| Nama Pengarang | : | Alparslan Acikgence |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 73-96 |
| Abstraksi Narasi | : | Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan melalui perspektif filosofis Mulla Shadra bahwa filsafat Islam saat ini tengah berada dalam kondisi stagnan. Alasan utamanya, sistem filsafat masa lampau yang pernah dihasilkan oleh peradaban Islam belum mengalami modifikasi ataupun pergantian oleh sistem yang lebih baru, sesuai pengetahuan terkini yang mengarah pada berbagai pengertian baru. Seperti yang akan penulis tunjukkan dalam tulisan tentang sistem filsafat ala Mulla Shadra ini, dalam kajian -kajian ilmiah, pikiran manusia tidak dapat berfungsi tanpa adanya suatu sistem pemikiran tertentu. |
| Nama Pengarang | : | dr. O. Hashem |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 45-51 |
| Abstraksi Narasi | : | - |
| Nama Pengarang | : | Sukron Kamil |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 33-44 |
| Abstraksi Narasi | : | Problematika keshahihan sebuah hadis, dari berbagai segi (matan, sanad, dan sebagainya) bukan hal yang tergolong mudah untuk dipecahkan. Sejumlah pakar dan pemikir Muslim sepanjang sejarah telah mengajukan berbagai metode dan cara bagaimana mengendus otentitas hadis. Tulisan ini mengajukan metode naqd al-hadits, yakni sebuah cara kritis yang diramu dari berbagai temuan di kalangan peneliti hadis sebelumnya, demi menapaki jejak-jejak keaslian teks-teks hadis. |
| Nama Pengarang | : | Muhammad Javad |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 147-152 |
| Abstraksi Narasi | : | Buku yang bertajuk "Meruntuhkan Hawa Nafsu Membangun Rohani" merupakan hasil terjemahan dari salah satu karya Ulama Syi'ah Ayatullah Husein Mazhahiri dengan judul asli "Jihad an Nafs". Penulis mengantarkan para pembaca mengenali lebih dekat makna hadis Rasulullah saww ketika kembali dari perang Uhud yang disebutnya peperangan yang lebih besar. Lewat sajiannya yang sarat dengan pesan spiritual, penulis membimbing para pembaca untuk keluar dari belenggu hawa nafsu adn meraih cita rasa kemerdekaan yang sesungguhnya. |
| Nama Pengarang | : | Husein Al-Kaff |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 15-31 |
| Abstraksi Narasi | : | Ijtihad tetap diperlukan sepanjang zaman, mengingat beberapa masalah antara lain, sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik, dan semua aspek kehidupan yang senantiasa berkembang dan membutuhkan penyelesaian yang Islami. Dibukanya pintu ijtihad akan mendorong kaum muslimin untuk terus mengkaji dan menggali ayat-ayat al-Quran dan sunnah, dan memberikan kepada mereka rasa tanggung jawab sebagai pemilik al-Quran dan sunnah, untuk menjelaskan kepada dunia tentang pandangan al-Quran menyangkut segala sesuatu dalam setiap aspek kehidupan. Tulisan ini sedikit banyak menguraikan segi historis dari problematika berijtihad, khususnya dalam konteks keindonesiaan. |
| Nama Pengarang | : | Yasraf Amir Piliang |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 53-71 |
| Abstraksi Narasi | : | Di Satu pihak, wacana sufisme dapat menjadi semacam penjaga gawang 'kesucian jiwa' di tengah masyarakat yang disarati gejolak pelepasan hasrat tak terbatas (unlimited desire); di pihak lain, sufisme sendiri dikhawatirkan dapat terperangkap dalam mekanisme 'mesin-mesin hasrat' masyarakat posmodern, bila rayuannya tidak dapat dibendung. Hakikat sufisme adalah 'pengendalian hasrat' (desiring liberation). Isi tulisan bernada provokatif ini kiranya bis dijadikan semacam celah untuk mengintip secara langsung proses terjadinya tragedi kemanusiaan dan ketuhanan di era kontemporer ini. |
| Nama Pengarang | : | Abd. Muin Salim |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 5-14 |
| Abstraksi Narasi | : | Telaah terhadap berbagai konsep dalam al-Quran sepanjang sejarah telah dilakukan lewat berbagai perspektif, tetapi menemukan sebuah formula yang benar-benar dapat disepakati belum kunjung tiba. Ini menunjukkan bahwa letak kekayaan khasanah alQuran justru pada kedalaman maknanya, semakin ditelaah semakin mengalir temuan baru. Salah satu contohnya adalah konsepsi terhadap bahasa politik. Memang diakui oleh hampirsemua mufassir bahwa penemuan makna generik suatu konsep selalu bergandengan dengan latar belakang metodologis dan teologis mufassirnya. Melalui rubrik ini penulis mengantarkan kita untuk mendekati konsep-konsep politik dalam al-Quran melalui pendekatan kebahasaan dengan teknik-teknik interpretasi semantik tanpa meninggalkan pendekatan tradisional. |
| Nama Pengarang | : | Dr.A.N. Baqirshahi |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 97-113 |
| Abstraksi Narasi | : | Perdebatan tentang esensi nilai-nilai moral telah berusia setua filsafat. Nyaris tak ada pemikir utama dari zaman manapun dari setiap tradisi yang tidak mendiskusikan masalah ini. Asal-usul topik ini, dalam filsafat Islam, dapat dilacak hingga ke periode perdebatan Asy'ariyah-Mu'tazilah. Allamah Muhammad Husain Thabathaba'i (1902-1981), yang diilhami para ulama ushul, khususnya almarhum Syeikh Muhammad Husain Isfahani, mengaukan pandangan baru tentang tema ini. Paparan kontemplasi filosofisnya tercantum dalam bab ke-6 dari bukunya Ushul-e Falsafah wa Rawisy-e Riyalism. Murthada Muthahhari, murid Allamah, menulis catatan penjelasan detail tentang buku tersebut, dengan menambahkan pandangannya sendiri dalam bentuk komentar-komentar kritis. |
| Nama Pengarang | : | Syeikh Ja`far Hadi |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 153-159 |
| Abstraksi Narasi | : | - |
| Nama Pengarang | : | Abdulaziz A. Sachedina |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Huda |
| Volume / Nomor Edisi | : | - |
| Nomor Halaman | : | 109-112 |
| Abstraksi Narasi | : | - |