OPAC - Pencarian Artikel Jurnal & Majalah Library USD

Menampilkan semua artikel (Halaman 465 dari 34170, Total: 341698 data)

Media ownership and elections: examining the neutrality of indonesian national news media in the 2024 presidential election

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : The Indonesian Quarterly
Volume / Edisi : 52 (No. 1)
Halaman : 63-87
Abstrak : In February 2024, Indonesia held a general election. In deciding theor choices, the Indonesian people used the news media to find out the candidates' track records. In practice, however, the Indonesian public would have benefitted from knowing more about how many of these mainstream media outlets were affiliated with politicians. This research attempts to highlight how to knowing the contexts of mainstream media affiliations to political factions remains more relevant than ever. This study uses content analysis of three online news media affiliated with politicians: Metro TV News Online, TvOne News, and Okezone in the periode leading up to the February 2024 Presidential Election. Based on the findings of the Reuters Institute for the Study of Journalism, the three media are all owned by politicians and they are among the top 16 online media outlets with the most weekly users in Indonesia. This analysis uses 998 news article from September 1 ro 30, 2023. The results show that the three media outlets have indeed shown a tendency to favorcertain candidates in their coverage, via the intensity of the coverage as well as the tone of headlines and contents. Candidates favored by or affiliated with the news media are covered in a softer tone withfewer critiques, whereas the candidates of the opposing sides are covered with more critical tones. This study aims to reinvigorate attention to how media conglomeration remains an important discussion for Indonesian politics, as it plays its part as a medium to influence public perception. 

Tinjauan Perkembangan Politik: Penetapan Daftar Calon Pemilu 2019, Korupsi Massal DPRD Malang, dan Putusan MA Pro-Caleg Koruptor

Pengarang : Adityanandana, M
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 47 (No. 3)
Halaman : 331-339
Abstrak : -

Nu, muhammadiyah, and BNPT as agents of deradicalisation in Indonesia

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : The Indonesian Quarterly
Volume / Edisi : 52 (No. 1)
Halaman : 39-61
Abstrak : In the past two decades, deradicalization has emerged as an impotant state policy is so disengage the population from revisionist tendencies shown by extremist groups in the country, influenced by global events surrounding 9/11. Primarily, the concept of Muslim citizenship--the idea of being a Muslim citizen of a modern state--has become a focal point of such programs. Indonesia has adopted the so-called "moderate Islam identity" as a counter-narrative to temper down extreme politicization of the religion in its domestic politics by engaging religious seminaries (Pondok Pesantren) and madrasas to depoliticize Islam, aside from civil society organizations. Thus article argues that the interlinked processes convering the policy measures by the Indonesian goverment, and specifically through BNPT, along with the two biggest Muslim organizations in the country, the Nahdlatul Ulama (NU) and the Muhammadiyah, have been the key to success of Indonesia's experience with, deradicalization. The article provides an overview of these processesand examines how they have been instrumental in tackling radicalization in Indonesia. 

Non-alignment in the 21st century : indonesia and brazil's strategic convergence amidst the us-china bipolarity

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : The Indonesian Quarterly
Volume / Edisi : 52 (No. 1)
Halaman : 19-37
Abstrak : Over the past ten years, the emergence of US-China bipolarity has caused the international system to undergo its most profound changes since the fall of the Soviet Union. Indonesia and Brazil, two countries historically with few ties, have deepened cooperation in many areas due to their naewfound similiar geopolitival position. They represent a newly understood category of nation, global swing states. The global swing states operate similarly to traditional middle powers but have a more sognificant impact on the international order. Their unique positions give them the agency to act unilaterally and in a transactional way that differs from traditional middle power behavior. Brazil and Indonesia have been able to capitalize on their strategic convergence through bilateral policy coordination. With the many unknowns the era of US-China bipolarity brings, studying the development of Brazil and Indonesia relations provides valuable insights into how these global swing states are brought increasingly together in their global agenda to independently strive to achieve their foreign policy goals.

The adoption of could computing in the public service sector in indonesia

Pengarang : Fauri, Adinova,Friawan, Deni ,Titiheruw, Ira S.
Nama Majalah/Jurnal : The Indonesian Quarterly
Volume / Edisi : 52 (No. 1)
Halaman : 1-17
Abstrak : Since the COVID-19 pandemic, the trend of could computing has continued to increase in Indonesia. Many organization and companies, especially private ones, chose cloud computing services to adapt and modernize their business model, seen as more cost-efficient than having to own and manage an inhouse communications and information technology infrastructure. The use of cloud computing can help organization in the public and private sectors to incrase efficiency and productivity and expand capacity without having to increase costs too much. However, the same sentiment cannot be said with regards to the adoption of cloud computing in the public sector. CSIS Indonesia conducted a study regarding the adoption of could computing services in the public sector, the sector seen as crucial in the overall calculation of national efficiency. A study conducted by CSID in 2021 show that, though some organization have plans to adopt cloud computing in the pipeline, in reality the rate of adoption of cloud services among public sector organizations in Indonesia remains quite low. On average, the CSIS survey suggests that one key barrier to the adoption of could services was the public sector users' emphasis on the risk of could computing, especially those rlated to the issue of protecting personal data. Migration to could computing is seen to be deserving much serutiny due to the need for careful mitigation of the risks to the protection of personal data and the lack of human capital in the country, especially IT experts, who could understand the complex nature of could technology. Apart from these risks, uneertainties arising from overlapping national regulations have not helped in creating a suitable environment for the adoption of this technology.

Peran strategi organisasi masyarakat sipil dalam penanganan kanker payudara

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 53 (No. 4)
Halaman : 497-517
Abstrak : Kanker payudara merupakan tantangan global yang signifikan, terutama bagi perempuan. Data GLOBOCAN 2022 menunjukkan bahwa di Indoneisa tercatat 68.858 kasus baru dan 22.430 kematian sebagai akibat kanker payudara setiap tahun. Tingginya angka tersebut menunjukkan tantangan besar, seperti rendahnya deteksi dini, terbatasnya akses pengobatan, serta kurangnya fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil. Artikel ini mengeksplorasi peran strategis Organisasi Masyarakat Sipil (CSO) dalam mengatasi tantangan isu ini, dengan menyoroti kontribusi mereka dalam advokasi kebijakan, edukasi publik, deteksi dini, dan layanan paliatif. Beberapa CSO, seperti Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Lovepink Indonesia, Sahabat Lestari dan Indonesian Cancer Information and Support Center Association (CISC), telah memimpin berbagai inisiatif penting. Program-program mereka meliputi penyediaan mammografi gratis, kampanye kesadaran berbasis komunitas, serta layanan paliatif berbasis komunitas, yang menjangkau pasien di wilayah terpencil. Meski demikian, tantangan seperti kesenjangan geografis, kekurangan tenaga medis terlatih, dan tingginya biaya pengobatan, menjadi hambatan yang signifikan. Melalui pendekatan yang terintegrasi, CSO dapat menjadi katalisator utama dalam menciptakan sistem kesehatan yang adil, responsif, dan influsif, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat, kualitas hidup pasien, dan efektivitas penanganan kanker payudara di Indonesia. Rekomendasi kesehatan apa saja yang dapat diupayakan untuk membangun fondasi yang kuat dalam penanganan kanker payudara di Indonesia, diuraikan dalam artikel ini. 

Peran idf dalam mengatasi diabetes di pasifik barat

Pengarang : Febriansyah, Mochammad Rifki,Rohma, Masitoh Nur
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 53 (No. 4)
Halaman : 473-495
Abstrak : Diabetes merupakan isu kesehatan global dengan jumlah penderita yang terus meningkat, terutama di kawasan Pasifik Barat. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala dan resiko komplikasi diabetes memicu peningkatan prevalensi penyakit ini. Mengacu pada teori kesehatan global oleh Ilona Kickbusch, penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran kolaborasi multiactor dalam mendukung kesehatan masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa International Diabetes Federation (IDF) berperan signifikan dalam melakukan promosi kesadaran diabetes melalui diplomasi kesehatan, bekerja sama dengan World Health Organization (WHO), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan mitra perusahaan. IDF juga membentuk tujuh organisasi regional untuk memperluas jangkauan advokasi, dengan fokus pada kawasan Pasifik Barat, yang memiliki prevalensi diabetes tertinggi. Rekomendasi penelitian ini mencakup penguatan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan akses kesehatan melalui kampanye yang lebih masif untuk mendorong kesadaran publik dan ketahanan terhadap diabetes, khususnya di negara berkembang. IDF diharapkan dapat terus memimpin diplomasi kesehatan global untuk memperkuat respons terhadap tantangan diabetes secara berkelanjutan. 

Erosi peran nahdlatul ulama dalam konteks demokrasi dan kedekatannya dengan kekuasaan

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 53 (No. 4)
Halaman : 449-471
Abstrak : Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dengan anggota lebih dari 100 juta warga, mencakup berbagai lapisan masyarakat. Dalam konteks demokrasi kontemporer, indeks demokrasi Indonesia mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini menunjukkan adanya praktik-praktik yang mengekang kebebasan dan hak-hak politik. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), NU cenderung ambivalen dan pragmatis dalam menghadapi isu-isu demokratis. Hal ini berbeda dengan sikap tegas yang diperlihatkan oleh pendahulu mereka, seperti Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika memimpin NU. Dengan terlubat erat dengan kekuasaan, NU sekarang ini menghadapi tantangan dalam mempertahankan kepercayaan terhadap anggotanya. Meskipun demikiran, NU masih menyimpan potensisebagai kekuatan masyarakat sipil yang mampu mendorong perubahan sosial jika dapat mengembalikan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan isu-isu kritis, seperti toleransi dan kesetaraan. Oleh karena itu, penting bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan melibatkan diri lebih aktif dalam memperjuangkan aspirasi agar tidak mengalami erosi peran di masyarakat. Artikel ini mengeksplorasi warisan pemikiran dan kiprah Gus Dur dalam menjadikan NU sebagai organisasi masyarakat yang peduli terhadap isu-isu demokrasi, kesetaraan, toleransi, dan hak asasi manusia, yang seringkali bersebrangan dengan kebijakan pemerintah. 

Pilihan politik etnis minangkabau dan kekalahan prabowo subianto pada pemilu 2024 di sumatera barat

Pengarang : Pathranarakul, Pairote
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 53 (No. 4)
Halaman : 425-448
Abstrak : Persepsi politik menjadi dasar bagi etnis minangkabau di Sumatera Barat, Indonesia menentukan plihan politiknya. Persepsi politik ini merupakan refleksi dari respon terhadap impresi politik calon presiden yang berkontesasi pada pemilu. Pembetukan persepsi politik etnis minangkabau tersebut sangat dipengaruhi oleh identitas politik mereka yang bersumber pada Falsafah Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).Pelafalan ABS-SBK ini menempatkan islam sebagai landasan utama dalam pelaksanaan nilai adat dan budaya mereka dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini menjelaskan bagaimana persepsi politik etnis Minangakabautersebut ada kaitanya dengan politik idrntittas dengan mobolisasi isu agama dalam pemilu untuk memilih presiden. Dalam artikel ini dijelaskan kalahnya Prabowo Subianto dari Anies Baswedan 2024 disebabkan oleh impresi politik etnis Minangkabau  yang menempatkan Anies Baswedan sebagai calon yang memenuhi kriteria yang sesuai dengan falsafah ABS-SBK, yang menjadi pedoman hidup etnis Minangkabau. Selain itu, artikel ini juga menemukan sikap politik Prabowo Subianto dengan Kabinet Presiden Jokowi pasca pemilu 2019 dilihat sebagai tindakan yang tidak konsisten oleh etnis Minangkabau. Padahal mereka sudi memilih Prabowo Subianto ketimbang memilih Presiden Jokowi pada pemilu 2014 dan pemili 2019.

HIDUP SEHAT DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN KRITIS

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Pranata
Volume / Edisi : IV-3, AGUSTUS-NOPEMBER (No. 0)
Halaman : 74-79
Abstrak : -
← Back to HOME