberikan perhatian yang berlebih - salah satunya - dengan memenuhi permintaan anaknya secara lebih baik dan juga memberikan fasilitas fisik. Di samping itu keberhasilan program Keluarga Berencana menyebabkan semakin sedikitnya anak. Akibatnya anak menjadi sangat berharga bagi orang tua, sehingga nilainya menjadi semakin tinggi. Anak sebagai influencer akan mempunyai nilai tambah pada posisinya terhadap pengambil keputusan, yaitu orang tua. Sedangkan iklan sebagai informasi yang membujuk untuk membeli - sesuai dengan fungsinya -gencar mengitari konsumen atau calonnya dengan memakai model anak agar terjadi komunikasi efektif dengan anak, sehingga seakan memanfaatkan nilai tambah tersebut. dung..tak..dung..tak..dung..tak..jreng..jreng dung..tak..dung..tak..dung..tak..jreng..jreng (seorang tukang kendang menabuh kendangnya dan seorang anak perempuan kecil memukul-mukul dinding sebuah mobil) iklan mobil Daihatsu Zebra bentuknya bagus, ruangnya luas, muatnya banyak, kakak, mama, papa, teteh, cece, pembantu, tante, nenek, dan teman-teman pokoknya banyak deh (seorang anak lelak? kec?l bercerita dengan mimik yang lucu) - iklan mobil Kiyang Hadiah mob?l-mob?lan, bola, topi, patung kec?l dinosaurus, balon diber?kan pada setiap pembelian product atau paket fried ch?cken pada periode tertentu - sales promotion fried chicken dan mas?h banyak lag?. Anak-anak yang lugu menjad? sesuatu hal yang menar?k, sehingga sering kita l?hat d?tampilkan sebagai model pada ?klan d? media massa, bark media dengar, cetak, pandang ataupun media pandang dengar, yaitu Film ataupun TV Hal itu menjad? semak?n menarik untuk dicermat?, karena ?klan tersebut menawarkan produk yang bukan untuk konsums? anak-anak saja Beberapa contoh di atas menunjukkan bahwa produk untuk orang dewasa, keluarga, dan untuk segala lap?san d??klankan menggunakan model anak-anak Contoh yang lain sepert? bank, asurans?, rumah, makanan, minuman. supermarket, hotel, dan beberapa produk lag?, ternyata dalam menawarkan produknya pada med?a ?klan menggunakan model anak-anak Nah, melihat kenyataan di atas mar? kita s?mak apakah dengan menggunakan model anak-anak tersebut cukup efektif Untuk itu k?ta perlu pula mel?hat seberapa jauh pengaruh anak pada pengamb?lan keputusan membel? pada sebuah keluarga terutama pada saat ?n? ataupun perkembangannya pada masa mendatang

Individual self versus collective self : performance measures for academics in a collectivist culture

Pengarang : Kate Thuy Mai,Hoque, Zahirul
Nama Majalah/Jurnal : Behavioral Research in Accounting
Volume / Edisi : 35 (No. 2)
Halaman : 111–129
Abstrak : This article examines how an individual-level academic performance measurement system interactswith the collective self in a collectivist cultural context. The qualitative study of a Vietnamese public university involved53 interviews, participant observations, and document analysis. The findings show that performance measurementsystems in the university produced both an autonomous self and a collective self. They do so by measuring individualperformance and suggesting that individuals are autonomously responsible and able to influence such performance.Thus, although a performance measurement system is typically imposed by others (which shows one’s dependenceon others and subjection to their power), the nature of the performance measurement system is such that it promotesindividual actions and a sense of individual performance. Therefore, people feel they have control over “their”performance. However, while trying to control such performance, they depend more on others whose recognitionappears to link with such performance measurement systems.
← Back to HOME