Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 33206 dari 34189, Total: 341888 data)

Pacing dan Obat Kontrasepsi

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 137-144
Abstraksi Narasi : Pacing adalah nama daerah (Jawa) suatu tanaman jenis Costus Speciosus (Koen) Sm, merupakan tumbuhan yang tumbuh liar, dapat ditemukan di Asia Tenggara termasuk Semenanjung Melayu dan Indonesia. Tumbuhan tersebut biasanya didapatkan di pingir pinggir hutan, tetapi kadang kadang ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan dan di beberapa daerah digunakan sebagai tanaman obat tradisional. Rimpang dan biji tanaman pacing mengandung dioegenin yaitu senyawa Steorid yang di dalam tumbuhan sebagai senyawa saponin steroid yang dsebut dioscin. Diosgenin mempunyai rumus bangun steroid yang khas yakni mempunyai inti berkerangka siklopentano perhidrofenantrene. Diosgenin merupakan prekursor hormon progesteron yang dapat disintesis didalam jaringan tubuh manusia. Hasil uji aktivitas bahan aktif pada tikus putih yang diberikan secara oral dalam bentuk ekstrak kasar memberikan efek gangguan perkembangan sel folikel ovarium. Bertolak dari hasil penelitian yang terdahulu, upaya-upaya lanjut yang dapat dilakukan untuk memantapkan pemanfaatan bahan aktif pada tanaman pacing untuk pembuatan obat kontrasepsi antara lain mengisolasi secara murni diosgenin dan mencobakan lagi secara farmakologik baik pada tikus putih atau pada hewan uji yang mempunyai hubungan kekerabatan lebih dekat dengan manusia (misalnya kera).

Model Kurikulum Pendidikan Jasmani

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 47-55
Abstraksi Narasi : Pengorganisasian rencana program dituangkan ke dalam suatu kurikulum Pendidikan Jasmani, sebagai suatu bidang studi yang mempunyai kedudukan penting dalam pendidikan, mengenai beberapa model kurikilum yang dipergunakan untuk membentuk dan mendesain programnya. Berdasarakan hasil kajian dan penelitian praktik pendidikan jasmani di masa lalu dan pada masa kini, terdapat lima model yang berkembang dalam mendesain program pendidikan jasmani. Model dimaksud adalah pendidikan olahraga, pendidikan kebugaran, analisis gerakan, perkembangan, dan "personal meaning". Tidak ada satupun model yang paing baik, karena kelima model mempunyai perbedaan dalam pendefinisian tujuan, struktur program, definisi dasar mempunyai perbedaan dalam pendefinisian nilai yang paling dominan dipergunakan. Kelima model kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan setiap model, serta karakteristik setiap model perlu dicermati dan dipelajari agar perencana dan pembuat kurikulum berhati-hati dalam menentukan pilihan. Pilihan dan pebuatan kurikulum harus pula didasarkan atas trend pendidikan yang sedang berkembang, kebijakan, kondisi masyarakat, minat dan kebutuhan peserta didik, dan biaya serta ketersediaan sumber daya manusia.

Lincak, Hasil Karya Vernacular Masyarakat Pedesaan Jawa

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 127-136
Abstraksi Narasi : Lincak, sebagai salah satu benda yang selalu ada dalam rumah pedesaan Jawa, khususnya di Yogyakarta, selain fungsional sebagai perangkat rumah tangga juga mengandung makna filosofis. Lincak merupakan kursi panjang terbuat dari bambu, yang berfungsi sebagai tempat duduk, santai dan tiduran. Bambu yang dirangkai dengan bilahan bilahan berongga pada sandaran dan tempat duduk, sebagai fungsi sirkulasi udara, mempunyai karakter yang memberikan rasa "dingin: Rangkaian konstruksi dengan sistem "knock down" dan tersusun silang-menyilang, mencerminkan suatu "keindahan". Pengatasan teknologi yang menyatu dengan perilaku alam, tercermin dari perhitungan pemotongan bambu untuk lincak dilakukan pada saat "mangsa kesanga", atau saat setelah musim hujan selesai. Dengan saat hewan kecil "hama bubuk", pemakan bambu menghilang masuk kedalam tanah. Dengan memperhatikan cara pengolahan bambu berdasarkan aturan adat turun temurun, "usia pakai" lincak dapat bertahan lebih dari 10 tahun. Secara proses produk, sistem teknologi, sistem struktur dan dimensi lincak "stadard", merupakan hasil karya yang turun temurun , perubahan hanya terjadi pada modifikasi pada ornament, finishing dan perkuatannya. Lincak dengan fungsi pemakaian untuk lingkungan "modern", sudah tidak lagi memperhatikan proses-proses berdasarkan adat, hal yang menonjol yang masih perlu dipertahankan adalah struktur "knock down" dan anyaman bambunya.

Imam Al-Khumaini dan Negara Republik Islam Iran

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 35-45
Abstraksi Narasi : Negara-negara di Timur Tengah merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Tetapi diantara sekian banyak negara Islam di Timur Tengah, yang menyatakan dirnya secara tegas sebagai negara Islam dalam konstitusinya adalah negara Iran. Iran telah memproklamirkan dirinya dengan nama Republik Islam Iran. Keberadaan negara Republik Islam Iran seperti sekarang ini, kiranya tidak telepas dari peran yang telah dimainkan oleh Imam Al Khumaini, Revolusi Iran yang terjadi pada tahun 1979, dan akhirnya menggulingkan pemerintahan Shah Pahlevi, adalah karena peran Imam al-Khumaini. Al-Khumaini menjadi demikian kuat kedudukannya dalam pembentukan negara Republik Islam, Kekuatan Imam al-Khumaini barangkali tidak bisa dilepaskan juga dengan sejarah panjang perjalanan umat Syi`ah itu sendiri, baik di Iran maupun umat Syi`ah secara keseluruhan. Adapun yang kemudian menjadi penting dari keberadaan Imam al-Khumaini adalah karena kemampuannya memberikan tafsiran baru terhadap doktrin Imamat, yang merupakan doktrin pokok dalam ajaran Syi`ah. Imam ak-Khumaini telah berhsil membangun suatu teori politik modern. Karena keberhasilannya itu, maka lahirlah corak sistem pemerintahan teo-demokrasi seperti Republik Islam Iran, dimana kedudukan seorang "Faqih" demikian kuat.

Ilmu Pendidikan dalam Tantangan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 1-13
Abstraksi Narasi : Ilmu pendidikan sebagai ilmu yang relatif muda tidak lepas dari tantangan-tantangan yang dihadapi.Disatu pihak sampai kini tak kunjung henti kritik-kritik tajam yang ditujukan mengenai eksistensinya sebagai ilmu; di lain pihak ia tak dapat mengelak untuk terlihat dalam menjawab permasalahan permasalahan pendidikan yang semakin kompleks. Tantangan ilmu pendidikan dalam usaha mengembangkan dan mengokohkan dirinya semakin nampak urgensinya mengingat semakin tidak menentunya dampak negatif berbagai usaha pembaharuan pendidikan yang lebih berpangkal pada ilmu-ilmu tentang pendidikan atau ilmu kependidikan yang bersifat parsial desintegratif, dari pada menggunakan kacamata pendidikan secara utuh (dalam kesatuan organis hormonis dinamis) yang senantiasa menjadi titik pangkal, garapan dan muara ilmu pendidikan.

Bahasa Indonesia Sebagai Sarana Pengembangan Penalaran Suatu Tinjauan Filosofis

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 87-96
Abstraksi Narasi : Sebagai makhluk rasional, manusia tidak dapat bernalar tanpa bahasa. Penalaran dan bahasa ibarat sekeping mata uang. Disatu sisi ia tampak sebagai bahasa, tetapi disisi lain ia juga tampak sebagai penalaran. Bahasa (Indonesia) sebagai sarana pengembangan penalaran harus memiliki sifat-sifat: singkat, jelas, lengkap, teliti, dan sistematis. Penalaran itu berada dalam otak manusia dan tidak dapat diketahui oleh siapapun, Penalaran baru dapat diketahui oleh sesama manusia apabila sudah diaktualisasikan dalam salah satu bahasa baik lisan maupun tulisan. Dalam aktivitas bernalar, bahasa yang disampaikan tentu harus benar dan logis. Suatu pernyataan dikatakan benar apabila didukung oleh fakta dan sebaliknya (salah) apabila tidak ada fakta di dalamnya. Oleh karena itu, bahasa yang baik dapat menjadi pernyataan yang baik pula. Dan, hal ini hendaknya memperhatikan syarat-syarat struktur bahasa agar mudah dipahami artinya dengan memperhatikan syarat logika, sehingga ada relevansi antara pernyataan (konsep) dengan kenyataan (realitas).

Antisipasi Dampak Siaran Tehadap Pola Pendidikan Anak dalam Keluarga

Nama Pengarang : Kus Eddy Sartono, Khaerudin Kurniawan, Dwi Siswoyo, Ajat Sudrajat, Bambang Sugestiyadi, Wawan S. Suherman, Djukri, Lena Satlita, Slamet Suyanto, Soenarto, H. Yulipriyanto, Sudaryanto, Anwar Efendi
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 15-24
Abstraksi Narasi : Kehadiran teknologi antene parabola yang memungkinkan penerimaan secara langsung siaran televisi negara tetangga serta semakin maraknya televisi swasta di Indonesia , memberikan lebih banyak pilihan kepada pemirsanya. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana dampak siaran-siaran televisi tersebut terhadap perilaku anak-anak, serta upaya apa yang harus ditempuh keluarga guna meredam dampak yang tidak diinginkan. Televisi merupakan salah satu media elektronik yang digemari anak-anak, disamping karena praktis dan efisien, televisi juga mampunyai sifat audio visual yang punya daya tarik. Media televisi bagi anak-anak mempunyai fungsi sebagai media fantasi, media divesi dan media instruksi. Sebagai media instruksi jika dikaitkan dengan kenyataan tingginya frekuensi anak-anak menonton televisi, maka televisi merupakan media yang mempunyai posisi strategis bagi pengembangan kepribadian anak. Mengupas masalah dampak terhadap perilaku anak, Hommelet berpendapat bahwa melalui televisi anak-anak diajari mengenai nilai-nilai luhur masyarakatnya, tetapi disuguhi juga nilai-nilai lain yang menuntut mereka untuk memberikan makna sendiri, justru disini pentingnya peran keluarga, agar tidak terjadi sosialisasi yang keliru. Hal ini sejalan dengan pemikiran Robert Coles bahwa situasi keluargalah yang menjadi variabel moderator hubungan antara tayangan di televisi dengan perilaku tertentu anak. Anak-anak dari keluarga yang berkuaitas kehidupan rendah sangat peka dan rawan terhadap pengaruh yang ditimbulkan siaran buruk televisi. Pendidikan dalam keluarga merupakan inti fondasi dan pendidikan secara keseluruhan, agar pendidikan anak dalam keluarga dapat berlangsung dengan baik ada sejumlah asas yang diperhatikan yaitu: pendidikan agama, kasih sayang, perkembangan anak, situasi kondusif, pembentukan kebiasaan, keteladanan, motivasi dan bimbingan serta komunikasi.

Reorientasi dan Rekonstruksi Paradigma Lama Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Indonesia Baru

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 238-245
Abstraksi Narasi : Paradigma lama Pendidikan Kewarganegaan (PKN), lebih diorientasikan pada pengembangan nilai moral yang kabur dan tidak jelas akar keilmuannya, dan lebih diorientasikan untuk mendukung kepentingan rezim Orde Baru mempertahankan statusquo. Seiring dengan perubahan politik dari otoriterisme ke demokratisasi untuk menuju Indonesi Baru (civil society), paradigma lama PKN mengalami anomali yang memuncak pada krisis eksistensi PKN. Untuk mengatasi krisis tersebut, perlu dimunculkan paradigma baru PKN, yaitu paradigma yang diharpakan dapat mengatasi, masalah-masalah yang tidak mampu diatasi paradigma lama PKN dan juga yang sejalan dengan Indonesia Baru. Sosok paradigma baru PKN pada dasarnya dikonstruksi berdasarkan pemikiran antitesis terhadap paradigma lama PKN. Sosok paradigma baru yang dihasilkan adalah yang bercirikan: pertama, kuat orientasi keilmuannya, dalam arti dikembangkan berdasarkan topik-topik keilmuan dari ilmu politik, hukum dan ekonomi serta ilmu sosial lain yang relevan. Juga dikembangkan terutama berdasarkan ilmu sosial emansipasi. Meskipun demikian harus tetap berorientasi pada anak didik. Kedua, berorientasi secara kuat untuk pemberdayaan warga negara, pengembangan budaya politik kewarganegaraan, dan pengembangna sikap kritis dan kreatif warga negara. Paradigma baru PKN yang demikian, akan mampu mendorong berkembangnya masyarakat madani sebagai masyarakata Indonesia Baru dan juga tidak rentan terhadap perubahan rezim.

Reformasi dan Reorientasi Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 222-229
Abstraksi Narasi : Madrasah sebagai salah satu sub-sistem dari sistem pendidikan nasional menghadapi berbagai masalah, baik dri luar (globalisasi) maupun dari dalam (terbatasnya sumberdaya manusia dan diratifikasinya UU No. 22 Th. 1999) mengandung konsekuensinya tersendiri. Untuk menghadapi masalah/tantangan tersebut perlu diadakan berbagai usaha: reformasi dan reorientasi (telah, sedang dan terus dilaksanakan). Reformasi yang telah, sedang dan akan terus dilaksanakan antara lain dari aspek kebijakan, misalnya menentukan format ke depan, opsi-opsi afiliasi ke Depdiknas atau Depag yang mengandung pelbagai konsekuensi dan implikasinya (termasuk kesetaraan dengan sekolah umum). Usaha lain berupa peningkatan sumber daya manusia (melalui berbagai terobosan), pembentukan madrasah model, madrasah terpadu, dan sebagainya. Reorientasi pendidikan Islam di Madrasah dilakukan antara lain penataan misi, visi dan fungsi madrasah, melalui diversifikasi, jurusan atau program (yang tadinya dominan ke program keagamaan, sekarang progam keagamaan, umum, keterampilan, atau kejuruan) dengan tetap menjadikan ciri khasnya. Dengan diadakannya berbagai usaha tersebut, diharapakan bisa sebagai solusi awal (harapan baru) untuk menjawab tantangan ke depan dan lembaga pendidikan ini dapat berperan lebih yang lebih besar lagi dalam kerangka penyiapan sumber daya insani yang mempunyai kemampuan yang kompetitif dan nilai lebih menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan memiliki akhlak mulia.

Peranan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dalam Mengatasi Masalah Kependudukan di Indonesia

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 187-196
Abstraksi Narasi : Masalah kependudukan di Indonesia pada dasarnya bermuara pada tingkat kelahiran yang tinggi, yang menyebabkan laju pertumbuhan yang tinggi, yang tidak dapat diimbangi dengan penyediaan kebutuhan hidup berupa pangan, sandang, papan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan lapangan kerja. Kondisi yang demikian menyebabkan sebagian besar penduduk Indonesia kualitasnya masih rendah, dan usaha transmigrasi baik dengan tujuan meratakan penyebaran penduduk maupun sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan hidup penduduk belum membawa hasil yang berarti. Fenomena kependudukan seperti ini harus segera dihadapi dengan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku. Perubahan tingkah laku tidak mungkin terjadi tanpa adanya kegiatan pendidikan. Disinilah peranannya Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) sebagai program pendidikan, yang bertujuan agar anak didik memiliki pengertian, kesadaran, sikap dan perilaku yang rasional dan bertanggung jawab, serta memahami dengan baik tentang pengaruh timbal balik antara penduduk dan lingkungan hidupnya dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Anak didik yang telah mendapat pesan PKLH diharapakan akan menyadari bahwa kelahiran bukan semata-mata karena nasib atau takdir, tetapi kelahiran dapat direncanakan atau diusahakan. Dengan demikian besar kecilny keluarga bukan semata-mata karena nasib atau takdir, tetapi sesuatu yang dapat direncanakan atau di usahakan pula oleh manusia. Demikian pula anak didik tersebut diharapkan akan menyadari bahwa keluarga kecil adalah keluarga yang wajar dan rasional dalam upaya meningkatkan kualitas hidup diri sendiri dan masyarakat pada umumnya. Anak didik yang mendapat pesan PKLH diharapkan pula akan berperilaku arif dan bijaksana terhadap lingkungan hidupnya, sehingga akan selalu mejaga kelestarian lingkungan hidupnya. Dengan demikian, anak didik yang mendapat pesan PKLH akan menjadi anggota masyarakat yang bersifat positif terhadap norma keluarga kecil (NKK) dan akan melaksanakan norma tersebut kelak pada saatnya mereka berkeluarga. Diterima dan diterapkannya norma keluarga kecil (NKK) berarti tingkat kelahiran akan menurun, laju pertumbuhan penduduk akan terkendali, sehingga pemerintah khususnya dan masyarakat pada umumnya akan mampu menyediakan kebutuhan hidup penduduk, baik berupa pangan, papan, sandang, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan lapangan kerja. Penurunan laju pertumbuhan penduduk akan menyebabkan pula tekanan penduduk terhadap lingkungan alamnya akan berkurang. Dengan demikian melalui pesan PKLH akan menjadi keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dengan penyediaan kebutuhan hidup manusia, yang berarti berbagai masalah kependudukan akan dapat diatasi dengan baik.
← Kembali ke Halaman Utama