Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 33220 dari 34189, Total: 341888 data)

Strategi Penggunaan Bentuk Pasif- Di - dan Diri - pada Penulisan Karangan Ilmiah

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 107-118
Abstraksi Narasi : Penggunaan bentuk pasif dalam penulisan karangan ilmiah masih diperdebatkan sebagian ahli bahasa. Ada yang setuju dan ada pula yang tidak setuju. Mengingat beraneka-ragamnya bentuk pasif bahasa Indonesia, bentuk pasif yang mana yang digunakan? Bagaimana penggunaannya ? Makalah ini berusaha mengungkap penggunaan bentuk pasif di- dan diri- dalam penulisan karangan ilmiah. berdasarkan kajian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa bentuk pasif di- tepat digunakan dalam hal penulis akan menyampaikan pesan atau informasi yang tidak bersifat pengajuan ide, gagasan atau pendapat karena penggunaan bentuk pasif di- membawa nuansa verbal yang naratif. sedangkan bentuk pasif diri- tepat digunakan dalam hal penulis akan menyampaikan ide, gagasan atau pendapat karena penggunaan bentuk diri- membawa nuansa verbal yang taknaratif (performatif) dan proposif. Selain itu, bentuk pasif di- hanya digunakan jika pelaku adalah persona III sedang bentuk pasif diri- dapat digunakan dengan persona I. II ata III.

PLTN Sebagai Alternatif Pembangkit Energi Listrik di Pulau Jawa

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 25-37
Abstraksi Narasi : Pada era pembangunan Jangka Panjang II nanti, kebutuhan energi listrik di pulau Jawa akan meningkat, seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat dan kemajuan sektor industri. Untuk itu pemerintah telah dan akan membangun banyak pembangkit energi listrik, baik yang menggunakan sumber energi air, batubara, minyak, gas alam, panas bumi, ataupun tenaga surya. Dengan pertimbangan keterbatasan sumber energi dan pencemaran akibat industri, maka pemerintah menawarkan alternatif pembangkit energi listrik dengan menggunakan tenaga nuklir. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah mengaharapkan adanya pengertian dari masyarakat. Sayangnya pegetahuan dari masyarakat tentang teknologi nuklir masih sangat terbatas, mereka hanya tahu bahwa teknologi itu membahayakan masyarakat sehingga pemerintah memandang perlu penyebaran informasi yang benar tentang teknologi nuklir. Berdasarkan pengalaman di negara maju, PLTN menghasilkan pencemaran lingkungan yang tidak berarti bila dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan bahan bakar fosil, yang pencemarannya telah terbukti merusak lingkungan didunia ini. PLTN dalam jangka panjang juga menawarkan keuntungan ekonomis yang lebih besar, serta resiko kematian atau luka yang kecil sekali bila dibandingkan dengan resiko akibat kecelakaan angkutan jalan raya atau pesawat terbang. Sedangkan keselamatan reaktor nuklir dapat dipenuhi dengan adanya sistem kerekayasaan dengan faktor kegagalan yang kecil sekali . Faktor-faktor tersebut mendorong pemerintah memilih alternatif PLTN sebagai sumber energi listrik. Bagaimanapun juga pemilihan alternatif PLTN sebagai pembangkit energi listrik perlu persiapan yag matang dari berbagai pihak yang terlibat karena teknologi tersebut memang dapat menyebabkan kecelakaan besar.

Perkembangan Teknologi Pemetaan dan Kaitannya Dengan Pendidikan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 39-51
Abstraksi Narasi : Teknologi pemetaan berkembang makin pesat pada akhir abad-20 ini. Perkembangan tersebut terutama berupa makin berperannya teknologi elektronika dan informatika. Teknologi pemetaan mutakhir telah menunjukkan berbagai kelebihan dibanding teknologi konrovensional. Di samping mempunyai berbagai kelebihan, teknologi pemetaan baru ternyata mempunyai beberapa keterbatasan pula, Disamping itu, teknologi yang lebih canggih menuntut kualitas pemakaian yang lebih tinggi, Untuk itu teknologi baru perlu dipahami dengan benar. Untuk mengantisipasi perkembangan teknologi. dunia pendidikan harus mampu menangkap arah perkembangan tersebut. Peserta didik harus disiapkan agar mampu berkembang dan mengembangkan ilmunya, antara lain dengan bekal pengetahuan dasar yang kuat.

Peranan Peta dalam Bidang Kependudukan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 67-82
Abstraksi Narasi : Sejak jaman dahulu sampai sekarang, peta selalu mempunyai peranan yang penting; tidak hanya dalam bidang geografi, bdang-bidang lainpun membutuhkannya. Para pemimpin perang jaman dahulu, apalagi sekarang, jika bisa mempunyai peta daerah-daerah strategis dari pihak lawan, sama nilainya dengan memiliki senjata yang ampuh. Bagi para pemimpin poryek pembangunan suatu wilayah, peta juga sangat dibutuhkan, baik pada tahap perencanaan maupun tahap operasional. Jadi jelaslah bahwa peta mempunyai peranan yang penting, sejak dahulu sampai sekarang , dalam masa perang ataupun damai. Banyak sekali data kependudukan yang dapat dipetakan, namun sayang data tersebut umumnya belum disajikan dalam bentuk peta. Data kependudukan yang ada di kantor-kantor Kelurahan, Kecamatan, bahkan Kantor Sensus atau data dari Biro Pusat Statistik, sebagian besar masih disajikan dalam bentuk tabel-abel panjang sehingga sulit diinterpretasi. Oleh karena itu, perlu dibiasakan menyajikan data kependudukan dalam bentuk peta sehingga mudah ditafsirkan atau diinterpretasi. Oleh karena itu, perlu dibiasakan menyajikan data kependudukan dalam bentuk peta sehingga mudah ditafsirkan atau diinterpretasi. Data kependudukan yang dapat disajikan dalam bentuk peta, antara lain: data jumlah penduduk, kerapatan penduduk, penyebaran penduduk, penyebaran pendudukm migrasi dan tingkat kelahiran atau kematian. Bebeapa jenis peta yang dapat dipilih untuk menyajikan data kependudukan antara lain :Peta kombinasi dan titik (pie graph and dot map), peta yang menggunakan titik (dot map), peta yang menggunakan arsir (choropleth map) dan peta dinamis (dynamic map).

Pengajaran dan Evaluasi Bidang Studi IPA di Sekolah Dasar

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 119-132
Abstraksi Narasi : Tahun 1986 berlaku kurikulum Sekolah Dasar yang disempurnakan, yang mengutamaan pendekatan keterampilan proses, Keterampilan proses dalam bidang studi IPA mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, ranah psikomotor dan ranah afektif. Pemerintah telah berusaha melengkapi sarana pendidikan berupa kit IPA agar terlaksana tujuan bidang studi IPA di Sekolah Dasar. Evaluasi bidang studi IPA di Sekolah Dasar yang berupa tes hasil belajar (THB), dan evaluasi belajar tahap akhir nasional (EBTANAS), semuanya hanya mengukur kemampuan dalam ranah kognitif, EBTANAS dijadikan standar untuk memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi. Timbul kesenjangan antara tujuan pengajaran IPA yang dicapai melalui pendekatan ketrampilan proses dan evaluasi IPA. Agar kesenjangan ini tidak berkepanjangan, perlu adanya evaluasi yang mengukur kemampuan dalam ranah kognitif, psikomotor maupun ranah afektif.

Pendekatan Ekologis Dalam Pemahaman Masalah Biologi

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 1-12
Abstraksi Narasi : Banyak kendala yang dihadapi dalam memahami masalah Biologi sesuai dengan normatif pendekatannya, Disisi lain, Indonesia memiliki kekayaan laboratorium alamiah yang dapat memberi informasi ekologis yang beragam, Pendekatan ekologis diharapkan dapat mengatasi hambatan sarana, memaksimalkan pemanfaatan lingkungan dan memberi pengalaman pemahaman masalah biologi yang bersifat retikuler dan komprehensif. Pendekatan ini dapat dilakukan melalui; (1) pemahaman objek-persoalan tingkat organisasi kehidupan, (2) memahami konsep dasar kajian ekosistem, (3) memahami dan merumuskan persoalan biologi sesuai dengan konsepsi ekologis, dan (4) membuaut model kajian untuk berbagai persoalan biologi. Persoalan ekologis paling esensial adalah adanya kesatuan komponen struktur pendukung, interaksi fugsional antarkomponen struktur dan adanya sistem pengatur. Kajian ini diharapkan dapat memberi alternatif dalam mengatasi hambatan sarana, memaksimalkan pemanfaatan lingkungan Indonesia yang bersifat khas, memberikan pengalaman dalam memecahkan pesoalan biologi secara lebih komprehensif. Diperlukan tindak lanjut pengkajian secara molekuler ataupun seluler, untuk menghindari pemahaman yang cenderung bersifat makro dan superfisial.

Mengkonsumsi Makanan Yang Aman

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 53-65
Abstraksi Narasi : Setiap manusia membutuhkan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Makanan tersebut diperlukan baik untuk pertumbuhan fisik, menambah energi maupun meningkatkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, agar makanan dapat berfungsi dengan baik, maka diperlukan berbagai syarat agar memenuhi kriteria seperti yang diharapkan. Selain makanan harus mengandung zat gizi (lemak, protein, karbohodrat, mineral dan vitamin), makanan harus baik dan yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah bahwa makanan harus aman untuk dikonsumsi. Setelah ketiga usur tersebut terpenuhi, maka baru dapat disebut dengan makanan `sehat`. Keamanan pangan sekarang sudah perlu mendapatkan perhatian karena dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempunyai dampak negatif terhadap makanan. Misalnya, penanganan limbah industri, polusi udara, penggunaan antihama, dan pemberian hormon pada peternakan yang tidak terkontrol. Disamping itu, dewasa ini dirasa adanya kecenderungan penggunaan bahan kimia dalam produksi makanan yang semakin luas sehingga risiko kontaminasi oleh bahan-bahan kimia terutama yang bukan diperuntukkan makanan juga dirasa semakin luas. Oleh kaena itu, agar makanan yang kita konsumsi dalam keadaan aman, maka perlu diperhatikan cara-cara pemilihan dan penanganan makanan secara baik.

Mengenal Jenis-Jenis Cacing Tanah Asli Indonesia dan Kemungkinan Pemanfaatannya

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 95-105
Abstraksi Narasi : Cacing tanah merupakan salah satu biota tanah yang dewasa ini banyak memperoleh perhatian dari para ahli di berbagai bidang ilmu, seperti biologi, pertanian, ekologi maupun tanah, karena mempunyai sumbangan yang tidak kecil bagi berlangsungnya kehidupan, baik tumbuh-tumbuhan, hewan maupun manusia. Penelitian-penelitan mengenai cacing tanah di negara-negara kawasan Eropa, Amerika Serikat dan Australia serta di beberapa negara di benua Asia, seperti China. India dan Filipina sudah banyak dilakukan, hal ini dapat diketahui dari publikasi-publikasi ilmiah yag disajikan. Bahkan beberapa jenis cacing tanah yang mempunyai kemampuan istimewa seperti dalam mengelola limbah padat, yang berarti dapat memperbaiki kualitas lingkungan, sudah diketemukan. Di Indonesia, informasi mengenai caacing tanah yang asli, artinya yang hidup diwilayah nusantara ini masih sedikit sekali. Berbagai upaya kiranya perlu dilakukan baik melalui penelitian ilmiah maupun penelusuran pustaka terhadap cacing tanah di negara kita ini agar masyarakat dapat mengetahui dan mengenalnya. Bertitik tolak dari hasil-hasil penelitian yang sangat menarik tentang potensi cacing tanah di negara-negara lain tersebut, maka usaha-usaha untuk mengenal caning tanah asli sebagai tahap awal dalam mencari potensinya serta kemungkinan pemanfaatannya sangat diperlukan.

Desentralisasi Pengembangan Kurikulum: Suatu Mekanisme Administrasi Kurikulum Masa Kini

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 13-23
Abstraksi Narasi : Mengingat bahwa pemerintah Republik Indonesia terdiri atas pemerintah pusat dan pemerintah daerah , maka sistem administasinya pun menyesuaikan sehingga dikenal adanya sistem sentralisasi dan sistem desentralsiasi . Sistem administrasi sentralisasi adalah suatu sistem yang mengacu kepada kewenangan pengadministrasian yang berada di pemerintah daerah. Penerapan kedua sistem administrasi tesebut merupakan suatu siklus dan mekanisme administrasi yang dinamis, Satu dengan yang lainnya berkaitan dan saling menunjang. Dalam kaitannya dengan adminsitrasi program pendidikan (administrasi kurikulum), di Indonesia kedua sistem tersebut telah diterapkan. Penerapannya ditujukan untuk menunjang keterpaduan dan keserasian pelaksanaan pendidikan ataupun kurikulum yang direalisasikan melalui persyaratan mutu dan kewenangan pengelolaannya. Salah satu contoh penerapan sistem adminisrasi secara desentralisasi dalam pengembangan program pendidikan (pengembangan kurikulum) di Sekolah Dasar adalah program "muatan lokal". Dalam pengembangan kurikulum muatan lokal ini kepada pemerintah daerah, Sekolah Dasar setempat dan pihak lain yang terkait diberikan kewenangan untuk mengembangkan program muatan lokal yang dilaksanakan, Keberadaan sistem desentralisasi dalam pengembangan kurikulum pada siklus dan mekanisme administrasi sistem pendidikan nasional Indonesia ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang memiliki modal dasar dan wawasan luas, sebagai bekal dalam pengembangan potensi daerahnya, mewujudkan budaya bangsa, memperkuat kemandirian identitas nasional, meningkatkan mutu kehidupan dan lingkungannya, serta menumbuhkan kader penerus perjuangan bangsanya dan pembangunan nasional.

Dampak Pembangunan Pariwisata Terhadap Ekonomi, Sosial dan Budaya

Nama Pengarang : Heru Pramono, Subandijah, Yulipriyanto, Marwanti, IGP Suryadarma, Bandiyah, Ischak, Sunar Rochmadi, Setya Hadi, Kastam Syamsi
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 83-93
Abstraksi Narasi : Pariwisata, pada mulanya sebagai aktivitas di kalangan masyarakat tinggi, namun sekarang telah mejadi kebutuhan hampir setiap orang. Pembangunan pariwisata di berbagai negara telah menjadi andalan bagi perolehan devisa. Kecuali perolehan devisa tersebut, ternyata pembangunan pariwisata juga mempunyai dampak ekonomi yang lain, seperti: menciptakan lapangan pekerjaan, sebagai alat pembangunan regional, memungkinkan terjadinya pelipatgandaan (multiplier) pariwisata, meningkatkan pedapatan negara, namun dapat pula menimbulkan kerusakan pada sektor ekonomi lain atau menciptakan persaingan dengannya, dan dapat pula menimbulkan inflasi umum. Pembangunan pariwisata ternyata pula menimbulkan dampak di bidang sosial budaya, seperti: perubahan struktur demografi, perubahan jenis pekerjaan, perubahan nilai-nilai peningkatan perhatian terhadap pelestarian seni-budaya tradisional, penurunan nilai-nilai artistik, dan perubahan konsumsi harian.
← Kembali ke Halaman Utama