Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 34060 dari 34180, Total: 341797 data)

Penjelasan Mengenai Nabi Isa di dalam Quran: Sebuah Perspektif Akhbari

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Al-Huda
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 23-38
Abstraksi Narasi : Salah satu prinsip terpenting yang mana Nabi 'Isa di dalam "Quran" ditampilkan sabagai "simbol" adalah bahwa karunia dan kasih sayang merupakan realisasi Diri yang sesungguhnya. Kasih sayang harus dipahami tidak hanya secara moral tetapi juga secara a priori. Allah memberi kehidupan kepada alam semesta dari kasih sayang karena kualitas-kualitas tersembunyi-Nya yang ingin dikenali. Manusia turut andil dalam proses ini baik secara positif dan dari dalam, dengan menghidupkan jiwanya sendiri dan jiwa orang lain melalui ilmu Allah. "Wujud" Yang Hakiki memiliki makna "menjadi" yang bermakna kasih sayang, pemberi karunia, dan murah hati. Seorang hamba tidak dapat "menjadi" tanpa yang lain. Apabila kesadaran menjadi Yang Hakiki tidak diimbangi dengan kesadaran makhluki, kesadaran seorang hamba, pada saat yang sama dan sepanjang seseorang tetap menjadi seseorang, hasilnya sebenarnya jauh dari rasa kasih sayang. Rasa itu adalah kesombombongan, kebanggaan diri, dan mempertuhankan diri.

Pengaruh Globalisasi terhadap Peradaban

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Al-Huda
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 109-127
Abstraksi Narasi : Penulis mengurai beragam kecenderungan dan definisi seputar globalisasi dan hubungannya dengan peradaban. Pada masa kini kita memasuki peradaban kedua, setelah sebelumnya dikuasai oleh Islam dalam rentang yang lama. Terdapat banyak perbedaan antara peradaban Islam dan peradaban Barat. Perbedaan ini berdampak pada efek globalisasi, yang menurut penulis, lebih banyak segi negatifnya ketimbang positifnya. Namun sebagai suatu keniscayaan perkembangan masyarakat, kajian globalisasi perlu digalakkan agar peradaban yang sesuai dengan tuntutan agama-agama universal dapat diselamatkan.

Metode dalam Kalam Syaikh al-Mufid dan dalam Teologi Kristen

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Al-Huda
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 81-88
Abstraksi Narasi : Penyamaan ilm al-kalam dengan teologi dalam bahas Barat tidak terlalu akuarat karena keduanya beranjak dari titik yang berbeda. Tujuam kalam, adalah untuk mempertahankan dan menjelaskan eksistensi Tuhan. Al-Mufid mendasarkan pembuktian Tuhan tidak hanya melalui akal namun juga wahyu. Kedua sarana ini dipakai juga untuk pembuktian kemaksuman para Imam Syi'ah yang sering menjadi titik tembak lawan-lawannya. Sedangkan tujuan utama teologi, menurut McDermott, adalah untuk "memahami iman." Atau sebagaimana dikatakan Augustinus, salah seorang perintis tradisi teologis, "saya percaya agar saya bisa memahami dan saya memahami agar saya mengimani secara lebih baik."

Kehidupan: Perjuangan Melaksanakan Syariat Allah

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Al-Huda
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 89-93
Abstraksi Narasi : -

Dari Defensif ke Otensif: Pergerseran Makna Jihad dalam Dunia Islam

Nama Pengarang : Abdulaziz Sachedina, Andito, Hassan Hanafi, Abdullah Assegaf, Martin McDermott, Osman Bakar, Reza Shah-Kazemi, Al-Faruqi, Lois Lamya, Syafinuddin al Mandari, Abdul Husain Syahidi Shalihi, Sayyid Mohammad Khatami, Andi Hakim
Nama Majalah/Jurnal : Al-Huda
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 55-69
Abstraksi Narasi : Tujuan makalah ini adalah untuk menunjukkan bahwa meskipun kita harus menghindari penafsiran kaum fundamentalis terhadap rumusan hukum Islam klasik, umumnya dalam studi kontemporer mengenai jihad, kita tidak dapat mengabaikan pencarian informasi sistematis mereka yang digunakan para ekstremis Islam untuk membenarkan kekerasan bahkan pengangkatan senjata untuk melakukan serangan dan penindasan yang dilakukan kekuatan-kekuatan militer Islam dan non-Islam.

Tauhid dan Pembebasan

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Al-Huda
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 53-61
Abstraksi Narasi : Hati yang kosong dari perlawanan terhadap kemunkaran dan penindasan adalah hati yang kosong dari keimanan. Sebuah kepribadian tauhid adalah sebuah makhluk yang terintegrasi dan harmonis, yang menjadi satu dengan dirinya, lingkungan alamnya dan dengan Allah. Ia tidak dapat dan tidak akan membagi hidup ke dalam kehidupan yang religius dan sekuler, privat dan publik, spiritual dan politik, karena hal itu melanggar filsafat integrasionis yang melekat dalam tauhid. Ia tidak hanya mengamati dan menentang siistem yang menciptakan dan mengekalkan kelaparan atau kekuatan sosiologis-cum-industrial yang memunculkan sikap permisif yang tak bermoral, tetapi juga mengamati dan menentang perannya di dalam sistem atau kekuatan tersebut.

Berselisih, haruskah? Tinjauan atas Percelisihan Ahlussunnah dan Syi'ah

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Al-Huda
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 23-34
Abstraksi Narasi : Penulis memandang perlu memisahkan antara pengembangan ilmu pengetahuan yang memunculkan golongan, sekte dan kelompok dengan perbedaan yang muncul sebatas wacana dan dalam wilayah intelektual saja. Berbeda pendapat dalam masalah agama bukanlah ruang atau ladang luas yang diperkenankan untuk semua kalangan; kaum awam maupun kaum terpelajar, melainkan khusus untuk orang yang mempunyai kapabititas ilmu agama mumpuni dan diakui. Di kalangan Sunni, setiap orang boleh bersentuhan langsung dengan kitab dan sunnah, dan dengan mudah mengatakan bahwa pendapatnya berdasar kitab atau sunah. Persoalan ikhtilaf makin menjadi-jadi dan tambah runyam karena adanya ungkapan bahwa "ikhtilaf umatku adalah rahmat."

Religious and Civilisational Dialogue

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Al-Huda
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 141-158
Abstraksi Narasi : -

Profil Kajian al-Quran di Nusantara sebuah Abad Kedua puluh

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Al-Huda
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 9-22
Abstraksi Narasi : Selain minim, karya-karya tafsir sebelum abad ke-20 di Nusantara adalah karya-karya terjemah atau saduran dari karya-karya asing berbahasa Arab. Warna tasawuf yang domonan menandakan dominannya teks yang berhubungan dengan pengalaman otentik. Praktik keagamaan sehari-hari atu persoalan spiritual lebih mendapat perhatian ketimbang persoalan-persoalan yang diskursif. Korelasi antara aktivitas ekonomi dan kebudayaan akan satu lembaga hukum menguatkan tradisi fikih. Sandingan tradisi fikih dengan tasawuf inilah yang kemudian membingkai karakter "ortodoksi". Sayangnya, ortodoksi ini muncul di tengah kemunduran peradaban Islam dan kolonialisme Barat.

Multi Peradaban-Asia : Janji dan Bahayanya

Nama Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Al-Huda
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 63-81
Abstraksi Narasi : Sistem global dan sistem globalisasi adalah sebuah proses yang tumbuh dari epos kolonial. Kekuatan Barat secara individual mendominasi dan mengontrol masyarakat Asia sehingga melumpuhkan perkembangan potensi dalam lingkup pertukaran antar-negara dan antar-kebudayaan. Pusat-pusat kekuasaan yang baru dan elit-elit yang baru ini tidak hanya terkait dengan negara bangsa tetapi juag terkait dengan institusi-institusi internasional. Dengan gap ini, mustahil tercipta perdamaian di dunia. Satu-satunya tindakan yang dapat diambil adalah sebuah dialog di antara berbagi kebudayaan dan peradaban.
← Kembali ke Halaman Utama