Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 33247 dari 34189, Total: 341888 data)

Olahraga Dalam Perspektif Pengentasan Kemiskinan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 169-179
Abstraksi Narasi : Dewasa ini perkembangan fungsi dan manfaat olahraga, tidak hanya terbatas untuk kesehatan, rekreasi dan pendidikan semata, tetapi memiliki dimensi begitu luas. Olahraga memberikan kesempatan dan nilai kepada setiap orang untuk melakukan mobilitas sosial dalam struktur kehidupan masyarakat. Di negara-negara maju olahraga dapat dijadikan sebagai jalur peningkatan status sosial ekonomi masyarkatnya. Hasil penelitian Reeve (Rusli Luttab, 1991:16) menjelaskan bahwa olahraga dan rekreasi menjadi faktor penting dalam ekonomi Amerika. Di Indonesia kondisi ini belum dapat diwujudkan, karena kegiatan olahraga belum merupakan kegiatan bisnis yang menghasilkan banyak dana. Selain itu struktur dan sistem imbalan di masyarakat kita masih belum menunjang keberadaan para olahragawan, pelatih dan juga mereka yang melibatkan diri didalamnya. Ada dua faktor yang diduga menghambat jalur olahraga sebagai wahana peningkatan status sosial ekonomi masyarakat. Pertama belum terciptanya lingkungan olahraga yang terpadu dan kedua adanya iklim birokrat yang muncul di lingkungan kita dewasa ini.

Model Pendidikan Untuk Mengikis Pengangguran dan Mengentaskan Kemiskinan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 61-69
Abstraksi Narasi : Model pendidikan merupakan suatu keterkaitan antara kegiatan pendidikan dengan kegiatan masyarakat sebagai konsumen output pendidikan. Suatu model pendidikan diterapkan dapat dipengaruhi oleh kuat lemahnya masyarakat sebagai pengguna jasa output pendidikan. Model pendidikan yang berorientasi pada kepentingan ekonomi, kegiatan pendidikan selalu dikaitkan dengan produksi. Oleh karenanya keberhasilan pendidikan yang dilaksanakan diukur oleh potensi produksi yang dimiliki output pendidikan yang dihasilkan. Model pendidikan ini ternyata kurang menguntungkan pada masyarakat (desa) yang jauh dari kota pusat industri. Sebab pada negara yang belum maju dan dengan jumlah penduduk yang besar menimbulkan masalah baru yang berupa pengangguran dan pengentasan masyarakat desa dari kemiskinan relatif lamban. Dengan permalasahan penggangguran dan kemiskinan yang diakibatkan oleh penerapan model pendidikan yang didominasi kepentingan ekonomi tersebut perlu dikurangi dan beralih kepada model pendidikan yang mampu mengikis pengangguran dan mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Model pendidikan yang dimaksudkan adalah pendidikan kedesaan, yaitu pendidikan yang menggarap dan mengembangkan masyarakat desa, pendidikan yang berbasis dan berorientasi pada masyarakat desa.

Masyarakat Kelompok Marginal dan Permasalahan Pendidikannya

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 11-21
Abstraksi Narasi : "The individual ho grows up in the slum cultur has a strong feeling of fatalism, helpeness, dependence and inferioity....." Oscar Lewis. Hasil perenungan dengan didukung beberapa literatur yang tertuang dalam penulisan ini pada asasnya adalah sebuah studi tentang kondisi, aktivitas dengan segala permasalahannya (termasuk permasalahan pendidikan) beberapa kelompok masyarakat rawan yang utamanya bermukim di daerah perkotaan, umumnya tersembunyi dari penglihatan dan perhatian para pembuat kebijakan serta para perencana pembangunan, kelompok-kelompok marginal ini agaknya terabaikan. bahkan cenderung teranggap sebagai beban. Namun begitu bukan berarti mengabaikan keberadaannya. Salah satu upaya tersebut adalah melalui pendidikan khusus, di luar sistem persekolahan formal. Sistem pendidikan khusus tersebut utamanya dilakukan dengan mengklasifikasikan kelompok tersebut baik menurut umur, bakat atau minat yang barangkali dimilikinya.

Kemiskinan Spiritual dan Pengentasannya

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 147-154
Abstraksi Narasi : Kejahatan akhir-akhir ini menjadi masalah hangat yang dibicarakan setiap orang. Tidak sedikit yang menuding, kemiskinan material sebagai biang keladinya. Tetapi dalam kenyataan, banyak sekali kasus dari tindak kejahatan yang pelakunya justru orang-orang kaya, sehingga tidak bertaut sama sekali dengan kemiskinan tersebut. Untuk itu, perlu dilihat dari sisi lain, serta bagaimana cara yang dapat ditempuh untuk mengatasinya. Tulisan ini berupaya menyoroti kejahatan dari sisi spiritualitas yang difokuskan pada spirit iman, serta pengetahuannya. Kesimpulan yang diperoleh, kejahatan merupakan potret dari kemiskinan manusia terhadap iman. Adapun pengentasannya, dengan cara memperkaya iman melalui mujahadah, da`wah dan menciptakan suasana iman. Cara teresebut merupakan kerja praktis. Artinya, terjun secara langsung melakukan tindak kebajikan sesuai dengan norma, susila, dan agama melalui mujahadah, daw`wah, dan menciptakan suasana iman.

Islam Fungsi Psikologis dan Pengentasan Kemiskinan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 203-210
Abstraksi Narasi : Ada dimensi psikologis yang perlu dicermati dalam upaya pengentasan kemiskinan. Dimensi psikologis ini menjadi perlu mendapat penanganan serius sebab penelitian telah membuktikan bahwa kesulitan-kesulitan sosial termasuk kesulitan kaum miskin untuk mengembangkan dirinya ternyata ditemukan pula sepada aspek psikis, misalnya sikap malas, takut, jalan pintas, keluh kesah, kurang mampu bersaing dan kurang kreatif. Yang kesemua sikap ini bisa sebagai akibat mental disorder dan atau karena belum/tidak dikembangkan secara serasi. Sehingga sebagai langkah awal upaya pengentasan kemiskinan perlu di bina terlebih dahulu potensi psikisnya. Dan cara-cara yang bisa ditempuh bisa melalui jalur pendidikan formal, pembentukan kelompok-kelompok kajian bimbingan karir, dan cara yang murah dan efektif ialah dengan upaya pemahaman ibadah agar bisa diaktualisasikan dalam fungsi kehidupan.

Bimbingan Karir dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Nama Pengarang : Sayekti Pujosuwarno, Suparlan, Muhammad Mukti, S. Wisni Septiarti, Sudiyanto, Dimyati, Suwardi, Yulipriyanto, Sukir, Hartoyo, Siti Irene Astuti D., M. Subiyati, Suyanto, Purwoko, Bambang Setyo Hari, Heru Nurcahyo, Sudiyanto, Wiyatmi, Rukiyati, Dina Dwikurniarini, Triatmanto, Maman Suryaman, Suhartini, Achmad Dardiri, Khaerudin Kurniawan, A. Daliman, Yuliati, Sukir, R. Rosnawati A, Jailani, Heru Pratomo Al, Endang Widjajanti, Anik Ghufron, Pangesti Wiedarti, Sukintaka, Kir Haryono, Sukardi, Sodiq A. Kuntoro, Sumarno, Sardiman AM, Suwarno, Irianto, Djoko Pekik, Ayriza, Yulia , Paidi, Suhandoyo, Sri Atun, Totok Heru Tri M, Sunaryo Soenarto, Achmad Dardiri, F. Winarni, S. Wisni Septiarti, Surahman, Suyitno Al., Isana SYL, Mulyana, Sarbiran, A. Daliman, Panggung Sutapa, Yustinus Sukarmin, Edy Purnomo, Wawan S. Suherman, Dimyati, Moh., Yuliati, Arief Rohman, Susila Kristianingrum, Sayekti Pujosuwarno, Suparlan, Muhammad Mukti, S. Wisni Septiarti, Sudiyanto, Dimyati, Suwardi, Yulipriyanto, Sukir, Hartoyo, Siti Irene
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 39-48
Abstraksi Narasi : -

Upaya Pembinaan Kepedulian Lingkungan Hidup

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 133-141
Abstraksi Narasi : Lingkungan hidup mempunyai fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena itu harus dikelola dan dikembangkan melalui berbagai usaha perlindungan dan pelestarian untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola lingkungan hidup sekaligus mengendalikan kerusakan lingkungan, perlu dilaksanakan upaya pembinaan kepedulian lingkungan di kalangan masyarakat dengan menempuh jalur pendidikan formal dan non-formal. Pada jalur pendidikan formal, pembinaan kepedulian diberikan bersama-sama dengan pendidikan kependudukan yang sering disebut dengan PKLH, dilaksanakan dengan pendekatan interaktif dan monolitik. Sedangkan pada jalur pendidikan nonformal,pembinaan kepedulian dapat dilaksanakan secara monolitik. Dengan upaya pembinaan tersebut diharapkan laju perusakan lingkungan dapat dikendalikan sehingga lingkungan hidup yang sehat, sejuk,asri dan lestari dapat dinikmati bahkan diwariskan kepada penerus di kemudian hari.

Upaya Mengurangi Pencemaran DDT pada LIngkungan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 79-89
Abstraksi Narasi : Berdasarkan bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh Dikloro Difenil Trikloroetana (DDT) yang digunakan untuk memberantas nyamuk penyebab penyakit malaria, maka perlu dikeluarkan instruksi bersama dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Mentri Pertanian Republik Indonesia, Nomer: 3 tahun 1983, Nomer 203/ Men Kes/Inst/V/1983, nomer : HK 050/04/Inst/9/1983, tentang: Pengawasan Penggunaan Pestisida DDT. DDT sangat lipofil dan sangat stabil sehingga sukar terurai, hal ini sangat berbahaya apabila mencemari lingkungan. Untuk itu perlu diupayakan mengurangi bahaya yang ditimbulkan oleh DDT. Salah satunya adalah dengan modifikasi struktur kimia. Telah disintesis beberapa senyawa hasil modifikasi dari DDT, yang ternyata bahwa ada pengaruh antara perubahan struktur kimia dengan aktivitasnya. Salah satu senyawa hasil modifikasi tersebut adalah, Dimetil Difenil Trikloroetana, Lipofilisirtas (Log P) senyawa ini dihitung dengan tetapan Hidrofobik Rekker, maka Log P-nya (=6,805) lebih rendah dari log P DDT (7,245); LD50 nya (=2939mg/kg BB) , berarti tosisitas akutnya lebih rendah dari DDT, tetapi senyawa ini masih mempunya aktivitas sebagai insektisida maupun pestisida.

Tata Kota Tradisional di Indonesia serta Dasar dan Makna Filosofis Ekologinya

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 17-26
Abstraksi Narasi : Dewasa ini tata kota merupakan masalah besar yang tidak mudah untuk mengatasinya. Dalam upaya penataan kota kiranya dapat menggali inspirasi dari pola tata kota di masa lalu. Tata kota tradisional memiliki pola tata kota tertentu dengan dilandasi filosofis dan simbol-simbol ekologis yang dalam dan luhur. Sebagai pemukiman kota tumbuh dan berkembang dengan menyesuaikan pada ekologi sekitar. Sesuai dengan ekologi alamiah (natural) seperti tanah yang subur dan lokasi geografis yang strategis. tumbuhlah kota-kota primer (natural), ialah kota agraris kota perdagangan. sesuai dengan perkembangan kultural manusia kemudian tumbuh pula kota-kota kultural. Dalam hubungan ini kota merupakan pusat-pusat kegiatan politik, keagamaan, militer, dan kesenian. Kota-kota ini merupakan kota-kota sekunder (kultural). Kota-kota tradisional di Indonesia berkembang mengikuti kedua proses ekologis, natural dan kultural. Pola tata kota tradisional di Indonesia disama-sesuaikan konsep tata ruang alam semesta (homologi kosmis). Alun-alun merupakan pusat kota. Ditengah-tengah alun-alun terdapat dua pohon beringin yang merupakan simbol fungsi Raja sebagai pengayom. Mesjid Agung terletak disebelah barat alun-alun. Bangunan-bangunan lain mengitari dan menghadap alun-alun dengan didepannya ditanami pula pohon beringin, Bangunan-bangunan tempat tinggal pejabat istana (kraton), perkampungan-perkampungan pribumi dan orang asing berada di sekitar dan tidak jauh dari alun-alun serta diatur menurut fungsi dan status sosialnya.

Pengendalian Emisi Gas Buang pada Kendaraan Bermotor

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 37-45
Abstraksi Narasi : Untuk menunjang kelancaran mobilitas orang dan angkutan baragam kendaraan bermotor sangatlah mutlak diperlukan karena dengan sarana transportasi tersebut segala kebutuhan dapat terlayani dengan cepat. Namun kalau diteliti secara seksama, kendaraan bermotor merupakan sarana transportasi yang paling banyak mengeluarkan limbah berupa: Hidrocarbon (HC), Carbonmonoksid (CO), Nitrogenoksid NOx) dan Oksida belerang SO2) serta partikel reaktif lain yang sangat membahayakan bagi kesehatan manusia dan membawa perubahan yang buruk terhadap iklim. Dinegara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia dengan tingkat perekonomian yang relatif rendah, masih banyak kendaraan tua memadati jalan raya sehingga emisi yang dfitimbulkan terutama di kota besar sangat tinggi, Hal ini dapat dirasakan apabila kita berhenti distopan lampu merah dan dijalan-jalan yang yang padat akan kendaraan bermotor. Pada umumnya orang beranggapan bahwa agar kendaraan bermotor berpolusi rendah, maka setiap kendaraan haruslah baru. Anggapan tersebut tidaklah tepat karena untuk mengurangi emisi gas buang dapat dilakukan dengan modifikasi. Kendaraan bermotor berpolusi rendah merupakan suatu keharusan di negara-negara yang sudah maju yaitu dengan memberlakukan undang-undang yang mengatur masalah pencemaran secara ketat. Dengan peraturan dan diketahuinya dampak negatif dari limbah tersebut mendorong para pakar Otomotif untuk menciptakan kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan pengendali emisi gas buang. Masing-masing pabrik kendaraan bermotor berlomba-lomba mempromosikan produk yang dilengkapi dengan control emisi pada beberapa bagian yang dapat memancarkan limbah. Pengendalian emisi tersebut berupa pencegahan dan pengurangan limbah yang mungkin ditimbulkan.
← Kembali ke Halaman Utama