Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 33223 dari 34189, Total: 341888 data)

Modifikasi dan Implementasi Relai Elektronik Tegangan Lebih dan Tegangan Kurang untuk Jaringan Listrik Satu Fasa

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 47-59
Abstraksi Narasi : Tujuan penggunaan relai elektronik tegangan lebih dan tegangan kurang untuk jaringan listrik atau fasa ke pemakai (beban) secara otomatis untuk melindunginya dari kemungkinan kerusakan jika oleh suatu sebab, tegangan jaringan listrik naik melebihi batas normalnya atau turun melampaui ambang batas minimum yang telah ditentukan. Beban yang dilindungi dapat berupa: televisi, video, perangkat tata suara, komputer dan peralatan listrik atau elektronik lainnya. Modifikasi dan implementasi dimaksudkan sebagai pengembangan dan pelaksanaan dalam bentuk rangkaian nyata berdasar gambar diagram blok dari TS Madava Rao, profesor teknik listrik berkebangsaan India. Gambar blok diagram Rao untuk tegangan lebih dan tegangan kurang yang menggunakan dua saklar pemutus maknetik pada keluarannya, oleh penulis dikembangkan dan diwujudkan menjadi hanya menggunakan satu saklar pemutus maknetik saja, dilengkapi dengan indikator audio visual. Indikator audio berupa sitsem alarm yang akan berbunyi jika tegangan jaringan telah naik atau turun melebihi batas yang telah ditentukan bersamaan dengan memutusnya kontraktor-indikator visual berupa tiga buah diode pancar cahaya yang masing-masing menunjukkan apakah tegangan jaringan sedang dalam batas normal, melebihi atau kurang dari harga pengaturan yang telah ditetapkan. Uji laboratorium terhadap rangkaian menunjukkan kinerja yang memuaskan dalam arti mampu bekerja memutus jaringan ke beban sesuai dengan rancangan pada pengaturan 140 volt dan 260 volt. Pada tegangan jaringan 380 volt alat masih bekerja 440 volt sekering pemutus bekerja memutus satu daya ke rangkaian sehingga relai elektronik sepenuhnya terbebas dari jaringan.

Menciptakan Teknologi yang Manusiawi di masa Mendatang

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 21-32
Abstraksi Narasi : Manusia dalam kehidupannya tidak dapat melepaskan diri dari teknologi, baik yang sederhana maupun teknologi yang mutakhir. Teknologi mempunyai perngertian yang sangat luas, yaitu semua pengetrapan secara teoretis dan metodis dari ilmu pengetahuan sehingga teknologi berkembang seirama dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada era moderenisasi ini, teknologi memberikan sumbangan yang begitu besar. Bayak pekerjaan sulit dan rumit dapat diselesaikan dengan bantuan teknologi. Namun, bayak pula akibat buruk yang diperoleh karena teknologi. Lingkungan hidup manusia rusak bahkan hubungan antar manusia rusak, kualitas moral manusia menurun akibat teknologi. Oleh karena itu, perlu diciptakan teknologi yang manusiawi, yaitu teknologi yang mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia. Teknologi yang dapat dipertanggung jawabkan secara moral dan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan pada umunya dan pendidikan moral pada khususnya memberikan sumbangan yang besar terhadap terciptanya hal tersebut. Jalur-jalur yang dipergunakan untuk pendidikan moral tersebut adalah jalur formal, informal dan nonformal. Selain itu juga dengan diciptakannya mekanisme dan struktur-struuktur hidup yang memungkinkan pencapaian nilai moral secara bersama tanpa diliputi ketegangan dalam mengupayakan kesadaran dari dalam peserta didik.

Keterlibatan Pendidkan dalam Kancah Pendewasaan Implementasi Demokrasi di Indonesia

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 137-147
Abstraksi Narasi : Implementasi demokrasi dalam kehidupan politik kenegaraan menuntut taraf kecerdasan tertentu, tidak saja bagi para pemimpin, tetapi bagi seluruh rakyat karena mekanisme demokrasi hanya akan berjalan sehat jika semua rakyat memiliki kesadaran dan pengertian akan hak, kewajiban dan tanggung jawbnya sebagai warga negara. Keadaan semacam ini mau tidak mau menuntut pendidikan untuk berperan serta di dalamnya. Bagi bangsa Indonesia pendidikan politik sudah menjadi keputusan politik. Oleh karena itu,, pendidikan politik harus dilaksanakan. Meskipun belum mempergunakan istilah pendidikan politik secara eksplisist, pendidikan formal telah melaksanakan pendidikan politik dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, baik secara monolitik maupun secara integratif. Pendidikan politik juga dilakukan melalui pendidikan nonformal, melalui organisasi kemasyarakan khususnya organisasi kepemudaan. Disampaing kedua jalur pendidikan tersebut, pendidikan politik juga berlangsung melalui pendidikan masyarakat, dalam hal ini media massa, pengalaman langsung serta sosialisasi politik dalam pergaulan sangat besar peranannya. Ada korelasi positif antara pemilihan umum dengan pendidikan politik. Disatu pihak, pemilihan umum dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan politik, dilain pihak pendidikan politik akan memberikan arti terhadap pemilihan umum. Melalui pendidikan politik yang berhasil, pemilihan umum akan lebih berfungsi dalam kehidupan demokrasi dan kehidupan kenegaraan pada umumnya.

Keahlian Tenaga Kerja yang Dibutuhkan Industri Permesinan dan Aspek-aspek Kependidikannya

Nama Pengarang : Purwoko, Bambang Setyo Hari, Kus Eddy Sartono, L. Andriani Purwastuti, Y. Nurasih, Sunomo, Muhammad Mukti, Suwarno, Karim Th, Moh. Amien, Pangesti Wiedarti, S. Bayu Wahyono, Haryadi, Cornelia Budimarwanti
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 83-101
Abstraksi Narasi : Persaingan pemasaran produk yang ketat dalam industri permesinan telah mendorong teknologi manufacturing yang digunakan berkembang demikian pesat. Akibatnya, pergantian sistem dan perangkat manufacturing untuk tujuan perbaikan dan penyempurnaan, berlangsung dalam suatu periode waktu yang sangat singkat. Sasaran akhir yang dituju adalah pemakaian suatu sistem dan perangkat manufacturing yang mampu meningkatkan produktivitas yang otomatisasi yang terpadu diberbagai bidang produksi sehingga mampu menghasilkan produk dengan biaya yang tetap murah dan cepat. Pada saat ini telah banyak indutri permesinan menggunakan sistem dan perangkat manufacturing terpadu CADCAM. Pengertian sistem dan perangkat manufacturing ini membawa konsekuensi pada pergeseran keahlian dasar tenaga kerja yang dibutuhkan. Semula keahlian dasar tenaga kerja yang dibutuhkan adalah keahlian dan ketrampilan langsung mengoperasikan mesin. Pada saat ini, yang dibutuhkan selain keahlian langsung, juga keahlian tidak langsung yang mendukung operasional sistem terpadu CADCOM secara optimal, misalnya keahlian membuat program NC, merencana perkakas produksi, merencana alat potong, merencana proses, dan sebagainya. Lembaga pendidikan, khususnya yang menghasilan lulusan untuk bekerja di industri permesinan, harus ditantang untuk membekali lulusannya dengan seperangkat kompetensi, seperti pemrograman NC, merencana perkakas bantu (jug dan Fixture), merencana alat potong, merencana proses, dan sebagainya dengan mengunakan bantuan komputer sehingga mereka mampu menagani sistem maufacturing terpadu CADCAM. Salah satu alternatif yang bisa dtempuh adalah memasukkan sistem terpadu CADCOM ke dalam kurikulum pendidikan.

Sumbangan Kimia Organik dalam Usaha Pelestarian Proses Pewarnaan Pembuatan Batik

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 75-82
Abstraksi Narasi : Kebudayaan batik merupakan kebudayaan asli nenek moyang kita yang telah dikenal sejak lama, yang tidak akan didapati di negara lain. Dengan pesatnya perkembangan pengetahuan dan teknologi diharapkan kebudayaan tersebut justru semakin berkembang, bukan malahan tersisih. Untuk menjaga kelestarian kebudayaan tersebut perlu diperhatikan peningkatan kualitas produknya maupun memperbaiki proses yang melibatkan penggunaan senyawa-senyawa kimia. Dari bahan dasar mori hingga bahan pewarna harus memenuhi syarat-syarat standar menurut syarat kimia maupun fisikanya. Penggunaan zat warna pada proses pembatikan agar dapat berperan sebagaimana mestinya garus diperhatkan komposisi kimia dan perubahan-perubahan yang terjadi sewaktu zat warna tersebut digunakan sehingga tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kehidupan masyarakat.

Setting Politik dalam Cerita Abunawas

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 47-54
Abstraksi Narasi : Cerita abunawas merupakan salah satu cerita jenaka yang bercorak simbolis dan bernada satire. Di dalamnya terdapat pikiran kritis dari sang tokoh (abunawas) untuk mengantasipasi kondisi politik pada zamannya. Gambaran mengenai keadaan politik, pemerintahan, dan kemasyarakatan yang amat bobrok terdapat pada hampir semua cerita. Pada umumnya, cerita menampilkan pejabat yang lalim, aniaya, dan berlaku sewenang-wenang pada rakyatnya. Beberapa cerita menampilan kondisi masyarakat yang kurang beradab, yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dari para pejabat. Setting cerita berada di dalam kerajaan Islam, tetapi kerajaan Islam yang sudah jauh dari cahaya Islam. Hal ini tampak dari sistem pemerintahan dan perilaku pejabat yang hidup bermewah-mewah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, bahkan mirip dengan perilaku pejabat pada kerajaan kuno yang pernah jaya sebelumnya (Romawi dan Yunani). Pesan (message) yang ingin disampaikan oleh pengarang rasanya akan tetap relevan sepanjang zaman sebab kebobrokan sistem politik, pemerintahan, dan kemasyarakatan seperti tergambar dalam cerita itu dapat terjadi kapan dan dimana saja. Setting Politik dalam Cerita Abunawas yang disajikan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai taktik dan strategi pengarang dalam menghadapi politik dan pemerintahan sehingga secara tidak langsung akan memberikan kontribusi terhadap pendidikan politik dinegara kita, khususnya pendidikan demokrasi.

Pherenice dan Belisiche: Wanita-wanita Perkasa dalam Sejarah Pekan Olah Raga Olympiade (Kuno)

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 67-74
Abstraksi Narasi : Baron Pierre de Coubertin telah dikenal sebagai "Bapak Olympiade", yang lahir tanggal 1 Januari 1863 di Paris, Tokoh yang tidak kenal menyerah , berjuang agar Olympiade dapat dilaksanakan lagi pada zaman modern, seperti yang pernah diselenggarakan oleh bangsa Hollos Yunani. Setelah proposal Olympic Games I diajukan pada pertemuan `Athletic Sport` di Paris 1892, dan disusul perjuangannya pada "Athtletic Congress" tahun 1894, serta rangkaian upayanya mencari pendukung, Olympiade (Modern) pertama dapat direalisir pada tahun 1896, di Athena Yunani. Tahun 766 BC, dianggap sebagai saat pertama kali Olympiade Kuno) diselenggarakan, di desa Olympia Yunani dengan hanya satu cabang olahraga yang dilombakan yaitu lari Stadia. Dan Coroebus adalah atlet yang pertama kali tercatat sebagai juara Olympiade, dengan hadiah sebuah mahkota daun olive. Mahadewa Zeus yang bersemayam di puncak gunung Olympus, sebagai penguasa dunia dan sorga dipuja pada Pekan Olahraga ini, Tulisan berikut akan mencoba memperoleh jawaban tentang wanita-wanita pelaku sejarah Pekan OLah raga Olympiade (Kuno). Pertama, siapa wanita yang pertama kali tercatat sebagai juara Olympiade. Juga, peristiwa apa yang melatarbelakangi sehingga kaum hawa diperbolehkan berpartisipasi dalam dalam Pekan Olahraga ini, Serta siapakah wanita yang pertama kali berani melanggar ketentuan Olympiade (Kuno), dengan ikut berpartisipasi.

Perkembangan Teknologi dan Implikasinya pada Bidang Pendidikan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 105-118
Abstraksi Narasi : Perkembangan teknologi secara global telah menunjukkan gejala perkembangan yang pesat. Demikian pula proses alih teknologi yang dilakukan oleh pemerintah telah menghasilkan perkembangan teknologi dan industri dalam negeri yang pesat pula. baik dalam bidang teknologi komunikasi, konstruksi, transportasi maupun produksi manufaktur. Proses alih teknologi yang dilakukan pemerintah yang merupakan proses pembudayaan teknologi dari atas, menyebabkan terjadinya kesenjangan ini disarankan antara kemajuan IPTEK dengan penguasaan IPTEK masyarakat Indonesia. Untuk mengatasi kesenjangan ini disarankan untuk memasukkan program teknologi kedalam kurikulum sekolah-sekolah SD, SMP, dan SMA. Program teknologi ini harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak didik pada setiap jenjang. Sehingga struktur program dapat disusun sebagai berikut, yaitu, program sadar teknologi untuk SD; program orientasi teknologi untuk SMP; dan program persiapan teknologi untuk SMA.

Pentingnya Mengenal VArian Bahasa Inggris Bagi Calon Guru

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 35-46
Abstraksi Narasi : Bahasa Inggris adalah bahasa yang bepenutur asli beratus-ratus juta penduduk dunia yang terdiri dari bangsa-bangsa Amerika, Australia, Selandia Baru, Kanada dan tentu saja bangsa Inggris sendiri. Kenyataan ini memungkinkan timbulnya beberapa varian atau ragam bahasa Inggris antara lain timbulnya British English dan American English. Dalam dunia pendidikan bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia, kedua varian itu belum mendapat perhatian. Kenyataan lembaga mengajarkan bahasa Inggris tanpa mengkhususkan pilihan varian bahasa Inggris tertentu. Pada dasarnya, ketentuan resmi tentang hal ini memang belum ada. Meskipun demikian, adanya varian British English dan American British dapat membawa keraguan guru dalam menghadapi kelainan ucapan, ejaan, kosakata, atau tata bahasanya. Inilah salah satu pertimbangan perlunya mengenal varian bahasa Inggris bagi guru dan mahasiswa calon guru bahasa Inggris, terutama bila pengaruh Amerika semakin terasa.

Pengkajian Naskah Lama Indonesia

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 55-64
Abstraksi Narasi : Peninggalan suatu kebudayaan berupa naskah memang termasuk dokumen bangsa yang paling menarik bagi para pengkaji kebudayaan lama. Disamping itu juga ada peninggalan yang berbentuk puing bangunan besar, seperti candi, istana raja, pemandian suci, dan sebagainya yang mungkin dapat memberi kesan lebih semarak mengenai keagungan kebudayaan lama. Namun peninggalan berbentuk puing bangunan besar itu belum akan sanggup memberi gambaran yang mencukupi mengenai pikiran dan perasaan orang pada zaman lampau . Hal itu berbeda dengan naskah yang memuat gambaran lebih jelas mengenai alam pikiranm pikiran ,adat istiadat, kepercayaan dan sistem nilai orang pada zaman lampau. Gambaran mengenai alam pikiran dan perasaan orang pada zaman lampau itu dapat diungkap dan dinikmati bila sudah dibaca. Untuk membaca naskah perlu pengetahuan khususnya tentang filologi, yaitu ilmu yang menyelidiki kebudayaan berdasarkan bahasa dan kesusastraannya. Pengkajian naskah lama Indonesia beradasar pada bidang filologi meliputi beberapa kebahasaan, yaitu Inventarisasi naskah, tulisan naskah, transliterasisasi, metode suntingan naskah, perbandingan naskah,pembahasaan, dan terjemahan. Disamping itu kecermatan, ketekunan, dan kerajinan pengkaji tak kalah pula pentingnya untuk pengkajian naskah lama Indonesia. Demikianlah, naskah dapat dinikmati dan disebarluaskan bila sudah dibaca dan ditransliterasikan atau dialihhurufkan.
← Kembali ke Halaman Utama