| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 131-163 |
| Abstraksi Narasi | : | - |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 81-97 |
| Abstraksi Narasi | : | - |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 99-115 |
| Abstraksi Narasi | : | - |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 117-129 |
| Abstraksi Narasi | : | - |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 5-25 |
| Abstraksi Narasi | : | - |
| Nama Pengarang | : | Edward Said, Irfan Anshory, Muhammad Taqi Misbah Yazdi, Redaksi The Economist, Redaksi The Economist, Muthahhari, Murtadha, J.A. Progler |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 63-79 |
| Abstraksi Narasi | : | - |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 95-108 |
| Abstraksi Narasi | : | Peradaban modern, selain membawa banyak manfaat penting untuk kemanusiaan, menimbulkan banyak kesalahan yang tidak terbatas pada kekejaman politik dan ekonomi pihak Barat, di luar perbatasan geografis mereka. Pencarian akan kebenaran, dan juga persaingan, keinginan balas dendam, serat ambisi semuanya bergabung memunculkan modernitas dan pembangunan. Kesadaran akn isu ini memaksa non -Barat untuk menahan diri dari mengikuti konsep pembanguan Barat sepenuhnya. Pada saat yang sama, kita juga tidak bisa memandang tradisi bersifat kekal dan ilahiah. Banyak orang tradisionalis terus melindungi warisan mereka dari modernitas dan menganggap bahwa hal itu dapat membawa keteraturan ke dalam hidup. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 4-22 |
| Abstraksi Narasi | : | Mujahid merupakan mufasir Syi'ah terkemuka berkebangsaan Iran yang termasuk dalam golongan para tabi'in. Dia adalah murid Ibn Abbas yang tidak mempersoalkan perintah-perintah khalifah Abu Bakar dan Umar tentang pelarangan penulisan hadis dan mengajar tafsir. Ia merupakan penemu aliran baru dalam hermeneutika al-Quran yang didasarkan atas empat prinsip: Bahwasalah satu bagian dari al-Quran adalah penjelas bagi-bagian yang lain; penafsiran berdasarkan hadis-hadis; Akal; Penjelasan-penjelasan yang berbau sastra. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 129-142 |
| Abstraksi Narasi | : | Problem penyempitan dan pembatasan ruang lingkup wacana pluralisme dan yang sejenis lebih banyak disebabkan oleh simplifikasi makna masyarakat sipil secara dikotomis-bipolar. Dalam batas tertentu, pluralisme diterima untuk memapankan gerakan keagamaan yang terlanjur melembaga dalam mazhab pemikiran keagamaan, agar dapat bertahan menghadapi perubahan zaman serat yang terpenting adalah untuk mengahdapi "lawan" mazhabnya. Untuk itu, aspek spiritual dapat dijadikan alternatif mempertemukan keberagaman agama dan keyakinan umat manusia di tingkat esoterik. Agama dalam perspektif ini merupakan potensi besar untuk suatu penataan masyarakat sipil yang kuat. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 39-54 |
| Abstraksi Narasi | : | Masyarakat Quran adalah sebuah masyarakat yang didasarkan atas tuntunan al-Quran, yang tidak hanya menjadi sumber pengetahuan utama tentang kepercayaan agama, kewajiban dan praktik, tetapi ia juga menjadi pembimbing, baik secara rinci maupun umum, dalam setiap aspek peradaban Islam. Ciri masyarakat al-Quran, yang mempengaruhi perempuan, adalah: bahwa kedua jenis kelamin dipandang setara dalam hal status dan nilai; perintah untuk sebuah masyarakat yang berjenis kelamin ganda dan bukan sebuah masyarakat berjenis kelamin tunggal; penekanannya terhadap saling ketergantungan antaranggota masyarakat. Untuk menjamin saling ketergantungan ini, Allah Swt menetapkan tugas dan kewajiban timbal-balik dari beragam anggota keluarga; institusi keluarga besar; sifatnya yang patriakal, yang meletakkan kepemimpinan utama dan peran pengambilan-keputusan dalam keluarga di tangan laki-laki. |