
| Pengarang | : | Kalnina, Ilze |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 538-549 |
| Abstrak | : | We consider the problem of conducting inference on nonparametric high-frequency estimators without knowing their asymptotic variances. We prove that a multivariate subsampling method achieves this goal under general conditions that were not previously available in the literature. By construction, the subsampling method delivers estimates of the variance-covariance matrices that are always positive semidefinite. Our simulation study indicates that the subsampling method is more robust than the plug-in method based on the asymptotic expression for the variance. We use our subsampling method to study the dynamics of financial betas of six stocks on the NYSE. We document significant variation in betas, and find that tick data captures more variation in betas than the data sampled at moderate frequencies such as every 5 or 20 min. To capture this variation we estimate a simple dynamic model for betas. The variance estimation is also important for the correction of the errors-in-variables bias in such models. We find that the bias corrections are substantial, and that betas are more persistent than the naive estimators would lead one to believe. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 1) |
| Halaman | : | 119-153 |
| Abstrak | : | Kebadiran perempuan sangat penting dalam upaya mendorong pembangunan Indonesia. Peran besar perempuan di berbagai bidang telab banyak berhasil menjadi inspirasi dan katalisator semangat untuk perempuan lain dalam kiprahnya masing-masing, babkan bagi generasi muda Indonesia. Kegiatan untuk memperjuangkan bak kesetaraan gender di berbagai bidang menginspirasi kaum perempuan Indonesia. Dedikasi Kartini, misalnya, dan banyak pablawan perempuan Indonesia lainnya, menggerakkan emansipasi perempuan Indonesia di masa kolonial dulu. Kepedulian fundamental di bidang pendidikan, kesetaraan gender, perjuangan, emansipasi, pengabdian dan kemajuan melalui karya masing-masing, sukses di dunia internasional. Jika dulu Kartini berliterasi melalui surat yang menyampaikan aspirasi persamaan bak dalam pendidikan, maka kini perempuan sebagai elemen penting masyarakat patut memperjuangkan semua itu di tengab tantangan disrupsi teknologi dan informasi yang semakin masif. Pemberdayaan kebijakan apa saja yang dapat diupayakan untuk membangun fondasi kuat perempuan dalam mengatasi peluang-peluang yang ada dan tantangan kapasitas apa saja yang dapat diatasi sehingga posisi perempuan makin strategis? |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 1) |
| Halaman | : | 89-118 |
| Abstrak | : | Hasil pemilihan legislatif 2024 lalu menunjukkan belum terwujudnya parlemen yang setara dan mewakili karakter populasi. Hal itu tampak dari masih rendahnya representasi anggota parlemen anak muda dan perempuan serta cukup besarnya anggota parlemen yang berlatarbelakang dinasti politik. Representasi parlemen muda yang berusia di bawah 40 tahun hanya sebesar 15 persen dari total 580 anggota parlemen di 2024. Angka tersebut merupakan pencapaian paling rendah sejak pemilu 1999. Sementara, meskipun representasi perempuan mengalami peningkatan dari pemilu ke pemilu dan mencapai 21,9 persen pada pemilu 2024, namun 58 orang dari 127 parlemen perempuan terpilih terasosiasi dengan dinasti politik. Pada level kompetisi antar-partai, Pemilu 2024 menunjukkan terjadinya stabilitas suara partai di mana perubahan suara partai (naik turun), tidak sampai 3 persen. Inisiatif untuk mengembangkan studi parlemen di Indonesia, menjadi penting, yang belum banyak diteliti oleh para sarjana dan peneliti politik. Dalam hal ini parlemen mempunyai peran yang penting dalam mendorong diskursus kebijakan publik dan menawarkan alternatif kebijakan yang relevan bagi kebutuhan warga. Proses analisis dan pengumpulan data dalam tulisan ini dilakukan pada Januari - April 2024. |
| Pengarang | : | Ngadiman, Jeremy Samuel,Fauri, Adinova |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 1) |
| Halaman | : | 63-87 |
| Abstrak | : | Meskipun memiliki kontribusi yang besar bagi perekonomian, masih banyak tantangan yang dihadapi demi mewujudkan pembangunan ekonomi digital yang inklusif, termasuk untuk usaha mikro, kecil, dan menengab (UMKM). Berdasarkan hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024, salah satu tantangan ini adalah rendahnya pemberdayaan teknologi digital untuk kegiatan produktif babkan di daerah-daerah dengan infrastruktur serta literasi digital yang cukup tinggi. Artikel ini membahas survei yang telah dilakukan untuk menakar potensi kewirausahaan digital di sektor-sektor potensial di Kota Yogyakarta, Kota Surabaya, dan Kabupaten Badung dengan melihat kondisi akses pasar, akses sumber daya, budaya kewirausahaan, serta institusi ketiga daerah tersebut. Hasil survei menunjukkan bahwa akses terhadap infrastruktur dan pasar digital yang tinggi di ketiga daerah tersebut tidak menjamin penggunaannya secara produktif untuk berwirausaha karena keterbatasan sumber daya seperti keterampilan digital, kemampuan manajerial, modal finansial, dan pengetahuan pasar. Selain itu, hasil survei juga menunjukkan bahwa motivasi berwirausaha dari responden yang cukup tinggi, sehingga diperlukan kolaborasi program antar pemangku kepentingan di daerah yang lebih banyak lagi untuk dapat mendorong pembangunan ekonomi digital yang lebih inklusif. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 1) |
| Halaman | : | 35-61 |
| Abstrak | : | Iterasi yang dipercepat dari teknologi Al (Artificial Intelligent) generatif telah mempromosikan kerja sama ekonomi digital global menuju kecerdasan, integrasi, dan ekologi. Namun, negara-negara Barat secara bertahap membentuk hegemoni digital berdasarkan keunggulan monopoli mereka dalam teknologi, bakat, dan peralatan, dan berusaha melindungi kepentingan mereka sendiri melalui bentuk kerja sama "eksklusif" dan "kelompok kecil". Tulisan ini menganalisis perlunya dan signifikansi praktis kerja sama ekonomi digital China-Indonesia dari perspektif hegemoni digital. Studi ini menunjukkan bahwa kerja sama China-Indonesia dalam ekonomi digital telah mencapai hasil yang luar biasa, dan kedua negara harus terus memperkuat kerja sama dalam empat aspek: ekologi digital, koordinasi kebijakan, infrastruktur, dan pelatihan talenta digital. Dengan memanfaatkan sepenuhnya perbedaan antara kedua negara dalam bal efisiensi ekonomi digital dan sumber daya digital, China dan Indonesia dapat menuai manfaat kerja sama dengan lebih baik dan mencapai situasi saling mendapat manfaat atau win-win. |
| Pengarang | : | Aastveit, Knut Are,Cross, Jamie L.,Dijk, Herman K. van |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 523-537 |
| Abstrak | : | We propose a novel and numerically efficient quantification approach to forecast uncertainty of the real price of oil using a combination of probabilistic individual model forecasts. Our combination method extends earlier approaches that have been applied to oil price forecasting, by allowing for sequentially updating of time-varying combination weights, estimation of time-varying forecast biases and facets of miscalibration of individual forecast densities and time-varying inter-dependencies among models. To illustrate the usefulness of the method, we present an extensive set of empirical results about time-varying forecast uncertainty and risk for the real price of oil over the period 1974–2018. We show that the combination approach systematically outperforms commonly used benchmark models and combination approaches, both in terms of point and density forecasts. The dynamic patterns of the estimated individual model weights are highly time-varying, reflecting a large time variation in the relative performance of the various individual models. The combination approach has built-in diagnostic information measures about forecast inaccuracy and/or model set incompleteness, which provide clear signals of model incompleteness during three crisis periods. To highlight that our approach also can be useful for policy analysis, we present a basic analysis of profit-loss and hedging against price risk. |
| Pengarang | : | Rosyidin, Mohamad |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 1) |
| Halaman | : | 1-34 |
| Abstrak | : | Dalam tulisan ini argumen bahwa corak kebijakan luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto akan diwarnai oleh perubahan dan juga keberlanjutan. Di satu sisi, kebijakan luar negeri knat dipengaruhi ideologi nasionalisme serta mengadopsi mentalitas negara besar dengan menitikberatkan pada cara pandang yang berpusat pada Indonesia (Indonesia first). Implikasinya, fokus kebijakan luar negeri adalah penguatan kapabilitas nasional, terutama ekonomi dan militer. Hal ini dalam rangka upaya meningkatkan status Indonesia sebagai negara kuat. Di sisi lain, peran kepemimpinan Indonesia di kancah global tetap tinggi untuk membangun reputasi demi mendapatkan pengakuan atas status Indonesia. pemerintahan sebelumnya alib-alib sebuah perubahan? |
| Pengarang | : | Su, Liangjun,Huang, Wenxin |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 509-522 |
| Abstrak | : | This article proposes a new measure of efficient price as a weighted average of bid and ask prices, where the weights are constructed from the bid-ask long-run relationships in a panel error-correction model (ECM). To allow for heterogeneity in the long-run relationships, we consider a panel ECM with latent group structures so that all the stocks within a group share the same long-run relationship and do not otherwise. We extend the Classifier-Lasso method to the ECM to simultaneously identify the individual’s group membership and estimate the group-specific long-run relationship. We establish the uniform classification consistency and good asymptotic properties of the post-Lasso estimators under some regularity conditions. Empirically, we find that more than 30% of the Standard & Poor’s (S&P) 1500 stocks have estimated efficient prices significantly deviating from the midpoint—a conventional measure of efficient price. Such deviations explored from our data-driven method can provide dynamic information on the extent and direction of informed trading activities. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 497-508 |
| Abstrak | : | In this article, we study a semiparametric multiplicative volatility model, which splits up into a nonparametric part and a parametric GARCH component. The nonparametric part is modeled as a product of a deterministic time trend component and of further components that depend on stochastic regressors. We propose a two-step procedure to estimate the model. To estimate the nonparametric components, we transform the model and apply a backfitting procedure. The GARCH parameters are estimated in a second step via quasi maximum likelihood. We show consistency and asymptotic normality of our estimators. Our results are obtained using mixing properties and local stationarity. We illustrate our method using financial data. Finally, a small simulation study illustrates a substantial bias in the GARCH parameter estimates when omitting the stochastic regressors. |
| Pengarang | : | Harrell, Shelly P.; Comas-Díaz, Lillian; Bryant, Thema. |
| Nama Majalah/Jurnal | : | American Psychologist |
| Volume / Edisi | : | 80 (No. 4) |
| Halaman | : | 670-684 |
| Abstrak | : | Inspired by applications of decolonial and liberation psychologies shared by authors in the American Psychologist special issue “Practicing Decolonial and Liberation Psychologies,” implications for a decolonial-liberation orientation are explored. The African wisdom of Sankofa (“go back and get it”) is presented as an Indigenous cultural foundation that grounds the orientation in the interconnectedness of past (origins/ancestors), present (current lived experience/community), and future (possibilities/descendants). Centered in the overarching tenet of humanization, a decolonial-liberation orientation for psychological practice operates from the premise that, due to the deleterious impacts of coloniality and oppression on human experience at multiple socioecological levels of analysis, decolonizing and liberatory processes and practices are necessary for global rehumanization and healing, optimal development, transformative change, and positive health. The authors discuss decolonial-liberation psychology praxis as cycles of experience-reflection-action that characterize the activity of the orientation. Using Bryant’s (2024) trauma recovery framework, the diverse practices described in this special issue are highlighted as expressions of decolonial-liberation praxis. Recent steps taken by the American Psychological Association that are consistent with decoloniality are described. The authors conclude by offering a preliminary set of principles for decolonial-liberation psychology praxis that integrate core themes from the special issue articles with current scholarship. The authors invite psychologists (and psychology) to engage in decolonizing and liberatory processes and practices in the service of the American Psychological Association’s stated mission to benefit society, improve lives, and positively impact social issues. |