
| Pengarang | : | Basoglu, K. Asli,Long, James H. |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Behavioral Research in Accounting |
| Volume / Edisi | : | 35 (No. 2) |
| Halaman | : | 13–36 |
| Abstrak | : | Task interruptions are ubiquitous and can systematically affect decision-making, even when they arenondiagnostic and thus irrelevant. We report the results of an experiment employing experienced investors asparticipants to solidify the theoretical foundation underpinning the impact of interruption on investor decision-making.We consider the joint effects of interruption and risk/return preferences on experienced investor decision-making, aswell as the effectiveness of two theory-driven mitigating strategies. Consistent with the expanded Goal-Based Choice(GBC) Model, but, inconsistent with other theoretical explanations proposed to date, we provide evidence thatinterruption exacerbates the influence of risk/return preferences on investment decisions and that a mitigatingstrategy derived from the expanded GBC Model effectively eliminates this effect. Overall, the expanded GBC Modelprovides the best theoretical explanation for these phenomena, enhancing our understanding of the underlyingmechanisms and the generalizability of prior research. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 2) |
| Halaman | : | 157-182 |
| Abstrak | : | Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi dalam pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada masa pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang memprioritaskan kemudahan akses bagi kelompok masyarakat rentan. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas merupakan program kerja yang diusung dalam Asta Cita yang dicanangkan. Kelompok rentan seringkali tertinggal dan terlupakan dalam arus kemajuan teknologi, dan kebijakan-kebijakan belum menjadikannya sebagai agenda prioritas. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kematangan penerapan e-government di Indonesia serta tingkat kematangan pengguna dalam mengakses layanan digital. Selain itu, penelitian ini mengkaji adanya kesenjangan digital (digital divide) di berbagai daerah, yang memengaruhi kemampuan akses kelompok rentan terhadap SPBE. Hasil penelitian ini akan memberikan rekomendasi kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas SPBE bagi kelompok rentan, dengan harapan dapat mengurangi kesenjangan digital dan memastikan inklusi digital bagi seluruh lapisan masyarakat. Rekomendasi ini akan mencakup pengakuan kelompok masyarakat rentan dan aksi afirmasi, pembangunan infrastruktur dan sistem yang inklusif, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini penting untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak banya dinikmati oleb segelintir masyarakat, akan tetapi juga dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. |
| Pengarang | : | Lee, Lung-Fei,Yang, Chao,Yu, Jihai |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 550-562 |
| Abstrak | : | This article investigates QML and GMM estimation of spatial autoregressive (SAR) models in which the column sums of the spatial weights matrix might not be uniformly bounded. We develop a central limit theorem in which the number of columns with unbounded sums can be finite or infinite and the magnitude of their column sums can be ?????(????????) if ????<1. Asymptotic distributions of QML and GMM estimators are derived under this setting, including the GMM estimators with the best linear and quadratic moments when the disturbances are not normally distributed. The Monte Carlo experiments show that these QML and GMM estimators have satisfactory finite sample performances, while cases with a column sums magnitude of O(n) might not have satisfactory performance. An empirical application with growth convergence in which the trade flow network has the feature of dominant units is provided. Suplementary materials for this article are available online. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Behavioral Research in Accounting |
| Volume / Edisi | : | 35 (No. 2) |
| Halaman | : | 1–12 |
| Abstrak | : | This study expands understanding of auditor relationships and turnover by introducing themeasurement of Leader-Member Exchange (LMX) to an audit setting. LMX—which considers overall quality ofsubordinates’ relationships with their supervisor—is well established in the management literature but has previouslyonly been referred to as a theoretical construct in the audit literature. Utilizing a well-validated scale, we measure LMXwith 167 practicing auditors. We find LMX with a single supervisor significantly impacts retention via organizationalcommitment. This finding is novel in the LMX literature given the unique audit setting where subordinates havemultiple supervisors and transitory teams. In an exploratory analysis, we also find female subordinates form lower-quality relationships with supervisors, regardless of supervisor sex, which in turn can influence the impact of LMX onorganizational commitment. Results demonstrate the value of measuring LMX in audit research and practicallyhighlight the importance of fostering positive, strong auditor-supervisor relationships. |
| Pengarang | : | Kalnina, Ilze |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 538-549 |
| Abstrak | : | We consider the problem of conducting inference on nonparametric high-frequency estimators without knowing their asymptotic variances. We prove that a multivariate subsampling method achieves this goal under general conditions that were not previously available in the literature. By construction, the subsampling method delivers estimates of the variance-covariance matrices that are always positive semidefinite. Our simulation study indicates that the subsampling method is more robust than the plug-in method based on the asymptotic expression for the variance. We use our subsampling method to study the dynamics of financial betas of six stocks on the NYSE. We document significant variation in betas, and find that tick data captures more variation in betas than the data sampled at moderate frequencies such as every 5 or 20 min. To capture this variation we estimate a simple dynamic model for betas. The variance estimation is also important for the correction of the errors-in-variables bias in such models. We find that the bias corrections are substantial, and that betas are more persistent than the naive estimators would lead one to believe. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 1) |
| Halaman | : | 119-153 |
| Abstrak | : | Kebadiran perempuan sangat penting dalam upaya mendorong pembangunan Indonesia. Peran besar perempuan di berbagai bidang telab banyak berhasil menjadi inspirasi dan katalisator semangat untuk perempuan lain dalam kiprahnya masing-masing, babkan bagi generasi muda Indonesia. Kegiatan untuk memperjuangkan bak kesetaraan gender di berbagai bidang menginspirasi kaum perempuan Indonesia. Dedikasi Kartini, misalnya, dan banyak pablawan perempuan Indonesia lainnya, menggerakkan emansipasi perempuan Indonesia di masa kolonial dulu. Kepedulian fundamental di bidang pendidikan, kesetaraan gender, perjuangan, emansipasi, pengabdian dan kemajuan melalui karya masing-masing, sukses di dunia internasional. Jika dulu Kartini berliterasi melalui surat yang menyampaikan aspirasi persamaan bak dalam pendidikan, maka kini perempuan sebagai elemen penting masyarakat patut memperjuangkan semua itu di tengab tantangan disrupsi teknologi dan informasi yang semakin masif. Pemberdayaan kebijakan apa saja yang dapat diupayakan untuk membangun fondasi kuat perempuan dalam mengatasi peluang-peluang yang ada dan tantangan kapasitas apa saja yang dapat diatasi sehingga posisi perempuan makin strategis? |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 1) |
| Halaman | : | 89-118 |
| Abstrak | : | Hasil pemilihan legislatif 2024 lalu menunjukkan belum terwujudnya parlemen yang setara dan mewakili karakter populasi. Hal itu tampak dari masih rendahnya representasi anggota parlemen anak muda dan perempuan serta cukup besarnya anggota parlemen yang berlatarbelakang dinasti politik. Representasi parlemen muda yang berusia di bawah 40 tahun hanya sebesar 15 persen dari total 580 anggota parlemen di 2024. Angka tersebut merupakan pencapaian paling rendah sejak pemilu 1999. Sementara, meskipun representasi perempuan mengalami peningkatan dari pemilu ke pemilu dan mencapai 21,9 persen pada pemilu 2024, namun 58 orang dari 127 parlemen perempuan terpilih terasosiasi dengan dinasti politik. Pada level kompetisi antar-partai, Pemilu 2024 menunjukkan terjadinya stabilitas suara partai di mana perubahan suara partai (naik turun), tidak sampai 3 persen. Inisiatif untuk mengembangkan studi parlemen di Indonesia, menjadi penting, yang belum banyak diteliti oleh para sarjana dan peneliti politik. Dalam hal ini parlemen mempunyai peran yang penting dalam mendorong diskursus kebijakan publik dan menawarkan alternatif kebijakan yang relevan bagi kebutuhan warga. Proses analisis dan pengumpulan data dalam tulisan ini dilakukan pada Januari - April 2024. |
| Pengarang | : | Ngadiman, Jeremy Samuel,Fauri, Adinova |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 1) |
| Halaman | : | 63-87 |
| Abstrak | : | Meskipun memiliki kontribusi yang besar bagi perekonomian, masih banyak tantangan yang dihadapi demi mewujudkan pembangunan ekonomi digital yang inklusif, termasuk untuk usaha mikro, kecil, dan menengab (UMKM). Berdasarkan hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024, salah satu tantangan ini adalah rendahnya pemberdayaan teknologi digital untuk kegiatan produktif babkan di daerah-daerah dengan infrastruktur serta literasi digital yang cukup tinggi. Artikel ini membahas survei yang telah dilakukan untuk menakar potensi kewirausahaan digital di sektor-sektor potensial di Kota Yogyakarta, Kota Surabaya, dan Kabupaten Badung dengan melihat kondisi akses pasar, akses sumber daya, budaya kewirausahaan, serta institusi ketiga daerah tersebut. Hasil survei menunjukkan bahwa akses terhadap infrastruktur dan pasar digital yang tinggi di ketiga daerah tersebut tidak menjamin penggunaannya secara produktif untuk berwirausaha karena keterbatasan sumber daya seperti keterampilan digital, kemampuan manajerial, modal finansial, dan pengetahuan pasar. Selain itu, hasil survei juga menunjukkan bahwa motivasi berwirausaha dari responden yang cukup tinggi, sehingga diperlukan kolaborasi program antar pemangku kepentingan di daerah yang lebih banyak lagi untuk dapat mendorong pembangunan ekonomi digital yang lebih inklusif. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 53 (No. 1) |
| Halaman | : | 35-61 |
| Abstrak | : | Iterasi yang dipercepat dari teknologi Al (Artificial Intelligent) generatif telah mempromosikan kerja sama ekonomi digital global menuju kecerdasan, integrasi, dan ekologi. Namun, negara-negara Barat secara bertahap membentuk hegemoni digital berdasarkan keunggulan monopoli mereka dalam teknologi, bakat, dan peralatan, dan berusaha melindungi kepentingan mereka sendiri melalui bentuk kerja sama "eksklusif" dan "kelompok kecil". Tulisan ini menganalisis perlunya dan signifikansi praktis kerja sama ekonomi digital China-Indonesia dari perspektif hegemoni digital. Studi ini menunjukkan bahwa kerja sama China-Indonesia dalam ekonomi digital telah mencapai hasil yang luar biasa, dan kedua negara harus terus memperkuat kerja sama dalam empat aspek: ekologi digital, koordinasi kebijakan, infrastruktur, dan pelatihan talenta digital. Dengan memanfaatkan sepenuhnya perbedaan antara kedua negara dalam bal efisiensi ekonomi digital dan sumber daya digital, China dan Indonesia dapat menuai manfaat kerja sama dengan lebih baik dan mencapai situasi saling mendapat manfaat atau win-win. |
| Pengarang | : | Aastveit, Knut Are,Cross, Jamie L.,Dijk, Herman K. van |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 523-537 |
| Abstrak | : | We propose a novel and numerically efficient quantification approach to forecast uncertainty of the real price of oil using a combination of probabilistic individual model forecasts. Our combination method extends earlier approaches that have been applied to oil price forecasting, by allowing for sequentially updating of time-varying combination weights, estimation of time-varying forecast biases and facets of miscalibration of individual forecast densities and time-varying inter-dependencies among models. To illustrate the usefulness of the method, we present an extensive set of empirical results about time-varying forecast uncertainty and risk for the real price of oil over the period 1974–2018. We show that the combination approach systematically outperforms commonly used benchmark models and combination approaches, both in terms of point and density forecasts. The dynamic patterns of the estimated individual model weights are highly time-varying, reflecting a large time variation in the relative performance of the various individual models. The combination approach has built-in diagnostic information measures about forecast inaccuracy and/or model set incompleteness, which provide clear signals of model incompleteness during three crisis periods. To highlight that our approach also can be useful for policy analysis, we present a basic analysis of profit-loss and hedging against price risk. |