Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 34164 dari 34180, Total: 341797 data)

Muslim Libraries in History

Nama Pengarang : Nurdin Laugu
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 1)
Nomor Halaman : 57 - 97
Abstraksi Narasi : Secara historis, perpustakaan Islam telah memberikan banyak kontribusi dalam sejarah perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan, khususnya di kalangan umat Islam. Isu perpustakaan Islam yang sangat menarik dan bahkan kontroversial dalam perjalanan sejarah Islam adalah, misalnya, eksistensi dan kejayaan perpustakaan Bayt al-Hikma di Bagdhad pada abad II Hijriyyah. Selain itu, perlu dicatat bahwa fenomena semacam ini banyak ditemukan dalam literatur-literatur wacana perpustakaan Islam. Isu yang menarik pula adalah kemunculan perpustakaan Muslim telah berbasis dari awal pembentukan masyarakat Islam, misalnya penyediaan koleksi-koleksi al-Quran di Masjid dan Musholla serta tempat ibadah lainnya. Tulisan ini mencoba menelusuri dan membangun tipologi perpustakaan Muslim dan menjajaki isu-isu kemunculan dan perkembangan sampai stagnasinya. Wacana pertama yang disodorkan adalah asal-usul perpustakaan Islam, yang bertujuan untuk melihat sejauh mana perpustakaan mengalami perkembangan dan kemajuan dalam masyarakat Islam. Pembahasan selanjutnya mengenai temuan-temuan dari beragam literatur tentang perpustakaan di kalangan masyarakat Islam untuk membangun tipologi perpustakaan Muslim yang dianggap merepresentasikan jenis-jenis perpustakaan Muslim dalam Sejarah perkembangan Islam. Terakhir adalah wacana yang mencoba untuk mengeksplorasi proses stagnasi dan bahkan keruntuhan perpustakaan Islam.

Modernization of Education in the Late Ottoman Empire

Nama Pengarang : Lathiful Khuluq
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 1)
Nomor Halaman : 23 - 55
Abstraksi Narasi : Artikel ini berbicara tentang fenomena modernisasi dan westernisasi pendidikan di Turki Usmani yang berpuncak pada era tanzimat pada abad ke-19. Uraian tentang kondisi pendidikan agama tradisional yang dikenal dengan istilah medrese menjelang pemberlakuan program modernisasi pendidikan mengawali tulisan ini sekaligus sebagai latar belakang tulisan ini secara keseluruhan. Bagian ini juga membahas beberapa model lembaga pendidikan tradisional. beberapa faktor pendorong modernisasi pendidikan dibahas di bagian selanjutnya, baik yang terkait dengan kondisi keterpurukan Turki Usmani dalam bidang militer, politik, sosial, maupun pendidikan itu sendiri. Bagian terakhir berbicara tentang proses modernisasi pendidikan untuk mendukung kebutuhan pengembangan kemiliteran. Lembaga pendidikan sipil yang dibentuk pertama dalam kerangka modernisasi pendidikan antara lain adalah sekolah kesehatan dan teknik. Dalam bagian ini juga dibahas tentang hal-hal yang menyertai proses modernisasi tersebut, termasuk faktor-faktor penghambatnya.

Kritik terhadap Eksistensialisme Ateistik tentang Penolakan Eksistensi Tuhan

Nama Pengarang : Alim Roswantoro
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 1)
Nomor Halaman : 207 - 239
Abstraksi Narasi : The article describes the atheist existentialists concept of God, arguments of taking away God, and then tries to criticize their concepts and arguments. General account on existentialists concept of God, which is represented in Nietzsche`s statement on the death of God, begins the paper. The following part is about arguments in denying the existence of God, followed by some critiques of them. The criticism of Muhammad Iqbal, who is a Muslim existentialist, on atheistic existentialistic concept of God ends the thoroughly paper. The result of this research is that atheist existentialists understand. God in anthropomorphic explanation; the relation between god and human is identical with that of human and human. Even though they denied the existence of God with the reason of determinism, their arguments implied a new determinism, and the freedom the struggled indicated pseudo freedom.

Kitabat al-Hadith wa Tadwinuh qabla an-Takuna Rasmiyyah

Nama Pengarang : Daelan M. Danuri
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 1)
Nomor Halaman : 181 - 206
Abstraksi Narasi : Satu hal dipercaya sebagai fakta doktriner umat Islam adalah bahwa baik Qur`an atau pun hadith berasal dari Wahyu Ilahi. Oleh karenanya, salahlah orang yang menganggap bahwa hadith baru ditulis pada awal abad II H. Pencatatan hadith secara resmi memang dilaksanakan atas perintah Khalifah `Umar ibn ~Abd al-`Aziz satu abad setelah hijrah. Namun demikian, fakta menunjukkan bahwa ada beberapa sahabat menuliskan hadith atas inisiatif mereka sendiri. Ini menandakan telah adanya upaya penulisan hadith sebelum penulisan secara resmi tersebut. Larangan penulisan hadith tidaklah mutlak, karena ada riwayat lain yang membolehkannya. Dalam artikel ini dibahas tentang pencatatan hadith sebelum kodifikasinya secara resmi, juga riwayat-riwayat tentang pencatatan hadith yang tampak saling bertentangan.

Book Review: Syiah dan Wacana Perubahan Mushaf Al-Quran, Tahrif al-Quran

Nama Pengarang : M. Nur Cholis Setiawan
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 1)
Nomor Halaman : 241 - 254
Abstraksi Narasi : -

Bediuzzaman Said Nursi and the Sufi Tradition

Nama Pengarang : Machasin
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 1)
Nomor Halaman : 1 - 21
Abstraksi Narasi : Berbicara tentang pribadi dan pemikiran Bediuzzman Said Nursi artikel ini dimaksudkan untuk mengungkap jati diri tokoh sufi modern dari Turki ini. Analisis diawali dengan melihat ajaran dasar sang tokoh bahwa sufisme di satu sisi masih merupakan sesuatu yang penting bagi seorang muslim, tetapi di sisi lain juga sangat mudah menjadikan keimanan seseorang mengarah pada titik yang salah. Meskipun tidak semuanya, ada beberapa praktek dan tradisi sufisme yang tidak benar dan tidak cocok lagi untuk diamalkan pada masa Said Nursi hidup, bahkan mungkin juga pada masa sekarang. Terkait dengan hal ini, Nursi menawarkan satu alternatif yang menurutnya didasarkan pada al-Qur`an dalam meniti jalan sufisme, tanpa menafikan adanya cara-cara yang lainnya. Alternatif yang disebutnya sebagai haqiqa, cara a la Risalat al-Nur ini terdiri dari empat langkah, bukan tujuh atau pun sepuluh langkah sebagaimana umumnya dalam ajaran sufisme: al-`ajz, al-faqr, al-shafaqa, dan al-tafakkur. Disamping itu bagi Nursi, Sufisme harus dipraktekkan dalam bingkai dan tanpa meninggalkan shari`a karena shari`a bukanlah sisi luar dari Islam, tetapi merupakan satu sistem utuh yang mencakup inner dan sekaligus outer aspect dari Islam. Artikel ini juga melihat jejak-jejak pengaruh pemikitran tokoh-tokoh besar sufi dalam pemikiran Nursi, seperti Abu Hamid al-Ghazali, `Abd al-Qadir al-Jilani, dan Ahmad Rabbani al-Sirbindi.

Al-Tarbiyyah al-Islamiyyah wa Nahat al-Ummah

Nama Pengarang : Ainurrofiq Dawam
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 1)
Nomor Halaman : 159 - 179
Abstraksi Narasi : Model pembangunan dan pengembangan budaya di Barat telah menjadi icon sebagian besar negara-negara di dunia, termasuk negara dunia ketiga. Negara dunia ketiga yang sebagian besar berpenduduk Muslim tidak bisa melepaskan diri dari arus utama model pembangunan tersebut. Salah satu hal yang paling mencolok adalah model pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mau tidak mau negara-negara Islam harus menerima semua itu. Hanya saja bagi ahli pendidikan Islam tidak semua model pembangunan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diambil dengan serta merta. Di sini perlu adanya filtering untuk disesuaikan dengan nilai-nilai dan ajaran Islam. Oleh karena itu, sebagai solusi yang lebih bijaksana adalah mengembangkan model pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi yang benar-benar dijiwai nilai-nilai ajaran Islam. Itu semua harus dimulai dari bangunan dasar yang berupa kesadaran seluruh umat Islam untuk bangkit, khususnya dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi. Sarana yang paling strategis untuk menumbuhkan kesadaran tersebut adalah melalui pendidikan yang berkualitas.

Al-Su`ubat al-Muhtamalah al-lati Tuwajih al-Indonesiyyin Inda Ta`allum Al-Arabiyyah

Nama Pengarang : Achmad Satori Ismail
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 43 (No. 1)
Nomor Halaman : 131 - 158
Abstraksi Narasi : Setiap bangsa, termasuk bangsa Indonesia, mempunyai tradisi kebahasaan yang berbeda antara yang satu dengan lainnya. Apalagi bangsa Indonesia yang umumnya menggunakan dua bahasa (bahasa Indonesia dan Bahasa daerah masing-masing). Hal itu tentu akan semakin memberi pengaruh terhadap pembelajaran bahasa Arab dalam tiga unsur pokoknya, baik dalam hal pengucapan bahasa, bentuk kata maupun susunan kata. Dalam bahasa Arab terdapat huruf-huruf yang pelafalannya sama, ada yang berbeda juga ada yang sama sekali tidak ada padanan pelafalannya dalam bahasa Indonesia. Begitu pula dalam hal bentuk dan susunan katanya. Artikel ini membahas berbagai masalah yang mungkin timbul pada orang-orang Indonesia ketika belajar bahasa Arab dalam tiga unsur di atas. Masalah ini perlu diketahui bukan hanya oleh orang yang sedang belajar, atau yang mengajar, tetapi juga yang menyusun bahan pelajaran bahasa Arab. Dengan kajian kontrastif ini, kesulitan-kesulitan tersebut dapat dipecahkan.

Save Indonesia By and From Shari`a` a Debate on The Implementation of Shari`a

Nama Pengarang : Ahmad Bunyan Wahib
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 42 (No. 2)
Nomor Halaman : 319 - 341
Abstraksi Narasi : Perdebatan tentang penerapan syariat Islam di Indonesia, memiliki sejarah cukup panjang. bermula dengan "Piagan djakarta" yang memuat tujuh kata "dengan kewadjiban menjalankan syari`at Islam bagi pemeluk-pemeluknja", pasca kemerdekaan. Pada Orde Lama (Soekarno) dan Orde Baru (Soeharto) perdebatan penerapan syariat Islam tertutup, terutama setelah keluarnya Dekrit Presiden 1959 serta kebijakan negara (Orde Baru) untuk menjadikan Pancasila satu-satunya asas bernegara. Di kalangan muslim sendiri penerapan syariat islam masih di perdebatkan. Sebagian mendukung dan sebagian menolak. Dukungan terhadapnya disuarakan oleh Islam garis keras sedangkan Islam Liberal menolaknya.

Wasiat Untuk Ahli Waris: Kritik Ekstern dan Intern Otensitas Hadis-Hadis Larangan Wasiat Untuk Ahli Waris

Nama Pengarang : Asep Sugiri
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 42 (No. 2)
Nomor Halaman : 465 - 494
Abstraksi Narasi : As one of the Islamic of law, hadith is always confronted with two challenges; reinterpretation and origination. Either of these two will appear any time the teaching it contents considered fail adjusting to social need and change. This holds true, for instance, in the matter of bequest to an heir. As is well-known, islamic law of inheritance prescribes two restrictions upon bequest: first, a bequest may not exceed one-third of the estate and second, a bequest may not be made in favour of an heir. However, modern Muslim personal law, like in Egypt and Sudan, shows the contrary especially to the second restriction. Muslims of these two countries may legally make a bequest to whom, be will, whether heirs or non heirs. this directly runs counter to the hadith: la wasiyyah li-warith (no bequest to an heir). But the reformers argue that the hadit is poorly attested. David S. powers even suggest that the hadith is a false one. The hadith scientific approach proposed in this article to the hadiths, as shown in al-kutub at-tis`ah, proved to corroborates the argumnet, albeit differs slightly with powers` suggestion.
← Kembali ke Halaman Utama