| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 12-22 |
| Abstraksi Narasi | : | Pengukuran dan penilaian merupakan dua kegiatan yang selalu ada dalam kegiatan pendidikan dan merupakan salah satu cara mengevaluasi efektivitas proses belajar mengajar. Berdasarkan kenyataan yang ada, setelah diamati sana sini ada beberapa hal yang perlu di pertanyakan. Permasalahan tersebut mencakup antara lain: distributor sekor hasil belajar, vailiditas pengukuran, skala penilaian, dan lain-lain faktor yang terkait ketiga masalah tersebut. Dalam artikel ini ketiga permasalahan tersebut dibahas dan dikaitkan dengan tujuan pendidikan nasional pada umumnya, teori dan prinsip dasar pengukuran, teori dan prinsip dasar penilaian hasil belajar. Sebagai jalan keluar terhadap pemecahannya, disarankan agar mengacu kepada konsep-konsep dasar statistika. Dalam hal ini ada lima saran yang diajukan yang meliputi: validitas pengukuran, cara pencatatan sekor hasil belajar, cara melaporkan sekor hasil belajar, cara membuat konversi nilai hasil belajar, dan cara menentukan efektivitas pendidikan berdasarkan distribusi sekor hasil belajar. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 57-66 |
| Abstraksi Narasi | : | Kondisi tidak berfungsinya organ pendengaran secara normal pada anak tunarungu, menyebabkan kurang atau tidak mampu mengadakan komunikasi dengan sesama dan atau dengan lingkungannya. Dalam kondisi yang semacam itu, berbagai upaya dilakukan dalam rangka mengantarkan anak-anank tunarungu menuju ke arah kehidupan yang wajar. Upaya untuk memenuhi tututan itu adalah pengembangan komunikasi Total. Dengan pendekatan ini diharapkan anak tunarungu dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin dalam berkomunikasi. Komunikasi total melibatkan berbagai spektrum berbahasa yang meliputi; gerak-gerik (gestures0, bahasa isyarat (sign language0, berbicara, membaca ujaran, membaca, menulis serta pemanfaatan sisa pendengaran. |
| Nama Pengarang | : | Irianto, Djoko Pekik, Suparno, Suharto, G., Tjiptosoeroso, Parjodno, Pranowo, Moh. Amien |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 23-36 |
| Abstraksi Narasi | : | Badan yang sehat adalah hasil interaksi kompleks dari banyak faktor yang mempengaruhi kondisi tubuh manusia, baik langsung maupun tidak langsung. Faktor-faktor tersebutu antara lain: kondisi sosial ekonomi, kondisi lingkungan hidup (ekologi), keteraturan berolahraga serta makanan berimbang. Aktivitas olahraga bukan semata-mata bertujuan untuk memperoleh kesehatan, akan tetapi mempunyai tujuan mencapai prestasi maksimal. Gizi dapat mempengaruhi pertumbuhan badan, stamina fisik, kapasitas kerja, stabilitas emosional serta kewaspadaan mental. Gizi dan aktivitas fisik saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Tulisan ini berusaha memperkirakan nilai gizi dalam penyediaan energi yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari dan olahraga. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 52-64 |
| Abstraksi Narasi | : | Akhir-akhir ini Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) memperoleh sorotan dan kritik yang tajam dari berbagai fihak. Berbagai sorotan dan kritik tersebut pada hakekatnya bernada "menggugat" dan sekaligus mempertanyakan relevansi dan eksistensi LPTK sebagai pemasok guru untuk tingkat pendidikan menengah. Dari segi relevansi, banyak fihak yang menyangsikan kualitas lulusan LPTK. Sedangkan dari segi eksistensinya ada yang mempertanyakan dan meragukan efisiensi manajerialnya. Untuk memepertahankan tingkat efisiensi yang tinggi dilihat dari persoalan eksistensi dan manajerial, LPTK perlu menelaah kembali tujuan institusinya, mengoptimalisasikan kerja fungsional semua komponen organisasi internalnya dan meningkatkan kemampuan adaptabilitas yang tinggi terhadap lingkunganya. Masalah kualitas dan arelevansi lulusannya bisa ditingkatkan dengan melalui kebijaksanaan seleksi dan proses belajar mengajar. Seleksi calon mahasiswa yang mendasarkan diri pada quota daya tampung sudah saatnya untuk ditinggalkan. Seleksi harus dilkukan dengan menggunakan nilai kelulusan berdasakan pada kriteria ideal tertentu. Dari segi proses belajar mengajar, semua fihak yag terlibat dalam proses ini harus mampu memahami persoalan fundamental bagi proses tersebut agar tujuan proses belajar mengajar bisa tercapai secara optimal. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 65-71 |
| Abstraksi Narasi | : | Persoalan kehidupan yang semakin kompleks menuntut persyaratan kualitas manusia yang adaptif untuk situasi itu. Hal ini memberi konsekuensi pembinaannya dalam pendidikan yang secara linier menuntut peningkatan profesionalisme para guru yang tidak hanya mampu mengajar tetapi sekaligus juga mampu mendidik. Beberapa wawasan dasar disumbangkan melalui tulisan ini untuk upaya pemecahan masalahnya. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 23-33 |
| Abstraksi Narasi | : | Selama ini LPTK terlalu memusatkan antisipasinya pada satu ekstenal yang dianggap mempengaruhinya yaitu SD & SMTP/A. Padahal mereka itu sesungguhnya juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang lain. Jika LPTK mampu mengantisipasi secara langsung faktor-faktor eksternal selain SD & SMTP/A, maka tindakannya tidak selalu bersifat reaktif, tetapi bisa bersifat proaktif. Banyak faktor eksternal yang akan mempengaruhi LPTK dalam Repelita V, empat diantaranya adalah pengangguran, perubahan IPTEK, pergeseran struktur ekonomi, dan pembaharuan sistem pendidikan nasional. Agar LPTK mampu mengakomodasi faktor-faktor eksternal tersebut, maka diperlukan berbagai penyesuaian program dan strategi yang proaktf sedini mungkin. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 34-51 |
| Abstraksi Narasi | : | Pendidikan bahasa Inggris sampai hari ini masih sering dikatakan berhasil. Upaya perbaikan telah dilakukan antara lain dengan perubahan metode yang diterapkan. Akan tetapi rupanya pergantian metode saja belum menjamin adanya perbaikan hasil. Masih perlu dikaji apakah metode-metode yang pernah diterapkan dalam pendidikan bahasa Inggris, baik yang diganti maupun yang mengganti, sudah relevan dengan kebutuhan yang benar-benar dirasakan di Indonesia. Selain itu, apakah metode yang pernah atau sedang diberlakukannya juga sudah relevan dengan situasi linguistik atau kondisi kebahasaan dala lingkungan masyarakat Indonesia secara nasional. Metode-metode yang tidak mampu memberi jawaban positif pertanyaan ini, cenderung kurang membawa manfaat bagi Indonesia yang multilingual ini, Oleh sebab itu, perlu dicari metode alternatif yang memiliki relevansi cukup dengan kebutuhan bangsa dan situasi linguistik negara Indonesia. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 5-12 |
| Abstraksi Narasi | : | - |
| Nama Pengarang | : | SB. Wahyono, Muhadjir, Noeng, M. Subiyati, Slamet PH, Djohar, Suyanto |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 13-22 |
| Abstraksi Narasi | : | Bangsa Indonesia telah memasuki Pelita V. Seperti ditegaskan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1988 yang merupakan Pedoman kerja lima tahun mendatang, bangsa Indonesia harus mempunyai kepribadian kreatif dan inovatif. Ciri kreatif dan inovatif itu penting bagi manusia Indonesia demi menantang masa depan yang penuh persaingan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Ciri itu pula yang diharapkan mewarnai aktivitas pendidikan dan kegiatan belajar mengajar. Dalam pada itu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mempunyai peran strategis dalam mencetak tenaga guru untuk membentuk manusia Indonesia yang berkepribadian kreatif dan inovatif. Selain berfungsi mendidik, guru dengan demikian juga diharapkan mampu mengantisipasi kecenderungan mondial yang akan terjadi di masa depan. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 34-40 |
| Abstraksi Narasi | : | Terbatasnya waktu yang ada dalam Kurikulum dan banyaknya ketrampilan pendidikan gerak renang yang harus dikuasai, memerlukan urutan yang dianggap paling efisien untuk menguasai ketrampilan tersebut. Adapaun urutan Gaya Rimau (The Front Crawl Stroke), Gaya Punggung (The Back Crawl Stroke), Gaya Dolphin (The Dolphin Kick) dan Gaya Dada (The Breast Stroke), dipandang mempunyai transfer yang paling tinggi diantara urutan lainnya dalam mempelajari ketrampilan pendidikan gerak renang. |