| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 19-28 |
| Abstraksi Narasi | : | Program tambahan gizi bagi seluruh murid Sekolah Dasar (SD) yang baru saja dicanangkan, merupakan salah satu bukti kepedulian besar Pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia. Banyak cara mencapai tujuan tersebut, antara lain melalui program perbaikan gizi anak sekolah. Selain tujuan utama tersebut, program ini juga diharapkan mempunyai dampak sosial ekonomi, yaitu dapat menghidupkan ekonomi desa. Untuk tu, kemampuan menganalisis kecenderungan masalah gizi, kebutuhan tentang informasi keadaan gizi murid SD, kesiapan tenaga teknis pengelola menu, pengetahuan keamanan makanan, merupakan tantangan substansial. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah tantangan managerial, baik aspek perencanaan, pelaksanaan, pengawasan maupun penilaian. Pemenuhan kebutuhan makanan untuk murid SD yang kurang gizi di pedesaan miskin tentunya berbeda dengan salah-gizi. Produksi dan tenaga kerja pedesaan diharapkan mampu berperan dalam program ini, sehingga memberikan nilai positif bagi perkembangan ekonomi desa. Oleh sebab itu konsep gizi seimbang dan bentuk peyajian makanan tradisional dengan memanfaatkan produk bahan makanan serta pelibatan tenaga lokal sebagai alternatif yang dapat dilakukan, Pengelolaan perlu dikembangkan, agar mendorong peran masyarakat desa termasuk dunia usaha dalam pembangunan pendidikan, kesehatan/gizi dan sosial ekonomi. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 129-138 |
| Abstraksi Narasi | : | Perubahan IKIP menjadi universitas selain akan meningkatkan mutu juga akan melahirkan struktur kelembagaan yang baru, satu diantara kelembagaan yang baru tersebut yaitu Fakultas Ilmu Olahraga. Keberadaan Fakultas llmu Olahraga merupakan spesifikasi dalam universitas yang akan datang, karena akan menjadi sentral pengembangan ilmu olahraga. Kondisi ini merupakan peluang dan sekaligus tantangan. Tuntutan akan prestasi olahraga terasa semakin kuat terutama dikaitkan dengan kemandegan prestasi olahraga bangsa kita dipercaturan olahraga internasional. Peningkatan mutu pendidikan tinggi keolahragaan merupakan salah satu aternatif untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya di bidang olahraga. Pemahaman tentang mutu tidak bisa terlepas dari unsur-unsur yang berperan dalam mendukung proses belajar mengajar. Juga memenuhi tiga indikator lain yaitu: (1) cakupan dan isi ilmu keolahragaan yang dikembangkan seiring dengan perkembangan jaman, (2) penelitian, pegembangan dan evaluasi, dan (3) berakreditasi setara dengan pendidikan tinggi llmu keolahragaan. Kehadiran pendidikan tinggi ilmu keolahragaan akan lebih berperan nyata dalam melaksanakan fungsi pengetahuan sumber daya manusia dengan standarkualitas dan komposisi yang sejalan dengan kebutuhan pembangunan bidang olahraga, karena desain dan paradigmanya lebih berorientasi pada upaya pengembangan ilmu dan teknoogi olahraga yang memang menjadi tuntutan dewasa ini. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 47-55 |
| Abstraksi Narasi | : | Pendidikan jasmani merupakan bagian dari bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan yang diajarkan dari siswa SD sampai SLTA. Materi bahasanya meliputi kesegaran jasmani, pengetahuan dan keterampilan olahraga, serta sikap dan perilaku hidup yang sehat. Memperhatikan materi bahasannya pendidikan jasmani dimungkinkan untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga. Walaupun demikian, melihat kondisi nyata di lapangan, sungguh sulit uhtuk mewujudkan harapan tersebut. Ada beberapa upaya agar penjas bisa berfungsi untuk menunjang prestasi olahraga. Upaya dimaksud adalah menyiapkan kurikulum yang selaras dengan harapan tersebut tanpa harus mengorbankan kepentingan peserta didik, menata sumber daya sekolah yang berkaitan langsung dengan penjas, meningkatkan kualitas proses belajar mengajar penjas. Upaya-upaya yang harus dilakukan di atas akan mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan jasmani, sehinga penjas bisa menunjang peningkatan prestasi di Indonesia. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 147-158 |
| Abstraksi Narasi | : | Didalam industri manufaktur dewasa ini, terutama terhadap peningkatan mutu hasil pengukuran komponen yang diproduksi semakin terasa. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan penggunaan mesin-mesin produksi jenis NC/CNC dengan suatu kepresisian yang tinggi dan kompleksitas komponen yang diproduksi. Suatu mesin ukur kordinat (Coordinate Measuring Machine- CMM) terdiri dari seperangkat alat ukur yang dikontrol oleh suatu perangkat lunak (software) di dalam komputer sebagai data prosesornya. Teknologi CMM tidak hanya mampu melakukan pengukuran tiga dimensi terhadap komponen yang sulit diukur dengan cara konvensional tetapi juga meyediakan informasi secara visual pada screen maupun yang tercetak pada printernya. Kenyataan tersebut menjadikan CMM sebagai nominasi atau unggulan di antara jenis peralatan ukur kontol kualitas yang mampu meningkatkan mutu dan produktivitasnya, Disamping itu, hubungan CMM dengan suatu sisten CAD (Computer Aided Design) secara praktis dapat berfungsi sebagai sarana disain dan operasi kontrol kualitas di dalam suatu sistem CIM (Computer Integrated Manufacturing). |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 9-18 |
| Abstraksi Narasi | : | Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat membawa perubahan pola resiko dalam kehidupan manusia. Hal ini perlu diimbangi perubahan sikap mental dan perilaku para pengguna jasa. Ketidaksesuaian antara keduanya akan berakibat buruk bagi manusia. Timbulnya kecelakaan dalam berbagai bidang kehidupan manusia merupakan salah satu akibatnya. Kecelakaan senantiasa membawa penderitaan dan kerugian bagi korbannya, Hasil yang telah dicapai bertahun-tahun dan segala potensi yang ada musnah. Hidup menjadi tidak produktif. Kecelakaan bukan hal yang tidak mungkin dicegah. karena ia tidak terjadi begitu saja, tetapi ada penyebabnya. Ada beberapa teori penyebab terjadinya kecelakaan, yaitu :(1) patologi sosial, (2) accident proneness, (3) model ekologi, dan (4) model keyakinan kesehatan dan pencegahan kecelakaan. Penyebab utama terjadinya kecelakaan itu manusia, maka harus "digarap" terlebih dahulu. Pendidikan tepat untuk menanamkan sikap hidup selamat. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 179-186 |
| Abstraksi Narasi | : | Hipertensi merupakan salah satu faktor yang sangat penting terhadap timbulnya penyakit kardiovaskuler . Tingginya tekanan darah seseorang ditentukan oleh stroke volume dan tahanan perifer. Penurunan tekanan darah bagi penderita hiperensi (HT) harus benar-benar memperhatikan keadaan penderita, penurunan tekanan darah (TD) yang terlalu drastis dapat menimbulkan insufisiensi koroner atau cerebrovaskuler yang akan berakibat fatal terutama bagi penderita yang mengalami kelainan pembuluh darah cerebral atau koroner. Akibat langsung dari HT adalah kerusakan terget organs yaitu jantung, ginjal, mata, otak, dan pembuluh darah, selain juga merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 89-98 |
| Abstraksi Narasi | : | Pembangunan di bidang ketenagakerjaan dalam dua tahun memasuki PJP II (1994-2019) masih sarat dengan berbagai beban yang tidak mudah memecahkannya. Jumlah angka pertambahan angkatan kerja baru yang besar dengan disertai tingkat produktivitas yang rendah jelas akan memungkinkan membengkaknya tingkat pengangguran, apabila tanpa diikuti dengan kebijakan yang tepat untuk mengatasinya. Pembinaan tingkat produktivitas tenaga kerja merupakan jawaban yang mendesak dilakukan. Yang dimaksud tingkat produktivitas adalah nilai ratio yang menunjukkan perbandingan jumlah produksi (input, masukan). Pembinaan tingkat produktivitas dilakukan untuk mempertinggi nilai ratio kemampuan berproduksi. Upaya ini dilaksanakan dengan berbagai pelatihan ketrampilan/teknik dan pemagangan, serta pelatihan masyarakat. Bagi tenaga-tenaga kepelatihan, ditingkatkan melalui pembinaan dan penataran. Kebijakan pembinaan produktivitas kerja harus dilaksanakan dalam rangka pengembangan sumbe daya manusia (SDM) secara utuh. Pembinaan ketrampilan dan teknologi akan kurang bermakna tanpa disertai dengan pengembangan sikap, orientasi nilai, etos kerja dan wawasan yang luas. Pembinaan produktivitas kerja pada hakikatnya merupakan bagian dari pengembangan budaya bangsa. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 159-168 |
| Abstraksi Narasi | : | Perguruan Tinggi adalah himpunan sivitas akademika, merupakan lembaga terhormat (universitas magistravum et scholarum) mempunyai fungsi ganda, mampu mengadakan pembaharuan dengan menciptakan ilmu dan menghasilkan teknologi guna kesejahteraan umat manusia. Sebagai lembaga terhormat karena telah terbukti menunjang pembangunan masa lalu dn berusaha membangun masa kini dan masa depan di era industrialisasi bahkan diera global. Ilmu pengetahuan dan teknologi sifatnya mendahului kejadian. Kebutuhan dan pengembangan teknologi selalu mengusahakan yang belum ada atau menyempurnakannya. Hal inilah yang tampaknya sukar diantisipasi oleh IKIP sebagai perguruan tinggi, padahal pengembangan perguruan tinggi harus memperhatikan prioritas yang sifatnya luas dan nasional dan menuntut substansi yang dapat mendukung pembangunan masa depan bagi bangsa dan tanah air. IKIP disejajarkan dengan Universitas sebagai perguruan tinggi dipertanyakan akan kemampuannya untuk menjawab tantangan masa depan, terbukti dengan munculnya judul diatas. Pemberdayaan lembaga pendidikan guru tidak harus dilihat dari nama lembaganya yaitu IKIP, tetapi dilihat dari fungsinya. Sehingga pemberdayaan lembaga guru tidak harus selalu dengan nama IKIP, tetapi pendidikan guru tetap harus pada perguruan inggi, Dengan demikian pendidikan keguruan pada perguruan tinggi lebih relevan, efisien, dan dapat meningkatkan kualitas, serta lebih dapat memberdayakan dalam hal pemerataan. Kemungkinan perguruan tinggi ini akan lebih memiliki kesempatan untuk memberdayakan dengan menjadikan academic excellence dan dengan research university-nya. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 39-46 |
| Abstraksi Narasi | : | Aksara Jawa semakin ditinggalkan pemiliknya sendiri. Masarakat Jawa, terutama siswa didik disinyalir semakin kesulitan menguasai bacaan huruf Jawa. Secara psikologis pada awalnya harus ditumbuhkan sikap positif pada siswa terhadap bahasa Jawa, khususnya aksara Jawa. Diantara faktor yang menjadi kendala siswa dalam menguasai aksara Jawa ialah pada sistem ejaan bahasa Jawa berhuruf Jawa dan pada metode pembelajarannya. Kedua aspek ini dirasa perlu dievaluasi dan direvisi secara serius dan berkesinambungan. Hal ini antara lain untuk menyesuaikan perubahan kebahasaannya dan membawa pembelajar (siswa) kepada kemudahan dalam proses pembelajaran. Cara atau metode pembelajaran yang relatif baru, dan inovatif perlu dicari dan terus diupayakan peningkatannya. Hal itu dimaksudkan agar siswa mendapatkan kemudahan dalam proses pemahaman materinya. Cara pembelajaran seperti itu dalam proses membaca dan menulis aksara Jawa diantaranya ialah: 1) dengan bantuan media elektronik (kaset dan komputer), dan 2) belajar dengan metode iqra`, metode ingatan akronimisasi, metode spasi kata,. Cara ini setidaknya dapat memberi dorongan atau motivasi untuk kembali belajar menekuni aksara Jawa. Sehingga dapat membantu siswa dan masyarakat Jawa pada umumnya dalam belajar menguasai aksara Jawa. Baik membaca maupun menulis aksaranya. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 29-38 |
| Abstraksi Narasi | : | Adanya keterbatasan-keterbatasan alat yang ada di laboratorium kimia dan sebagai upaya penanggulangan terjadinya bahaya kecelakaan yang mungkin terjadi, baik yang disebabkan oleh bahan kimia maupun peralatan yang ada di laboratorium kimia, maka diperlukan suatu alternatif pemecahan. Banyak alternaif yang dapat dilakukan, salah satu diantaranya adalah penerapan metoda "interfacing" dalam laboratorium kimia. "Interface ADC (analog to digital conventer)`` merupakan rangkaian elektronik yang mampu mengubah data analog dari alat laboratorium menjadi menjadi data digital yang dapat diterima oleh komputer. Penerapan metoda "interfacing" dalam laboratorium kimia dapat menekan terjadinya bahaya sekecil mugkin. "Interface" memiliki kelebihan mengatasi keterbatasan-keterbatasan alat yang ada dilaboratorium kimia , segala jenis penelitian dilaboratorium kimia dapat dengan mudah dan cepat dilakukan dengan ketelitian dan kepekaan yang tinggi, membutuhkan dana yang relatif lebih murah "Interface" dapat memiliki satu kanal atau lebih, yang disesuaikan dengan banyaknya jenis data yang hendak diukur dalam waktu yang sama. Pegukuran beberapa data secara serentak pada suatu sistem dengan kondisi yang benar-benar sama sangat dimungkinkan bila digunakan metoda "interfacing". |