Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 34155 dari 34180, Total: 341797 data)

Perkembangan Intelektual Siswa-siswa SMP

Nama Pengarang : Moh.Amien
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Ilmu Pendidikan
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 279-292
Abstraksi Narasi : The study is aimed at finding out students` thinking processes, differences in the students` cognitive development, and differences in the students` cognitive patterns in relation to the teachers` and parents` settings. The population includes SMP students in Yogyakarta. A sample of 1069 students is taken randomly from each class. A multiple choice test of Piaget`s cognitive development is given to the sample. Split-half technique of internal consistency is used to estimate the test reliability. Research findings indicate that older students have higher cognitive development than those in rural areas, male students have higher cognitive development than female ones, and students whose parents are more educated have higher cognitive development. One of the implications is that teachers` and parents` encouragement help improve students` cognitive development. Students, especially in the rural areas, therefore, need encouragement to improve their cognitive development.

Penelitian Kelas Oleh Guru: Konsekuensi Logis Terapan Kurikulum 1994

Nama Pengarang : Dwi Nugroho H.
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Ilmu Pendidikan
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 255-261
Abstraksi Narasi : The 1994 Curriculum makes it possible for classroom teachers to be curriculum developers. The question is whether every teacher can develop hypothesis into research project to solve classroom problems. Classroom research is an alternative that teachers may need to be able to make professional jugments in their own classrooms. Classroom research is an activity that teachers can carry out to improve their own teaching as well as their collegues`, and to verify educational theories and assumptions relevant to classroom practices. Classroom research can start with a hypothesis about teaching on the basis of teachers` own experience.

Kemampuan Mahsiswa PGSD dalam Menulis Surat

Nama Pengarang : Linda Puspita
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Ilmu Pendidikan
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 312-320
Abstraksi Narasi : The problem raised in this research was the capability of PGSD students in writing formal letter. Data were collected by a test. In this case, the students were asked to write a formal letter in 90 minutes. The length of the letter was not limited. The analyses of the data were based on formal letter requirements. Population of this research was student of PGSD of FKIP Universitas Sriwijaya. They were 124 students, and only 30 of them taken were as a sample. The results of this research show that student`s capability in writing a formal letter falls into four categories: (a) good category 3,33%; (b) fair category 56,66%; (c) bad category 36,66%; and (d) worse category 3,33%. It is suggested that the lecturers give more exercises especially in formal letters, sentence arrangement, using punctuations, and paragraph arrangement.

Kemampuan Guru SD dalam Menggunakan Sifat-sifat Operasi Hitung dalam Penyelesaian dan Penyusunan Soal-soal Matematika

Nama Pengarang : Toybah, Masrinawatie
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Ilmu Pendidikan
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 303-311
Abstraksi Narasi : This study attempted to know ability of primary school teachers in apllying the characteristics of mathematical operations for solving mathematical problems, and the teachers` ability in constructing mathematical problems, in which the characteristics of mathematical operations were properly taken into consideration. The study was carried out in a correlational-descriptive survey design. four, five and six teachers of 12 out of 50 primary schools in Kecamatan Sukarami, Kotamadya Palembang were recruited as the subjects of the study. Data were collected by using to written test batteries; one test was about the teachers` ability in solving mathematical problems, the other was on the teachers` ability in constructing mathematical problems. Results of data analysis revealed that the abilities of primary school teachers of Kecamatan Sukarami, Kotamadya Palembang were low in applying mathematical operation characteristics for solving mathematical problems in which the characteristics of mathematical operation were adequately taken into consideration. A significant correlation was also obtained for the two abilities of the teachers.

Geometri Sekolah Dasar dan Pengajarannya: Suatu Pola Penyajian Berdasarkan Teori Piaget dan Teori van Heile

Nama Pengarang : M.S. Kahfi
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Ilmu Pendidikan
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 262-278
Abstraksi Narasi : Content and techniques of its presentation are currently the two basic problems in the elementary school geometry. No serious solution to the problems may make the position of geometry in the curriculum weak which in turn leads to the students` poor mastery of geometry. Sufficient content of Geometry should now be included appropriately in the curriculum by considering the intellectual developmental stages of the students and relevant learning theories. In this case, Piaget`s theories of cognitive development and van Heile`s geometry learning theories should be considered in solving the problems.

Persepsi terhadap Perilaku Kepemimpinan Ketua Jurusan dan Sikap Profesional Para Dosen

Nama Pengarang : Willem Mantja
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Ilmu Pendidikan
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 236-250
Abstraksi Narasi : Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan persepsi para dosen terhadap perilaku kepemimpinan ketua jurusan mereka, perbedaan persepsi berdasarkan stratifikasi kepangkatan/jabatan fungsional dan hubungan persepsi mereka terhadap perilaku kepemimpinan ketua jurusan dengan sikap profesional para dosen tersebut. Sebanyak 140 orang sampel rambang berstrata di ambil dari populasi dosen IKIP MALANG. Data dikumpulkan dengan LBDQ dan angket sikap. Ditemukan bahwa para dosen mempersepsikan perilaku kepemimpinan ketua jurusan sebagai efektif, tidak ada perbedaan yang signifikan antara stratifikasi kepangkatan dan golongan dengan sikap profesional, dan ada hubungan yang signifikan antara perilaku kepemimpinan ketua jurusan dan sikap profesional para dosen.

Peningkatan Kesiapan Guru dalam Mengintegrasikan Pendidikan Lingkungan Hidup di Tingkat Pendidikan Dasar melalui Penyiapan Modul

Nama Pengarang : Istamar Syamsuri
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Ilmu Pendidikan
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 200-210
Abstraksi Narasi : Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul pendidikan lingkungan hidup (PLH) guna meningkatkan kesiapan guru dalam mengintegrasikan PLH ke dalam mata pelajaran di SD dan SMP. Ada tiga tahapan penelitian. Tahap eksplorasi bertujuan mendapatkan gambaran pelaksanaan pengajaran PLH selama ini. Tahap eksperimentasi bertujuan menguji keefektifan modul. Tahap evaluasi bertujuan mengevaluasi modul. Eksplorasi dilakukan di SD dan SMP se-Jawa, dengan menyebarkan angket. Eksperimen dilaksanakan di Jawa Timur dengan rancangan Prates-pascates Rambang Tiga Kelompok.Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa guru SD dan SMP belum siap mengintegrasikan PLH. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa modul PLH yang disusun cukup dapat diandalkan.

Pengembangan Afeksi Belajar di Sekolah Dasar

Nama Pengarang : Made Pidarta
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Ilmu Pendidikan
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 177-188
Abstraksi Narasi : Penelitian ini bertujuan menemukan metode pengembangan afeksi di SD. Instrumen penelitian adalah observasi, wawancara, dan kajian dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengembangan afeksi belajar di SD menyatu dengan proses belajar-mengajar sehari-hari, yang mengandung faktor-faktor: guru menghormati martabat anak-anak, materi pelajaran dikaitkan dengan lingkungan keluarga dan masyarakat, proses belajar-mengajar mengikuti kehidupan anak-anak, banyak belajar secara kelompok, orang tua ikut membantu anak-anak, manajemen kelas mengutamakan pengembangan afeksi, dan penilaian bersifat individual. Makna belajar adalah pengembangan sikap suka belajar, tahu cara belajar, percaya diri, dan puas akan keberhasilan yang dicapai.

Pengaruh Strategi Pengajaran dan Gaya Kognitif terhadap Perolehan Belajar Geometri di Sekolah Menengah Umum

Nama Pengarang : Harnzah B. Uno
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Ilmu Pendidikan
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 211-227
Abstraksi Narasi : Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh perbedaan jenis pembelajaran terhadap perolehan belajar siswa yang bertipe gaya kognitif meruangkan tinggi (GKST) dan gaya kognitif meruangkan rendah (GKSR) dalam pembelajaran geometri. Dengan rancangan faktorial, kajian eksperimental ini menghasilkan kesimpulan bahwa : (1) strategi pembelajaran yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap perolehan belajar. Strategi modul memberikan perolehan belajar lebih baik daripada strategi penyampaian guru dalam pembelajaran geometri; (2) jenis gaya kognitif siswa yang berbeda (GKST dan GKSR) memberikan pengaruh yang berbeda pula pada perolehan belajar. Siswa bertipe GKST cenderung lebih baik perolehan belajarnya daripada siswa yang bertipe GKSR; dan (3) tidak terdapat interaksi antara jenis strategi pembelajaran dengan jenis gaya kognitif terhadap perolehan belajar geometri.

Pengaruh Konteks Visual terhadap Pemahaman Wacana Murid Sekolah Dasar

Nama Pengarang : Sri Indrawati
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Ilmu Pendidikan
Volume / Nomor Edisi : -
Nomor Halaman : 169-176
Abstraksi Narasi : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konteks visual terhadap pemahaman wacana. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan rancangan kelompok kontrol uji-pasca saja (Posttest-Only Control Group Design). Pada kelas eksperimen, siswa diberi konteks visual sebelum membaca, sedangkan kelas kontrol tidak diberi konteks visual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman wacana siswa yang diberi konteks visual adalah lebih tinggi daripada siswa yang tidak diberi konteks visual. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian konteks visual sebelum membaca memberikan pengaruh penting dalam pemahaman wacana.
← Kembali ke Halaman Utama