| Nama Pengarang |
: |
Sunaryo, Yulipriyanto, Eddy Purnomo, Suyanto, Subandijah, Wiyatmi, Subardjono, Djoko Laras BT, A. Daliman, Moh. Amien, Sukamto, Widarto |
| Abstraksi Narasi |
: |
Permasalahan pada setiap pembangunan perumahan adalah bagaimana agar dapat terwujud dengan baik, kuat, memenuhi persyaratan dengan biaya yang relatif murah serta cepat dalam pelaksanaan. Volume bahan bangunan yang paling banyak digunakan dalam suatu bangunan adalah pembuatan dinding yang selama ini terbuat dari bahan dasar batu bata. Karena bahan tersebut dari tanah liat yang subur serta harus dibakar dengan kayu maka dikhawatirkan mempunyai dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan, sehingga perlu adanya bahan alternatif sebagai penggantinya.
Batako merupakan suatu terobosan teknologi yang diharapkan dapat menjawab permasalahan tersebut, karena untuk membuat dinding tembok mempunyai banyak keuntungan sepereti hasilnya kuat serta kekuatannya dapat diatur sesuai kadar PCnya, cara pembuatan sederhana dan dapat dilaksanakan sendiri secara kecil-kecian atau indutri rumah tangga, tidak perlu dijemur sehingga pada musim hujan dapat dibuat, cetakan dan peralatan sederhana, membantu melestarikan lingkungan karena tidak menggunakan tanah yang subur dan tidak perlu menebang pohon untuk pembakaran serta harga terpasang lebih murah dibandingkan batu bata.
Sesuai dengan perkembangan teknologi, khususnya teknolgi tepat guna dalam memenuhi selera konsumen, perlu adanya pengembangan pembuatan batako dengan berbagai model seperti model berlubang agar lebih menghemat bahan dan ringan, model permukaannya diberi relief agar lebih menarik dan sebagainya sehingga diharapkan pada suatu saat dapat menggeser kedudukan batu merah. |