Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 34132 dari 34180, Total: 341797 data)

Tradisi Fua Pah: Ritus dan Mitos Agraris Masyarakat Dawan di Timor

Nama Pengarang : Yoseph Yapi Taum
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Sanata Dharma
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 10-26
Abstraksi Narasi : Masyarakat Dawan merupakan kelompok etnis terbesar yang mendiami wilayah Pulau Timor di Propinsi NTT. Sebagai mayoritas petani, mereka umumnya tinggal di tanah-tanah kering dan tandus yang ditandai oleh `scarcity of life source`. Karena itulah mereka mengembangkan berbagai tradisi ritual dan mitologis untuk menghadapi bahaya dan kesulitan hidup yang disebabkan oleh alam. Salah satu ritus pertanian yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah Ritus Fua Pah yang bertujuan agar sang penguasa kejahatan Uis Pah tidak mengganggu dan merusak tanaman. Pokok yang diteliti disini mencakup pelaksanaan ritual pertanian, motivasi-motivasi mitologis yang mendasarinya, bahasa-bahasa ritual yang menyertai pelaksanaan tradisi itu, serta `bekas-bekas` (traces) paham religi asli dalam praktik ritual Fua Pah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Dawan mengenal tahapan-tahapan ritual pertanian, dan pada masing-masing tahap itu selalu dilakukan ritus persembahan yang disebut Fua Pah (=pemberian hewan korban kepada Uis Pah), disertai dengan pendasaran puisi-puisi ritual yang indah dan metaforis, yang mengandung makna yang sangat dalam. Temuan penting yang perlu dikemukakan dalam kaitannya dengan tradisi Fua Pah ini adalah, bahwa pemujaan, persembahan dan harapan masyarakat Dawan sesungguhnya bukanlah tertuju kepada sang Uis Pah, seolah-olah mereka adalah `pemuja setan`. Sebagian orang Dawan menyebut Fua Pah sebagai `setan`. Dalam puisi ritual Tonis disebutkan bahwa persembahan ini diberikan kepada tritunggal :a) Uis Nitu, b) Uis Pah, dan c) Uis Neno. Secara gradual, pusat dan inti terdalam kepercayaan dan praktik penyembahan itu adalah Uis Neno, Tuhan Yang Terang, Tuhan Seru sekalian Alam, Tuhan yang sempurna. Inilah pula inti dari kepercayaan atau religi asli masyarakat Dawan. Ritus Fua Pah memperlihatkan pula adanya hubungan timbal-balik dan interaksi yang sangat erat antara bahasa ritual, sastra (lisan) dan religi asli. Ada pula nuansa-nuansa magis dan animisme dalam upacara ini. hal ini cenderung bertahan terhadap perubahan, karena sudah dipandang sebagai adat-istiadat yang menunjukkan identitas kelompok etniknya.

Students` Awareness of the Grammar They Use in Writing

Nama Pengarang : Yohana Veniranda
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Sanata Dharma
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 36-46
Abstraksi Narasi : Problems with student` grammar in spoken and written language have become the concern for a long time. Many teachers complain about their students` use of grammar. even though students have gone through many structure classes, their written language turns out to consist of many basic grammatical mistakes. This study was done discuss the following questions:1) What are the students` opinions about their awareness of the grammar thay use in their writting? 2) Do the students of semester VI have a good awareness of the grammar they use in their writting? 3) What can be done to improve students` awareness and responsibility of the grammar they use in their assignments? Accordingly, the objectives of this study were to find out what the students` opinions about their awareness were, to find out whether the students of semester VI had a good awareness of the grammar they use in their writing assignments,and to find out what can be done to improve student`s and responsibility of the grammar they use in their assignments. This study involved a literature review, a survey, and a test. To answer the first question, the writer used a set of questionnaires. To answer the second question, the writer used a writing test. The library study was done to answer the third question. The sample of population was the students of semester VI of the English Education Study Program. There were 100 respondents for the questionnaire. There were 66 students who did the writing test and the self-correction. There were 20 ietms in the quetionnaire, divided into six parts, i.e. students` habits is starting and doing their writing, students` awareness of the responsibility for their work, students habits in using the dictionary, students` sources of help when doubtful, students` opinions about the cause of their strengths/weakness, and students` opinions about the tolerability of mistakes made by their teachers and by themselves. In the writing test, the students were assigned to write an essay with a free topic. In the next meeting, the students were asked to do self-checking and self-correction using a different ink color. The results of the questionnaires showed that according to semester-VI students, their awareness of the grammar they used in writing was good. Seven-eight students said that they were always aware that they were responsible to submit a high quality work, but this number dropped to only seventeen, as they were asked about what they really did. In other words, the students are aware that they have to submit good work, but they do not feel the urge to do what they are aware of. Being aware is not enough. The results of the writing test andthe self-correction session show that there was a great number of mistakes that could be corrected by the students themselves. This means that the students do not have good awareness of the grammar they use in writing. Based on the findings and the library study, the wruter concludes that teachers have a very important role to maintain and improve the students` awareness. Sharing the responsibilities should be done. Planning, drafting and revising are the three steps that should be done in every wrtten assignment. Paying attention to the content of their assignments is importan, but paying attention to the language is also important. Self-checking and self-correction for the content and for the language should be built as habits. If necessary, teachers can apply certain penalty for each elemtary mistake.

Sikap Mahasiswa FKIP Terhadap Profesi Guru: Studi Kasus FKIP Universitas Sanata Dharma 2000

Nama Pengarang : C. Teguh Dalyono
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Sanata Dharma
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 27-35
Abstraksi Narasi : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap mahasiswa FKIP terhadap profesi guru, apakah terdapat perbedaan sikap antara mahasiswa yang sudah dan belum mengalami PPL,dan apakah terdapat perbedaan sikap berdasarkan karakteristik responden seperti daerah asal, jenis kelamin, pekerjaan orang tua dan program studi yang dimasuki. Yang menjadi penelitian ini adalah mahasiswa dari semua program sutdi di lingkungan FKIP USD kecuali prodi BK. Sampel diambil dengan metode acak sederhana, dan data dianalisis dengan ANOVA serta Multiple Comparison Test. Hasilnya menunjukkan sebagian besar (96%) mahasiswa bersikap positif dan sisanya ragu-ragu. Tidak ada perbedaan sikap terhadap profesi guru antara responden laki-laki dan perempuan. Demikian juga antara responden yang berasal dari kota dan dari desa, maupun antara yang sudah PPL maupun belum PPL. Sementara itu ada perbedaan sikap responden terhadap profesi guru dilihat dari program studi yang dimasuki. Dilihat dari profesi orangtua, responden yang orangtuanya berprofesi sebagai guru mempuyai sikap yang lebih positif daripada yang orangtuanya bukan guru.

Pengaruh Difusivitas Termal Terhadap Distribusi Suhu Benda Padat Tiga Dimensi

Nama Pengarang : PK Purwadi
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Sanata Dharma
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 47-50
Abstraksi Narasi : Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh difusivitas termal bahan terhadap distribusi suhu pada benda padat 3 dimensi pada keadaan tak tunak tanpa adanya pembangkitan kalor dalam sistem. Seperti diketahui bahwa setiap bahan mempunyai angka difusivitas termal yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan metode komputasi, dengan metode beda hingga cara eksplisit. Karena alasan mudah dilakukan, cepat selesai dan biaya yang relatif murah dengan tanpa meninggalkan keakuratan hasil yang diperoleh. Penelitian dilakukan terhadap benda uji dengan bentuk geometri kubus dengan sisi-sisinya sebesar 20 cm. Bahan benda uji dipilih yang dapat mewakili semua bahan, yaitu perak, tembaga, aluminium, seng, dan timah, yang mempunyai angka difusivitas termal yang berbeda-beda. Penelitian dilakukan pada titik-titik yang dapat mewakili dari sistem yang diteliti, diambil beberapa titik pada benda. Pada setiap titik dilihat pengaruh difusivitas termal terhadap perubahan suhu karena perubahan keadaan lingkungan yang berubah dengan mengambil bahan-bahan yang berbeda-beda tersebut. Perubahan keadaan lingkungan diambil untuk beberapa kasus, dengan kondisi-kondisi batas yang bervariasi yang dipilih dapat mewakili keadaan lingkungan yang dapat terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda dengan bahan perak lebih cepat menyesuaikan terhadap perubahan kondisi di lingkungannya yang baru dari pada dengan bahan yang lain, perak lebih cepat panas atau lebih cepat dingin. Berturut-turut kemudian diikuti tembaga, alumunium, seng dan perak. Bila dilihat angka difusivitas termalnya, maka benda dengan bahan yang mempunyai difusivitas termal yang tinggi akan lebih cepat menyesuaikan suhu dengan suhu/kondisi lingkungan yang baru.

Persepsi Masyarakat terhadap Pelaksanaan KKN Universitas Sanata Dharma di Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo (Suatu Studi Kasus)

Nama Pengarang : Th. Sumini
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Sanata Dharma
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 25-33
Abstraksi Narasi : Pokok permasalahan penelitian ini adalah persepsi masyrakat dan mahasiswa terhadap KKN. Tujuan penelitian adalah pertama, untuk mengetahui pelaksanaan program KKN USD di keenam dusun di Desa Kedungsari. Kedua, untuk mengetahui partisipasi masyarakat di keenam dusun di desa Kedungsari dalam pelaksanaan KKN. Ketiga, untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan program KKN USD. Keempat, untuk mengetahui persepsi mahasiwa terhadap porgram KKN. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripti kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informasi dilaksanakan dengan teknik porpusif random sampling. Data penelitian dikumpulkan dari arsip dan dokumen, tokoh-tokoh formal maupun non formal masyarakat, karang taruna, anggota masyarakat yang terlibat pada program kegiatan KKN, serta mahasiswa peserta KKN. Teknik analisis data yang dipakai adalah teknik analisis interaktif. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa pertama, pelaksanaan program KKN di keenam dusun di Desa Kedungsari dilaksanakan atas dasar kerjasama antara USD dengan Pemerintah Daerah Kulon Progo untuk mewujudkan visi dan misi USD. Kedua, partisipasi masyarakat di keenam dusun di Desa Kedungsari terhadap pelaksanaan KKN positip. Ketiga, persepsi masyarakat di keenam dusun di Desa Kedungsari positip. Keempat, persepsi sebagian besar mahasiswa terhadap KKN mengalami perubahan dari persepsi negatif menjadi positif. Kelima, masih ada sebagian kecil masyarakat dan mahasiswa yang memiliki persepsi negatif terhadap KKN.

Perbandingan Efek Tonikum Infusa Akar Talinum Paniculatum Gaertn (Ginseng Jawa) terhadap Akar Panax Ginseng C.A. Meyer (Per Oral) terhadap Fungsi Motorik Mencit

Nama Pengarang : Rita Suhadi
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Sanata Dharma
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 9-15
Abstraksi Narasi : Infusa tanaman ginseng Jawa (Talinum Paniculatum Gaertn.) digunakan di Indonesia sebagai tonikum untuk meningkatkan kemampuan seksual. Penggunaannya berdasarkan kemiripan akarnya dengan ginseng asli (Panax ginseng C.A. Meyer) yang mempunyai berbagai khasiat farmakologi yang baik dan niali ekologis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengamati khasiat tonikum ginseng Jawa pada mencit menggunakan metode rotarot test. Kadar pemberian dalam penelitian ini adalah ginseng standar kontrol positif (1,2 mg) dan ginseng Jawa (3,6 mg dan 6,0 mg)/kg BB/hari. Data dikumpulkan dengan dua cara, yang pertama adalah menetapkan waktu jatuh pertama kali (detik) dan kedua adalah jumlah jatuh (frekuaensi) dalam waktu 3 kali 10 menit. Uji ini dilakukan pada hari ke-1 (efek akut) dan hari kelima (efek akumulasi). Hasil: uji waktu jatuh pertama, semua kelompok mempunyai waktu jatuh yang sama (p>0,05). tidak teramati efek samping pada hewan yang diberikan ginseng Jawa dosis tinggi. Kesimpulan ginseng Jawa pada dosis 3 dan 5 kali dosis standar secara statistik sama poten dengan ginseng standar.

Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Mengerjakan Soal Latihan Matematika di Kelas: Sebuah Penelitian Tindakan Kelas

Nama Pengarang : Novita Dewi, St. Susento, Wanty Widjaja
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Sanata Dharma
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 16-24
Abstraksi Narasi : Penelitian tindakan kelas di SMU Sang Timur Yogyakarta ini bertujuan untuk mencaari cara-cara yang dapat ditempuh guru matematika untuk mengaktifkan siswa selama berlangsung kegiatan latihan dikelas. Secara lebih spesifik, penelitian ini ingin mendaptakan: (a) cara mengusahakan agar bahan pelajaran menarik perhatian siswa, (b) cara melibatkan siswa dalam kegiatan orientasi bahan pelajaran sebelum berlangsung latihan dikelas, (c) cara memulihkan perhatian siswa jika muncul tanda-tanda kebosanan terhadap kegiatan latihan soal, (d) cara memberikan umpan-balik secara klasikal terhadap hasil latihan siswa. Untuk menarik perhatian siswa terhadap bahan pelajaran, guru melibatkan siswa diawal pelajaran untuk membahas ilustrasi bahan pelajaran yang berkaitan dengan dunia nyata. Keterlibatan siswa dalam kegiatan orientasi bahan pelajaran dibangun dalam bentuk diskusi klasikal terbimbing. Agar siswa tidak cepat bosan, maka kegiatan latihan soal dipecah manjadi dua tahap, yaitu kerja kelompok dan pemberian umpan-balik secara klasikal. Pemberian umpan-balik ini dilakukan dalam bentuk diskusi klasikal.

Kontinuitas dan Diskontinuitas Kolonialisme dalam Penggambaran Tokoh Indonesia pada Empat Novel Australia Modern

Nama Pengarang : Novita Dewi
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Sanata Dharma
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 34-41
Abstraksi Narasi : Penelitin ini melihat sejauh mana sastra kolonialis masih berlangsung atau telah terputus dalam penggambaran tokoh-tokoh Indonesia pada empat karya sastra Australia modern: The Year of Living Dangerously (1978) karya C.J.Koch, Monkeys in the Dark (1978) oleh Blanche D`Alpuget, Troppo Man (1990) karya Gerald Lee, dan The Edge of Bali (1991) yang ditulis oleh Inez Baranay. Dua novel yang disebut pertama berlatar belakang kudeta G30S di Indonesia, sedangkan yang terakhir mangisahkan perilaku wisatawan-wisatawan asing di Pulau Bali. Teori Sastra Poskolonialisme dan modifikasinya dipakai dalam penelitian ini untuk mencermati secara kritis hubungan kekuasan antara penjajah dan si terjajah. Salain itu, dipinjam pula teori Orientalisme dari Edward Said (1978) yang membeberkan rekayasa wacana Barat dalam upaya menunjukkan superioritas mereka terhadap dunia Timur. Teori-teori ini membantu melihat kontinuitas dan diskontinuitas kolonialisme dalam keempat novel yang dikaji. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pergeseran makna medan dan manusia. Jika pada cerita-cerita dijaman kolonial petualang Barat selalu berhasil menaklukkan Indonesia dan penduduknya, dalam keempat novel ini toko-tokoh Indonesia ditampilkan sebagai terlalu tangguh untuk ditaklukkan. Kontinuitas terhadap ide-ide Orientalisme terlihat dari penokohan orang-orang pribumi yang tetap dipandang sebagai pecundang yang menghambat tokoh-tokoh perjalanan Barat. Pada saat yang sama, keempat novel modern ini juga memperlihatkan diskontinuitas terhadap kolonialisme karena tokoh-tokoh Indonesia diberi lebih banyak peran, otoritas, dan suara, bahkan beberapa dari mereka menjadi pengguagah kesdaran tokoh-tokoh Barat.

Perbedaan Daya Analgetik Ibuprofen pada Mencit Tukak Lambung Akibat Pemberian Bersama-sama dengan Antasida, Simetidin dan Sukralfat.

Nama Pengarang : Luciana Kuswibawati
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Sanata Dharma
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 20-33
Abstraksi Narasi : Telah dilakukan penelitian perbedaan daya analgetik ibuprofen pada mencit tukak lambung akibat pemberian bersama-sama dengan antasida, simetidin, dan sukralfat dengan tujuan mengetahui seberapa besar daya analgesik ibuprofen yang dipengaruhi oleh antasida, simetidin dan sukralfat. Penelitian ini dilaksanakan mengikuti rancangan anak pola searah, pada sepuluh kelompok mencit, yang masing-masing terdiri dari 5 ekor mencit. Kelompok I-V adalah mencit dengan lambung normal, sedangkan kelompok VI-X adalah mencit yang mengalami tukak-lambung. Kelompok I dan VI sebagai kelompok kontrol negatif yang hanya diberi perlakuan akuades, kelompok II dan VII sebagai kelompok kontrol positif yang diberi perlakuan ibuprofen dosis 52 mg/kgBB, kelompok III dan VIII diberi perlakuan ibuprofen dan antasida dengan masing-masing dosisi 52 mg/kgBB, kelompok IV dan IX diberi perlakuan ibuprofen dan simetidin dengan masing-masing dosis 52 mg/kgBB, kelompok V dan X diberi perlakuan ibuprofen dosis 52 mg/kgBB, dan sukralfat dosis 130 mg/kgBB. Efek daya analgesik diuji mengikuti metode rangsangan kimia yaitu dengan pemberian asam asetat 1%, dosis 50 mg/kgBB yang menyebabkan timbulnya geliat yang karakteristik serta mudah diamati. Data jumlah geliat diamati selama 30 puluh menit sejak pembelian asam asetat, kemudian dihitung prosentase daya analgetiknya. Seluruh data jumlah geliat dan prosentase daya analgesik dianalisis secara statistik dengan analisis varian dua jalan yang dilanjutkan dengan uji Tukey dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada kelompok mencit normal terdapat interaksi farmakokinetika negatif, yaitu berupa penurunan daya analgetika ibuprofen apabila diberikan bersamaan dengan antasida, simetidin, dan sukralfat. Pada kelompok mencit tukak terdapat interaksi farmakokinetika positif, yaitu berupa peningkatan daya analgetika ibuprofen apabila diberikan bersamaan dengan antasida, simetidin, dan sukralfat.

Perancangan Model Pengendalian Posisi Otomatis sebagai Alat Bantu dalam Perkuliahan Teknik Kendali

Nama Pengarang : B. Djoko Untoro Suwarno
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Sanata Dharma
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 34-43
Abstraksi Narasi : Telah selesai diteliti perancangan model Pengendalian Posisi Otomatis sebagai Alat Bantu Pengajaran Teknik Kendali. Model yang dirancang adalah model pengendalian posisi linear otomatis yang terdiri dari motor penggerak model, model mobil yang digerakkan, macam-macam kontroler, sensor posisi mengunakan prinsip potensiometer dengan ukuran panjang 1 meter. Melalui alat ini dapat dipakai untuk mempelajari perancangan suatu model pengendalian posisi. Hal-hal yang dipelajari pada model ini antara lain pengendalian posisi dengan penggerak motor DC, sensor posisi dengan menggunakan prinsip potensiometer, macam-macam kontroler serta rangkaian penguat daya untuk penggerak.
← Kembali ke Halaman Utama