OPAC - Pencarian Artikel Jurnal & Majalah Library USD

Menampilkan semua artikel (Halaman 583 dari 34170, Total: 341698 data)

MASALAH PARTISIPASI MASYARAKAT BAWAH DALAM STUDI PEMBANGUNAN

Pengarang : Budiman Arief
Nama Majalah/Jurnal : Bina Darma
Volume / Edisi : 9-35 (No. 35)
Halaman : 79-86
Abstrak : -

SUMBANGSIH PEMIKIRAN JAMES W. FOWLER DALAM PENDIDIKAN AGAMA DI PERGURUAN TINGGI INDONESIA

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Respons : Jurnal Etika Sosial
Volume / Edisi : 23 (No. 2)
Halaman : 185-204
Abstrak : Pendidikan agama mendapat tempat yang khusus dalam perguruan tinggi Indonesia dan diharapkan dapat membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Namun, kekerasan dan pelanggaran HAM atas nama agama atau Tuhan justru meningkat, terutama pada generasi muda di Indonesia. Tulisan ini ingin menunjukkan bahwa format pendidikan agama di universitas yang dikumpulkan sesuai agamanya justru dapat menghambat pertumbuhan iman dan akhlak mulia yang diharapkan serta tidak sesuai dengan realitas agama dan keyakinan yang berbeda di Indonesia. Tulisan ini mengemukakan pemikiran James W. Fowler yang dapat memberikan orientasi bagi format seharusnya dari pendidikan agama di Perguruan Tinggi di Indonesia agar tujuan pendalikan agama tersebut dapat tercapai.

URGENSI KEBIJAKAN INTELEKTUAL DI ERA PASCA-KEBENARAN: SUATU DESKRIPSI MELALUI PEMIKIRAN EPISTEMOLOGI KEBAJIKAN LINDA ZAGZEBSKI

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Respons : Jurnal Etika Sosial
Volume / Edisi : 23 (No. 2)
Halaman : 167-184
Abstrak : Epistemologi kebajikan (virtue epistemology) adalah suatu gerakan dalam epistemologi yang menggeser fokus epistemologi dari semula menekankan pada keyakinan yang membentuk pengetahuan menuju penekanan pada agen penahu. Strategi analisisnya adalah menggagas karakter kebajikan yang disyaratkan dimiliki oleh agen penahu dalam proses berpengetahuan. Selaras dengan etika kebajikan yang menekankan pada karakter dari agen moral, epistemologi kebajikan mengalihkan fokus dari properti-properti keyakinan kepada karakter intelektual dari agen penahu. Nilai epistemik dipahami sebagai kualitas dari agen penahu yang memampukannya bertindak efektif secara kognitif dan dalam cara-cara terpuji. Artikel ini merupakan deskripsi analitis terhadap epistemologi kebajikan, khususnya dalam pemikiran Linda Zagzebski mengenai kecakapan intelektual dan kebajikan intelektual, serta mendemonstrasikan urgensinya dalam membaca fenomena era dan masyarakat pasca-kebenaran yang ditandai oleh semakin sumirnya batas antara fakta dan fiksi, serta semakin tidak berperannya fakta objektif dalam membentuk opini publik dibandingkan bujukan dan preferensi emosional. Artikel ini berargumen bahwa di tengah keniscayaan perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan terciptanya era dan masyarakat pasca- kebenaran, kebajikan intelektual perlu dikembangkan untuk mengaktifkan kembali percakapan publik yang sehat dalam mendekati kebenaran'. Kebajikan intelektual tidak diartikan sebagai dominasi terhadap pluralitas opini, melainkan suatu sikap bertanggung jawab dari agen penahu dalam hidup dan berhadapan dengan era pasca-kebenaran.

DIMENSI TEOLOGIS DARI PEMBANGUNAN EKONOMI

Pengarang : Eka Darmaputera
Nama Majalah/Jurnal : Bina Darma
Volume / Edisi : 9-35 (No. 35)
Halaman : 68-78
Abstrak : -

BANTUAN LUAR NEGERI DAN PERSOALAN KEMISKINAN

Pengarang : Stephen Kakisina
Nama Majalah/Jurnal : Bina Darma
Volume / Edisi : 9-35 (No. 35)
Halaman : 64-67
Abstrak : -

DISRUPSI: TANTANGAN BAGI PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN PELUANG BAGI LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI

Pengarang : Ohoitimur, Johanis
Nama Majalah/Jurnal : Respons : Jurnal Etika Sosial
Volume / Edisi : 23 (No. 2)
Halaman : 143-166
Abstrak : Disrupsi, lebih dari sekedar gangguan terhadap kemapanan, merupakan sebuah peluang bagi inovasi pengetahuan dan perguruan tinggi. Dengan mengacu pada pemikiran Christensen dan Fukuyama mengenai disrupsi, artikel ini mencoba memperlihatkan dimensi kreatif dan inovatif ilmu pengetahuan dan perguruan tinggi. Secara khusus, artikel ini menyampaikan 5 tesis penting tentang dimensi inovatif disrupsi, yaitu, disrupsi mendorong pemberontakan terhadap dogmatisme dan moralitas yang koruptif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, menaruh perhatian pada dimensi non-kognitif pengembangan ilmu pengetahuan, memberikan perhatian pada learning skill daripada pengembangan pengetahuan dalam kurikulum pendidikan tinggi, mendorong kerjasama interdisipliner dan multikultural, dan mendorong penelitian menaruh perhatian pada masalah-masalah fundamental.

PRAKTIK UTANG PIUTANG DI PEDESAAN: SUATU DILEMA?

Pengarang : Konta Intan Damanik
Nama Majalah/Jurnal : Bina Darma
Volume / Edisi : 9-35 (No. 35)
Halaman : 55-63
Abstrak : -

PELUANG BAGI KOPERASI DI SELA-SELA PERTUMBUHAN KONGLOMERAT DI INDONESIA

Pengarang : Loehoer Widjajanto
Nama Majalah/Jurnal : Bina Darma
Volume / Edisi : 9-35 (No. 35)
Halaman : 49-54
Abstrak : -

SERIKAT BURUH DAN HAK BURUH

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Bina Darma
Volume / Edisi : 9-35 (No. 35)
Halaman : 39-48
Abstrak : -

PENDEKATAN ALTERNATIF TERHADAP PENELITIAN USAHA KECIL

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Bina Darma
Volume / Edisi : 9-35 (No. 35)
Halaman : 33-38
Abstrak : -
← Back to HOME