
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | V-2 (No. 0) |
| Halaman | : | 49-57 |
| Abstrak | : | Pembangunan fisik di berbagai sektor yang semakin pesat, diperlukan teknik pemantauan secara akurat dan periodik agar diperoleh informasi yang aktual mengenai kemajuan pembangunan pada suatu wilayah. Data yang direkam oleh satelit penginderaan jauh, dapat menyajikan informasi spasial yang cukup handal tentang perkembangan tersebut. Citra SPOT sebagai salah satu bentuk data penginderaan jauh, pernah diuji oleh penulis dan beberapa peneliti lain, bahkan mulai diterapkan untuk menunjang pembangunan prasarana dan sarana fisik. Dengan demikian penulis berpandangan bahwa penginderaan jauh semakin berperanan dalam menunjang pembangunan fisik di berbagai sektor. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | V-2 (No. 0) |
| Halaman | : | 31-48 |
| Abstrak | : | Tulisan ini dimaksudkan untuk "mengangkat ke permukaan" dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan transportasi di daerah perkotaan, khususnya mengenai polusi suara (bising) dan upaya-upaya untuk mengurangi pengaruh yang ditimbulkannya terhadap aktivitas yang mensyaratkan adanya suasana tenang(misalnya berdoa, beristirahat atau belajar). Reaksi terhadap suara bising berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain (bersifat subyektif), tapi pada umumnya suara bising dapat menyebabkan rasa tidak enak (emotional distress). Reaksi itu diwujudkan dalam bentuk bermacammacam, misalnya keluhan, pindah tempat, membangun dinding tembok untuk menghalangi masuknya suara atau memasang sekat kedap-suara. Menurut Paul dkk. [Kartawiria, 1979] bising dapat menimbulkan efek gangguan psikologis, sampai kepada gangguan alat pendengaran berupa ketulian sementara ataupun permanen. Pada perencanaan bangunan gedung, sebagai contoh: membangun gedunggedung sebagai tempat belajar yang terletak di daerah perbukitan, yang diapit oleh jalan-jalan raya, tepat di daerah tanjakan, perlu perencanaan yang matang agar fungsi bangunan sebagai tempat belajar tercapai dengan baik. Bangunan sekolah tidak sama dengan bangunan pabrik, sebab bangunan sekolah mensyaratkan adanya suasana tenang di lingkungan sekitarnya. Dalam keadaan yang memaksa, maka bangunan sekolah harus dilengkapi dengan dinding-dinding kedap-suara, sedemikian sehingga suasana tenang dapat diperoleh di dalam ruangan-ruangan belajar, sebab keadaan di luar bangunan tidak dapat dicegah, misalnya bus atau truk penuh muatan yang harus melalui tanjakan panjang (keadaan ini memaksa pengemudi menancapkan kakinya pada pedal gas secara penuh). Bagaimanakah suara bising dapat diukur ? Bagaimana caranya mengurangi tingkat pengaruh kebisingan? Dalam uraian yang singkat-padat semua pertanyaan tersebut akan diterang-jelaskan di bawah ini. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | V-2 (No. 0) |
| Halaman | : | 22-30 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Julianto, Farhan |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 2) |
| Halaman | : | 237-264 |
| Abstrak | : | Hukum internasional menjadi salah satu instrumen untuk memitigasi sistem internasional yang anarki, akan tetapi sekaligus juga sebagai instrumen bukum yang menjadi jawaban untuk berbagai permasalahan kolektif yang dibadapi dunia. Pada 19 Juni 2023, Perserikatan Bangsa Bangsa mengadopsi Perjanjian Konservasi dan Pemanfaatan Berkelanjutan Keanekaragaman Hayati Lant di Luar Yurisdiksi Nasional atau sering disebut sebagai Perjanjian BBNJ. Perjanjian ini dapat memberikan dampak positif bagi kepentingan kolektif negara-negara di dunia, baik dari segi konservasi maupun keadilan, khususnya bagi negara-negara berkembang. Akan tetapi, di sisi lain bahwa hukum internasional dapat menjadi subyek persaingan antar negara, meskipun memiliki tingkat sensitivitas yang terbilang rendah. Dalam tulisan ini dibabas, tentang bagaimana Perjanjian BBNJ yang disepakati berdampak pada dunia internasional dan, khususnya Indonesia dengan berbagai keterbatasan yang ada dalam perjanjian tersebut. Argumen utama yang disampaikan bahwa meskipun perjanjian BBNJ penting sebagai wujud solidaritas dunia, perjanjian ini masih memiliki masalab yang berpotensi menghambat implementasinya. Oleh karena itu bagi Indonesia, perjanjian BBNJ dapat menjadi pelnang, sekaligus ancaman maupun tantangan dalam bidang maritim. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 636-649 |
| Abstrak | : | To extract the common factors from grouped data, multilevel factor models have been put forward in the literature, and methods based on iterative principal component analysis (PCA) and canonical correlation analysis (CCA) have been proposed for estimation purpose. While iterative PCA requires iteration and is hence time-consuming, CCA can only deal with two groups of data. Herein, we develop two new methods to address these problems. We first extract the factors within groups and then project the estimated group factors into the space spanned by them in a circular manner. We propose two projection processes to estimate the common factors and determine the number of them. The new methods do not require iteration and are thus computationally efficient. They can estimate the common factors for multiple groups of data in a uniform way, regardless of whether the number of groups is large or small. They not only overcome the drawbacks of CCA but also nest the CCA method as a special case. Finally, we theoretically and numerically study the consistency properties of these new methods and apply them to studying international business cycles and the comovements of retail prices. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | V-2 (No. 0) |
| Halaman | : | 13-21 |
| Abstrak | : | Seiring dengan derap pembangunan di Indonesia, kebutuhan masyarakat akan sumber daya air tawar juga semakin meningkat. Dampak lain yang ditimbulkan adalah munculnya masalah pencemaran air tanah. Salah satu parameter pencemaran yang timbul adalah intrusi air asin ke dalam aquifer tanah, khususnya di daerah perkotaan dekat pantai. Menyoroti hal tersebut di atas, masalah intrusi air asin perlu mendapat perhatian yang serius. Dalam makalah ini akan dibahas tentang bentuk dan hidrolika intrusi air asin. Kashef mencoba memberikan formula umum untuk menentukan bentuk interface dan juga perkiraan panjang intrusi yang mungkin terjadi. |
| Pengarang | : | Davin, Benedictus Nathaniel |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 2) |
| Halaman | : | 207-235 |
| Abstrak | : | Perkembangan pasar digital dan perusahaan teknologi lokal akan sangat dipengaruhi oleh investasi serta infrastruktur pendukung, terutama pasca pandemi Covid-19. Pembangunan infrastruktur tidak banya terbatas pada pembangunan jalan raya, melainkan fasilitas penopang aktivitas digital bagi perusahaan dan konsumen. Berbagai upaya telah dilakukan oleb pemerintah pusat dalam mencari dana tambahan, salah satunya melalui pendirian Sovereign Wealth Fund (SWF), yakni Indonesia Investment Authority (INA) untuk membantu pendanaan. Sejak terbentuk pada penghujung tahun 2020, INA memiliki prospek, cerah untuk menarik, serta melakukan investasi. Hanya saja, pendirian SWF Indonesia tersebut menimbulkan berbagai macam pertanyaan, dikarenakan tugas dan aktivitas yang dilakukan INA justru menyerupai tugas dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sebagai aktor utama dalam mengundang dan mengelola Foreign Direct Investment (FDI) masuk ke Indonesia. INA memikul beban yang besar untuk menghapus stigma 'birokrasi-rumit, yang menjadi alasan utama bagi investor dari luar untuk mengalihkan modal ke kawasan lain. Untuk itu, INA perlu memperjelas posisi mereka sebagai institusi baru atan badan pendukung aktivitas lembaga yang sudah ada seperti BKPM |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | V-2 (No. 0) |
| Halaman | : | 1-12 |
| Abstrak | : | Dengan semakin melajunya perkembangan di sektor pembangunan, maka beton sebagai salah satu bahan bangunan juga menjadi lebih banyak dipakai. Didalam pembuatannya agar hasil dari beton ini dapat sesuai dengan apa yang kita rencanakan, maka diperlukanlah suatu alat cetakan bekisting (acuan) yang baik pula untuk menunjang proses pengerasannya. Meskipun bekisting hanya sebagai alat pembantu sementara, tetapi bekisting justru memegang suatu peranan yang penting. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai sasara, bentuk dan rupa konstruksi daripada bekisting itu sendiri haruslah direncanakan terlebih dahulu dengan memilih dan membuat dari bahan yang bermutu baik, supaya konstruksi tidak mengalami kerusakan akibat lendutan atau lenturan yang timbul ketika beton dituang. Pada perkembangannya dari waktu ke waktu pemakaian bahan konstruksi bekisting juga mengalami kemajuan dari mulai bahan kayu yang telah kita kenal sejak dahulu meningkat menjadi bahan metal didalam penggunaannya yang dapat terdiri dari acuan pelat baja dan acuan aluminium. Bahkan karena tuntunan secara arsitektural muncullah bekisting (acuan) dari bahan plastic fibre glass yang akan menghasilkan beton dengan permukaan yang halus. Akan tetapi dengan adanya kemajuan teknologi bahan tersebut, bahan kayu tidaklah dapat dihilangkan atau diganti secara keseluruhan dengan bahan lain. Oleh karena itu sebaiknya kita juga mempelajari dan mengenal lebih jauh tentang perilaku dan mutu kayu tersebut yang akan menentukan pula effisiesi pemakaian di mana akhirnya berpengaruh pada faktor biaya. Dengan demikian penggergajian kayu untuk bekisting akan dilaksanakan seeffisien mungkin agar supaya papan bekisting yang lebar dan balok yang panjang dapat dipakai berulang-ulang. Maka penilaian bekisting dari kayu lebih besar. Untuk pelat (papan) bekisting dapat pula digunakan kayu multipleks dengan tebal antara 15 - 20 mm, sedangkan untuk konstruksi berat diperlukan papan kayu penyangga/ penopang dan kayu 'stempel' (tiang) dipakai balok kayu dengan penampang empat persegi panjang 40 x 60 mm², 50 x 70 mm², 80 x 120 mm² atau balok kayu bulat (dolken), dimana sekarang ini juga telah banyak digunakan penyangga/ perancah baja atau besi (scaffolding) dan tiang dari baja/ besi pula (fouzer). Apabila papan (kayu) bekisting dikerjakan dengan seksama, maka papan ini dapat digunakan 3 - 5 kali, sedangkan untuk balok persegi dan tiang bulat dapat dipakai antara 7 - 10 kali. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 624-635 |
| Abstrak | : | Confidence sets are of key importance in high-dimensional statistical inference. Under case–control study, a popular response-selective sampling design in medical study or econometrics, we consider the confidence intervals and statistical tests for single or low-dimensional parameters in high-dimensional logistic regression model. The asymptotic properties of the resulting estimators are established under mild conditions. We also study statistical tests for testing more general and complex hypotheses of the high-dimensional parameters. The general testing procedures are proved to be asymptotically exact and have satisfactory power. Numerical studies including extensive simulations and a real data example confirm that the proposed method performs well in practical settings. |
| Pengarang | : | Lu, Lina |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 608-623 |
| Abstrak | : | We consider a simultaneous spatial panel data model, jointly modeling three effects: simultaneous effects, spatial effects and common shock effects. This joint modeling and consideration of cross-sectional heteroscedasticity result in a large number of incidental parameters. We propose two estimation approaches, a quasi-maximum likelihood method and an iterative generalized principal components method. We develop full inferential theories for the estimation approaches and study the tradeoff between the model specifications and their respective asymptotic properties. We further investigate the finite sample performance of both methods using Monte Carlo simulations. We find that both methods perform well and that the simulation results corroborate the inferential theories. Some extensions of the model are considered. Finally, we apply the model to analyze the relationship between trade and gross domestic product using a panel data over time and across countries. |