Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 34162 dari 34180, Total: 341797 data)

Religious adr: Mediation in Islamic family law tradition

Nama Pengarang : Ratno Lukito
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 44 (No. 2)
Nomor Halaman : 325 - 346
Abstraksi Narasi : Mediasi adalah salah satu metode resolusi konflik yang banyak menjadi kajian dalam studi alternative dispute (ADR), atau resolusi konflik alternatif. Kelebihan dari teori ini terletak pada metodenya yang sepenuhnya menyerahkan proses resolusi tersebut kepada para pihak yang sedang konflik. Mediator dengan demikian sekedar memfasilitasi proses resolusi tersebut agar berjalan dengan baik. Keputusan akhir tetap berada pada para pihak yang berkonflik. Namun begitu, selama ini kajian mengenai mediasi ini tidak pernah melibatkan nilai-nilai agama. Sistem ilmu mengenai hal ini lahir dari masyarakat sekuler sehingga dilihat sebagai subjek yang terpisah dari kajian agama. Penulis berpendapat bahwa sejatinya banyak nilai-nilai yang sduah ditawarkan oleh agama terkait mediasi ini. Islam sebagai contoh telah menawarkan metode mediasi sebagai salah satu sarana dalam pencapaian perdamaian, khususnya dlam hal konflik keluarga. Dalam tulisan ini penulis mendiskripsikan tentang teori umum mediasi dalam sistem keilmuan ADR dan kemudian menghubungkannya dengan tradisi mediasi dalam masyarakat Islam yang diambil dari Qur`an iv: 35. Dalam argumentasinya penulis mengemukakan bahwa interpretasi terhadap ayat tersebut dengan menggunakan teori-teori meditasi modern sangat penting untuk dilakukan, sehingga implementasi teori mediasi Islam dapat lebih ditingkatkan efektifitasnya.

Membangun fikih yang berorientasi sosial: Dialektika fikih dengan relitas empirik masyarakat

Nama Pengarang : Zubaedi
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 44 (No. 2)
Nomor Halaman : 429 - 452
Abstraksi Narasi : The present article describes thoughts of what recently called as "social figh", which its substance is an attempt to change qawly paradigm (namely following the saying of scholars) to manhajy paradigm (following the methodology of scholars). the rise of such idea much concerns with formalistic and legalistic trends of common classifical figh. The formalistic and legalistic approach to figh has encouraged people to manipulate the figh and make it separated from ethics as its philosophical base. As the consequence, figh becomes rigid and looses its power to provide society with truly effective rules. An epistemological remedy is necessary to break down the rigidity of figh and make it powerful to solve social problem.

Manhaj al-ta`lim al-Lugha al-Arabiyya li-Ghair al-Natiqin biha li-Hadf Khass: Fahm al-Qur`an al-Karim

Nama Pengarang : Ahmad Fuad Effendy
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 44 (No. 2)
Nomor Halaman : 415 - 428
Abstraksi Narasi : Terdapat hubungan segitiga antara Al-Quran, bahasa Arab dan umat Islam. Namun pada kenyataannya, banyak orang Islam non-Arab yang tidak memahami Al-Quran karena kendala bahasa. Di era global ini banyak kalangan terpelajar yang berminat memahami Al-Quran tetapi tidak cukup waktu untuk mempelajari bahasa Arab secara umum. Maka diperlukan program pembelajaran bahasa Arab untuk tujuan khusus, yakni untuk memahami Al-Quran. Dalam tulisan ini disajikan rancangan silabus pembelajaran bahasa Arab, berdasarkan konsep-konsep pokok pembelajaran bahasa Arab mutakhir, yang meliputi tujuan, materi, metode, dan sistem evaluasi. Tujuan pembelajarannya adalah tercapainya kompetensi komunikatif terbatas, yaitu menyimak dan membaca ayat-ayat Al-Quran dan kemampuan mengembangkan kompetensi tersebut secara mandiri. Materi pokoknya adalah ayat-ayat Al-Quran yang dipilih berdasarkan kandungan kosa-kata dan struktur yang tinggi frekuensi pemakaiannya dalam Al-Quran, dilengkapi dengan latihan-latihan. Metode yang digunakan gabungan antara metode kognitif dan membaca.

Mafhum al-hadith al-Gharib fi sunan al-daruqutny: Dirasa istqra`iyya naqdiyya

Nama Pengarang : Ammar Jasim
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 44 (No. 2)
Nomor Halaman : 347 - 387
Abstraksi Narasi : Berdasarkan penelusuran secara induktif terhadap ungkpan hadis gharib (asing) yang dikemukakannya atau dikutip dari guru-gurunya, dapat diketahui bahwa al-Daruqutny memandang adanya tiga buah hadis, yang dianggap gharib dari delapan hadis yang dijadikan bahan kajian, yaitu hadis pertama, kedua, dan keenam. Sedangkan gurunya, Abu bakr al-Naysabury memberi perhatian terhadap empat hadis yang dipandang gharib, yaitu hadis ketiga, keempat, ketujuh dan kedelapan, sementara yahya ibn Muhammad ibn Sa`id memberi perhatian pada hadis kelima. Dalam kajian ini, penulis menemukan standar konsep gharib pada delapan hadis yang setelah dilakukan kajian ternyata semua hadis tersebut da`if (lemah). Ada empat standar ke-gharib-an hadis yang dikemukakan ole al-Daruqutny atau dikutip dari gurunya, Abu bkr al_Naysabury dan yahya ibn Muhammad ibn Sa`id. Pertama, sebuah hadis bersifat gharib jika dalam sanad hadis tersebut terdapat perawi yang da`if atau matruk dan hadis tersebut tidak mempunyai shawahid, seperti hadis kelima, keenam, dan kedelapan. kedua, sebuah hadis dinyatakan sebagai gharib jika dalam sanadnya terdapat satu perawi yang da`if atau matruk walaupun hadis tersebut memiliki shawahid: ini berarti bahwa al-Daruqutny tidak begitu memandang penting keberadaan shawahid, seperti hadis pertama, kedua, keempat dan ketujuh. ketiga, suatu hadis dinyatakan gharib jika dalam periwayatannya terjadi penambahan dari matan aslinya, seperti hadis ketiga. keempat

Karakteristik hubungan Muhammadiyah dan NU dalam menggunakan hisab dan rukyat

Nama Pengarang : Susiknan Azhari
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 44 (No. 2)
Nomor Halaman : 453 - 485
Abstraksi Narasi : This article studies the matter of hisab and ruya, particularly conducted by the following two extremely well-known socio-religious organizations, NU and Muhammadiyah. the reason for this choice is that the two for most of Indonesian people is the symbol of difference, even, of dissension among its Muslims referring to the thought of lunar calender in Indonesia. the choice and the usage of the two matters freguently take place to determine the beginning of Ramadan, Shawwal and Dhul-Hijja in spite of the others. therefore, it is necessary to deal with how the relation between NU and Muhammadiyah is due to the matters. To find out the answer for the inquiry theoretical framework developed by ian G. Barbour i.e.: Canflict, Independent, dialogue and integration will be exercised.

Islamic knowledge classification scheme in Islamic countries libraries

Nama Pengarang : M. Solihin Arianto
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 44 (No. 2)
Nomor Halaman : 295 - 323
Abstraksi Narasi : Beberapa asarjana Muslim pada periode awal telah mencurahkan perhatian yang cukup besar dalam pengklasifikasian ilmu pengetahuan dengan tujuan mengorganisasikan pengetahuan yang dapat ditransmisikan dengan cara sistemik kepada generasi berikutnya. Upaya pengklasifikasian pengetahuan ini semestinya memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam lingkungan perpustakaan atau pusat informasi Islam, terutama untuk menempatkan disiplin pengetahuan tertentu atas sebuah dokumen dari seluruh organisasi pengetahuan yang ada. Di sisi lain, skema klasifikasi pengetahuan yang dihasilkan sarjana-sarjana barat seperti DDC, LCC, dan UDC telah mendominasi lembaga-lembaga informasi di seluruh dunia termasuk negara-negara Islam. Bagaimanapun, akhirnya disadari bahwa skema-skema klasifikasi tersebut tidak memuaskan institusi-institusi informasi Islam karena mempunyai beberapa kelemahan dan prlakuan yang kurang memadai untuk mengorganisasikan dokumen-dokumen dalam bidang studi ke-Islaman. Berkaitan dengan hal tersebut, tulisan ini berusaha mengkaji berbagai upaya yang telah dilakukan perpustakaan-perpustakaan beberapa negara Islam seperti Arab Saudi, Iran ,Pakistan, Indonesia dan Malaysia dalam mengembangkan skema klasifikasi pengetahuan Islam. Disamping itu, berbagai problem dan tantangan ke depan yang dihadapi perpustakaan-perpustakaan tersebut sebagai akibat sistem klasifikasi Islam yang diterapkan secara berbeda antara satu negara dengan lainnya juga dibahas dalam artikel ini.

Ethnicity-based religiosity: Multi-faceted Islam in Miami, USA, in the age of war on terrorism

Nama Pengarang : Ahmad Muttaqin, Syamsul Ma'arif
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 44 (No. 2)
Nomor Halaman : 275 - 294
Abstraksi Narasi : Minoritas Muslim seringkali meunjukkan perilaku yang ambigu. Satu sisi mereka mendambakan pengakuan dan perlakuan yang tidak diskriminatif dari kalangan mayoritas non-muslim, namun di sisi lain ada keengganan untuk berbaur dengan kelompok mayoritas. Tulisan ini menguraikan dua tipe minoritas muslim di Miami, florida, amerika serikat, Muslim imigran dan muslim kelahiran Amerika, serta menjelaskan berbagai faktor keengganan mereka dalam berbaur dengan mayoritas non muslim. Diantara faktor keengganan tersebut adalah kesulitan mereka mencri rujukan ajaran islam yang melegitimasi "etika proaktif" minoritas terhadap mayoritas, segmentasi etnis, kebangsaan dan faham keagamaan minoritas muslim, serta beban psikis mereka yang merasa belum sepenuhnya menjadi warga negara Amerika Serikat. Dibandingkan kaum muslim imigran yang sebagian besar berasal dari Timur tengah dan Pakistan, kaum muslim keturunan Afrika yang lahir di Amerika cenderung lebih terbuka dan aktif berbaur dengan kelompok mayoritas non muslim. Sikap ini ternyata berkorelasi positif dengan perlakuan yang mereka peroleh pasca tragedi 9/11. kelompok pertama merasa selalu menjadi target operasi anti teror pemerintah Amerika, sedangkan kelompok kedua justru menekankan bahwa mereka adalah korban dari terorisme tersebut.

Al-afkar al-sufiyya lil-kiyahy al-Hajj Ahmad Rifa`y

Nama Pengarang : Alwan Khoiri
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 44 (No. 2)
Nomor Halaman : 389 - 414
Abstraksi Narasi : Artikel ini mencoba menguraikan pemikiran tasawwuf K.H. Ahmad Rifa`i, seorang ulama kharismatik pada pertengahan abad ke - 19, yang mampu menyebarkan ajaran Islam dengan melakukan pemurnian dan pembaharuan ajaran Islam di lingkungan masyarakatnya di Jawa Tengah, khususnya di daerah Pekalongan, Kedu, dan sekitarnya. Ajaran-ajarannya tertuang dalam berbagai karyanya yang berjumlah lebih kurang 53 buah kitab yang berisikan tiga masalah pokok yaitu Usul al-Din, ilmu fikih, dan ilmu Tasawwuf. Kitab-kitab tersebut ditulis dalam bentuk syair, dengan huruf Arab pegon, berbahasa Jawa yang lugu dan sederhana, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat Jawa pada saat itu. Dalam menyusun syair-syairnya, ia menggunakan bentuk puisi Indonesia lama yang disadur dari puisi Arab dan Parisi yang disebut nazzam, kemudian diadaptasikan dengan bentuk syair dalam bahasa Jawa. Ajaran-ajaran Tasawwufnya meliputi: hakikat Tasawwuf, Maqamat, Ahwal, delapan sifat terpuji, delapan sifat tercela, mahabbah, Qurb, dan ma`rifah.

The reliability of the Traditional science of Hadith: A Critical Reconsideration

Nama Pengarang : Kamaruddin Amin
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 2)
Nomor Halaman : 255 - 281
Abstraksi Narasi : Satu hal yang begitu krusial dalam studi hadis adalah adanya fakta bahwa koikfikasi hadis dilakukan pada waktu yang cukup jauh dari peristiwa-peristiwa yang dinarasikannya. Untuk tiu, tulisan ini memfokuskan pada metode-metode yang digunakan untuk menentukan keotentikan hadis. Dengan demikian, riset ini dapat menjadi pertimbangan untuk menempatkan hadis dalam studi Islam. Riset ini menggunakan pendekatan isnad yang didukung dengan metode komparatif, pendekatan Barat dan Timur. Metode ini diperkuat dengan karya-karya dan literatur-literatur para ahli hadis Barat an Timur. Tulisan ini akhirnya menegaskan bahwa dasar-dasar kriteria dalam menentukan keotentikan hadis dan evaluasi kritis terhadap bentuk-bentuk dalam mentransmisikan hadis merupakan hal yang fundamental untuk dipertimbangkan. Walaupun demikian, bentuk-bentuk itu tidak mudah diinvestigasi karena mereka dapat digunakan secara bergantian. Begitu juga dengan ulumul hadis yang masih perlu dipertanyakan tentang keselarasannya dengan praktek pentransmisian dan kritik terhadap hadis pada masanya.

The Epistemology of Kalam of Abu Mansur Al-Maturidi

Nama Pengarang : Sahilun A Nasir
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 2)
Nomor Halaman : 349 - 365
Abstraksi Narasi : Wacana tentang teologi al-Maturidi nampak kurang mendapat perhatian dari orang-orang Islam Indonesia. Tidak kalah krusialnya adalah bahwa karya-karyanya langka untuk ditemukan di negeri ini. Fakta ini begitu berbeda dengan teologi Asy`ari. Padahal kedua tokoh itu merupakan penganut Ahlus-sunnah wal jama`ah. Untuk keperluan itu, tulisan ini mengekplorasi metode teologi al-Maturidi terkait dengan sifat-sifat Allah, firman Allah, melihat Allah, dosa besar, dan aktifitas manusia. Pendekatan epistemologi, yang didukung dengan motode hermeneutik, digunakan sebagai alat pembedah untuk memperjelas metode teologinya tentang subjek-subjek tersebut. Akhirnya, tulisan ini menyimpulkan bahwa pengaruh Abu Hanifah dan Mu`tazilah telah memberikan kekhasan pada metode teologinya terkait dengan kelima subjek itu.
← Kembali ke Halaman Utama