
| Pengarang | : | Ihsan, Rizky |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 47 (No. 4) |
| Halaman | : | 553-568 |
| Abstrak | : | Tulisan ini membahas persoalan sengketa batas darat (Outstanding Boundary Problems) antara Indonesia dan Malaysia di Sektor Timur dan Sektor Barat Pulau Kalimantan. Kedua negara memiliki perbedaan persepsi terhadap perjanjian wilayah yang disepakati oleh Inggris dan Belanda di sembilan titik, antara lain di Pulau Sebatik, Segmen Sungai Sinapad, Sungai Simantipal, Titik B2700-B3100, C500-C600 di Sektor Timur, serta kawasan Batu Aum, Sungai Buan/Gunung Jagoi, Gunung Raya serta Titik D400 di Sektor Barat Pulau Kalimantan. Isu ini telah mengemuka sejak berakhirnya peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia dan tengah memasuki tahap perundingan batas wilayah yang secara rutin dilakukan oleh kedua negara. Namun demikian, hingga saat ini, proses tersebut belum berbasil mencapai kesepakatan mengenai zona perbatasan secara definitif, sementara pemerintah telah memiliki komitmen politik untuk melakukan percepatan penyelesaian sengketa di wilayah perbatasan negara. Tulisan ini berargumen bahwasanya delegasi Indonesia perlu memiliki skala prioritas mengenai perundingan wilayah perbatasan Indonesia- Malaysia di perbatasan pulau Kalimantan, terutama yang berkaitan dengan nilai strategis tiap-tiap wilayah sengketa. Menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), analisis mengenai isu teritorial dapat dilakukan. Pembobotan terhadap kawasan dapat memberikan gambaran komprehensif bagi tim delegasi perundingan mengenai urgensi tiap-tiap wilayah sengketa. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 47 (No. 4) |
| Halaman | : | 530-552 |
| Abstrak | : | Tulisan ini memiliki dua tujuan yang saling terkait. Pertama, menguraikan kompleksitas konseptual dalam dualitas ruang siber dan polarisasi dalam tata kelola pemerintahan untuk keamanan digital. Kedua, menelusuri dinamika pemerintahan keamanan digital di Asia Tenggara yang melibatkan aktor negara, organisasi internasional, dan aktor swasta. Tulisan ini bertumpu pada konsep dualitas ruang siber sebagai domain kedaulatan negara (keamanan siber nasional) dan domain publik (keamanan siber sosial), dan menekankan pentingnya kompatibilitas antar aktor dan kerangka-kerangka dalam kedua domain tersebut untuk dapat berjalan beriringan. Dalam konteks Asia Tenggara, tulisan ini menemukan bahwa ragam kapabilitas negara anggota menghambat koherensi strategi keamanan siber nasional ASEAN. Sedangkan dalam keamanan siber sosial, negara masih memonopoli aspek sosial dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan tidak banyak melibatkan aktor swasta dalam kerangka-kerangka strategis. |
| Pengarang | : | Wulansari, Ica |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 47 (No. 4) |
| Halaman | : | 509-529 |
| Abstrak | : | Indonesia merupakan negara terdampak perubahan iklim ditandai dengan terjadinya El Nino yang menyebabkan penurunan curab hujan. Sehingga kebijakan impor beras menjadi opsi mengatasi kekurangan produksi beras. Visi kepemimpinan Presiden Joko Widodo mewujudkan kedaulatan pangan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012. Tekad untuk mencapai kedaulatan pangan ditandai dengan niat mewujudkan swasembada beras untuk ketersediaan pangan bagi 265 juta jiwa penduduk. Namun, bagaimana upaya swasembada beras memiliki keterhubungan terhadap petani sebagai pelaku utama pertaman. Kebijakan suasembada beras menimbulkan hal-hal serius bagi petani. Kebijakan belum terjalin dengan praktek pertanian berkelanjutan yang ditandai dengan dikotomi penggunaan benih formal dan benih informal, penggunaan pestisida sintetis tanpa pengawasan, potensi petani kehilangan kapasitas adaptif bingga penyuluhan pertanian struktural yang belum efektif. Petani menghadapi 'kerasnya' dampak perubahan iklim sehingga perlu menjadi subjek prioritas yang dibekali dengan kapasitas menghadapi perubahan iklim. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 47 (No. 4) |
| Halaman | : | 491-508 |
| Abstrak | : | Artikel ini bertujuan untuk menganalisis gaya hidup konsumsi penduduk kelas menengah Indonesia. Pengertian mengenai kelas menengah yang dipakai dalam artikel ini adalah kelompok masyarakat baru yang muncul dari stabilitas pertumbuhan ekonomi sehingga menciptakan adanya kenaikan pendapatan dan konsumsi. Konsumsi diartikan tidak hanya sekedar perilaku untuk memuaskan kebutuhan pribadi, namun juga sebagai simbol identitas kelas. Pergeseran tersebut merupakan implikasi penting badirnya modernitas zaman ketika simbol lebih penting daripada utilitas. Tujuan utama dalam tulisan ini adalah melihat pola perilaku konsumsi penduduk kelas menengah Indonesia. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan menganalisis data kuantitatif dan juga kajian literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi penduduk berdampak pada segregasi dalam internal kelas menengah tersebut melalui komoditas tertentu yang menujukkan simbol dan status sosial eksklusif antar sesamanya. |
| Pengarang | : | Pareira, Christian S,Kembara, Gilang |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 47 (No. 4) |
| Halaman | : | 481-490 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 349-363 |
| Abstrak | : | This article constructs individual-specific density forecasts for a panel of firms or households using a dynamic linear model with common and heterogeneous coefficients as well as cross-sectional heteroscedasticity. The panel considered in this article features a large cross-sectional dimension N but short time series T. Due to the short T, traditional methods have difficulty in disentangling the heterogeneous parameters from the shocks, which contaminates the estimates of the heterogeneous parameters. To tackle this problem, I assume that there is an underlying distribution of heterogeneous parameters, model this distribution nonparametrically allowing for correlation between heterogeneous parameters and initial conditions as well as individual-specific regressors, and then estimate this distribution by combining information from the whole panel. Theoretically, I prove that in cross-sectional homoscedastic cases, both the estimated common parameters and the estimated distribution of the heterogeneous parameters achieve posterior consistency, and that the density forecasts asymptotically converge to the oracle forecast. Methodologically, I develop a simulation-based posterior sampling algorithm specifically addressing the nonparametric density estimation of unobserved heterogeneous parameters. Monte Carlo simulations and an empirical application to young firm dynamics demonstrate improvements in density forecasts relative to alternative approaches. |
| Pengarang | : | Simanjuntak, Indira,Fauri, Adinova |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 47 (No. 4) |
| Halaman | : | 466-480 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Sasaki, Yuya,Wang, Yulong |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 339-348 |
| Abstrak | : | Common econometric analyses based on point estimates, standard errors, and confidence intervals presume the consistency and the root-n asymptotic normality of the GMM or M estimators. However, their key assumptions that data entail finite moments may not be always satisfied in applications. This article proposes a method of diagnostic testing for these key assumptions with applications to both simulated and real datasets. |
| Pengarang | : | Kichian, Marai,Antoine, Bertille,Khalaf, Lynda ,Lin, Zhenjiang |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 321-338 |
| Abstrak | : | We develop a general simulation-based inference procedure for partially specified models. Our procedure is based on matching auxiliary statistics to simulated counterparts where nuisance parameters are calibrated neither assuming identification of parameters of interest nor a one-to-one binding function. The conditions underlying the asymptotic validity of our (pseudo-)simulators in conjunction with appropriate bootstraps are characterized beyond the strict and exact calibration of the parameters of the simulator. Our procedure is illustrated through impulse-response (IR) matching in a simulation study of a stylized dynamic stochastic equilibrium model, and two empirical applications on the New Keynesian Phillips curve and on the Industrial Production index. In addition to usual Wald-type statistics that combine structural or reduced form IRs, we analyze local projections IRs through a factor-analytic measure of distance which eschews the need to define a weighting matrix. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Journal of Business and Economic Statistics |
| Volume / Edisi | : | 41 (No. 2) |
| Halaman | : | 309-320 |
| Abstrak | : | Single-index quantile regression (QR) models can avoid the curse of dimensionality in nonparametric problems by assuming that the response is only related to a single linear combination of the covariates. Like the standard parametric or nonparametric QR whose estimated curves may cross, the single-index QR can also suffer quantile crossing, leading to an invalid distribution for the response. This issue has attracted considerable attention in the literature in the recent year. In this article, we consider single-index models, develop methods for QR that guarantee noncrossing quantile curves, and extend the methods and results to composite quantile regression. The asymptotic properties of the proposed estimators are derived and their advantages over existing methods are explained. Simulation studies and a real data application are conducted to illustrate the finite sample performance of the proposed methods. |