Pencarian Artikel Jurnal & Majalah

Menampilkan keseluruhan arsip dokumen (Halaman 34167 dari 34180, Total: 341797 data)

Hermeneutika Al-Qur`an Asghar Ali-Engineer

Nama Pengarang : Ahmad Baidowi
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 41 (No. 2)
Nomor Halaman : 377-398
Abstraksi Narasi : The credo of al-Qur`an Shalih li kulli zaman wa makan implies that al-Qur`an should always exist in the human life. However, the challenges to prove the existence of al-Qur`an arise when changes happened in society. To sustain the classical interpretation of some Qur`anic verses toward the context that have been changed is not a good choice, or maybe it is not fair. The problem is that the presence of al-Qur`an could not be separated from the problem of time and space. Therefore, al-Qur`an should be reinterpreted along with social changes. In the view of Asghar Ali Engineer, due to the awareness of modern people nowadays that is situated by human rights and human dignity, the interpretation of Qur`anic verses could not disobey that two principles which essentially are the fundamental norms of al-Qur`an. To understand Qur`anic verses, Muslims should distinguish between verses are as contextual means, the verses could not be generalized beyond time and space. In Asghar`s opinion, the interpretation of al-Qur`an should be able to demonstrate Islam in its pure spirits: liberal, humanistic, and progressive which, finally, could support the grows and development of the welfare of mankind in the world.

Exploring The Life Of Hamzah Fansuri A Historical Study

Nama Pengarang : Amirul Hadi
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 41 (No. 2)
Nomor Halaman : 277-306
Abstraksi Narasi : Di tengah kelangkaan sumber dalam melakukan kajian mengenai Hamzah Fansuri, terdapat beberapa petunjuk - betapapun masih tercerai berai - yang dapat diangkat dari karya sajaknya yang mampu memberikan beberapa informasi mengenai kehidupan tokoh sastrawan sufi ini. Petunjuk ini juga didukung oleh beberapa sumber sejarah yang ada. Dilahirkan di Barus, Hamzah melakukan perjalanan ke beberapa penjuru dunia Islam dengan tujuan melakukan kajian Islam. Hal ini pada akhirnya membawa beliau menjadi seorang penganut dan arsitek aliran wujudiyyah yang terpenting di kawasan ini. Hubungannya dengan pusat kekuasaan di Aceh pada saat itu kelihatannya harmonis, namun pada saat yang sama juga kritis terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh para penguasa dan petinggi kerajaan. Hal ini dilakukan demi kepentingan masyarakat luas. Dalam konteks inilah perhatian diberikan oleh Hamzah secara lebih spesifik, sebagai yang tercermin di dalam berbagai petuah keagamaannya kepada masyarakat - meskipun hal ini dilakukan di bawah panji-panji ajaran wujudiyyah. Adalah concern keagamaan, sosial dan politik yang tinggi yang ia berikan yang pada gilirannya memberikan kontribusi yang besar bagi keberhasilan Hamzah dalam missi keagamaan.

Daur Al-Lughoti Al A`rabiyah Fi Takwini Mufradah Al-Lughoti Al-Indonesiati

Nama Pengarang : Muhaiban
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 41 (No. 2)
Nomor Halaman : 423-439
Abstraksi Narasi : Bahasa Arab dan agama Islam adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya ibarat ruh dan jasad. Perhatian terhadap bahasa Arab merupakan salah satu faktor penguat bagi agama Islam, dan ketidakpedulian terhadap bahasa Arab merupakan faktor yang dapat memperlemah agama Islam. Bahasa Arab telah masuk ke Indonesia sejak abad ke delapan Masehi bersamaan dengan masuknya agama Islam melalui para pedagang muslim Gujarat dan Persia. Kontak antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia yang pada awalnya terjadi melalui dakwah ini di samping melahirkan hubungan yang erat antara kedua bahasa, juga melahirkan proses pemerkayaan bahasa Indonesia melalui serapan bahasa Arab. Pada mulanya serapan banyak terjadi pada aspek kosa kata yang terkait dengan istilah keagamaan, akan tetapi pada perkembangannya meluas pada aspek bahasa yang lain dan meliputi berbagai bidang ilmu.

Su`ubat al-Tarjamah min al-Nahiyah al-Dalaliyyah

Nama Pengarang : Achmad Satory Ismail
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 41 (No. 1)
Nomor Halaman : 171-182
Abstraksi Narasi : Problema utama dalam proses alih bahasa adalah upaya mendapatkan kata-kata yang sama dalam dua bahasa. Hal ini menuntut adanya kesamaan dua bahasa tersebut dalam klasifikasi kata, latar belakang sosial budaya, metafora, dan lainnya. Adalah keliru bila dianggap bahwa makna kata-kata dalam beberapa bahasa hanyalah terletak pada bentuk kata atau mufrodatnya yang digunakan untuk mengutarakan maksud tertentu. Kandungan arti kata yang dijadikan alat untuk menyusun pengetahuan, adalah makna-makna yang sesuai dengan budaya suatu bangsa. Dengan demikian, konsep-konsep kata yang ada pada suatu bangsa, belum tentu ada pada budaya lain. Kalau diteliti secara seksama, kesulitan menterjemah dari bahasa Arab ke Indonesia atau sebaliknya, dari sisi semantik dapat diklasifikasikan dalam beberapa hal, (1) perbedaan bidang sematik dua kata yang nampak sepadan, (2) perbedaan penggunaan ungkapan, (3) perbedaan klasifikasi bagian kosa kata, (4) perbedaan penggunaan kata-kata tabu dan kehalusan ungkapan, dan terakhir, (5) perbedaan tradisi budaya serta sosial dua bangsa.

New Horizons of Islamic Studies Through Socio-Cultural Hermeneutics

Nama Pengarang : M. Amin Abdullah
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 41 (No. 1)
Nomor Halaman : 1-24
Abstraksi Narasi : Pemikiran dan sejarah Islam adalah dua dimensi pokok Islam teologis yang telah mendorong munculnya berbagai kekuatan, sikap keagamaan dan ideologis. Akhirnya, Islam mengandung beberapa makna: Islam sebagai teks (naskah) dan teologi/ kalam; Islam sebagai pemikiran kemanusiaan; Islam sebagai sejarah, dan Islam sebagai suatu ``lembaga``. Dengan berbagai pengertian Islam di dalam benak para pengamat sosial keagamaan tersebut, lalu orang sah menyebut atau mengangkut isu bahwa Islam memang ``problematik``. Dari sinilah bermula muncul pentingnya metode dan pendekatan dalam studi atau kajian keislaman. Metode ini berbeda dengan yang sudah dikembangkan tahun70-an, karena metode ini lebih menekankan corak pendekatan (approach) berikut kerangka teori yang digunakan. UIN/ IAIN/ STAIN (Universitas Islam Negeri/ Institut Agama Islam Negeri/ Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) adalah lembaga akademik yang paling bertanggungjawab di tanah air untuk menjelaskan kepada masyarakat luas dengan menggunakan metode dan pendekatan mutakhir yang dapat dipertanggung-jawabkan. Mengingat kompleksnya perkembangan Islam di tanah air dalam hubungannya dengan dunia internasional serta pertemuan dan pertautan keilmuan Islamic Studies dengan ilmu-ilmu lain yang tergambar dalam peta horizon keilmuan Islamic Studies kontemporer, maka fungsi pendidikan pada level Strata satu, dan lebih-lebih Pascasarjana Studi Keislaman, adalah sangat penting dan strategis.

Kaligrafi Islam; Dari Nalar Seni Hingga Simbolisme Spiritual

Nama Pengarang : Islah Gusmian
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 41 (No. 1)
Nomor Halaman : 107-132
Abstraksi Narasi : This article reveals the history of the rise and the development of calligraphy in Islam. By referring to the history and texts of al-Qur`an, this article shows that Islamic calligraphy have undergone some significant developments because of the textual effect of al-Qur`an and the al-Sunnah which highlight the necessity of calligraphy for Muslims. The prohibition of drawing living things raised by fuqaha in the medieval age even intensified the development of calligraphy. Then, in its development, Islamic calligraphy is not only an artistic expression of Muslims, but, for centuries, the Sufis have taken the wisdom (hikmah) of spiritual aspects of calligraphy. Some of them talked about the symbols of scripts/ letters and words, about the detail shapes of scripts, and some others explained in detail the teaching principle of the existence through the symbols of ink and pen. This article emphasis that the beauty of Islamic calligraphy does not only touch the artistic dimension with all its various type, but also it intertwines intensively with the doctrine of esoteric aspect of Islam.

Islamologi Terapan Dan Problema Aplikasinya (Mengkaji Pemikiran Mohammed Arkoun)

Nama Pengarang : Baedhowi
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 41 (No. 1)
Nomor Halaman : 133-152
Abstraksi Narasi : This article is trying to elaborate Arkoun`s thought on the applied islamology, which is an effort to evaluate, develop and activate some deficiencies of Western traditional islamology. In Arkoun`s point of view, the studies of classical islamology are so rigid and inflexible. They tend to restrict their studies on certain and selected works of Islam, so their works are not empirical, unfruitful, could not answer the Muslims need in the contemporary world. Therefore, the applied islamology should leave the shackles of classical episteme of medieval era that is colored by romantism in the past and developed toward the modern episteme with the religious anthropological tool. The problem is how to link the methodological and epistemological gap between Islamic thought that has been cut from its old tradition and the progressive modern thought. To link this gap, according to Arkoun, the bath should be dealt with by applied islamology, i.e., al-turath (tradition or cultural heritage) and modernity.

Gaining A Competitive Advantage By Integrating Islamic Values Within Company Behavior

Nama Pengarang : Syafaruddin Alwi
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 41 (No. 1)
Nomor Halaman : 25-39
Abstraksi Narasi : Dewasa ini terutama pengalaman di Indonesia, banyak sekali terjadi praktek-praktek bisnis yang tidak mengindahkan norma-norma etika ekonomi yang normal. Hasrat meraih keuntungan dan menjadi pemenang dalam persaingan pasar, seringkali tidak menggunakan strategi-strategi bisnis yang bertumpu pada nilai-nilai religious yang sebenarnya merupakan salah satu sumber keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Tulisan ini membahas nilai-nilai dalam Islam yang bermanfaat bagi pengembangan kultur perusahaan. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan melalui pembentukan karakter sumber daya manusia dalam perusahaan, yang digali dari sifat-sifat kepemimpinan Nabi Muhammad Saw dan ayat-ayat al-Qur`an yang relevan dengan topik sebagai dasar pembahasan. Impak yang diharapkan dari terbentuknya kultur yang Islami dalam perusahaan, akan menghasilkan produk-produk dan jasa-jasa yang valuable dan halal bagi pelanggan.

Dinamika Islam Politik Di Indonesia Pada Era Reformasi (1998-2001)

Nama Pengarang : Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 41 (No. 1)
Nomor Halaman : 69-106
Abstraksi Narasi : This article discusses the political attitude of some Indonesian Muslims to the reformation era of Indonesia. Euphorically, they responded the reformation in the same way as in the early history of Indonesian politics, i.e., they are interested much in struggling their political interest in the formalistic ways. This study has found that the Islamic figures who struggling political Islam in the substantive ways are entrapped in formalistic struggle. Compared to the era of Old and New Order political system, some politician Muslims hardly offer new political strategies. Their political attitudes have been promoted so far are merely on the following three points. First is an interest to raise their political parties to the power. Second is to pose their groups withhout any good quality agenda. Third, inconsistency of some figure in struggling for Muslim society, they struggle for their own group instead. It seems that the attitude of some elite politician Muslims is influenced by political changes and their religious understandings. It is clear that if political Islam is struggled without any good and distinct concept or agenda, the politician Muslims would face some obstacles which are difficult to be solved. Therefore, basic wide-ranging understanding is necessary for politician Muslims in comprehending some political affairs in Indonesia.

Dalalah Al-Khafi Wa Aliyat Al-Ijtihad: Dirasah Usuliyyah Bi Ihalah Khassah Ila Qadiyah Al-Qatl Al-Rahim

Nama Pengarang : Syamsul Anwar
Nama Majalah/Jurnal : Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies
Volume / Nomor Edisi : 41 (No. 1)
Nomor Halaman : 153-170
Abstraksi Narasi : Artikel ini mengkaji suatu konsep usul al-fiqh yang di kalangan teoritisi hukum Hanafi dikenal dengan istilah dalalah al-khafiy dan hubungannya dengan mekanisme ijtihad dengan rujukan khusus kepada kasus euthanasia. Penulis menjelaskan makna dalalah al-khafiy dan membahas mekanisme yang diikuti oleh para fuqaha dalam mencari kejelasan mengenai kekaburan di dalam dalalah al-khafiy, dengan mengemukakan kasus euthanasia sebagai contoh. Dari kajian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa proses penalaran hukum dalam upaya penemuan suatu ketentuan hukum untuk suatu kasus, melibatkan tiga kutub yang satu sama lain memiliki hubungan dialektis: teks, kenyataan, dan maqasid al-shari`ah. Teks dengan karakteristik simboliknya dan generalisasi serta abstraksi dalam mengungkapkan suatu obyek, memungkinkan mujtahid untuk menambahkan makna baru kepadanya dan makna baru tersebut diproduksi berdasarkan pemahaman yang cukup terhadap kasus dan ruang waktu dalam mana kasus tersebut terjadi, di satu sisi, dan melalui pengkajian terhadap tujuan hukum sebagai ruang makna, di sisi lain. Kenyataan menyinari dan memberi penerangan kepada pemahaman kita mengenai teks, dan teks dalam waktu yang sama memberi arahan yang jelas dalam menangani kasus nyata.
← Kembali ke Halaman Utama