Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 33221 dari 34189, Total: 341888 data)

Upaya Meningkatkan Kualitas Sekolah Kejuruan dalam Era Industri

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 1-10
Abstraksi Narasi : Lima indikator permasalahan telah merefleksikan adanya problematika dalam dua sistem yang terkait. Disatu pihak, pendidikan kejuruan telah menghasilkan terlalu banyak lulusan pada setiap tahunnya, dan di lain pihak, masih dirasa adanya kesulitan oleh kalangan industri dalam memperoleh tenaga teknisi sebagai pendukung operasional. Permasalahan tersebut tampak terlalu berat jika diatasi hanya oleh satu pihak, yaitu sekolah-sekolah kejuruan, tanpa adanya campur tangan dan bantuan yang proporsional dari pihak industri. Oleh karena itu, problematika tersebut perlu disadari dan dicarikan jalan pemecahannya yang dapat saling menguntungkan terhadap kepentingan lembaga pendidikan sebagai produsen maupun kepentingan industri sebagai konsumen. Alteratif pemecahan yang ditawarkan dalam hal ini menekankan pada peningkatan keterampilan secara bersama dengan model sabbatical maupun model pasangan industri dan sekolah serta peningkatan kualitas secara terpisah dengan pengembangan keterampilan teknik dasar dan pengembangan keterampilan khusus melalui pusdiklat dan dan on job training sebelum lulusan masuk dunia kerjanya. Diharapkan dengan adanya kesatuan pandang terhadap permasalahan dan fleksibilitas dalam mengambil alternatif pemecahan yang dihadapi, lembaga pendidikan kejuruan dan industri dapat meningkatkan kualitas lulusan sehingga lebih dapat mendukung terciptanya pembangunan nasional bangsa Indonesia.

Stres dan Kerja, Suatu Perspektif Manajerial

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 57-70
Abstraksi Narasi : Telah disadari secara umum bahwa ada keterkaitan antara stres dan pekerjaan. Pimpinan suatu organisasi yang arif tidak akan membiarkan lembaganya tenggelam karena stres yang menimpa anggotanya. stresor yang cukup berat akan mempengaruhi produktivitas kerja dan biaya cukup besar harus dikeluarkan suatu lembaga. Stres dalam kerja dapat muncul karena faktor lingkungan fisik, seperti ruangan yang lembab, ruangan yang gaduh, temperatur yang sangat tinggi, polusi udara ataupun penerangan yang tidak cukup. Stres dapat pula timbul karena faktor kerja itu sendiri, seperti konflik peran, beban kerja yang berlebih, tanggung jawab yang berat, perubahan dan "time presure". Faktor kelompok dapat pula menimbulkan stres, seperti tidak adaya kekompakkan kerja, tidak adanya dukungan dari kelompok dan prilaku pimpinan yang terlalu menekan. Disamping faktor-faktor tersebut, faktor organisasi sendiri, dan faktor karier dapat pula mendukung timbulnya stress dalam kerja. Walaupun secara tidak langsung faktor keluarga dan keuangan dapat pula menyebabkan timbulnya stres dalam kerja. Faktor-faktor tersebut tidak dengan sendirinya akan selalu menimbulkan stres. Munculnya stres, berat ringannya stres menimpa seseorang sangat dipengaruhi karakteristik dari orang yang bersangkutan. ada tipe orang yang tidak mudah terkena stres, namun ada pula orang tipe tertentu yang berisiko tinggi untuk terkena stres. Stres tidak selalu berpean negatif dalam hubungannya dengan hasil kerja seseorang. Sampai titik tertentu stres berperan positif dalam mendorong orang untuk lebih berhati-hati dalam bekerja sehingga produktivitas akan naik. Namun, diatas titik optimum stres akan berperan sebagai pengganggu karena dapat menimbulkan gangguan fisik dan mental yang kadang-kadang cukup fatal kalau tidak segera ditanggulangi.

Permasalahan Tenaga Listrik di Indonesia

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 89-101
Abstraksi Narasi : Laju perkembangan di Indonesia dalam memasuki era tinggal landas menuntut tersedianya catu daya listrik dalam jumlah dan mutu yang memadai. Di lain pihak, untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik yang makin meningkat tersebut masih diperlukan minyak bumi dan batu bara dalam jumlah yang cukup besar sebagai energi penggerak pada pembangkit tenaga listrik. Untuk mengurangi peranan minyak bumi dan batu bara yang cadangannya makin menipis ini, maka tersedianya sumber tenaga air (hydropower) yang sangat potensial, terutama yang ada di luar pulau Jawa hendaknya perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin sebagai pusat pembangkit tenaga listrik tenaga air berskala besar. Disamping itu, agar tenaga listrik dari pusat-pusat pembangkit dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh konsumen di seluruh wilayah Indoensia, maka sistem interkoneksi kelistrikan yang selama ini hanya ada di pulau Jawa perlu diperluas lagi cakupannya menjadi sistem interkoneksi kelistrikan se-Indonesia. Dengan demikian, akan dapat dihasilkan suatu sistem catu daya listrik terintegrasi dengan jumlah dan mutu yang memadai serta harga yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat tanpa menghabiskan minyak bumi dan batu bara.

Perkembangan Pemikiran Ekonomi pada Abad Pertengahan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 43-56
Abstraksi Narasi : Perekonomian saat ini kompleks, bahkan transaksi ekonomi pada saat ini bisa tercapai secara multirateral. Pemikiran-pemikiran ekonomi yang sangat modern pada era globalisasi ini tidak terlahir begitu saja. Sebaliknya pemikiran ekonomi yang kemudian berkembang menjadi berbagai cabang ilmu ekonomi berawal dari pemikiran yang sangat sederhana, dan tidak bersifat sebagai ilmu. Pada abad pertengahan, pemikiran ekonomi lebih menitikberatkan pada nilai-nilai etik dan moral. Sehingga, pemikiran ekonomi yang muncul saat itu memang mengundang berbagai masalah jika kita lihat dengan kriteria saat ini. Meskipun demikian, lambat laun pemikiran ekonomi yang hanya mendasarkan pada etik dan moral justru ditinggalkan orang. Pemikiran yang semakin menjauhi kriteria etik dan moral ini pada akhirnya merupakan prakondisi bagi munculnya pemikiran ekonomi yang bersifat ilmu pengetahuan yang dipelopori oleh aliran ekonomi Markantilis.

Peranan Logika dalam Pengajaran Matematika

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 81-88
Abstraksi Narasi : Dalam mengajar matematika pada umumya guru memulai dengan cara menanamkan konsep matematika melalui suatu definisi, yang diikuti dengan contoh-contoh, kemudian sifat-sifat dan seterusnya. Proses yang monoton ini tentu saja dapat membosankan guru maupun siswa. Disamping itu, konsep yang tertanam hanya dengan memberikan contoh-contoh saja sangatlah mudah dilupakan oleh siswa. Artinya, konsep tidak tertanam dengan baik. Untuk menanamkan konsep matematika dengan baik dan benar diperlukan suatu teknik pengajaran konsep matematika tertentu. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sumbangan suatu alternatif pengembangan pengajaran konsep matematika dengan memanfaatkan logika matematika.

Penggunaan Bahan Pembantu Pemercepat Pengerasan dalam Campuran Beton

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 103-116
Abstraksi Narasi : Dalam konstruksi beton ada salah satu ketentuan tenis, yaitu bahwa acuan atau cetakan beton (bekisting) baru boleh dibongkar apabila bagian konstruksi tersebut dengan sistem acuan atau cetakan yang masih ada telah mencapai kekuatan yang cukup untuk memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan yang bekerja adanya (PBI, 1971;54). Untuk mencapai kekuatan penuh, beton perlu waktu pengerasan selama kurang ebih 28 hari. Akan tetapi, sejalan dengan kemajuan teknologi, batasan umur pengerasan tersebut dapat diperpendek (menjadi sekitar 7-10 hari) dengan cara menambahkan bahan kimia pembantu ke dalam campuran beton yang berfungsi utnuk mempercepat proses engikatan dan pengerasan beton (Set-Accelerating Admixture). Di negara-negara yang sudah maju, pemakaia bahan pembantu atau admixture ini sudah dianggap sebagai suatu keharusan dalam campuran beton. Sementara itu, di Indonesia bahan kimia pembantu (admixture) tersebut untuk saat ini masih belum banyak dikenal sehingga presentase pemakaiannya pada campuran beton struktur masih sangat rendah (kurang lebih 10%). REndahnya presentase pemakaian bahan tersebut kemungkinan besar juga diakibatkan oleh adaya anggapan bahwa bahan tersebut aka dpat menimbulkanpengaruh sampingan pada beton. Namun demikian pendapat ini akan segera pudar manakala kita sudah mengetahui manfaat admixture tersebut. Bahan kimia pembantu (admixture) ini terbukti telah banyak bermanfaat dalam memcahkan persoalan-persoalan dan kekurangan-kekurangan yang dijumpai dalam usaha untuk mencapai mutu beton yang sebaik-baiknya.

Pedekatan Komunikatif dalam Pengajaran Bahasa Indonesia

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 71-80
Abstraksi Narasi : Dewasa ini pengajaran bahasa Indonesia (BI) masih menunjukkan kesenjangan antara tujuan pengajaran dengan bahan yang disajikan dan cara mengajarkannya. Dalam kurikulum yang disempurnakan ditawarkan satu alternatif model pegajaran bahasa yang menitikberatkan pada kecakapan penguasaan bahasa secara fungsional dan komunikatif. Model pengajaran yang demikian itu dinamakan pendekatan komunikatif. Pendekatan komunikatif yang sering didengungkan-dengungkan oleh pakar pendidikan bahasa belum sepenuhnya terealisasikan dalam pengajaran di sekolah-sekolah. Hal ini terjadi karena pengajaran BI belum berorientasikan pada kebutuhan siswa. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai sarana komunikasi sesuai dengan kedudukannya. Karena itu, pengajarannya diorientasikan pada siswa (student oriented) agar siswa mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia. Tujuan pengajaran BI sebenarnya tidak muluk-muluk sebab pada dasarnya siswa telah memiliki perbendaharaan bahasa. Tugas pengajaran BI adalah mengambangkan potensial siswa agar mampu berbahasa Indonesia.

Nilai-nilai Keagamaan dalam Pengembangan Kreativitas Anak Suatu Tantangan Bagi Kehidupan Modern

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 11-30
Abstraksi Narasi : Dalam kehidupan modern di mana perubahan berjalan sangat cepat maka setiap warga negara lebih dituntut untuk dapat mengikuti perubahan tersebut. Pemikiran lama, cara bertindak, atau sikap lama mungkin tidak sesuai lagi dengan tuntutan dan perkembangan baru. dapat dikatakan dalam kehidupan dimana perkembangan berjalan lebih cepat maka terdapat tuntutan bagi setiap warga negara, orang dewasa , pemuda, dan juga anak-anak untuk memiliki kemampuan berpikir, sikap dan bertindak secara kreatif. Upaya pengembangan kreativitas sangat diperlukan baik melalui kegiatan pendidikan maupun belajar. Terdapat ciri-ciri kreativitas yang harus dipahami oleh setiap pendidik agar dapat melaksanakan tugas secara baik untuk mengembangkan kemampuan kreativitasnya secara baik maka akan mendorong pengembangan kepribadian yang kreatif. Kepribadian kreatif merupakan faktor penting bagi perkembangan kehidupan anak dan bagi keberhasilannya untuk menghadap permasalahan atau tantangan kehidupan. Setiap anak pada dasarnya memiliki kemampuan kreatif. Faktor pendidikan dan belajar adalah memiliki peranan bagi pengembangan kemampuan kreatif anak. NIlai-nilai keagamaan yang menjadi bagian kehidupan masyarakat kita yang memiliki pandangan hidup Pancasila perlu dipahami sumbangannya bagi pengembangan kreatifitas anak. Diharapkan dengan pemahaman tersebut maka dapat dikembangkan penanaman nilai-nilai keagamaan yang dapat mendukung pengembangan kemampuan kreatif anak. Orang yang kreatif diharapkan tidak tercerabut dari nilai-nilai spiritualitas masyarakatnya.

Membaca Pemahaman di SD dalam Menyongsong Era Industrialisasi

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 141-152
Abstraksi Narasi : Pada era indusrialisasi yang mulai tumbuh di Indonesia saat ini, semakin dirasakan adanya kesenjangan antara output pendidikan formal dengan kebutuhan pasar lapangan kerja. Maka tumbuhlah berbagai jenis kursus dan lembaga pendidikan swasta yang langsung berorientasi kepada kebutuhan lapangan kerja. Untuk mengantisipasinya, dimulai sejak pendidikan di SD antara lain melalui membaca pemahaman. Ketrampilan di membaca sangat penting untuk mengkaji ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang lebih maju ketimbang sistem pendidikan. Situasi dan kondisi membaca pemahaman di SD belum sesuai dengan tuntutan perkembangan industrialisasi. Pemilihan bahan bacaan, pengajaran dan evaluasinya tidak mendorong siswa untuk berpikir analitis, sintetis, imajiatif, kreatif dan inovatif. Membaca pemahaman di SD, seharusnya diselaraskan dengan era industrialisasi yang akan tumbuh di Indonesia. Pemulihan bahan pelajaran ditekankan pada bacaan-bacaan yang yang berkaitan dengan kebtuhan indutri. Pengajaran seharusnya mengacu konsep CBSA. Siswa benar-benar aktif mentalnya, bukan hanya fisiknya. Evaluasinya, diusahakan menjangkau ketiga ranah, yaitu :kognitif, efektif, dan psikomotor.

Memacu Prestasi Olahraga dengan Obat

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 129-140
Abstraksi Narasi : Pemanfaatan obat-obatan merupakan salah satu cara memacu prestasi olahraga yang telah lama dipergunakan manusia. Sejarah menunjukkan bahwa manusia telah mempergunakan cara ini sejak 300 tahun sebelum Masehi. Memacu prestasi olahraga dengan obat-obatan dan bahan tertentu lainnya dikenal dengan sebutan doping. Obat-obatan yang sering disalah gunakan oleh atlet untuk memacu prestasi dan termasuk dalam daftar doping yang dilarang IOC adalah: (1) obat stimulan psikomotor, (2) miscellaneous central nervous system stimulant, (3) sympathomimetic amines, (4) narkotik analgesik, (5) anabolik steroid, (6) beta-blocker, (7) diurettika. Doping dilarang IOC karena berbahaya bagi kesehatan, efeknya terhadap prestasi tidak menentu, masih diragukan, serta bertentangan dengan etik, moral dan semangat olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas. Walaupun doping dilarang, tetapi masih banyak atlet yang nekad melakukannya, maka IOC terus berupaya memerangi doping.
← Kembali ke Halaman Utama