Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 33248 dari 34189, Total: 341888 data)

Pengaruh Lingkungan Hidup Terhadap Kesehatan Manusia

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 115-122
Abstraksi Narasi : Lingkungan hidup dan sumberdaya alamnya merupakan media tempat berlangsungnya aktivitas kehidupan. Lingkungan hidup yang seimbang dan serasi mutlak diperlukan untuk mendukung aktivitas kehidupan agar dapat berfugsi secara normal. Maningkatnya eksploitasi sumberdaya alamnya dan meningkatnya jumlah zat-zat dan polutan akan menyebabkan terganggunya keseimbangan ligkungan hidup dan berdampak negatif pada aktivitas kehidupan. Lingkungan hidup sebagai lingkungan eksterior sangat besar pengaruhnya pada kondisi interior yakni cairan interstitial/ Lingkungan interior yang serasi dan sesuai untuk aktivitas selular merupakan syarat untuk terciptanya kondisi individu manusia yang sehat, Untuk meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan sumberdaya alamnya maka perlu diadakan pendidikan dan penyuluhan.

Pendidikan Manusia Indonesia Seutuhnya dan Implementasinya Terhadap Sadar Lingkungan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 47-56
Abstraksi Narasi : Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat telah mengubah manusia sebagai bagian dari alam dan dikuasai alam menjadi penguasa alam dan pengabdi alam. Sebagai penguasa alam dan pengabdi alam, manusia saat ini mengeploitasi sumber daya alam (SDA) secara besar-besaran, sehingga lingkungan alam tidak lagi mampu menopang keinginan dan kebutuhan manusia. Hal ini jelas akan merugikan manusia itu sendiri. Untuk itu, perlu diantisipasi sedini mungkin, pemerintah misalnya, telah mengajukan konsep pembangunan berwawasan lingkungan Karena pembangunan itu sendiri dilakukan oleh manusia dan terhadap manusia, maka diperlukan manusia-manusia pembangunan yang berkualitas. Penididikan sebagai bagian dari pembangunan merupakan proses pembentukan manusia-manusia berkualitas. Salah satu sebab rendahnya sadar lingkungan adalah rendahnya tingkat pendidikan manusia, baik segi kualitas maupun kuantitas. Dari segi kualitas, pendidikan kita hanya mampu membentuk manusia-manusia yang cerdas pikir dan trampil kerja, sementara tajam hati, seperti sikap mental: watak; dan sadar lingkungan belum tersentuh dengan baik, Dari segi kuantitas masih banyak manusia Indonesia yang berpendidikan rendah dan droup-out dari pendidikan dasar. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan yang mengacu pada kecerdasan pikir, trampil kerja, dan tajam hati harus menjadi alternatif pendidikan masa depan (futuristik), sehingga pembangunan yang berwawasan lingkungan pada PJPT II ini dapat tercapai dengan alam (Hablumminalam), dan kedekatan dengan Allah (Hablumminallah). Inilah hakikat pendidikan manusia Indoensia seutuhnya yang pada gilirannya nanti memiliki implementasi yang tinggi terhadap sadar lingkungan.

Pendidikan Lingkungan yang Berbasis ada Masyarakat

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 1-8
Abstraksi Narasi : Pendidikan lingkungan merupakan satu-satunya sains yang digali dan dikembangkan secara insentif dengan orientasi pada masyarakat. Pendekatan-pendekatan dalam pengajaran pendidikan lingkungan yang digunakanpun haruslah berorientasi pada kebutuhan dan masalah yang terjadi dalam masyarakat. Secara garis besar pendekatan ini dapat dilakukan melalui suatu kegiatan yang teridiri dari tiga fase: yaitu fase 1; Pengidentifikasian kebutuhan masyarakat, sumber-sumber masalah lingkungan, dari isu-isu yang ada, Fase 2. Pencarian hubungan antara masalah dan isu-isu lingkungan dengan kurikulum sains dan Fase 3. Perancangan dan pengimlementasian kegiatan demikian memberikan kesimpulan kepada para siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam memahami pemasalahan yang ada dalam masyarakat dan mencarikan upaya jalan keluarnya. Keterlibatan para siswa secara langsung melalui kegiatan kebermaknaan yang tinggi bagi para siswa.

Pemanfaatan Energi Alternatif Berwawasan Lingkungan di Bidang Ketenagalistrikan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 91-104
Abstraksi Narasi : Pembangunan Nasional dan Bangsa Indonesia yang telah berlangsung selama lima pelita ini, dinilai cukup berhasil. Terbukti dengan tumbuh pesatnya ekonomi masyarakat, perindustrian, tingkat kesejahteraan dan kesehatan rakyat. Walaupun pertambahan jumlah penduduk ternyata juga mengakibatkan peingkatan kebutuhan tenaga listrik secara nasional. Untuk memenui kebutuhan tersebut, harus digunakan sumberdaya energi primer seperti migas, batubara, air dan lain-lain untuk pembangkit tenaga listrik. Teknologi yang digunakan sampai saat ini hanya memanfaatkan sumberdaya energi primer yang berasal dari fosil, Dimana masih menimbulkan dampak pencemaran terhadap lingkungan dan cadangannya sudah semakin menipis. Oleh karena itu perlu diketengahkan berbagai alternatif sumberdaya energi primer yang lain seperti angin, surya, panas bumi, gelombang laut, fuel cell dan lain-lain. Sehingga dapat diteliti dan dikembangkan lebih lanjut, untuk mengantisipasi keterbatasan sumber daya energi fosil, berikut teknologi yang terkait dan dapat menekan serendah mungkin tingkat pencemaran terhadap lingkungan. Usaha tersebut masih perlu disertai pengembangan sumberdaya ,mauisia baik sebagai pengguna energi. pengelola, maupun untuk menaggulangi pencemaran lingkungan lebih lanjut.

Lingkungan Sebagai Media Dalam Pemasyarakatan Wawasan Rancang-Bangun dan Reka-Yasa

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 57-77
Abstraksi Narasi : Sumber daya manusia Indonesia yang cukup besar, akan tetapi masih rendah kualitasnya dilihat dari Phisical Quality Life Index maupun Human Development Index, belum dapat dijadian model dasar dalam pembangunan. Untuk mendukung PJPT II yang telah memasuki tahap industrialisasi, SDMI perlu disiapkan sebagai tenaga kerja yang efektif. Untuk itu wawasan Rancang Bangun dan reka-yasa serta pola pikir produktif dengan limbah yang aman, perlu dimasyarakatkan sedini mungkin, dengan sasaran primer adalah anak usia sekolah, dan sasaran sekunder adalah segenap peduduk usia dewasa diatas usia sekolah dan orangtua serta para guru. Pemasyarakatan wawasan dan pola pikir seperti tersebut diatas, dapat memanfaatkan lingkungan hidup sebagai media, dilakaukan dengan memberi perlakuan khusus secara formal dan nonformal kepada sasaran primer, serta berupa informasi tentang makna industrialisasi dan cara mensikapi pertumbuhan industri kepada sasaran sekunder dan juga sasaran primer. Untuk pelaksanaan pemasyarakatan yang dimaksudkan diatas siperlukan dukungan perangkat keras dan lunak seperlunya yang memadai, termasuk program yang terpadu dan baku yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh pemerintah, Sedangkan operasionalisasi program melibatkan semua pihak yang terkait dengan pembangunan.

Limbah Serat Alam Sebagai Bahan Campuran dalam Pembuatan Batako

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 105-113
Abstraksi Narasi : Masalah lingkungan hidup adalah masalah yang bersifat multi dan inter disipliner yang mencakup berbagai disiplin ilmu dan tanggungjawab sebagai fihak. Dalam aspek teknologi bangunan, operasionalisasi dari kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan ialah salah satunya adalah upaya untuk menemukan bahan-bahan bangunan alternatif, terutama yang berdampak kecil terhadap perusakan sumber-sumber daya alam lingkungan hidup. Suatu temuan di bidang teknologi bahan bangunan baku dalam pembuatan batu bata beton atau batako, yang berfungsi untuk konstruksi dinding bangunan rumah. Batako serta alam yang saat ini telah mulai dikembangkan di Amerika Serikat tersebut telah mampu menghasikan bahan bangunan untuk kontruksi dinding dengan penampilan manarik tidak jauh berbeda dengan dinding batu bata atau beton pada umumnya), dapat memenuhi persyaratan sebagai bahan bangunan yang berkualitas dan dengan harga yang relatif sangat murah. Sementara itu, potensi serat alam di Indonesia yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku dalam pembuatan batako jenis ini adalah tersedianya limbah sekam padi (kulit padi) yang cukup banyak. Limbah sekam padi tersebut selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal. dan bahkan justru sering menimbukan permasalahan dalam penanganannya. Untuk itu berbagai penelitian, baik oleh kalangan profesi maupun pihak perguruan tinggi perlu terus digalakkan terutama dalam mencari bahan bangunan alternatif andalan secara teknis masih memenuhi syarat, harganya relatif murah dan yang tak kalah pentingnya adalah dalam rangka mendukung upaya pelestarian sumber-sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Kiat Menciptakan Rumah Sehat yang Berwawasan Lingkungan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 9-16
Abstraksi Narasi : Kesadaran dan kepedulian manusia terhadap lingkungan perumahan yang holistik dan integralistik menuntut dukungan dari seluruh komponen secara total, termasuk lingkungan hidup kontemporer. Segenap komponen pembangunan hunian beserta lingkungannya tersebut harus dirancang dalam satu kesatuan untuk sistemik integratif sehingga memperoleh peluang yang sama untuk menyumbangkan fungsinya dalam upaya mendukung pembangunan rumah sehat yang berwawasan lingkungan. Orang menghabiskan sebagian besar waktunya dirumah, sehingga rumah dan lingkungannya merupakan salah satu faktor dalam pembentukan manusia seutuhnya, Rumah sehat adalah rumah yang telah memenuhi persyaratan tertentu, namun itu saja belum cukup bila lingkungannya tidak sehat, Ditinjau dari wujudnya lingkungan dapat digolongkan menjadi lingkungan nonfisik, biotik dan lingkungan abiotik, sedang bila ditinjau dari kejadiannya dapat digolongkan menjadi lingkungan alamiah dan lingkungan buatan. Kita menciptkan rumah sehat yang berwawasan lingkungan dapat disimpulkan sebagai upaya menciptakan lingkungan tempat hunian yang direncanakan dengan memperhatikan fungsi-fungsinya sebagai unsur kehidupan masyarakat yang tidak terpisahkan sehingga penghuni tersebut dapat tumbuh dengan wajar sebagai manusia seutuhnya.

Identifikasi dan Usaha Prediksi Dampak Lingkungan Apek Sosial Budaya

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 123-131
Abstraksi Narasi : Tulisan ini mencoba menjawab permasalahan, bagaimana mengidentifikasi dampak lingkungan pada aspek sosial budaya, akibat dari suatu pembangunan proyek. Karena, kegiatan pembangunan proyek untuk menghasilkan nilai-nilai tambah, baik materi maupun rohani. Oleh karena itu proyek harus dapat meminimalkan dampak negatifnya, baik dampak bersifat kuantitatif maupun dampak bersifat kualitatif, Identifikasi dan prediksi dampak lingkungan aspek sosial budaya dapat menggunakan pendekatan analisis komparasi disertai dengan metoda informal ataupun profesional judgment, dibedakan dengan metode ekstrapolasi dan metode normatif. Metoda ekstrapolasi dapat dilakukan dengan memberikan gambaran perubahan sosial budaya masa datang apabila ada kegiatan proyek pembangunan, Metode normatif dengan merekayasa sosial budaya mendasarkan kondisi sosial budaya yang akan datang karena tidak stabil, karena situasi yang tidak pasti. Selanjutnya, dapat dikerjakan melalui dua tahapan: tahapan pra dan masa konstruksi , serta tahapan pasca konstruksi dan operasi, Tahapan pra konstruksi memerlukan studi sejarah lingkungan sebelum kegiatan pembangunan dimuai untuk memenuhi latar belakang sosial budaya masyarakat. Tahapan pasca konstruksi dan operasi dibedakan menjadi dua: jangka pendek , dan jangka panjang. Dampaknya diperkirakan dengan melihat perilaku sosial dan budaya masyarakat yang mungin akan terjadi. sebagai manifestasi kejiwaan dan potret sosial budayanya.

Dampak Kebisingan Terhadap Manusia

Nama Pengarang : Sumardi, Yosaphat, Sarbiran, Sunaryo, Jaedun, Amat, Pusoko Prapto, F. Praptono, Ima Ismara, Mutaqin, A.K. Prodjosantoso, Maman Suryaman, Heru Nurcahyo, Lilik Chaerul Yuswono, A. Daliman, Nurfina Az. N, Suranto, Sigit Dwi Kusrahmadi
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 27-36
Abstraksi Narasi : Kebisingan merupakan salah satu bentuk polusi lingkungan, dampak kebisingan terhadap manusia dapat berupa kehilangan pendengaran, kerusakan telinga, gangguan percakapan, gangguan kecakapan istirahat dan tidur, gangguan percakapan, gangguan fisiologis. Lainnya, gangguan psikologis. Namun demikian, polusi kebisingan memperoleh perhatian dibandingkan dengan bentuk polusi lainnya. Hal ini terjadi karena dampak polusi ini tidak segera dirasakan akibatnya bagi manusia. Karena arah pembangunan negara kita menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memacu pembangunan industri, maka polusi kebisingan merupakan masalah penting yang perlu diantisipasi. Tulisan ini berusaha memaparan pengertian kebisingan , sumber kebisingan, dampak kebisingan dan strategi pengendaliannya.

Standarisasi dan Jaminan Mutu sebagai Penopang Era Industrialisasi

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : -
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 77-84
Abstraksi Narasi : Upaya untuk mendorong eksport non migas, perlu meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing produk serta terobosan dan perluasan pasar luar negeri. Ini berarti perlu meningkatkan usaha perbaikan mutu secara konsisten, jaminan mutu dan standarisasi barang-barang produksi sebagai penopang era industrialisasi di Indonesia. Pemerintah telah mengeluarkan kebijaksanaan yang berkaitan dengan standarisasi yaitu PP nomor: 15 tahun 1991 dan Kepres nomor : 12 tahun 1991. Sangat tepat kiranya kebijaksanaan ini dikeluarkan karena dapat mengantisipasi perkembangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi standarisasi dan jaminan mutu yaitu globalisasi, perubahan lingkungan, sistem sertifikasi dan orientasi internasional. Disamping itu, kerjasama pemerintah swasta diperlukan untuk menyusun dan memperbaiki standar nasional yang mengacu standar internasional. Kerjasama tersebut akan mencakup hal-hal tentang manajemen, tata administrasi, teknis dan sistem informasi yang perlu dikembangkan secara bertahap dan berkesinambungan, dan yang tak kalah pentingnya adalah Indonesia harus mulai berperan aktif dalam kegiatan standarisasi internasional.
← Kembali ke Halaman Utama