Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 33233 dari 34189, Total: 341888 data)

Pendidikan Jasmani Untuk Semua

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 127-133
Abstraksi Narasi : Telah terjadi salah pengertian dan pelaksanaan dalam usaha pendidikan dengan wahana pendidikan jasmani. Salah pengertian itu terdapat usaha pendidikan jasmani di sekolah diperkirakan hanya untuk meningkatkan ketrampilan berolahraga, dan pendidikan jasmani hanya merupakan usaha pendidikan terbatas dalam lingkungan sekolah. Berdasarkan kepada latar belakang masalah maka diajukan rumusan masalah, apakah pendidikan itu, dan apakah pendidikan jasmani mempunyai peranan dalam pendidikan itu semua? Kesimpulan makalah ini menyatakan bahwa pendidikan jasmani itu pendidikan, yang mampu memberi kesempatan berkembangnya semua aspek pribadi anak, dan pendidikan jasmani itu mempunyai peranan dalam pendidikan untuk semua, sebab pendidikan jasmani dapat dilaksanakan untuk semua tingkat umur.

Modifikasi Kebudayaan Indonesia Dalam Konteks Pendidikan Bagi Semua

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 37-48
Abstraksi Narasi : Bertepatan dengan pernyataan Pendidikan bagi semua, sudah saatnya Indonesia membangun kebudayaan. Nilai-nilai yang kurang relevan dari kebudayaan yang telah berakar begitu kuatnya harus diusahakan dimodifikasi, khususnya yang berkonotasi negatif. Modifikasi ini dapat diimplementasikan pada bidang pendidikan karena pendidikan merupakan proses seumur hidup. Dengan penetrasi nilai-nilai budaya yang dimodifikasi dalam bidang pendidikan dengan sasaran manusia muda Indonesia, diharapkan akan terjadi perubahan sikap mental ke arah yang lebih baik. Pada gilirannya, masyarakat Indonesia diharapkan akan tampil serasi pada awal abad 21 dan saat-saat setelah itu.

Memantapkan Peran Teknologi Pendidikan Dalam Konteks Pemerataan Pendidikan Bagi Setiap Warga Negara

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 49-55
Abstraksi Narasi : Jauh sebelum isu `pendidikan untuk semua` dilontarkan pada skala internasional, pada dasarnya bangsa Indonesia telah memiliki sesuatu tekad bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pengajaran sebagaimana tercantum dalam pasal 31 UUD 1945. Persoalannya sekarang adalah `bagaimana mewujudkan tekad tersebut seiring dengan upaya optimalisasi pengembangan sumber daya manusia. Program wajib belajar bagi setiap warga negara dapat dikatakan sebagai bukti bahwa pemerintah sangat peduli dan bertanggung jawab terhadap pendidikan bagi setiap warga negaranya. Namun demikian, bukan berarti bahwa adanya program tersebut secara mutlak mampu menjangkau secara merata bagi setiap warga untuk memperoleh pendidikan. Banyak kendala yang menghadang untuk mewujudkan program tersebut dan kendala-kendala dominan (menurut sebagian pengamat) yang menyebabkan belum terealisir program tersebut adalah; kemiskinan, letak geografi antar daerah yang sulit dijangkau, adanya masyarakat yang masih sulit diajak berpikiran modern. Teknologi pendidikan melalui produks-produks telah diyakini oleh banyak pihak sebagai salah satu alternatif untuk meminimalkan kendala-kendala diatas. Oleh karena itu, agar kontribusinya terhadap optimalisasi pelaksanaan program wajib belajar tercapai, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah; (1) memantapkan konsepsi teknologi pendidikan sebagai suatu pendekatan yang sistemik dalam memecahkan masalah pendidikan yang tidak sekedar berurusan dengan peralatan pembelajaran, (2) walaupun produk-produk teknologi pendidikan mampu mengatasi batas jarak dan waktu akan tetapi kehadirannya tetap membutuhkan keberadaan unsur manusiawi, karena tanpa ada unsur manusiawinya diperkirakan pendidikan akan banyak kehilangan nilai-nilai yang semestinya dikembangkan tetapi tak mampu dijangkau produk teknologi pendidikan, (3) kalangan teknologi pendidikan perlu selalu menciptakan model dan metode pembelajaran yang efektif dan bersifat massal, dan (4) teknologi pendidikan hendaknya dapat menjadi perancang dan pengembang pengajaran serta sebagai idealizer artinya mampu menciptakan ide-ide pembelajaran yang bervariasi menurut kondisi dan kesempatan peserta didik

Kurikulum 1994 SMU Sebagai Perwujudan Pelaksanaan Pendidikan Kimia Untuk Semua

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 83-89
Abstraksi Narasi : Pendidikan kimia mulai diajarkan secara eksplisit di SMU. Sejak berlakunya Kurikulum 1994 SMU, maka pelajaran kimia di SMU diajarkan di kelas I dan II secara umum dan di kelas III Program IPA secara khusus. Dengan diajarkannya kimia selama dua tahun diharapkan pengetahuan siswa terhadap kimia secara umum menjadi bertambah. Hal ini seiring dengan lajunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta industri yang makin pesat. Pengetahuan mengenai kimia perlu diberikan secara umum untuk lebih mendekatkan masyarakat kepada kimia, karena kehidupan hampir tak bisa lepas dari bahan-bahan kimia dan proses-proses kimia. Hal ini sesuai dengan anggapan bahwa kimia penting untuk semua. Guna mendukung pemasyarakatan kimia untuk semua, di dalam GBPP menurut Kurikulum 1994 SMU telah banyak memuat pokok bahasan yang berisi pengetahuan kimia yang bersifat umum dan banyak dijumpai di sekitar kita. Dengan demikian siswa akan lebih mudah dan cepat memahami peranan kimia dalam kehidupan sehari-hari, dalam rangka mewujudkan pentingnya kimia untuk semua.

Keterkaitan Permainan Anak Tradisional Dengan Matematika

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 147-154
Abstraksi Narasi : Dari hasil perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan banyak kebutuhan manusia baik untuk orang dewasa ataupun untuk anak-anak terpenuhi. Akhir-akhir ini banyak ditawarkan jenis permainan dan alat permainan yang merupakan hasil teknologi modern. Akibatnya banyak jenis dikenal dengan sebutan permainan anak tradisional mulai banyak dilupakan. Padahal jenis permainan tersebut banyak mempunyai nilai lebih, di antaranya memiliki nuilai matematis.

Kebiasaan Studi Mahasiswa Berprestasi Tinggi: Suatu Keteladanan Bagi Semua

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 101-109
Abstraksi Narasi : Mahasiswa berprestasi tinggi merupakan sumber daya manusia yang memiliki peranan strategis dalam pembangunan. Namun dari berpuluh-puluh ribu mahasiswa yang memasuki perguruan tinggi di Indonesia setiap tahunnya, hanya sebagian kecil saja yang akhirnya lulus dengan prestasi yang tinggi. Mahasiswa yang tidak sukses atau prestasi yang dicapainya tidak tinggi akan mengalami kerugian seperti pemborosan biaya, tenaga dan waktu serta peluang yang kecil untuk bekerja pada instansi yang mapan. Penyebab utama mahasiswa berprestasi adalah kebiasaan studi yang baik. Kebiasaan studi adalah langkah rutin yang dilaksanakan secara teratur dalam rangka mempelajari dan mendalami perkuliahan. Akibat dari kebiasaan studi diantaranya menimbulkan reaksi spontan dan otomatis, meningkatkan efisiensi, konsistensi, berdaya keamanan (will power) serta mempercepat konsentrasi. Langkah kebiasaan studi yang dilaksanakan mahasiswa berprestasi tinggi, seperti yang disarankan pula oleh Otis D. froe dan Maurince serta B. Litfvak, sebaiknya diambil teladan bagi seluruh mahasiswa atau pelajar. Dengan menerapkan keteladanan tersebut diharap dapat memperlancar prestasi belajarnya.

Gizi dan Wanita di Pedesaan: Perannya Dalam Mencapai Cita-cita Pendidikan Untuk Semua

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 63-69
Abstraksi Narasi : Berbagai kemajuan di bidang pendidikan yang dicapai negara berkembang seperti Indonesia, sebenarnya belum memadai jika dibanding dengan negara-negara maju. Mengacu pada konsep pendidikan untuk semua, kesempatan belajar diupayakan makin terbuka luas. Tidak sekedar jangkauan kuantitas, tetapi mutu pendidikan perlu ditingkatkan. Salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan adalah memperhatikan kebutuhan zat gizi spesifik untuk kecerdasan otak anak subyek didik dalam pendidikan. Keadaan gizi anak tidak terlepas dari keadaan gizi ibu sewaktu hamil. Konsep diversifikasi, kombinasi dan interaksi zat-zat gizi, sangat membantu pemenuhan gizi terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah. Sementara itu, wanita di pedesaan dengan berbagai keterbatasannya dan saat ini tercatat berjumlah besar, sebenarnya cukup berpotensi dan mampu berperan dalam pembangunan pendidikan. Namun, berbagai kendala seperti keadaan gizi yang berhubungan dengan fungsi reproduksi dan diskriminasi, keterbatasan waktu karena mengerjakan pekerjaan rumah tangga, serta budaya yang kurang mendorong wanita di pedesaan untuk memperoleh pendidikan setinggi-tingginya. Oleh karena itu perlu ditingkatkan perannya dalam dunia pendidikan.

Gerakan Wajib Belajar Sebagai realisasi Prinsip Pendidikan Untuk Semua, Hakekat Serta Tantangannya

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 135-145
Abstraksi Narasi : Gerakan wajib belajar dimaksudkan untuk mewujudkan pemerataan memperoleh pendidikan. Realisasinya dirasa mendesak dalam memasuki PJP II ini, karena untuk mengimbangi lajunya pembangunan semakin dituntut peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Apalagi dibandingkan dengan pendidikan negara-negara Asia lainnya Indonesia telah ketinggalan sekitar 15-20 tahun. Wajib belajar pada hakekatnya untuk memenuhi hak asasi setiap warganegara untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua. Tujuannya ialah agar setiap warganegara memperoleh pengetahuan dan kemampuan dasar yang diperlukan untuk berperan serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wajib belajar di Indonesia dirintis sejak tahun 1950-an. Pada 1984 dicanangkan gerakan wajib belajar secara nasional bagi pendidikan dasar 6 tahun dan dilanjutkan pada tahun 1994 untuk pendidikan dasar 9 tahun. Insiatif dan penanggungjawab utama wajib belajar adalah Pemerintah. Tantangan yang harus dihadapi berkaitan dengan beban dan daya tampung, prasarana dan sarana, kualitas, kulifikasi guru, lokasi geografis dan pendanaan tidaklah ringan. Maka diharapkan partisipasi seluruh masyarakat.

Buku dan Akses Pendidikan Dasar 9 Tahun

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 29-36
Abstraksi Narasi : Program wajib belajar Pendidikan Dasar 9 tahun merupakan perwujudan amanat pembukaan UUD 1945 dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta pasal 31 UUD 1945 yang menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Keberhasilan wajib belajar tersebut sangat tergantung pada faktor-faktor penunjang antara lain tenaga kependidikan, dana, saran dan prasarana. Salah satu sarana mendasar dan mutlak perlu adalah buku-buku yang memadai baik jumlah maupun mutunya. Pihak swasta (penerbit) seyogya menjadi mitra kerja pemerintah dalam pengadaan buku-buku yang baik mutunya sesuai dengan kebutuhan siswa dan masyarakat. Diharapkan, kemitraan tersebut dapat mewujudkan siswa dan masyarakat gemar membaca, menulis dan belajar, guna mempersiapkan masa depan bangsa yang cerdas dan sejahtera. Upaya membudidayakan gemar membaca, menulis dan belajar syogianya dilakukan sejak usia dini ( pendidikan dasar ). Kemahiran membaca, menulis, dan berhitung akan menentukan kemampuan berpikir seseorang. Pendapat hubungan timbal balik antara kemampuan berbahasa (baca tulis) dengan kemampuan berpikir/bernalar (berhitung).

`Pengembangan Sumber Daya Manusia` Suatu Tinjauan Filosofis

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 211-218
Abstraksi Narasi : Membicarakan pengembangan sumber daya manusia berarti berasumsi bahwa manusia memiliki sumber daya atau potensi, dan karenanya perlu terus dikembangkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Melalui kajian filosofis diharapkan dapat terhindar dari upaya memahami manusia secara sepotong-potong, disamping dapat diperoleh gambaran yang lebih menyeluruh tentang sumber daya atau potensi yang dimiliki oleh manusia. Dengan demikian diharapkan dapat mempermudah upaya-upaya untuk mengembangkannya. Untuk mengembangkan atau meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas hanya akan muncul dari pendidikan yang berkualitas pula. Hal ini sesuai dengn amanat GBHN 1993, yang menempatkan pengembangan atau peningkatanan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pembangunan lima tahun keenam.
← Kembali ke Halaman Utama