
| Pengarang | : | Liu, Hongyu [et al...] |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Siam Journal On Applied Mathematics |
| Volume / Edisi | : | 84 (No. 1) |
| Halaman | : | 262-284 |
| Abstrak | : | In this paper, we develop a general mathematical framework for perfect and approx imate hydrodynamic cloaking and shielding of electro-osmotic flow, which is governed by a coupled PDE system via the field-effect electro-osmosis. We first establish the representation formula of the solution of the coupled system using the layer potential techniques. Based on the Fourier series, the perfect hydrodynamic cloaking and shielding conditions are derived for the control region with the cross-sectional shape being an annulus or a confocal ellipses. Then we further propose an op timization scheme for the design of approximate cloaks and shields within general geometries. The well-posedness of the optimization problem is proved. In particular, the conditions that can ensure the occurrence of approximate cloaks and shields for general geometries are also established. Our theoretical findings are validated and supplemented by a variety of numerical results. The results in this paper also provide a mathematical foundation for more complex hydrodynamic cloaking and shielding |
| Pengarang | : | William H. Bassichis |
| Nama Majalah/Jurnal | : | The Physics Teacher |
| Volume / Edisi | : | 62 (No. 5) |
| Halaman | : | 342-345 |
| Abstrak | : | There are currently two quite different approaches to the introductory, calculus-based course for engineering students. The traditional course is strictly mechanics, while the newer, energy-first course, is based on thermodynamics. Part of the early impetus for this change was the perceived student confusion arising from the use of a quantity called pseudowork. This quantity uses the external force acting on an object and, as such, is intimately connected to the free-body diagram (FBD). In the energy approach, a force may act on a body but does no work, in the thermodynamic sense, depending on the displacement of the point of contact. That force would then not appear explicitly in the solution. There is a resulting significant difference in the importance of the FBD in the two approaches. A correct FBD can guide the student in determining which fundamental law should be used to solve a problem. Additionally, many engineering educators... |
| Pengarang | : | Heru Arif Pianto dan Martini |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Bandar Maulana |
| Volume / Edisi | : | 26 (No. 1) |
| Halaman | : | 48-54 |
| Abstrak | : | Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan rumah makan padang terhadap eksistensi budaya etnis Minang di Pacitan. Keberadaan rumah makan Padang ternyata membawa dampak besar terhadap dikenalnya etnis Minang di Pacitan. Masyarakat Pacitan mengenal budaya Minang berawal dari masakan Padang yang mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh menu masakan lain. Berawal dari situlah masyarakat Pacitan mulai mengorek informasi tentang etnis Minang. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode penelitian sejarah, dengan cara merekonstruksi masa lampau melalui proses pengujian dan analisis secara kritis terhadap rekaman dan peninggalan masa lampau. Secara garis besar,penelitian sejarah terbagi menjadi empat tahapan yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah makan Padang di Pacitan, selain menyediakan menu makanan dengan cita rasa yang khas, ternyata juga berperan mengenalkan budaya etnis Minangkabau di wilayah tersebut. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Siam Journal On Applied Mathematics |
| Volume / Edisi | : | 84 (No. 1) |
| Halaman | : | 246-261 |
| Abstrak | : | The scattering phase, defined as logdetS(\lambda )/2\pi i where S(\lambda ) is the (unitary) scat tering matrix, is the analogue of the counting function for eigenvalues when dealing with exterior domains and is closely related to Kre\u {\i}n's spectral shift function. We revisit classical results on asymp totics of the scattering phase and point out that it is never monotone in the case of strong trapping of waves. Perhaps more importantly, we provide the first numerical calculations of scattering phases for nonradial scatterers. They show that the asymptotic Weyl law is accurate even at low frequencies and reveal effects of trapping such as lack of monotonicity. This is achieved by using the recent high level multiphysics finite element software FreeFEM. |
| Pengarang | : | Abednego Andhana Prakosajaya dan Baskara T. Wardaya |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Bandar Maulana |
| Volume / Edisi | : | 26 (No. 1) |
| Halaman | : | 35-47 |
| Abstrak | : | Kegagalan operasi militer Gerakan 30 September 1965 di Jakarta telah mendorong terjadinya konflik yang diiringi aksi kekerasan massal di sejumlah daerah di Indonesia. Salah satu lingkungan yang terdampak oleh konflik ini adalah perkebunan di Jawa Timur. Tulisan ini mengangkat permasalahan yang berkaitan dengan pengaruh konflik pasca G-30-S di lingkungan Perkebunan Ajinantra, Jawa Timur, dengan fokus pada aspek ekonomi dan sosialnya. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mencapai empat kesimpulan. Pertama, ditemui keterkaitan antara hasil produksi dengan kondisi interaksi sosial masyarakat Perkebunan Ajinantra. Kedua, hasil produksi dapat digunakan untuk menganalisis dinamika konflik yang terjadi dalam masyarakat perkebunan di Jawa Timur pasca G-30-S/1965. Ketiga, konflik dalam masyarakat perkebunan, terutama dalam kasus Perkebunan Ajinantra mengakibatkan penurunan interaksi sosial masyarakat perkebunan dan meningkatnya rasa curiga warga masyarakat terhadap sesama penghuni perkebunan. Keempat, di Jawa Timur terdapat upaya-upaya optimal untuk meminimalisasi dampak konflik sosial, sebagaimana tercermin dalam kasus Perkebunan Ajinantra. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Siam Journal On Applied Mathematics |
| Volume / Edisi | : | 84 (No. 1) |
| Halaman | : | 215-245 |
| Abstrak | : | We develop the steady-state regularized 13-moment equations in the linear regime for rarefied gas dynamics with general collision models. For small Knudsen numbers, the model is accurate up to the super-Burnett order, and the resulting system of moment equations is shown to have a symmetric structure. We also propose Onsager boundary conditions for the moment equations that guarantee the stability of the equations. The validity of our model is verified by benchmark examples for the one-dimensional channel flows |
| Pengarang | : | Christian Darren Kusnadi dan Silverio Raden Lilik Aji Sampurno |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Bandar Maulana |
| Volume / Edisi | : | 26 (No. 1) |
| Halaman | : | 23-34 |
| Abstrak | : | Artikel ini membahas tentang Pencak Silat dan interaksinya pada periode pendudukan Jepang pada tahun 1942-1945 di Yogyakarta. Ketika Jepang datang ke Hindia-Belanda, selain membawa serta budaya mereka, beladiri juga mendapat panggung dalam tiga setengah tahun pendudukan Jepang. Akulturasi tidak terhindarkan, juga dampak bagi perkembangan pencak silat itu sendiri ke depannya. Dengan dukungan dari pihak Jepang dan usaha dari tokoh-tokoh silat di Yogyakarta, pencak silat dapat melebarkan sayap sampai ke bidang olahraga, militer, dan membentuk sebuah organisasi yang menjadi dasar bagi berdirinya IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) tahun 1948 mendatang. |
| Pengarang | : | Pratika Rizki Dewi |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Bandar Maulana |
| Volume / Edisi | : | 26 (No. 1) |
| Halaman | : | 15-22 |
| Abstrak | : | Yogyakarta sebagai sebuah entitas wilayah di Jawa terdiri dari Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman. Keduanya mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Sebagai konsekuensi atas perkembangan yang terjadi, ada dampak yang harus diterima, seperti masuknya penyakit dari luar ke Yogyakarta. Sepanjang abad XIX-XX tercatat ada beberapa penyakit di Yogyakarta, di antaranya yaitu kolera dan pes. Ribuan orang menjadi korban dari penyakit tersebut. Untuk memberantasnya, Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman melakukan tolak bala. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian sejarah. Pengumpulan sumber menitikberatkan pada penggunaan surat kabar sezaman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) mobilitas yang tinggi, banjir, dan kondisi pemukiman menjadi penyebab mewabahnya penyakit di Yogyakarta, misalnya kolera dan pes; serta (2) tolak bala dilakukan untuk memberantas penyakit yang sedang mewabah. Tolak bala menjadi wujud dari kuatnya kebudayaan di Yogyakarta. Kebudayaan yang bukan sekadar seremonial, melainkan mengandung makna filosofis. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Siam Journal On Applied Mathematics |
| Volume / Edisi | : | 84 (No. 1) |
| Halaman | : | 189-214 |
| Abstrak | : | To overcome some limits of classical neuronal models, we propose a Markovian generalization of the classical model based on Jacobi processes by introducing downwards jumps to describe the activity of a single neuron. The statistical analysis of interspike intervals is performed by studying the first passage times of the proposed Markovian Jacobi process with jumps through a constant boundary. In particular, we characterize its Laplace transform, which is expressed in terms of some generalization of hypergeometric functions that we introduce, and deduce a closed-form expression for its expectation. Our approach, which is original in the context of first-passage-time problems, relies on intertwining relations between the semigroups of the classical Jacobi process and its generalization, which have been recently established in [P. Cheridito et al., J. Ec. Polytech. Math., 8 (2021), pp. 331-378]. A numerical investigation of the firing rate of the considered neuron is performed for some choices of the involved parameters and of the jump distributions. |
| Pengarang | : | Fajar Wijanarko |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Bandar Maulana |
| Volume / Edisi | : | 26 (No. 1) |
| Halaman | : | 1-14 |
| Abstrak | : | Meski pola jamuan bergaya Eropa telah dikenal sejak awal abad ke-19, namun secara terbuka Sri Sultan Hamengku Buwono VI telah mengadaptasi pola jamuan tersebut di Keraton Yogyakarta. Perubahan ini ditandai antara tahun 1855-1921, yaitu sejak periode Sri Sultan Hamengku Buwono VI hingga Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Akan tetapi peran Sultan Keenam dan Sultan Kedelapan merangsang perubahan besar dalam pola jamuan hingga saat ini. Mengamati data sejarah demikian, kajian ini selanjutnya mengedepankan paparan historiografi multidimensi. Di dalam hal ini, tidak hanya perubahan pola jamuan yang disoroti tetapi juga penyebab dan akibat yang ditimbulkan. Melalui metode pembacaan heuristik, kritik sumber, intepretasi, dan historiografi, berbagai data sejarah dibedah serta disusun secara kronologis sebagai modal penulisan. Hasil dari tulisan ini selanjutnya dapat digunakan untuk membaca pengaruh Eropa dalam perjamuan di Keraton Yogyakarta. Di sisi lain, kajian ini menjadi catatan mengenai munculnya menu-menu Jawa-Eropa yang saat ini terus dipertahankan sebagai warisan kekayaan kuliner bangsawan keraton. |