| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 67-77 |
| Abstraksi Narasi | : | Sastra lisan Nusantara sebagai bagian dari khasanah sastra Indonesia lama memiliki sifat dulce et utile, yakni nikmat dan bermanfaat, Materi yang disajikan memiliki nilai pragmatik yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, dan kemasan yang disuguhkan memiliki niai seni yang membawa kenikmatan yang kepuasan batin. Sastra lisan Nusantara dapat dimanfaatkan dalam pembangunan bidang pendidikan, antara lain; (1) dapat berperan sebagai hiburan dan media pendidikan di dalam keluarga, sekolah, masyarakat; (2) dapat menumbuhkan kecintaan, kebanggaan berbangsa serta rasa hormat terhadap leluhur; (3) isinya dapat menambah wawasan dan informasi tentang kepercayaan , pandangan hidup, adat istiadat, dan peradaban bangsa; (4) penyajiannya dapat mengakrabkan hubungan antara penyaji dan penikmat; (5) proses penciptaannya menumbuhkan sikap kreatif, responsif dan dinamis yang mengarah pada kemajuan; (6) sumber inspirasi bagi penciptaan bentuk seni yang lain; (7) proses penciptaannya merupakan contoh tentang cara kerja yang tekun, profesional, dan sifat rendah hati; (8) pergelarannya memberi teladan tentang sistem kerjasama yang kompak dan harmonis; (9) pengaruh asing yahg ada didalamnya memberikan gambaran tentang tata pergaulan dan pandangan yang luas. Meskipun sastra lisan Nusantara sebagai aset budaya memiliki nilai strategis untuk mendukung program pembangunan di bidang pendidikan, pelaksanaannya akan mengalami banyak hambatan. Kendala mendasar adalah menurunnya minat masyarakat terhadap sastra lisan Nusantara. Walaupun demikian, secercah harapan akan kebangkitan minat terhadap sastra lisan Nusantara mulai tampak. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya berbagai aktivitas, seperti penayangan permainan tradisional lewat layar televisi. pengangkatan cerita rakyat dalam bentuk film dan sinetron, festifal kesenian daerah, dan lain-lain. Semoga kegiatan ini akan belanjut sehingga sastra lisan Nusantara dapat dilestarikan dan dimanfaatkan. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 39-50 |
| Abstraksi Narasi | : | Televisi merupakan produk teknologi yang maju pesat dewasa ini. Di Indonesia beberapa stasiun televisi swasta mengudara secara nasional. Tayangan program televisi terbanyak terutama televisi swasta adalah film produk luar negeri, hal ini selain memiliki daya tarik kuat bagi penonton juga biaya pembelian produksi relatif lebih murah. Penayangan film oleh televisi dapat menguntungkan atau merugikan serta mempunyai dampak positif atau negatif. Ada keprihatinan dari berbagai kalangan mengenai menularnya kekerasan dan agresi di film televisi ke dalam kehidupan nyata penonton terutama anak-anak dan remaja. Untuk menilai keras-agresi dan tidaknya suatu adegan atau isi cerita film televisi dibutuhkan perangkat penilaian yang baku. Televisi dianggap mempunyai pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap penonton. Mengapa melakukan kekerasan dan agresi, hal ini disebabkan anak-anak dan remaja dapat mengidentifikasikan diri dengan tokoh-tokoh yang ada dalam film televisi. Identifikasi dapat berpengaruh positif atau negatif tergantung pada karakter dan perilaku yang ditampilkam tokoh dalam film, Anak melakukan peniruan dan penanggulangan dari hasil pengamatan terhadap adegan dan isi cerita film televisi. Dengan banyaknya stasiun televisi yang mengudara, perlu diwaspadai tanpa berprasangka buruk, sehingga diperlukan upaya-upaya agar dapat mengurangi dampak kekerasan dan agresi di televisi, keluarga masyarakat, dan pemerintah merupakan lembaga yang dapat saling bekerjasama mengurangi hal tersebut. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 129-140 |
| Abstraksi Narasi | : | Limbah sampah kota, dewasa ini menjadi masalah di kota-kota besar. Penanganan limbah tersebut dengan tidak mengganggu lingkungan sangat diperlukan tetapi memerlukan biaya yang mahal. Penangan limbah sampah kota yang sekarang ini lazim digunakan seperti penimbunan, pembakaran dan pengomposan sudah dapat mengurangi beban penanganannya, Namun, bertumpuknya jumlah limbah sampah kota yang dihasilkan melebihi yang dapat ditangani, maka seakan-akan masalahnya tak kunjung selesai. Penggunaan cacing tanah untuk memproses sampah dapat menjadi alternatif di samping cara-cara yang sudah ada. Hasil pemrosesan sampah oleh cacing tanah diketahui mempunyai kualitas lebih menjanjikan, yaitu sebagai pupuk organik berkualitas tinggi dibandingkan hasil pemrosesan dengan cara yang lain disamping sudah mengurangi beban penanganan limbah. |
| Nama Pengarang | : | Bada Haryadi, Yulipriyanto, Pratiwi Wahyu Widiarti, Haryadi, Haryanto, Sodiq A. Kuntoro, Edy Supriyadi, Sridadi, Hari Amirullah Rahman, Paidi, Nurgiyantoro, Burhan, Martono |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 157-170 |
| Abstraksi Narasi | : | Dari keterangan pemerintah tentang rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 1993/1994, pegawai negeri dan anggota ABRI di waktu-waktu mendatang peluang untuk dapat memiliki rumah sendiri, baik melalui KPR BTN, Perumnas maupun dengan membangun rumah sendiri sangat besar. Namun, harus disadari bahwa selama ini penyusunan Rencana Anggaran Biaya Bangunan, khususnya bangunan pergedungan atau rumah tinggal dilakukan oleh para ahli atau perencana. Dalam kenyatannya setiap individu yang akan mendirikan bangunan rumah tinggal ingin sekali mengetahui berapa besar biaya yang diperlukan untuk bangunan rumah tersebut sehingga timbul permasalahan: bagaimana menyusun rencana anggaran biaya bangunan rumah tinggal yang dimaksud dengan biaya yang seekonomis mungkin. Menyusun rencana anggaran biaya bangunan rumah tinggal dapat dilakukan dengan menghitung biaya-biaya yang diperlukan dari bangunan tersebut. Untuk melaksanakan perhitungan rencana anggaran biaya bangunan rumah tinggal diperlukan bahan-bahan atau data-data (a) Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), (b) gambar rencana, (c) buku analisa BOW, dan (d) daftar harga bahan bangunan dan upah tenaga. Disamping data-data tersebut agar dapat menghitung dengan baik harus dipenuhi syarat ketelitian, ketekunan dan kesabaran. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 107-122 |
| Abstraksi Narasi | : | Eratnya hubungan antara keterampilan memilih dan menciptakan latihan dengan menyusun program senam Aerobik harus menjadi fokus perhatian para pesenam maupun para pelatih serta guru-guru yang sudah memiliki keberanian melatih maupun mengajar Senam Aerobik. Beranekaragamannya strategi berlatih dan melatih senam aerobik disanggar-sanggar senam banyak menimbulkan pertentangan yang tidak ada habis-habisnya. Untuk mengurangi perbedaan yang cukup tajam perlu ada satu pemahaman tentang strategi melatih yang benar yang bisa dipertanggungjawabkan secara komprehensif dan humanis oleh para pelatih maupun guru-guru senam. Bertitik tolak dari uraian tersebut diatas, makalah ini berusaha menjawab tantangan tentang permasalahan bagaimana melatih dan berlatih Senam aerobik yang benar dan baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bervariasinya kondisi dan kemampuan individu, modifikasi senam aerobik, kerugian-kerugian bila senam aerobik tidak dilaksanakan secara kontinyu, sistematika dan cara melatih serta urutan fase latihan. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 123-133 |
| Abstraksi Narasi | : | Olah raga pada waktu hamil dan sesudah hamil/melahirkan sebaiknya dikembangkan sebagai bagian perawatan prenatal dan posnatal. Namun demikian, harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluan masing-masing wanita sebagai pelengkap persiapannya untuk menghadapi beban kehamilan persalinan dan nifas dengan baik dan lebih tenang. olahraga harian sebaiknya dilakukan bukan hanya waktu hamil saja, akan tetapi dimulai sejak sebelum hamil dan diteruskan sampai melampaui akhir masa nifas. Kegiatan waktu hamil yang biasa dilakukan sehari-hari sebelum hamil sebaiknya tetap dilakukan, tetapi perkerjaan yang berat yang banyak memerlukan tenaga seyogyanya dihindarkan. Kegitan berat yuang banyak memeras tenaga dapat membahayakan janin yang dikandungnya. Tujuan melakukan olahraga pada waktu hamil adalah untuk mempersiapkan ibu hamil secara fisik dan psikis supaya mampu menghadapi beban tambahan yang berkaitan dengan proses kehamilannya sampai dengan akhir masa nifas. Dengan demikian, keluhan-keluhan dan gangguan ringan selama kehamilan akan mudah diatasi, nyeri selama persalinan menjadi berkurang, persalinan berlangsung lebih lancar dan rehabilitasi sesudah melahirkan lebih cepat. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 1-12 |
| Abstraksi Narasi | : | Proses pembelajaran anak pada bidang biologi akan lebih berhasil apabila obyek yang dipelajari merupakan obyek nyata yang dijumpai anak dalam kehidupannya. Cara pembelajaran seperti ini memberi peluang tumbuh dan berkembangnya anak sesuai dengan ekosistemnya, sesuai dengan budayanya dan selanjutnya anak dapat mengembangkan ekosistemnya untuk kebutuhan hidupnya. Masyarakat Indonesia tumbuh dan berkembang dari masyarakat agraris, bahkan sampai sekarang masih bertumpu pada sektor pertanian. Dengan kata lain, tumbuh dari budaya agraris kemasyarakat industri. Secara alami masyarakat telah mengembangkan sistem pertanian yang optimal berdasarkan pengalaman sehari-harinya. Kumpulan pengalamanan ini membentuk kaidah-kaidah praktis yang digunakan dalam bidang pertanian. Proses pembelajaran biologi dapat dimulai dari permasalahan-permasalahan yang aktual yang dihadapi masyarakat guna pemenuhan kebutuhan hidupnya sedikit demi sedikit menuju kearah keilmuan. Pemanfaatan kaidah-kaidah praktis muatan lokal yang dengan berbagai tambahan keilmuan dari lain daerah, buku dan hasil-hasil penelitian modern sangat berguna untuk kepentingan pembelajaran. Khususnya dalam biologi diharapkan dapat menjembatani anak untuk lebih mudah memahami konsep-konsep keilmuan yang dipelajarinya karena berangkat dari apa yang dihadapi dan dibutuhkan anak dalam ekosistemnya. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 71-81 |
| Abstraksi Narasi | : | Usaha pelestarian dan perbaikan lingkungan saat ini telah sampai pada pembuatan model matematika. Model matematika digunakan untuk membantu penyelesaian masalah secara lebih jelas adakah hubungan fungsional, terutama dihubungkan dengan analisis kuantitatif, yang terdapat pada faktor-faktor dalam masalah tersebut. Tidak seperti dalam fisika, maka pemodelan matematika pada biologi muncul lebih belakangan, Hal ini disebabkan karena adanya kompleksitas permasalahan yang ada pada biologi lebih tinggi dibanding dalam fisika. Disamping itu, kompleksitas permasalahan sangat berpengaruh dengan kerumitan model mate-matikanya. Salah satu contoh model matematika dalam bidang biologi , khususnya dalam ekologi yang akan dibahas dalam tulisan ini, adalan model matematika prey-predator pada suatu ekosistem. Proses atau langkah-langkah merumuskan model matematika tersebut menjadi tekanan pada tulisan ini, hingga sampai pada terbentuknya persamaan differensial seperti di kemukakan oleh Lotka dan Volterra. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 13-20 |
| Abstraksi Narasi | : | Pembangunan sektor sumber daya manusia memiliki arti yang sangat penting dalam rangka upaya memacu pembagunan masyarakat Indonesia secara kerkelanjutan. Pembanguan manusia bukan sekedar terfokus pada penyiapan tenaga ahli, siap dan terampil sebagai pelaku pembangunan di berbagai bidang, tetapi juga aspek pembangunan berwawasan ligkungan, yaitu penghayatan pembangunan berwawasan ini, IKIP sebagai lembaga pendidikan guru memiliki fungsi yang sangat strategis sebagai penyelenggara pendidikan konservasi sumber daya dan lingkungan pada masyarakat, khususnya masyarakat calon guru yang pada gilirannya, akan berperan sebagai ujung tombak pengembang wawasan tersebut pada masyarakat lebih luas. IKIP perlu memanatapkan kembali program-programnya, baik melalui mata kuliah relevan untuk pendidikan konservasi bagi mahasiswa calon guru maupun program kerjasama dengan pihak lain serta sistem koordinasinya dalam upaya memasyarakatkan wawasan pembangunan pada masyarakat luas. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 95-105 |
| Abstraksi Narasi | : | Banyak diketemukan anak yang mengalami kesulitan belajar ditingkat Sekolah Dasar. Anak-anak tersebut menunjukkan prestasi yang tidak sesuai dengan potensinya atau dibawah harapan (underachievement), sehingga mengalami kegagalan dalam belajar disekolah, Penyebab dari kesulitan dapat bermacam-macam, salah satu diantaranya mengalami Disfungsi Minimal Otak (DMO). Anak yang mengalami DMO menyebabkan berkesulitan belajar spesifik yang ditunjukkan kurang pandai dalam satu atau dua hal tertentu, tetap dalam bidang-bidang yang lain baik. Anak tersebut perlu penanganan secara khusus, tetapi tidak memerlukan sekolah khusus. Anak tetap bersekolah di Sekolah Dasar, pada masalah-masalah yang berkesulitan diperlukan bimbingan khusus oleh guru khusus. Penangan di Sekolah Dasar berupa deteksi dini dan penjaringan, kerjasama tim ahli, penataran kepada guru-guru Sekolah Dasar, menempatkan guru pembimbing khusus di Sekolah Dasar- Sekolah Dasar, dan kerjasama antara guru Sekolah Dasar dengan guru pembimbing khusus. |