
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 45 (No. 3) |
| Halaman | : | 240-250 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 45 (No. 3) |
| Halaman | : | 224-239 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Priamarizki, Adhi,Marzuki, Keoni Indramabayu |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 45 (No. 3) |
| Halaman | : | 217-223 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Agustino, Leo |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 45 (No. 2) |
| Halaman | : | 179-193 |
| Abstrak | : | Tulisan ini mengulas tentang dua hal penting yang saling berkait. Pertama, hubungan baru Indonesia dengan Republik Rakyat China (RRC) dan kedua, upaya pemerintah membangun ide Indonesia sebagai Poras Maritim Dunia. Keduanya menjadi penting dan saling berkaitan karena itu terlepas terjalinnya hubungan yang meiru antara Indonesia-China, ternyata tidak menutup kemungkinan atas terjadinya konflik antara keduanya, terutama dalam halengketa di Laut China Selatan. Karena itu, untuk membangun kedaulatannya di perairan dan daratannya sendiri, maka pemerintab Presiden Jokowi mengajukan de Poros Maritim Dunia, yang bukan hanya berorientasi pada peribal ekonomi, akan tapi juga untuk membangun kewibawaan dan kedaulatan NKRI di mata dunia. Kebendak untuk membangun hubungan yang simetris inilab yang menjadi penama penting bagi politik maritim Indonesia ke depan, terutama dalam rangka mengudkan 'mimpi Indonesia sebagai Poras Maritim Dunia |
| Pengarang | : | Nainggolan, Poltak Partogi |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 45 (No. 2) |
| Halaman | : | 161-178 |
| Abstrak | : | Kebangkitan ekonomi China yang tidak tertandingi dewasa ini telah membawa konsekuensi pada kebijakan luar negeri dan keamanannya yang ekspansif. China kini muncul sebagai salah satu kekuatan adidaya global baru, yang kehadirannya telab mengusik Jepang dan India, yang merasa berancam. Perkembangan rivalitas ketiga kekuatan besar Asia itu telah memberikan implikasi langsung kepada Indonesia, yang kini tengah berupaya tumbuh sebag salah satu kekuatan besar di kawasan. Dalam menghadapi perkembangan lingkungan stategis ini, respons Indonesia dalam kebijakan luar negerinya mendapat tantaman besar, mengingat kontestasi kekuatan dan kebadiran ketiga negara besar Aria thi di kawasan berlangsung cukup dominan. Menghadapi bal demikian, bagaimana Indvensia sebagai negara kepulanan yang besar potensi dan luas peruirannya, menyikapi tantangan itu. Bagaimana persaingan kepentingan antara China dan Jepang di bawasan dan apa implikasinya terhadap kapentingan Indonesia? |
| Pengarang | : | Othman, Zarina,Rahman, Riki |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 45 (No. 2) |
| Halaman | : | 145-160 |
| Abstrak | : | Kebangkitan China memunculkan persaingan baru dalam sistem internasional. Seiring jatubaya Uni Soviet sekaligus menandai berakhirnya Perang Dingin, China dilibat sebagai pesaing begemoni Amerika Serikat (AS) dan berpotensi besar menjadi negara begemoni global menggantikan AS pada masa yang akan datang, Hubungan yang erat antara China-Iran pasca revniasi 1979 dipersepsikan oleh AS sebagai ancaman terbadap hegemoninya di Timur Tengah. Sebagai kekuatan regional, Iran dianggap mumpuni untuk memperluas pengaruhnya di Timur Tengah, apalagi jika Irun memanfaatkan program nuklirnya untuk kepentingan unjata, jelas akan mengancam kepentingan dan begemani AS di kawatan. Kesepakatan antara Iran dengan P5+1 terkait nuklir dilihat sebagai upaya AS sntuk meredam kebimbangannya. Namun, justru hal ini membuka peluang kepada China untuk menjalin bubungan yang lebils erat dibandingkan sebelumnya dengan Irun, sekaligus akan memberikan persaingan yang lemah zemgit kepada AS pada masa yang akan datang, Apakah hubungan China dan tren dalam konteks nuklir memberikan dampak negatif terhadap hegemoni AS di Timur Tengah dan apa langkah-langkah yang diambil AS untuk menghalang pengarah China agar tidak semakin meluas di kawasan. |
| Pengarang | : | Mantong, Andrew Wiguna |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 45 (No. 2) |
| Halaman | : | 132-144 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 45 (No. 2) |
| Halaman | : | 117-131 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 45 (No. 2) |
| Halaman | : | 103-116 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Gross, Andrew D.,Hemker, Jeffrey,Hoelscher, Jamie L.,Reed, Brad J.,Sierra, Gregory |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Issues in Accounting Education |
| Volume / Edisi | : | 37 (No. 4) |
| Halaman | : | 81–95 |
| Abstrak | : | Sales returns are often considered a simple financial accounting topic, but in this case, accounting for sales returns led to a significant lawsuit and the largest fine ever imposed against a CPA firm by the PCAOB at the time. This case study is designed to aid instructors in teaching accounting for sales with right of return under ASC 606 and is suited for an intermediate financial accounting course or a graduate course in accounting research. Students are required to exercise higher-order skills, such as professional research and analysis, as they research and understand the following: (1) the FASB's prior revenue recognition guidance when a right of return exists (ASC 605) and the FASB's new revenue recognition guidance ASC 606; (2) the financial statement impact of alternative methods of accounting for sales returns; and (3) how to account for unique return policies, such as a return for expiration. |