| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 13-21 |
| Abstraksi Narasi | : | - |
| Nama Pengarang | : | I. Waseso, Sunarto H.S, Soehadji, Soebijanto Wirojoedo, Siti Sundari, Suyanto, Sutarno |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 22-41 |
| Abstraksi Narasi | : | - |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 139-146 |
| Abstraksi Narasi | : | Bahan pangan yang layak dkonsumsi mempunyai beberapa kriteria tertentu yang terpenting adalah: bebas dari bahan kimia beracun, bebas dari jasad renik patogen, bebas dari kontaminan, bebas dari pemalsuan, mempunyai nilai gizi tinggi, enak dan menarik serta tersedia dalam jumlah cukup. Kriteria tersebut merupakan kriteria untuk pemenuhan suatu kebutuhan bahan pangan. Pestisida banyak digunakan dibidang pertanian untuk memberantas atau mencegah hama dan penyakit tanaman sertaa hasil panennya, sehingga secara langsung maupun tidak langsung bahan pangan akan terkontaminasi oleh residu pestisida yang ditinggalkannya. Pestisida yang paling banyak digunakan adalah golongan organoklor, organofosfat dan karbamat. Upaya untuk mengurangi residu pestisida dapat dicapai dengan penanganan di lapangan dan pasca panen. Penanganan di lapangan meliputi; pemilihan jenis insektisida, dosis dan penggunaan secara tepat serta pengurangan frekuensi penyemprotan. Sedangkan penangan pansca panen terhadap bahan pangan sebelum dikonsumsi adalah: pencucian dengan air sampai bersih, perendaman dalam air panas dan pemasakan. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 57-66 |
| Abstraksi Narasi | : | Arus globalisasi khususnya ekonomi dan perdagangan yang semakin menguat setelah diberlakukannya liberalisasi dunia tahun 2020, akan mendorong terjadinya kompetisi yang sangat tinggi dalam perekonomian global. Kompetisi ini terjadi terutama dalam hal mutu produk, tingkat efisiensi berproduksi, serta nilai kenyamanannya dalam penggunaan produk tersebut. Karena, kondisi demikian menuntut seperangkat daya dukung yang harus ada, berupa sarana infrastruktur ekonomi politik serta kualitas sumber daya manusia yang baik. Yakni kualitas sumberdaya manusia yang tidak saja meguasai ipteks dan kemampuan profesional di bidangnya, tetapi juga memiliki wawasan dan visi keunggulan. Kebutuhan akan sumber daya manusia dengan segenap kapasitas dan kapabilitas yang dimilikinya, memerlukan suatu formal pendidikan ke arah model pendidikan sekolah yang efektif, lebih jauh lagi sekolah unggul. Keunggulan ini mencakup: (a) Kemampuan unggul para lulusan yang dihasilkan, (b) sistem kelembagaan yang unggul pula, meliputi: struktur organisasi dan manajemen sekolah, iklim kelas dan sekolah, variasi dan keluasaan program pembelajaran, serta (c) peran serta atau dukungan orang tua murid dan masyarakat yang optimal. Dalam rangka untuk menghilangkan kesan elitis sekaligus untuk mereduksi munculnya pemerataan mutu sekolah. Sehingga konsep "unggul" (excellent) akan dimaknakan sebagai keunggulan yang diukur dengan kriteria tertentu, bukan lagi didasarkan atas kelebihannya dibanding sekolah-sekolah lain yang ada. Jadi ukurannya adalah "normatif" bukan lagi "relatif". Kesemuanya ini pada akhirnya secara komulatif akan menghasilkan lulusan yang secara strategis mendukung bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan tahun 2020. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 19-28 |
| Abstraksi Narasi | : | Program tambahan gizi bagi seluruh murid Sekolah Dasar (SD) yang baru saja dicanangkan, merupakan salah satu bukti kepedulian besar Pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia. Banyak cara mencapai tujuan tersebut, antara lain melalui program perbaikan gizi anak sekolah. Selain tujuan utama tersebut, program ini juga diharapkan mempunyai dampak sosial ekonomi, yaitu dapat menghidupkan ekonomi desa. Untuk tu, kemampuan menganalisis kecenderungan masalah gizi, kebutuhan tentang informasi keadaan gizi murid SD, kesiapan tenaga teknis pengelola menu, pengetahuan keamanan makanan, merupakan tantangan substansial. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah tantangan managerial, baik aspek perencanaan, pelaksanaan, pengawasan maupun penilaian. Pemenuhan kebutuhan makanan untuk murid SD yang kurang gizi di pedesaan miskin tentunya berbeda dengan salah-gizi. Produksi dan tenaga kerja pedesaan diharapkan mampu berperan dalam program ini, sehingga memberikan nilai positif bagi perkembangan ekonomi desa. Oleh sebab itu konsep gizi seimbang dan bentuk peyajian makanan tradisional dengan memanfaatkan produk bahan makanan serta pelibatan tenaga lokal sebagai alternatif yang dapat dilakukan, Pengelolaan perlu dikembangkan, agar mendorong peran masyarakat desa termasuk dunia usaha dalam pembangunan pendidikan, kesehatan/gizi dan sosial ekonomi. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 129-138 |
| Abstraksi Narasi | : | Perubahan IKIP menjadi universitas selain akan meningkatkan mutu juga akan melahirkan struktur kelembagaan yang baru, satu diantara kelembagaan yang baru tersebut yaitu Fakultas Ilmu Olahraga. Keberadaan Fakultas llmu Olahraga merupakan spesifikasi dalam universitas yang akan datang, karena akan menjadi sentral pengembangan ilmu olahraga. Kondisi ini merupakan peluang dan sekaligus tantangan. Tuntutan akan prestasi olahraga terasa semakin kuat terutama dikaitkan dengan kemandegan prestasi olahraga bangsa kita dipercaturan olahraga internasional. Peningkatan mutu pendidikan tinggi keolahragaan merupakan salah satu aternatif untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya di bidang olahraga. Pemahaman tentang mutu tidak bisa terlepas dari unsur-unsur yang berperan dalam mendukung proses belajar mengajar. Juga memenuhi tiga indikator lain yaitu: (1) cakupan dan isi ilmu keolahragaan yang dikembangkan seiring dengan perkembangan jaman, (2) penelitian, pegembangan dan evaluasi, dan (3) berakreditasi setara dengan pendidikan tinggi llmu keolahragaan. Kehadiran pendidikan tinggi ilmu keolahragaan akan lebih berperan nyata dalam melaksanakan fungsi pengetahuan sumber daya manusia dengan standarkualitas dan komposisi yang sejalan dengan kebutuhan pembangunan bidang olahraga, karena desain dan paradigmanya lebih berorientasi pada upaya pengembangan ilmu dan teknoogi olahraga yang memang menjadi tuntutan dewasa ini. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 47-55 |
| Abstraksi Narasi | : | Pendidikan jasmani merupakan bagian dari bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan yang diajarkan dari siswa SD sampai SLTA. Materi bahasanya meliputi kesegaran jasmani, pengetahuan dan keterampilan olahraga, serta sikap dan perilaku hidup yang sehat. Memperhatikan materi bahasannya pendidikan jasmani dimungkinkan untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga. Walaupun demikian, melihat kondisi nyata di lapangan, sungguh sulit uhtuk mewujudkan harapan tersebut. Ada beberapa upaya agar penjas bisa berfungsi untuk menunjang prestasi olahraga. Upaya dimaksud adalah menyiapkan kurikulum yang selaras dengan harapan tersebut tanpa harus mengorbankan kepentingan peserta didik, menata sumber daya sekolah yang berkaitan langsung dengan penjas, meningkatkan kualitas proses belajar mengajar penjas. Upaya-upaya yang harus dilakukan di atas akan mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan jasmani, sehinga penjas bisa menunjang peningkatan prestasi di Indonesia. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 147-158 |
| Abstraksi Narasi | : | Didalam industri manufaktur dewasa ini, terutama terhadap peningkatan mutu hasil pengukuran komponen yang diproduksi semakin terasa. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan penggunaan mesin-mesin produksi jenis NC/CNC dengan suatu kepresisian yang tinggi dan kompleksitas komponen yang diproduksi. Suatu mesin ukur kordinat (Coordinate Measuring Machine- CMM) terdiri dari seperangkat alat ukur yang dikontrol oleh suatu perangkat lunak (software) di dalam komputer sebagai data prosesornya. Teknologi CMM tidak hanya mampu melakukan pengukuran tiga dimensi terhadap komponen yang sulit diukur dengan cara konvensional tetapi juga meyediakan informasi secara visual pada screen maupun yang tercetak pada printernya. Kenyataan tersebut menjadikan CMM sebagai nominasi atau unggulan di antara jenis peralatan ukur kontol kualitas yang mampu meningkatkan mutu dan produktivitasnya, Disamping itu, hubungan CMM dengan suatu sisten CAD (Computer Aided Design) secara praktis dapat berfungsi sebagai sarana disain dan operasi kontrol kualitas di dalam suatu sistem CIM (Computer Integrated Manufacturing). |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 9-18 |
| Abstraksi Narasi | : | Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat membawa perubahan pola resiko dalam kehidupan manusia. Hal ini perlu diimbangi perubahan sikap mental dan perilaku para pengguna jasa. Ketidaksesuaian antara keduanya akan berakibat buruk bagi manusia. Timbulnya kecelakaan dalam berbagai bidang kehidupan manusia merupakan salah satu akibatnya. Kecelakaan senantiasa membawa penderitaan dan kerugian bagi korbannya, Hasil yang telah dicapai bertahun-tahun dan segala potensi yang ada musnah. Hidup menjadi tidak produktif. Kecelakaan bukan hal yang tidak mungkin dicegah. karena ia tidak terjadi begitu saja, tetapi ada penyebabnya. Ada beberapa teori penyebab terjadinya kecelakaan, yaitu :(1) patologi sosial, (2) accident proneness, (3) model ekologi, dan (4) model keyakinan kesehatan dan pencegahan kecelakaan. Penyebab utama terjadinya kecelakaan itu manusia, maka harus "digarap" terlebih dahulu. Pendidikan tepat untuk menanamkan sikap hidup selamat. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 179-186 |
| Abstraksi Narasi | : | Hipertensi merupakan salah satu faktor yang sangat penting terhadap timbulnya penyakit kardiovaskuler . Tingginya tekanan darah seseorang ditentukan oleh stroke volume dan tahanan perifer. Penurunan tekanan darah bagi penderita hiperensi (HT) harus benar-benar memperhatikan keadaan penderita, penurunan tekanan darah (TD) yang terlalu drastis dapat menimbulkan insufisiensi koroner atau cerebrovaskuler yang akan berakibat fatal terutama bagi penderita yang mengalami kelainan pembuluh darah cerebral atau koroner. Akibat langsung dari HT adalah kerusakan terget organs yaitu jantung, ginjal, mata, otak, dan pembuluh darah, selain juga merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. |