| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 99-108 |
| Abstraksi Narasi | : | Untuk bercocok tanam pada lahan sempit atau ruang yang terbatas, hidroponik merupakan pilihan utama. Budidaya tanaman dengan hidroponik ini dapat memenuhi tuntutan kebutuhan hobi dan menambah penghasilan. Selama ini dikenal hidroponik yang menggunakan formula bahan kimia yang mahal dan cukup rumit untuk ditiru. Usaha penyederhanaan dapat dilakukan dengan memodifikasi peggunaan bahan kimia yang lazim dipakai dengan menggantikannya memakai sumber hara alami yang berupa larutan/ekstrak kompos. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam teknologi hidroponik sederhana ini antara lain konsentrasi kompos untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi, airasi, pH larutan. Sistem sirkulasi aliran larutan dan penggantian larutan kompos secara periodik sangat dianjurkan untuk mempertahankan stabilitas airasi dan pH larutan. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 119-128 |
| Abstraksi Narasi | : | Harus diakui secara kuantitatif perkembangan sektor pendidikan Indonesia cukup mengesankan. Akan tetapi peningkatan kuantitatif seringkali tidak diikuti oleh peningkatan kualitatif, inilah tantangan yang harus dipecahkan agar Indonesia mampu bersaing di era globalisasi. Artinya peningkatan mutu pendidikan merupakan suatu hal yang tak terelakkan kalau ingin memenangkan persaingan dengan negara lain. Pendidikan secara normatif memiliki misi tidak saja menginformasikan illmu pengetahuan akan tetapi menyiaplan peserta didik sebagai dayang manusia yang terampil, mandiri dan siap sebagai pelaksana pembangunan disegala bidang. Oleh karena kemampuan ekonomi per-keluarga meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi negara, maka permintaan akan jenis dan jenjang pendidikan semakin meningkat, dari sudut ekonomi, pendidikan bukan lagi merupakan program yang sifatnya konsumtif. Akan tetapi pendidikan merupakan suatu investasi produktif yang berguna untuk memacu produktivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi pada umumnya. Menjadi persoalan tersendiri bahwa lembaga-lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi untuk meningkatkan produktivitas nasional suatu negara. Hal tersebut tentu saja berkaitan erat dengan persoalan-persoalan tentang ketidakseimbangan aspek-aspek kuantitas dan kualitas perguruan tinggi, aspirasi lulusan serta kuantitas pelaksana pendidikan khususnya para tenaga pengajarnya. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 77-88 |
| Abstraksi Narasi | : | Pariwisata dianggap merupakan salah satu sektor penting dan prospektif, karena memiliki pengaruh yang besar dalam menopang keberhasilan pembangunan. Menyimak perkembangan yang terjadi dalam perekonomian global dan tantangan yang akan dihadapi oleh Indonesia dalam era persaingan bebas pada abad XXI, untuk mampu memanfaatkan peluang dan menghadapi kendala diperlukan SDM yang handal. Peningkatan SDM yang profesional menjadi tuntutan dunia kerja dan pendidikan. Permasalahan yang ingin dipecahkan dalam tulisan ini adalah bagaimana kontribusi IKIP dalam menanggapi tuntutan pembinaan SDM yang profesional. Peningatan profesionalisme dicapai dengan melalui kerjasama antara IKIP, dunia usaha, lembaga pendidikan SMK sebagai penerima output IKIP, dan Lembaga-lembaga pendidikan tinggi terkait untuk menciptakan relevansi kurikulum yang berorientasi dunia kerja. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 67-76 |
| Abstraksi Narasi | : | Bangsa Jepang dikenal oleh bangsa-bangsa didunia sebagai bangsa yang sangat pesat perkembangannya, lebih-lebih jika mengingat peristiwa pemboman terhadap dua kota besar yakni Nagasaki dan Heroshima dalam perang dunia kedua. Bangsa Jepang sangat berhasil dalam membangun kembali negerinya. Mereka adalah bangsa yang sangat menyukai kerja keras, sehingga produktivitas kerja mereka tidak perlu diragukan lagi. Disamping itu, mereka juga sangat hemat dalam berbagai hal. Etika kerja mereka tidak hanya didasarkan pada ajaran etika sosial Zen yang banyak diajarkan lewat seorang filsufnya yang terkenal yakni Suzuki Shosan dan pemikiran seorang filsuf pragmatis Jepang, Ishida Baigan, melainkan juga banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan alam, sistem warisan, peraturan yang ketat, serta kesadaran akan ketertinggalan dari bangsa Barat. Dewasa ini bangsa Indonesia sedang giat-giatnya membangun di segala segi kehidupan, juga untuk mengejar ketertinggalannnya setelah dijajah oleh bangsa lain kurang lebih tiga setengah abad Untuk tujuan tersebut sudah tentu kita juga dapat belajar dari bangsa Jepang dalam hal suka bekerja keras dan bersikap hemat dalam berbagai hal. Juga, dalam hal penerapannya terhadap ilmu dan teknologi Barat dengan tanpa meninggalkan kepribadian kita sebagai bangsa yang berfalsafahkan Pancasila. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 169-178 |
| Abstraksi Narasi | : | Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan studi mahasiswa adalah keterlibatan Pembimbing Akademik (PA) dalam proses bimbingan. Salah satu bimbingan yang secara kontinyu dilakukan dan menjadi tanggung jawab PA adalah bimbingan dalam pengisian Kartu Rencana Studi di setiap awal semester. Proses bimbingan yang dilakukan hanya sekali atau dua kali dalam satu semester ini, menuntut PA harus mempunyai akses yang cepat dan tetap terhadap data mata kuliah yang telah diambil oleh masing-masing mahasiswa bimbingannya. Selain itu PA harus paham benar terhadap struktur kurikulum dan peraturan akademik yang berlaku. Kelemahan umum yang dilakukan PA adalah belum rapinya sistem sistem dokumentasi Kartu Hasil Studi (KHS) dari semester ke semester, sehinga proses bimbingan memerlukan waktu yang cukup lama. Bahkan kadang proses bimbingan tidak dapat tuntas dalam satu kali pertemuan, karena kelemahan diatas ditambah penentuan pemilihan mata kuliah untuk semester yang akan berlansung. Alat bantu komputer ternyata dapat digunakan untuk membantu PA dalam dokumentasi dan pegecekan mata kuliah yang telah diambil secara cepat atau teliti, sehingga dari akses datanya dapat diolah sesuai dengan alur logika pemilihan mata kuliah yang pada gilirannya digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengisian kartu rencana studi. Untuk mendapatkan alat bantu yang valid dan komunikatif seorang yang memahami substansi dan seorang prgrammer, namun akan lebih baik jika keduanya dapat dilakukan oleh seorang yang sama. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 109-118 |
| Abstraksi Narasi | : | Agar-agar dan karagenan adalah sejenis senyawa polisakarida yang terdapat dalam alga merah (Rhodophyceae). Kedua senyawa tersebut banyak digunakan dalam industri makanan, farmasi, kosmetik, tekstil dan lain-lain sebagai bahan aditif yang penting. Perairan tropis di Indonesia dengan keragaman jenis makro-alga penghasil agar-agar dan karagenan yang cukup tinggi mempunyai potensi yang baik untuk pengembangan usaha budidaya dan pengolahannya. Untuk dapat mengolah dan memanfaatkan senyawa tersebut diperlukan cukup banyak hasil analisis kimia mulai dari tahap pasca panen, ekstraksi dan pemurnian, pengujian sifat dan kualitas, sampai penggunannya dalam berbagai macam industri. Oleh karen itu penelitian tentang analisis senyawa kimia dalam alga merah dan pemanfaatannya sangat menarik untuk dilakukan, sebagai upaya untuk memanfaatkan potensi kekayaan alam di Indonesia. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 1-8 |
| Abstraksi Narasi | : | Produksi perikanan mutlak untuk terus ditingkatkan disebabkan kebutuhan yang semakin meningkat. Salah satu masalah yang dapat menghambat peningkatan produksi adalah penyediaan benih yang kontinyu dan murah. Terdapat dua persoalan yang dapat menganggu penyediaan benih ikan budidaya yaitu (1) Ketidakmampuan induk untuk berpijah dikolam pemeliharaan dan (2) sukarnya memenuhi kebutuhan benih berjenis kelamin sama ("monosex") bagi ikan-ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang berbeda diantara kedua jenis kelamin (jantan dan betina). Melalui pendekatan teknologi hormonal dan lingkungan maka kedua persoalan tersebut dapat diatasi. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 71-82 |
| Abstraksi Narasi | : | Ilmu pengetahuan Alam (Sains) merupakan `soko guru` teknologi. Kalau bangsa Indonesia berkeinginan dapat menguasai menggunakan dan mengembangkan teknologi untuk pembangunan di masa yang akan datang, maka penguasaan dan pengembangan IPA adalah merupakan keharusan. Harapan bahwa generasi muda di kelak kemudian hari mau dan mampu menjadi agen IPTEK untuk era tinggal landas, maka perlu dilakukan upaya agar mereka menyenangi, menguasai dan dapat mengembangkan IPA sejak dini. Sejalan dengan harapan dan konsekuensinya tersebut di atas, tulisan ini bermaksud memberikan gambaran selintas mengenai kondisi pembelajaran IPA SD di pedesaan, khususnya yang sekarang ini berkembang. Di samping itu, tulisan ini juga bermaksud menganalisis berbagai kendala yang ada yang mungkin menjadi penghambat pelaksanaan pembelajaran IPA SD di pedesaan serta alternatif upaya pemecahannya. Dari berbagai temuan dan hasil pantauan, ternyata pembelajaran IPA SD di pedesaan, khususnya yang sekarang ini berkembang. Di samping itu, tulisan ini juga bermaksud menganalisis berbagai kendala yang ada yang mungkin menjadi penghambat pelaksanaan pembelajaran IPA SD di pedesaan serta alternatif upaya pemecahannya. Dari berbagai temuan dan hasil pantauan, ternyata pembelajaran IPA SD yang berkembang di daerah-daerah pedesaan belum seperti yang diharapkan. Pembelajaran IPA SD di daerah pedesaan, pada umumnya belum mengembangkan PKP dan masih mengikuti model pembelajaran tradisional (verbal). Berbagai kendala dipandang menjadi penyebab hal ini, antara lain: kualifikasi dan distribusi guru IPA belum merata, pemasyarakatan pada kalangan guru SD mengenai IPA dan cara pembelajarannya belum memadai, adanya persepsi yang keliru mengenai IPA di kalangan siswa, tolok ukur keberhasilan belajar IPA yang kurang tepat dan beberapa kebijakan lain yang kurang mendukung. Upaya peningkatan mutu pembelajaran IPA SD di pedesaan dapat dilakukan dengan memecahkan kendala-kendala tersebut. Upaya yang dapat dilakukan antara lain adalah: peningkatan pemahaman guru terhadap IPA dan model pembelajarannya yang benar, tutorial sebaya antar guru, penggunaan dan Pengelolaan Alat-alat IPA, pemanfaatan alam sekitar sebagai obyek dan permasalahan konkret, pembelajaran IPA dengan PKP-Sains, koordinasi antar guru intern SD ataupun antara SD dalam rangka pembagian tanggung jawab mengampu (memegang) suatu bidang studi tertentu, upaya koreksi/pengusulan penggunaan alat evaluasi keberhasilan belajar IPA yang tepat. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 155-163 |
| Abstraksi Narasi | : | Perkembangan kognitif mempunyai 2 basis yang penting, yaitu pengaruh aktivitas organisme pada lingkungan di satu pihak, dan pengaruh lingkungan organisme dipihak lain. Oleh karena itu, apabila stimulasi pendidikan yang diberikan kepada anak didik dapat disesuaikan dengan kematangan fungsi-fungsi kognitifnya, maka pendidikan sebagai hasil pengaruh dari interaksi antara kedua hal tersebut akan memperoleh hasilnya yang optimal. Pendidikan Dasar 9 Tahun terdiri dari tahap pendidikan SD 6 tahun, dan pendidikan SLTP 3 tahun. Tahap-tahap pendidikan tersebut mempunyai batasan usia yang relatif sama dengan tahap-tahap perkembangan kognitif dalam teori Piaget, yaitu antara tahap pendidikan SD 6 tahun (7-12 tahun) dengan tahap operasional kongkrit (7-11/12 tahun), serta antara tahap pendidikan SLTP 3 tahun (13-15 tahun) dengan tahap operasional formal (11/12-14/15). Tahap-tahap perkembangan kognitif menurut teori Piaget ini mempunyai sifat yang konstan-universal, artinya semua manusia pasti melalui tahap-tahap perkembangan tersebut secara urut. Namun, batasan usia yang berlaku pada tiap-tiap tahap masih bersifat relatif berbeda untuk masing-masing bangsa, tergantung dari pengaruh kebudayaan setempat. Meskipun demikian, ciri-ciri perkembangan fungsi kognitif dalam teori Piaget, pada batas tertentu, dapat dijadikan alat bantu petunjuk dalam pelaksanaan Pendidikan Dasar 9 Tahun, sehingga stimulasi pendidikan sebagai faktor eksternal, dengan fungsi kematangan kognitif sebagai faktor internal, dapat berjalan seirama dan seimbang. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | - |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 91-99 |
| Abstraksi Narasi | : | Globalisasi dan modernisasi teknologi sengaja dirancang untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Banyak dampak positip yang dapat diperoleh, namun tidak sedikit dampak negatif yang dirasakan. Salah satu bentuk dampak negatif adalah terjadinya transformasi perilaku ke arah antisosial seperti meningkatnya dekadensi moral, lunturnya fair play dan sportivitas. Pembentukan perilaku dan pengendalian transformasinya menjadi tanggungjawab semua lapisan masyarakat, pendidikan mempunyai peran penting dalam usaha mencapai kedewasaan anak pada semua aspek kehidupannya. Pembentukan perilaku dan pengendalian transformasinya menjadi tanggungjawab semua mencapai kedewasaan anak pada semua aspek kehidupannya. Pendidikan jasmani sebagai sarana mencapai tujuan pendidikan, dengan program-program yang dapat dilaksanakan secara improviatif tanpa terkekang oleh norma-norma formal, memiliki tanggungjawab yang besar dan berperan strategis dalam membentuk dan mengendalikan transformasi perilaku masyarakat. |