Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 34163 dari 34180, Total: 341797 data)

Resolving Religious Conflicts Through Expanding Inter-Religious Communication: Issues and Challenges

Nama Pengarang : Peter Suwarno
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 2)
Nomor Halaman : 309 - 325
Abstraksi Narasi : Konflik yang terkait dengan isu keagamaan sering timbul dengan sangat mudah. Tanpa menafikan hadirnya oknum provokator, konflik ini biasanya muncul karena rendahnya sikap saling pengertian dan terbatasnya komunikasi antar agama. Dalam artikel ini, penulis berpandangan bahwa mediasi-sebagai salah satu jalan keluar yang popular untuk mengatasi konflik keagamaan, yang lebih menekankan terwujudnya kesepakatan damai antar pemeluk agama-kurang cocok untuk kondisi di Indonesia. Berdasarkan analisis atas usaha untuk resolusi konflik keagamaam di Indonesia, upaya yang lebih cocok untuk dilakukan adalah yang mengarah pada upaya saling memahami antar kelompok agama yang berbeda-beda. Hal itu dapat diusahakan melalui peningkatan komunikasi antar pemeluk agama, termasuk melalui jalur pendidikan formal, dialog antar agama, hingga memperluas ruang publik untuk pengembangan tradisi peace building.

Pesantren, peace Building, and Empowerment: A study of Community Based Peace Building Initiatives

Nama Pengarang : Badrus Sholeh
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 2)
Nomor Halaman : 327 - 347
Abstraksi Narasi : Pesantren telah menjadi bagian tradisi keislaman di Indonesia, yang menggabungkan kajian dan budaya Islam Timur Tengah dengan tradisi lokal. Penggabungan tradisi ini menciptakan Islam Indonesia memiliki karakter berbeda dengan Islam di Timur Tengah. Tulisan ini melihat peran pesantren lebih dekat dengan studi kasus pesantren Salafiyah Syafi`iyah Situbondo, Jawa Timur. Pesantren ini telah menjadi salah satu pesantren tertua di Indonesia, dengan peran strategis mengembangkan perdamaian dan mewarnai perjalanan peradaban di sekitarnya. Tiga kiprah pesantren menjadi perhatian utama: memediasi hubungan antar agama pasca kerusuhan Situbondo 1996, mendamaikan hubungan antara petani dan perusahaan perkebunan negara dalam pendayagunaan tanah di Bunengan dan konflik tanah di Merak. Kyai, ustadz dan santri menjadi bagian yang menyatu dengan dinamika lokal.

Lukisan Peleburan Cinta yang Erotik: Puisi Sufi diantara Estetika dan Etika Cinta Ilahiyah

Nama Pengarang : Abdul Wachid B.S.
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 2)
Nomor Halaman : 475 - 499
Abstraksi Narasi : The estatic experience of a Sufi often drives him or her to producing such unusual sayings ordinarily called as shathiyya, which are some times problematic for common people. This is due to the fact that the expressions are not in common language; they are articulated in ``the language of heart``, which is figurative and symbolic, since they state conative experiences. In this regard, love poems with their erotic expressions are chosen as a media for a Sufi`s reflection. In addition, the writer discusses the rationale of Sufi`s reflection. In adition, the writer discusses the rationale of Sufi in connection with their erotic-love poetic illustrations. Some poems of Sufi Poets, such as those of Sana`i, Rabi`a al-Adawiyya, Sa`di, Jami`, and Amir Hamzah, are elaborated for a further appreciation of the Sufis` shathiyya.

Lughat al-Khitab al-Siyasi fi Shi`r al-Arabi: Nazra Ajli

Nama Pengarang : Salih al-Suhaybani
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 2)
Nomor Halaman : 367 - 387
Abstraksi Narasi : Artikel ini membahas bahasa al-khitab al-siyasi (ungkapan politik) dalam syair bahasa arab sejak masa jahiliyah hingga masa modern, dengan maksud untuk mengungkap karakter dan sifat yang menonjol dan lekat serta yang membentuk al-khitab al-siyasi. Pembahasan persoalan tersebut didasarkan pada asumsi bahwa al-khitab al-siyasi mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam meyakinkan orang dan membentuk perilaku. Dimulai dengan pembahasan tentang hakekat al-khitab al-siyasi dan awal kemunculannya dikalangan masyarakat Arab, tulisan ini kemudian membahas dengan sangat fokus dan langsung akar-akar al-khitab al-siyasi pada masa jahiliyah. Disamping itu, penulis juga berusaha mengadakan komparasi sekilas antara ciri-ciri al-khitab al-siyasi pada syair arab masa jahiliyah, awal Islam, dan masa kini. Artikel ini juga membicarakan sekilas kejayaan al-khitab al-siyasi pada masa Umawiyah dan masa Abbasiyah, yang kemudian ditutup dengan pembicaraan tentang karakter al-khitab al-siyasi di kalangan penyair modern.

Legalitas Agama Menurut Ibnu Arabi

Nama Pengarang : Mukhlis
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 2)
Nomor Halaman : 455 - 474
Abstraksi Narasi : In connection with the issues of religious pluralism, it is often that people have improper opinion on Ibn `Arabi`. This article shows the thought of this prominent figure in religious pluralism, especially his concept in the parameter of religion, which he conceived in the construct of al-amr al-takwini and al-amr al-taklifi. In adition, the writer discusses Ibn `Arabi`s view on the superiority of Muhammad`s Islam among other religions, in spite of his pluralistic ideas.

Lamba al-Sari`a an al-Islam wa-Tatawwurih bi-Jazira Lombok

Nama Pengarang : Ahmad Abd. Syakur
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 2)
Nomor Halaman : 389 - 409
Abstraksi Narasi : Islam masuk ke pulau Lombok kira-kira sejak abad ke-16, dibawa oleh Sunan Prapen (Sunan Giri IV) dari Gresik, yang menaruh perhatian besar pada penyebaran Islam di Wilayah Indonesia bagian Timur pada masa itu. Usaha yang dilakukan Sunan Prapen diawali dengan mengadakan pendekatan kepada raja kerajaan Selaparang sebagai kerajaan terbesar di pulau Lombok pada waktu itu. Setelah raja Selaparang bersama perdana menterinya memeluk agama Islam, raja-raja kecil yang tunduk di bawah kekuasaannya pun turut memeluk agama Islam. Di Lombok terdapat kelompok Islam yang dikenal dengan sebutan Islam Waktu Telu atau Islam Wetu Telu. Ajaran yang diterapkannya adalah sinkretisme, campuran antara Animisme, Hinduisme, Budhisme dan Islam. Melalui dakwah para ulama dibantu pemerintah, terutama melalui pendidikan dan pengajian-pengajian umum, mereka telah banyak dari anggota kelompok tersebut yang kembali menjalankan ajaran Islam ortodoks. Kini Islam di Lombok cukup maju berkat madrasah, pondok pesantren serta sekolah-sekolah yang didirikan baik oleh pemerintah maupun organisasi-organisasi sosial pendidikan dan dakwah yang terus berkembang.

Fikih kiri: Revitalisasi Ushul Figh untuk Revolusi Sosial

Nama Pengarang : Anjar Nugroho
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 2)
Nomor Halaman : 425 - 454
Abstraksi Narasi : Classical fiqh, which is based on classical Usul al-Fiqh, has often been considered out of date and no longer has its effectiveness at handling new problems. The article is a study critically addressed to the classical theory of Usul al-fiqh, which is commonly accused as a factor that made fiqh static an has nothing to do with reality. The writer proposes, then, how to develop a new model of fiqh that is more sensitive to the real issues of society, left fiqh. The left fiqh is fiqh that takes side with oppressed impoverished people (mustad`afin) and demands criticism to a hegemonic power. This is an anthithesis to mainstream fiqh, which tends to be used to protect people with the power. It is expected that left fiqh may colourize both the process and the result of ijtihad of Muslim scholars. Fiqh that is not sensitive to human problems will merely legitimate illegal collusion. If fiqh does not insist on handling and overcoming human problems, it will experience two problems: first, fiqh will indulge in its settled condition as well established doctrine and will be always considered unnecessary. Second, fiqh will progressively narrow its role merely focused on ritual and make its self powerless at solving daily human problems.

Contending Identity in the Islamic Ritual: The slametan among Suriname Javanese is Muslims in the Netherlands

Nama Pengarang : Moh Khusen
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 2)
Nomor Halaman : 283 - 308
Abstraksi Narasi : Wacana tentang slametan dalam masyarakat Muslim Surinam keturunan Jawa di Belanda sesungguhnya, di satu sisi, mempresentasikan sebuah pertarungan identitas kultural keagamaan di antara mereka dan, di sisi lain, menunjukkan sebuah hubungan yang kompleks antara Islam `resmi` dengan tradisi jawa. Tulisan ini membuktikan bahwa praktek slametan dalam masyarakat Muslim Surinam keturunan Jawa di Belanda ternyata hampir tidak mengalami perubahan. Perubahan yang ada hanya berkaitan dengan aksesoris upacara sebagai akibat dari penyesuaian terhadap kondisi geografis dan iklim setempat. Hal ini tidak ada artinya dibandingkan dengan antusiasme yang sangat besar-khususnya bagi kelompok masyarakat Muslim Kejawen-untuk melestarikan semua warisan budaya dari pendahulu mereka yang adalah orang Jawa. Tulisan ini pada akhirnya menunjukkan adanya pertarungan identitas antara kelompok Muslim Kejawen yang bangga dengan ``agama jawa``-nya dan kelompok moderat dan reformis yang ingin menjadi Muslim yang sebenarnya.

Al-Aghrad al-Tarbawiyya fi Shi`r al-Shawqi

Nama Pengarang : M. Habib
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 2)
Nomor Halaman : 411 - 424
Abstraksi Narasi : Kajian pokok artikel ini adalah pesan-pesan kependidikan yang ada dalam antologi puisi Ahmad Syauqi yang terkumpul dalam al-shawqiyyat, terutama hal-hal yang berkaitan dengan tujuan pendidikan. Sejauh penelitian penulis, Syauqi mempunyai paling tidak 6 (enam) tujuan pokok pendidikan, yaitu; (1) berakhlak mulia, (2) keseimbangan antara pendidikan agama dan kehidupan dunia, (3) perhatian terhadap hal-hal yang bermanfaat dan kemaslahatan umum, (4) mempelajari ilmu karena ilmu, (5) menyiapkan profesionalisme guna mengembangkan potensi peserta didik, serta (6) menumbuhkan rasa cinta tanah air, hormat kepada pahlawan dan cinta persatuan. Tujuan pendidikan yang diungkapkan oleh seorang sastrawan awal abad ke-20 ini tentunya masih layak sebagai acuan kebijakan pemegang kekuasaan dalam bidang pendidikan dan para pendidik dalam mengarahkan peserta didiknya untuk menjadi orang yang sukses dalam mempelajari berbagai macam bidang ilmu.

The Re-actualization of Islamic law: Munawir Sjadzali and the Politics of Islamic legal Interpretation under the new order Indonesia

Nama Pengarang : Cipto Sembodo
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 1)
Nomor Halaman : 99 - 129
Abstraksi Narasi : Artikel ini mendiskusikan reaktualisasi hukum Islam di Indonesia, gagasan, posisi, dan peran sosial politik Munawir Siadzali dalam perpolitikan Orde Baru, serta pengaruhnya terhadap bentuk dan isi hukum Islam. Setelah deskripsi tentang latar belakang kehidupan, karier serta pencarian intelektual Munawir, didiskusikan gagasan reaktualisasi dan polemik yang menyertainya. Penulis berargumen bahwa persoalan metodologilah yang sesungguhnya menyulut perdebatan. Keberatan banyak pihak tertuju pada lemahnya dasar metodologis gagasan reaktualisasi yang ingin melampaui batasan tafsir teks tradisional. Di samping itu, , debat publik ini juga menggambarkan aanya perubahan dan penyebaran otoritas keagamaan dalam hukum Islam. Sebagai akibatnya hukum Islam tidak lagi menjadi monopoli kaum agamawan yang secara tradisional disebut ulama. Kini, direformasi oleh organ-organ negara melalui legislasi aturan-aturan Islam, para hakim dan institusi peradilannya.
← Kembali ke Halaman Utama