Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 33216 dari 34189, Total: 341888 data)

Agresi dalam Olahraga

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 97-109
Abstraksi Narasi : Terdapat banyak sekali faktor psikologis sosial yang mempengaruhi penampilan olahraga. Pelatih harus menyadari pengaruh-pengaruh ini apabila mereka ingin meningkatkan peluangnya untuk memiliki tim yang menyenangkan dan behasil. Agresi telah menjadi persoalan penting dalam olahraga. Tingkat perilaku agresif yang dapat diterima dan dibutuhkan berbeda-beda tergantung pada tingkat perbandingan dan jenis olahraganya. Definisi agresi banyak sekali diajukan namun dapat dibagi dua, yaitu perilaku yang bermotivasi gangguan dan perilaku yang bermotivasi semangat. Sejumlah pandangan teoretis tentang agresi telah berkembang. Ini mencakup teori Freud, teori rangsangan melepaskan dorongan dari dalam, hipotesis frustasi-agresi serta teori belajar sosial mempunyai implikasi praktis yang sangat penting bagi pengajaran dan pengendalian perilaku agresi pada olahragawan. Kekerasan penggemar merupakan masalah yang semakin banyak timbul dalam olahraga. Pelatih memainkan peran penting dalam mengendalikan kekerasan ini dan bentuk-bentuk perilaku agresi lainnya dalam olahraga,

Action Research: Metode Pengembangan dan Partisipasi

Nama Pengarang : Sodiq A. Kuntoro, Bambang Priyonoadi, Sugito, L. Hendrowibowo, Suparlan, Mami Hajaroh, Farida Mulyaningsih, Mansur, Sukardi, Hamidah, Siti, Ch. Waluja Suhartono, F. Winarni, Soenarto, Tawardjono Us
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 147-158
Abstraksi Narasi : Banyak kritik yang ditujukan terhadap metode penelitian konvensional yang bersifat teoretis sepihak, kurang dapat digunakan dekat dengan pembuatan kebijaksanaan dan pengembangan program-program, bersifat memisahkan, dominasi, dan opresif terhadap subjek yang diteliti. Metode penelitian semacam ini tidak sesuai dengan pandangan humanistik mengenai pendidikan dan pembangunan. Action research (penelitian aksi) muncul sebagai metode pengembangan komunitas lebih sesuai dengan pandangan pendidikan dan pembangunan yang humanistik. Dalam pandangan humanistik pendidikan dan pembangunan meletakkan subjek sebagai pelaku aktif dalam proses pendidikan atau pembangunan, Penelitian harus dipandang sama dengan pendidikan, harus memperlakukan subjek untuk diteliti sebagai subjek yang aktif terlibat dalam proses penelitian terhadap permasalahan mereka sendiri. Subjek yang diteliti menjadi partisipasi dalam proses penelitian yang bersama peneliti akademisi melaksanakan kegiatan pengembangan dan penelitian komunitas dan berpartisipasi anggota komunitas dalam melaksanakan pembangunan. Dengan metode penelitian aksi maka subjek yang diteliti akan memperoleh manfaat secara langsung dari proses penelitian dan hasilnya. Proses penelitian menjadi proses pendidikan bagi mereka dan hasilnya lebih langsung terkait dengan pemecahan masalah konkrit yang dihadapi sehingga dapat langung meningkatkan kondisi kehidupan mereka. Penelitian aksi dapat dilakukan bagi pengembangan masyarakat secara makro. maupun bagi lembaga atau organisasi secara mikro. Penelitian aksi dapat meningkatkan kemampuan subyek yang diteliti menjadi menghasil ilmu pengetahuan sehingga mereka bukan sekedar sebagai pelaksana dari teori yang diberikan oleh orang lain diluar praktik yang dilakukan.

Topeng dalam Perkembangan Budaya

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 79-93
Abstraksi Narasi : Kemajuan teknologi dan informasi berpengaruh pada semua sektor kehidupan, termasuk juga dalam bidang kebudayaan,khususnya kesenian topeng, Topeng merupakan kesenian tradisional warisan budaya nenek moyang yang tersebar diseluruh kepulauan nusantara, Topeng tersebut memiliki ciri, gaya dan fungsi yang selalu berubah, berkembang sesuai dengan perkembangan kebudayaan. Jika kebudayaan berkembang, kesenian topeng juga ikut berkembang sesuai dengan kondisi kehidupan tersebut. Jika dilihat dari nilai, bentuk, dan fungsi topeng merupakan simbolisasi visual yang menggambarkan karakter jiwa manusia dan karakter binatang tertentu. Visualisasi, karakter topeng dapat dibedakan kedalam beberapa bentuk, yaitu topeng yang menggambarkan roh nenek moyang, menggambarkan dewa, topeng binatang binatang yang dianggap mempunyai kekuatan gaib, topeng untuk pelengkap busana tari, dan topeng sebagai elemen dekorasai, Karena pengaruh perkembangan modernisasi, terjadilah pergeseran nilai dan fungsi pada seni-seni tradisional kehususnya kesenian topeng. Dulu topeng dianggap karya seni yang sakral dan religius, sekarang topeng merupakan karya seni yang diciptakan sebagai karya konsumtif, ekonomis, media seni wisata dan lain-lain yang berorientasi pada komoditi ekonomi.

Teori Semiotik dalam Kajian Kesastraan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 51-66
Abstraksi Narasi : Sastra merupakan sebuah karya yang mempunyai tujuan komunikatif dan estetik yang menekankan unsur kreativitas dan keaslian pengucapan. Sebagai akibatnya, memahami karya sastra sering menjadi tidak mudah. Salah satu cara memahami makna secara lebih intens adalah dengan pendekatan semiotik,semiotik adalah ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda, sedang tanda adalah sesuatu yang mewakili sesuatu yang lain, Semiotik dapat diterapkan dalam berbagai disiplin keilmuan. Peletak dasar teori semiotik adalah Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce.Jika teori semiotik Saussure bersifat semiotik struktural, teori Peirce lebih bersifat semiotik analitis. Semiotik dapat dibedakan kedalam semiotik komunikasi yaitu yang menekankan pada teori produksi tanda, dan semiotik signifikasi, yang menekankan pada pemahaman atau pemberian makna suatu tanda. Peirce membedakan hubungan antara tanda dengan acuannya kedalam tiga jenis hubunga, yaitu ikon, jika ia berupa hubungan kemiripan, indeks, jika berupa hubungan kedekatan, dan simbol, berupa hubungan yang sudah terbentuk secara konvensional. Ikon dapat dibedakan kedalam tiga macam golongan, yaitu ikon topologios, diagramatik, dan metaforis. Teori semiotik Saussure berkaitan dengan pengembangan teori linguistik, maka istilah-istilah yang dipakai berasal dari istilah dan model linguistik. Bahasa sebagai sistem tanda memiliki dua unsur yang tak terpisahkan, yaitu unsur signifiant dan signifie atau penanda dan petanda. Wujud penanda dapat berupa unsur bunyi ujaran dan huruf tulisan, sedang petandanya adalah unsur konseptual, gagasan, atau makna yang terkandung dalam tanda tersebut. Teori Saussure yang juga banyak dipergunakan dalam kajian kesastraan adalah masalah hubungan paradigmatik. Hubungan sintagmatik merupakan hubungan linearitas, bentuk, struktur, antara penanda dengan penanda (hubungan in praesentia), sedangkan hubungan paradigmatik merupakan hubungan asosiatif, hubungan antara penanda (yang hadir) dengan makna (petanda yang tak hadir) ( hubungan in absentia). Hubungan sintagmatik dan paradigmatik ini sering diterapkan pada kajian puisi maupun fiksi.

Tantangan Keberadaan Lembaga Bimbingan Tes (LBT) bagi SMA Dewasa Ini

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 117-127
Abstraksi Narasi : Banyak masalah dan kendala yang dihadapi oleh dunia pendidikan formal kita akhir-akhir ini; dari masalah sarana prasarana pendidikan sampai dengan masalah mutu lulusannya. Salah satu masalah pendidikan yang jarang ditonjolkan ke permukaan, namun sebenarnya tidak boleh dipandang dengan sebelah mata, apalagi diacuhkan, adalah keberadaan lembaga bimbingan tes (LBT) yang akhir-akhir ini semakin memasyarakat dan menjamur di mana-mana. Tulisan ini sedikit ingin menyadarkan kepada kita yang bergulat dalam usaha pendidikan, bahwa dunia pendidikan formal kita (khususnya SMA),saat ini tengah terancam dan terkikis citranya di mata masyarakat dan siswa-siswa SMA itu sendiri dengan "suburnya" LBT tersebut, Hal ini jelas merupakan tantangan bagi SMA, terkait disini bagi para gurunya, Beberapa hasil studi, kajian dan interviu ke beberapa LBT, sekolah dan siswa SMA peserta LBT di Yogyakarta, menunjukkan bukti dan menambah referensi bagi tulisan ini. Sekalipun rumit dan sistematiknya masalah tersebut, namun beberapa upaya pemecahannnya dapat dilakukan dalam rangka mempertahankan citra pendidikan formal (hususnya SMA) juga terhadap wibawa guru-guru SMA kita. Upaya tersebut dapat dilakukan baik oleh Ditjen Dikti, Dit.Dikmenum, pihak SMA, LPTK maupun oleh para guru SMA itu sendiri.

Strategi Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 95-103
Abstraksi Narasi : Hakikat usaha memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat adalah menciptakan perubahan sosial secara sengaja, dengan kelompok sasaran adalam individu-individu dari suatu masyarakat yang belum atau kurang mempunyai kebiasaan berolahraga. Perubahan yang diharapkan yaitu individu-individu tersebut mempunyai sikap postif dan mau melaksanakan olahraga sehingga kegiatan itu menjadi suatu kebutuhan vital bagi mereka dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dasar untuk mencapai suatu keberhasilan, yang berkenaan dengan perubahan yang dikehendaki terletak pada tipe strategi yang diterapkan oleh lembaga atau tenaga pengubah. Tiga strategi yang diperkirakan besar potensinya untuk diterapkan sesuai dengan kondisi sosial budaya bangsa Indonesia adalah: (1) strategi paksaan (coercive), (2) strategi normatif, (3) strategi kemanfaatan.

Sistem Energi pada Aktivitas Otot

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 105-115
Abstraksi Narasi : Bagi pelatih,pembina olahraga, maupun para atlet, memahami sistem energi pada aktivitas otot bertujuan untuk membantu mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan proses penggunaan energi. Tujuan akhir dari masalah tersebut agar pencapaian prestasi yang dicapai para atlet dapat lebih optimal. Energi awal yang digunakan untuk aktivitas otot yang sangat menonjol adalah penggunaan ATP guna memberi tenaga pada actin dan myosin. Proses ini hanya berlangsung 1 - 2 detik untuk kontraksi otot maksimum. Untuk mempertahankan kontraksi otot selanjutnya, didapat dengan cara pemecahan Phosphocreatine sehingga lama aktivitas otot dapat diperpanjang, Proses tersebut dikenal dengan proses Glycolsis. Jika kontraksi otot akan dipertahankan, penggunaan energi otot akan memanfaatkan cadangan glycogen yang terdapat di dalam hepar, Walaupun demikian, hal ini juga tidak akan berlangsung lama. Oksidasi bahan makanan terutama pembakaran karbohidrat, lemak, dan protein akan berlangsung jika cadangan glycogen yang berada didalam hepar mulai menipis. Sehingga, peranannya mulai beralih dari proses anaerobic ke arah proses oksidasi. dan biasanya akan diikuti oleh penurunan intensitas kontraksi otot. Keuntungan yang didapat dengan cara oksidasi bahan makanan ini adalah didapat dengan cara oksidasi bahan makanan ini adalah lamanya aktivitas otot akan menjadi bertambah, produksi ATP menjadi 13 kali lebih banyak dibandingkan dengan proses anaerob.

Pusat Listrik Tenaga Nuklir: Energi dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 141-156
Abstraksi Narasi : Pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam telah menyebabkan meningkatnya suhu atmosfir bumi, terjadinya hujan asam dan pengaruh pencemaran lingkungan lainnya, Di lian pihak, kebutuhan energi listrik di Indonesia terusmeningkat seiring dengan laju pembangunan, Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan salah satu jenis pembangkit listrik alternatif yang prospektif karena mempunyai potensi sebagai pembangkit energi yang besar, hemat bahan bakar dan jika dibuat dengan teknologi yang memadai akan memiliki tingkat keamanan yang tinggi, baik bagi kehidupan manusia maupun bagi alam lingkungannya.Namun demikian, mengingat PLTN merupakan sistem yang rumit, padat teknologi dan sangat sensistif, maka pelaksanaan program pemerintah untuk membangun PLTN di pulau Jawa hendaknya mempertimbangkan faktor-faktor biaya, tenaga ahli dan lokasi, organisasi sistem jaringan listrik dan kesadaran masyarakat. Disamping itu, peran pendidikan untuk menyukseskan program pembangunan PLTN dan kelestarian lengkungan hidup menjadi sangat esensial, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang berkualifikasi untuk membangun mengoperasikan dan merawat serta mengelola PLTN sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Pengembangan Metodologi Pembelajaran Orang Dewasa: Pokok-pokok Hasil Uji Coba

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 1-24
Abstraksi Narasi : Menurut teori belajar orang dewasa terdapat kecenderungan bahwa orang dewasa dalam belajar menuntut perlakuan yang berbeda dengan anak-anak. Oleh karena itu, metodologi pembelajaran seperti yang digunakan dalam pendidikan formal bagi anak-anak sudah tidak sesuai lagi bagi pembelajaran orang dewasa. Dalam praktik dilapangan sering kita menemukan kegiatan pendidikan orang dewasa yang masih menggunakan metodologi pembelajaran anak-anak. Kegiatan kejar paket A dan kejar paket B sebagai program belajar bagi orang dewasa pada umumnya masih banyak diwarnai oleh model pembelajaran sekolah formal bagi anak-anak. Keadaan semacam ini menyebabkan kurang berhasilnya program kejar paket A dan kejar paket B dalam menarik orang dewasa sebagai siswa (warga belajar) untuk mengikuti dan melaksanakan program belajarnya. Walaupun sudah berkembang teori belajar orang dewasa (andragogi), tapi banyak sekali para tutor program kejar Paket A dan kejar paket B yang pada umumya adalah guru-guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah belum memahami teori andragogi dan bagaimana diimplementasikan di dalam praktek. Dengan menggunakan Proyek Pendidikan Non Formal, Direktorat Pendidikan Masyarakat, 1993, diujicobakan suatu model pembelajaran orang dewasa yang menggunakan pendekatan belajar hadap masalah, Tujuan uji coba ini adalah mengembangkan teori andragogi dan implementasinya bagi praktik dilapangan.Dari uji coba ini maka kita dapat mengerti tentang tema-tema pembelajaran yang harus dikembangkan,langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menemukan tema-tema pembelajaran, penyusunan bahan pelajaran, penyusunan satuan pelajaran, dan teknik pembelajaran yang dilakukan. hasil uji coba menunjukkan bahwa penggunaan metodologi pembelajaran orang dewasa dalam kegiatan program kejar paket A dan paket B dapat menghidupkan gairah belajar lebih dapat menyentuh permasalahan dan kebutuhan warga belajar.

Pemanfaatan Program Pendidikan Sekolah Pada TPI dalam PBM

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 25-37
Abstraksi Narasi : Kehadiran TPI di tengah pesatnya pertelevisian swasta Indonesia menimbulkan berbagai reaksi baik positif maupun negatif dari masyarakat. Reaksi negatif biasanya berkisar pada persoalan siaran iklan dan waktu penayangan TPI yang tidak bisa dinikmati oleh para peserta didik. Reaksi positif utamanya ditujukan pada keberhasilan TPI mengemas program Pendidikan Sekolah dalam suatu sajian yang cukup menarik, sistematis, mudah dipahami tidak saja bagi peserta didik, tetapi juga pirsawan yang lain. Sajian Program Pendidikan Sekolah pada TPI yang cukup menarik, sistematis dan mudah dipahami itu ternyata kurang menggugah minat guru untuk memanfaatkannya sebagai sumber belajar dalam PBM. Hal ini terbukti dengan hasil temuan Suwardi (1992:6) yang menyatakan bahwa guru dan kepala sekolah di Jawa Tengah hampir tidak pernah memperhatikan siaran Program Pendidikan Sekolah pada TPI. Tulisan ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang pentingnya pemanfaatan Program Pendidikan Sekolah pada TPI sebagai sumber belajar dalam PBM. Tulisan ini di samping membahas kelebihan dan kelemahan TPI sebagai media audio visual, juga memberikan alternatif pemanfaatan Program Pendidikan Sekolah pada TPI sebagai sumber belajar dalam PBM.
← Kembali ke Halaman Utama