
| Pengarang | : | Hariprabowo, Y. |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Orientasi Baru: Jurnal Filsafat dan Teologi |
| Volume / Edisi | : | 18 (No. 1) |
| Halaman | : | 33-49 |
| Abstrak | : | Modern society is marked by an increasing plurality at any sphere Among believers of great religious traditions, pluralism is a blessing as well as a real challenge Mans religions imply truth claims and theological dogma which are absolute in character On the other hand, most of them are missionary body of religions Christianity itselt is very apostolic The existence of the Church 15 for mission (Matt 28 19), to bring the Good News of love and liberation, embodied in Jesus Christ Within a pluralistic society, this mission will not be automatically welcomed There are people with different religious believes and many were neither born Christian nor introduced ever to Jesus Christ Within this pluralistic reality, evangelization rightly characterized by humility, mutual listening and respect for different religious and cultural values Religious dialogue is a matter of urgency especially to discern constructively common values such as justice, mercy and peace for the betterment of human society Method of contextual theology needs to be emploved to promote a theology ot mission with emphasis on inclusive Reign of God and reconciliation. |
| Pengarang | : | Harsono Andreas |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Bina Darma |
| Volume / Edisi | : | 8-30 (No. 30) |
| Halaman | : | 40-56 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Orientasi Baru: Jurnal Filsafat dan Teologi |
| Volume / Edisi | : | 18 (No. 1) |
| Halaman | : | 17-31 |
| Abstrak | : | Masalah keterlibatan dan tanggungjawab perempuan dalam hidup dan tugas perutusan Gereja merupakan topik diskusi teologis vang senantiasa aktual dibicarakan Tulisan ?n? mau menguraikan pandangan resmi Gereja terhadap martabat dan panggilan perempuan dalam hidup Gereja menurut perspektif Surat Apostolik l'aus Yohanes Paulus II Mulieris Dignitatem Dasar refleks? martabat dan panggilan perempuan adalah misteri perempuan - Maria Bunda Kristus Ada dua dimensi dalam panggilan perempuan, yakni keibuan dan kemurnian yang menyatu dengan cara vang istimewa Keibuan merupakan pelestari anugerah dan nilai-nilai kemanusiaan Kemurnian berarti pemberian d?r? secara utuh kepada Tuhan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keselamatan Kedua dimensi nsi ini saling melengkapi Pada pribad? Maria kedua dimens? panggilan seorang perempuan itu melekat erat dan d?h?dup? secara dinamis dan setia. |
| Pengarang | : | Sayidiman Suryohadiprojo |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Bina Darma |
| Volume / Edisi | : | 8-30 (No. 30) |
| Halaman | : | 25-39 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Tanureja, Indra |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Orientasi Baru: Jurnal Filsafat dan Teologi |
| Volume / Edisi | : | 18 (No. 1) |
| Halaman | : | 1-16 |
| Abstrak | : | Prophet and prophecy are common terminologies in the world's religions. A prophet is normally understood as a person sent by God to deliver a message to the people concerning the future events. Therefore, a prophet's words claims to have divine quality. A big problem would then arouse when a prophecy (or prophecies) uttered by person claimed to be God's prophet fails to materialize. This paper tries to critically analyze the common response to the problem of unfulfilled prophecy, which consists of a blaming-the-other strategy, and offers fresh responses to such a problem based on an exegetical work on the third part of the Book of Isaiah, namely Isa 56-66. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Bina Darma |
| Volume / Edisi | : | 8-30 (No. 30) |
| Halaman | : | 19-24 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Bina Darma |
| Volume / Edisi | : | 8-30 (No. 30) |
| Halaman | : | 11-18 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Sutarno |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Bina Darma |
| Volume / Edisi | : | 8-30 (No. 30) |
| Halaman | : | 6-10 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Bergholz, Regina |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Orientasi Baru: Jurnal Filsafat dan Teologi |
| Volume / Edisi | : | 18 (No. 2) |
| Halaman | : | 195-212 |
| Abstrak | : | Tema perjalanan mewarnai sebagian besar tulisan Michel Tourmet lournier merupakan salah seorang pengarang dan hisuf Perancis vang lahir pada tahun 1924 Novelnya La Goutte d'Or vang dipublikas? pada tahun 1986 mengisahkan perjalanan Idriss dar? kampung halamannya Afrika menuju Fropa Perjalanan juga berarti sebuah proses berinteraksi dengan bangsa, negara, situas?, tempat. orang-orang dan adat-istiadat vang serba asing Pada saat yang sama, orang yang melakukan perjalanan juga berhadapan dengan gambatan-gambaran, praduga dan prasangka yang dibangun oleh orang lain terhadap dirinya sebagai pendatang Foto-toto, gambar dan t?lm-t?lm Barat vang berhubungan dengan perjalanan, metupakan media vang biasanva menampilkan hal-hal vang dianggap luar biasa dan aneh Novel Michel Tourmet mengritik hal itu Kalung berbentuk tetesan, sebagai "bulla aurea" simbol kebebasan dalam budaya Arab orientalis yang dikenakan oleh Idriss, merupakan simbol budaya Timur vang sangat berbeda dengan totograh budaya Barat Kalung tersebut men?ad? simbol vang memuat makna budaya tulis dan literature Timur Novel tersebut menampilkan makna kontras antara budaya Timur dan Barat Penulis mengidentifikasikan budaya Barat sebagai budava "penampakan", sedangkan Budaya Timur digambarkan sebagai budaya "keberadaan" Novel La Goutte f'Or merupakan sebuah pengungkapan makna dan rulai budava serta filsatat Timur di tengah budaya dan tilsafat Barat Modern. |
| Pengarang | : | Endi Rukmo |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Orientasi Baru: Jurnal Filsafat dan Teologi |
| Volume / Edisi | : | 18 (No. 2) |
| Halaman | : | 177-194 |
| Abstrak | : | Psychology has been gaining a good reputation in science and society It has contributed positively to the human lite and progress But as a growing science psychology has both external and internal problems One of them is reflected in the dispute on the quantitative and qualitative paradigm used by its scientists What psychology should do and which attitudes its scientists should have? It is important that its scientist starts by acknowledging his or her identity Then, the next important thing is to rethink about the nature of psychology itselt How does psychology come into existence? How has it been growing What is its uniqueness? Psychologists themselves have to consider seriously the scientihe nature of their knowledge as well as their scientific attitudes Philosophy of suence will help to clarity and explain the disputed problem |