Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 33215 dari 34189, Total: 341888 data)

Teknik Delphi Suatu Pendekatan dalam Perencanaan Pendidikan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 111-122
Abstraksi Narasi : Perencanaan pendidikan merupakan tahap awal dari aktivitas institusi pendidikan dan latihan yang harus dilakukan pada saat yang tepat dan didukung oleh data yang akurat sehingga program yang direncanakan dapat diimplementasikan dengan baik dan dapat dicapai hasil yang optimal. Data yang akurat hanya diperoleh dari orang yang mengetahui permasalahan yang terkait dengan aktivitas organisasi, dengan menggunakan instrumen yang benar, dan ditempuh melalui pendekatan yang sesuai. Dalamperencanaan pendidikan dapat dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, pendekatan kuantitatif, dan dengan pendekatan gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kualitatif dicapai dengan menentukan prakiraan keberhasilan dan proyeksi dimasa mendatang lewat musyawarah dan mufakat di antara para pakar. Cara ini disebut Teknik Delphi. Penerapan teknik Delphi tampaknya sangat sesuai dengan pola berpikir bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila, dimana makna pada sila ke-4 adalah musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan masalah. Penerapan Teknik Delphi didasarkan pada 3 asumsi: (1) pendapat beberapa orang secara konsensus lebih baik dan komprehensif daripada hanya pendapat seseorang; (2) untuk memperoleh data yang akurat, para panelis hendaknya orang yang berpandangan luas tentang masa depan dan mengetahui permasalahan yang terkait dengan tujuan organisasi; (3) untuk memperoleh data yang bebas dari rancu, para pakar diusahan tidak saling berkomunikasi. Penggunaan teknik Delphi dapat dicapai dengan tiga sasaran: (1) penentuan tujuan lembaga; (2) penentuan jenis pertanyaan instrumen analisis kebutuhan; dan (3) penentuan persyaratan yang harus dipenuhi dan formulasi strategi untuk mencapai tujuan. Teknik Delphi dikembangkan dann diterapkan melibatkan 6 tahap secara berurutan:(1) identifikasi pakar yang terlibat dalam proses delphi; (2) mengumpulkan informasi dari para pakar tentang kecenderungan di masa mendatang yang berkaitan dengan organisasi; (3) pengembangan kuesioner; (4) mengirimkan kuesioner kepada kelompok kelompok panel untuk memberikan respon, (5) mengadministrasikan respon dan mengkonfirmasikan respon tersebut, dengan sistem panel, untuk memperoleh konsensus di antara para pakar; dan (6) menggunakan informasi hasil konsensus untuk menentukan kebijakan yang akan diambil dalam perencanaan dan pengembangan institusi.

Peran Partisipasi Masyarakat dalam Program Pengentasan Kemiskinan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 135-145
Abstraksi Narasi : Kemiskinan bukan merupakan fenomena baru dalam kehidupan manusia. Demikian pula halnya dalam masyarakat Indonesia. Dalam memahami kemiskinan terdapat perbedaaan pendapat yang disebabkan karena konsep kemiskinan memiliki dimensi yang luas, Hal tersebut berimplikasi penanganannya pun memerlukan strategi khusus yang berorientasi pada sebab-sebab kemiskinan yang dimilki oleh suatu daerah yang menjadi kantong-kantong kemiskinan. Kebijaksanaan dalam hal kemiskinan betapa pun baiknya, tanpa didukung oleh partisipasi masyarakat dan sistem administrasi yang tepat, hanya merupakan slogan saja. Partisipasi masyarakat dalam program pengentasan kemiskinan ini tidak sebatas sebagai keterlibatan penerima program bantuan, namun keterlibatan dalam seluruh proses pembangunan mulai dari perencanaan proyek, implementasi proyek, sampai degan pengawasan proyek bangunan.

Peran Pariwisata dan Pengajaran Guide dalam Penyiapan Tenaga Kerja

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 35-47
Abstraksi Narasi : Pariwisata Indonesia secara konsisten mengalami perkembangan yang pesat dan mendapat prioritas yang tinggi dalam pembangunan karena dapat memberi sumbangan devisa, Pada gilirannya perkembangan tersebut dapat mengatasi nilai ekspor migas yang mengalami fluktuasi tidak menentu dan memberi dampak positif pada pengadaan tenaga kerja. Sementara itu, lapangan pekerjaan di bidang kependidikan semakin sempit, untuk mengatasi lapangan pekerjaan bagi lulusan IKIP yang merupakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan diadakan pembaharuan kurikulum yang lebih luwes agar para lulusan IKIP dapat bekerja di luar bidang kependidikan. Perubahan kurikulum memberikan peluang kepada semua fakultas untuk memberikan keterampilan atau pengetahuan yang lebih variatif pada pengajaran, Perubahan tersebut dapat dimanfaatkan di beberapa jurusan FPBS IKIP Yogyakarta untuk memberikan pengajaran guide, Oleh karena itu, lulusannya diharapkan dapat mengisi lowongan pekerjaan di bidang pariwisata utamanya pemanduan wisata.

Pengembangan Peranan Wanita di Pedesaaan dan Antisipasi KKN

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 25-34
Abstraksi Narasi : Wanita pedesaan adalah sumber potensi nasional yang bisa menjadi kekuatan nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. Wanita pedesaan dalam struktur kependudukan Indonesia menempati porsi yang jauh lebih besar bila dibandingkan dengan wanita perkotaan, Dengan demikian, secara kuantitatif wanita pedesaan adalah sumber kekuatan nasional, yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga kerja. Namun, secara kualitatif masih dililit oleh berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan, gizi, pendidikan, tenaga kerja dan kegiatan ekonomi yang memerlukan uluran berbagai pihak agar potensi yang dimiliki betul-betul bisa menjadi kekuatan nasional dalam meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga dan masyarakat. Program KKN yang dilakukan oleh mahasiswa dapat membantu memecahkan masalah-masalah wanita pedesaaan dengan menempatkan diri sebagai motivator dan fasilitator yang mampu menyusun program-program aksi yang dapat (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wanita pedesaan sesuai kebutuhan agar semakin mampu meraih peluang kerja yang tersedia, (2) meningkatkan kemandirian wanita dalam sektor ekonomi yang mampu memberikan kontribusi ekonomi bagi keluarga dan sekaligus meningkatkan harkat dan martabat wanita sebagai manusia, (3) meningkatkan wawasan berpikir wanita pedesaan agar senantiasa mampu secara selaras, serasi dan seimbang menempatkan dirinya dalam mengemban peran ganda sebagai ibu rumah tangga yang sekaligus juga mampu memberikan kontribusi ekonomi bagi kesejahteraan keluarga.

Penerapan Teknlogi Tepat Guna pada Masyarakat Desa dan Permasalahannya

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 1-11
Abstraksi Narasi : Salah satu program desa binaan yang cukup monumental bagi terlaksananya darma ketiga IKIP Yogyakarta adalah program peningkatan air bersih di desa Purwobinangun. dalam pelaksanaan program, ternyata ada empat permasalahan penting yang muncul dalam proses pengadaaan air bersih.Keempat permasalahan tersebut ialah kesulitan teknis dalam pelaksanaan, persepsi negatif terhadap keberhasilan program, surutnya swadaya masyarakat dusun, dan besarnya biaya pembuatan prasarana. Untuk mengusahakan agar program pengadaan air tetap tercapai, semua staf yang terlibat dalam PPM IKIP Yogyakarta mengatur operasionalisasi program dengan menekankan sasaran kegiatan pada terealisasinya ujicoba, pada tahap pertama. Ujicoba aliran air ini perlu diadakan dengan tujuan untuk dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa pengadaan air yang telah dikerjakan selama ini dapat dicobakan secara terbatas, mempunyai keunggulan komparatif, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, dapat menghasilkan secara nyata, dan dapat menunjukkan kemudahan-kemudahan . Dengan ujicoba diaharapkan adanya kesatuan persepsi dari masyarakat sehingga dapat memotivasi tingkah laku mereka untuk secepatnya menyelesaikan program pengadaan air bersih. Setelah tiga tahun pengerjaan, akhirnya program pengadaan air bersih dapat diselesaikan dengan baik, dan air dapat dialirkan dengan kapasitas 25 liter perdetik. Diharapkan dengan keberhasilan program tersebut kualitas hidup masyarakat di dusun kemiri dan Ngepring dapat meningkat menjadi lebih baik.

Pemilihan Bibit Unggul dalam Pelatihan Olahraga

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 87-96
Abstraksi Narasi : Pemilihan bibit unggul pada usia dini mempunyai nilai strategis untuk menciptakan "atlet elit" di masa yang akan datang. Prestasi tinggi membutuhkan latihan insentif selama bertahun-tahun, fasilitas dan peralatan olahraga relatif lengkap, kondisi iklim memadai, pola hidup rasional dan melibatkan beberapa ilmuwan olahraga. Proses pemilihan bibit unggul, monitoring dan evaluasi program latihan, memerlukan keterpaduan dan kerja sama antara ilmuwan olahraga dan pelatih. Metode dan kriteria pemilihan bibit unggul ditentukan atas pertimbangan ilmiah sehingga optimalisasi prestasi berlangsung sistematis, efisien dan produktif. Tahap pemilihan disusun secara hierarkis-struktural dengan mempertimbangkan aspek pertumbuhan dan perkembangan manusia secara holistik.

Optimalisasi Gerakan-gerakan Senam untuk Meningkatkan Kesegaran Jasmani

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 73-85
Abstraksi Narasi : Dalam PJPT II yang mengawali era tinggal landas, fokusnya adalah Sumberdaya Manusia. Ditinjau dari sudut kualitas fisik yang dilihat dari tinggi dan besar tubuh serta derajat kesehatan yang diukur dari panjang harapan hidup, bangsa Indonesia relatif masih rendah. Ditinjau dari sudut nonfisik, seperti tingkat pendidikan, sekitar 78 % angkatan kerja hanya memiliki pendidikan Sekolah Dasar atau kurang. Sasaran utama dalam tulisan ini ialah senam dan kesegaran jasmani, sebagai upaya pengembangan sumberdaya manusia Indonesia. Ada beberapa batasan tentang kesegaran jasmani berdasarkan batasan umum, matasan menurut ilmu faal dan batasan menurut olahraga. Berdasarkan tingkat kesegaran jasmani ada kesegaran statik, kesegaran dinamik, dan kesegaran keterampilan. Sehat menurut WHO,dan sehat faali ada sehat statik dan sehat dinamik. Olahraga mempunyai peranan penting dalam memelihara kesehatan dan kesegaran jasmani. Pengertian senam dan macam-macam senam, Metodik mengajar senam. Hubungan olahraga (senam), kesehatan dan kesegaran jasmani Optimalisasi gerakan-gerakan senam untuk meningkatkan kesegaran jasmani,tergantung dari tiga faktor, ialah lamanya latihan (duratin), intensitas latihan (intensity) dan ulangan latihan (repetition).

Mengefektifkan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 59-72
Abstraksi Narasi : Perkembangan dan perubahan sosio kultural secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan dan pendidikan anak. Di satu sisi anak dituntut untuk menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pada sisi lain anak harus berbenturan dengan aneka ragam nilai budaya yang satu sama lain berbeda, Kondisi ini secara bersama menghantam anak yang pada hakikatnya mereka sedang mencari figur yang akan dijadikan sebagai falsafah hidup mereka. Sehingga, tak ayal lagi semua itu membawa dampak negatif terhadap pembentukan diri anak dan mempersulit keluarga dalam menjalankan kewajibannya mendidik anak. Namun demikian, menyalahkan keluarga atas keterbelakangan, kenakalan dan kesesatan anak bukanlah merupakan penyelesaian. Sikap yang lebih positif adalah menyiapkan kemampuan keluarga agar dapat mendidik secara efektif. Sebagai lembaga informal keluarga perlu dibina agar dapat menciptakan keharmonisan, memahami kependidikan, mampu berkomunikasi,menyampaikan pesan dengan baik dan mampu mengatasi konflik orang tua-anak.

Kajian Ilmiah Tentang Ilmu Pendidikan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 123-133
Abstraksi Narasi : Sebagian ahli pendidikan mengatakan bahwa ilmu pendidikan adalah penerapan ilmu-ilmu lain dalam praktek pendidikan. Pendidikan hanyalah memanfaatkan hasil-hasil antropologi, sosiologi, dan psikologi. Dengan telaah yang lebih dalam, kita temukan bahwa ilmu pendidikan sebagai ilmu yang berdiri sendiri memiliki obyek dan metode kajian yang berbeda dengan ilmu-ilmu yang lain. Untuk mengkaji sesuatu ilmiah atau bukan harus dikaitkan dengan tiga dasar keilmuan, yakni: ontologis, epistemologis dan aksiologis . Ontologis berkaitan dengan obyek, epistemologis berkaitan dengan metode dan sistematikanya, dan aksiologis berkaitan dengan kesejahteraan umat manusia. Dengan tiga dasar keilmuan di atas, ilmu pendidikan memenuhi syarat sebagai ilmu yang berdiri sendiri, bukan sebagai kumpulan dari ilmu-ilmu lain.

Interaksi dalam Keluarga Sebagai Dasar Pengembangan Kepribadian Anak

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 49-58
Abstraksi Narasi : Keluarga memiliki peranan yang cukup penting dalam mengembangkan kepribadian anak. Ada beberapa faktor yang memungkinkan peran tersebut. Faktor-faktor tersebut adalah: Perkembangan kepribadian anak yang berlangsung secara berkelanjutan, ikatan emosional orang tua-anak yang begitu kuat dan interaksi orang tua-anak yang berlangsung relatif tetap. Interaksi sebagai media aktualisasi ikatan emosional orang tua-anak akan menjadi dasar pengaruh orang tua terhadap perkembangan kepribadian anak. Didalam interaksi terkandung tuntutan dan dukungan terhadap perilaku anak, Tuntutan merupakan harapan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan dan dukungan merupakan respon positif terhadap terpenuhinya harapan tersebut. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengaruh orang tua terhadap perkembangan kepribadian anak, yaitu: tuntutan orang tua dan keberhasilan orang tua dalam memuaskan tuntutan anak, Untuk dapat lebih mengefektifkan pengaruh tersebut, maka dalam berinteraksi orang tua perlu menyesuaikan dengan perkembangan mental dan kebutuhan anak.
← Kembali ke Halaman Utama