| Nama Pengarang | : | Joni Tamkin Bin Borhan |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies |
| Volume / Nomor Edisi | : | 40 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 56-79 |
| Abstraksi Narasi | : | Asuransi telah menjadi fenomena yang jamak di era modern di belahan dunia manapun. Di Malaysia, asuransi konvensional dipandang oleh Komisi Fatwa sebagai tidak Islami karena mengandung beberapa elemen seperti riba, gharar dan maysir. Permasalahan inilah yang akhirnya mengundang perhatian kalangan Muslim sehingga mereka mengupayakan asuransi yang lebih sesuai dengan Syariat Islam. Maraknya bisnis asuransi Islami atau takaful inilah yang menarik perhatian saya (penulis) untuk melihat secara dekat wacana dan praktek asuransi Islam di Malaysia. Walaupun banyak bisnis asuransi Islam yang muncul, namun penulis hanya akan membahas salah satunya, yaitu Syarikat Takaful Malaysia Berhad (STMB) yang merupakan asuransi takaful pertama di Malaysia. Banyak permasalahan yang bisa dilihat dan didiskusikan dalam artikel ini, diantaranya adalah awal tradisi asuransi, pandangan Islam tentang praktek asuransi modern dan beberapa permasalahan yang berhubungan dengan praktek asuransi di Malaysia. Penulis akan lebih memfokuskan pada bagaimana pelaksanaan konsep takaful dalam Islam di dalam pelaksanaan asuransi ini. Apakah konsep mudharabah dan tabarru menjadi dasar dalam praktek asuransi takaful pada Syarikat Takaful Malaysia Berhad (STMB) khususnya dan asuransi takaful yang lain pada umumnya. |
| Nama Pengarang | : | Andy Dermawan |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies |
| Volume / Nomor Edisi | : | 40 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 155-174 |
| Abstraksi Narasi | : | This article tries to apply the transcendental rational approach to the preaching of Islam. The characteristic preaching of Islam in transcendental rational approach relies on how ratio works in catching reality in the real world empirically, and then we analyze through an integralistic combination between "fikir" and "zikir" to answer mankind`s problems based on Allah`s sayings and the prophet`s tradition. The author tries to offer preaching of Islam`s comprehension scientifically as follow: (1). Normatif preaching i.e., preaching of Islam which is based on Al-Qur`an and hadits and is analyzed hermeneutical, dialectical, sytematically in order to seize the moral teachings integrally without doing any reductions on both sources; (2). Historic preaching i.e., preaching of Islam which develops post Rasulullah`s life up to recent days which is made as consideration to understand both sources (Al-Qur`an and Hadith). Whereas the characteristic of historic preaching is always open for changes, cristicism, and giving reinterpretation and recomprehension toward the reality of existing preaching. |
| Nama Pengarang | : | Roxanne D. Marcotte |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies |
| Volume / Nomor Edisi | : | 40 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 1-33 |
| Abstraksi Narasi | : | Socrates (469-399 SM) dan Suhrawardi (m.1191 M) hidup di dua dunia yang sangat berbeda, baik secara waktu, tempat, budaya maupun kepercayaan yang ada disekitar mereka. Perbedaan itu juga mempunyai konsekuensi pada perbedaan hidup dan pemikiran mereka. Walaupun demikian, anehnya, mereka mempunyai kesamaan. Kesamaan mereka adalah pada upaya mereka untuk menyingkap hakekat sesuatu. Sedangkan kesamaan yang lain adalah bahwa hidup mereka sama-sama berakhir secara tragis. Socrates yang tidak pernah menulis apapun, terkenal dengan metoda dialektikanya. Dialetika Socrates, sebagai upaya investigasi kritis, adalah sarana untuk menjangkau hakekat sesuatu di luar kepercayaan umum saat itu. Dengan dialektika, Socrates berusaha untuk melawan hegemoni kaum agamawan dan masyarakat Athena saat itu yang acuh dengan kebenaran. Dengan pengenalan penalaran induktif, Socrates mencoba menyingkap hakekat universal tentang Tuhan, tentang keadilan dll. Suhrawardi, dipihak lain, mempunyai tujuan yang sama dengan Socrates, tapi dengan metode yang berbeda. Misteri tentang perbedaan dalam kesamaan inilah yang akan disingkap dalam artikel ini. |
| Nama Pengarang | : | Mahmud Arif |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies |
| Volume / Nomor Edisi | : | 40 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 126-154 |
| Abstraksi Narasi | : | Historycally, the current Islamic thought is assensially a continuation of the result of Islamic thought theorizing that peaked in the Golden ages (III - V H). As a consequence of bayaniyyun domination, the product of Islamic thought in the Golden ages has succeeded to build an image that Islamic Arabic thought inherited by us currently is nothing but an " Islamic law" civilizaton. This can be viewed from epistomological fact, the wriggle of Islamic Arabic thought is always present at the firm hegemony of bayani reason structure attaining a supremacy momentum from Islamic humanism and scholaticism movements. Furthermore, the bayani reason structure has subsequently permeated into Islamic education as a cultural "reason" for education at that time. Then, this permeating has caused appearing of "the religious-conservative" education school that less is appreciated to every rational impact from "out side", so that tends to make marginal intellectual sciences. It was natural in its development, "intellectualism" becomes overcast from the realm of Moslem consciousness. This reality has been made worse by madrasa as a par exellence institution in the Islamic world that has changed its function as only a "wagon" mover of bayani tradition. This article tries to investigate the process of awakening of bayani epistemology and its linkage with Islamic education in the Golden ages. |
| Nama Pengarang | : | Kamaruddin Amin |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies |
| Volume / Nomor Edisi | : | 40 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 34-55 |
| Abstraksi Narasi | : | Dalam studi hadith, ada perbedaan fundamental antara metode yang dikembangkan oleh sarjana-sarjana Barat. Sarjana-sarjana Muslim menekankan pada penelitian tentang bagaimana memilah hadith sahih dari yang palsu, sedangkan penelitian hadith di Barat adalah how to date a particular hadith (bagaimana menentukan tanggal atau umur) hadith tertentu untuk menaksir asal-usulnya. Hal ini disebabkan karena sebagian besar, untuk tidak mengatakan semuanya, sarjana-sarjana Barat percaya bahwa sangat sedikit, kalupun ada, hadith yang bisa disandarkan secara historis kepada Nabi. Oleh karena itu, penelitian tentang kapan, siapa dan dimana hadith yang sedang diteliti dibuat harus dilakukan. Untuk menjawab pertanyaan sentral tersebut sejumlah metode telah dikembangkan dalam kesarjanaan barat (Western Scholarship). Diantara metode tersebut dikenal teori common link yang telah menelorkan sejumlah konsep seperti single strand, partial common link, spider, diving dll. Teori common link pertama kali diperkenalkan oleh Joseph Schacht dalam bukunya The Origins of Muhammadan Jurisprudence (1950) yang mendapat inspirasi dari Ignaz Goldziher dalam bukunya Muhammadan Studien. Teori tersebut secara umum telah menginspirasi sarjana Barat yang datang sesudahnya. Diantara yang paling setia, yang bukan hanya mengadopsi teori Schacht tapi telah mengembangkannya secara signifikan dalam skala besar, meskipun berbeda dari Schacht dalam sejumlah point penting, adalah G.H.A. Juynboll. Sebaliknya kritik tajam terhadap sejumlah premis dan methodologi Schacht dan Juynboll diartikulasikan oleh Harald Motzki dalam karya monumentalnya Die Anfange der Islamischen Jurisprudence. Ihre Entwicklung in Mekka bis zur Mitte des 2./8. Jahrhundert 1991, meskipun kemudian dikritik oleh Irene Schneider. Polemik tentang akurasi teori common link dan implikasi metodologis yang ditimbulkannya sampai hari ini masih terus berlangsung dalam journal international studi Islam seperti Der Islam. Bagaimana teori tersebut dapat bekerja dan sejauh mana akurasi teori tersebut dalam menyajikan taksiran historis untuk menentukan kualitas hadith akan dibahas dalam artikel ini. |
| Nama Pengarang | : | Komaruddin Hidayat |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies |
| Volume / Nomor Edisi | : | 40 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 98-125 |
| Abstraksi Narasi | : | Religions, especially Abrahamic religions, are having a great role in building human civilization in the world. History recorded that some of the greatest wonders of the world, such as pyramid in Egypt, Borobudur Temple in Indonesia , and some enormous buildings in Greece have been built under the spirit of religion. Since the great role of religions nowadays religion is always attached to actual phenomena in the framework of changes in the world. This article is trying to understand religion without the border of language and culture that is local and particularistic. Abrahamic religions normatively and theologically do not share many differences. However, pragmatically and historically their differences are the big poblems of the world. Most of the bloody wars that happened in some parts of the world lately are fueled by religious disagreements. Finally, pragmatically the writer explains the role of religion in the development of great civilizations in the world, including the role of religion in the democratization of Indonesia. For it, to be a democratic state, pluralism and inclusivism in understanding religion should be the heart of Indonesian society. |
| Nama Pengarang | : | Al Makin |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies |
| Volume / Nomor Edisi | : | 40 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 80-97 |
| Abstraksi Narasi | : | Dalam al-Qur`an terdapat banyak cerita (kisah) yang terjadi jauh sebelum al-Qur`an diturunkan seperti kisah rasul-rasul dan ummatnya sejak Adam hingga Muhammad. Para Mufassir klasik seperti Tabari sering menceritakan secara detail kisah-kisah tersebut yang berdasarkan tidak hanya pada al-Qur`an, tapi lebih pada riwayat-riwayat. Maisng-masing kita sering mempunyai beberapa versi lengkap sebagaimana kisah-kiah israiliyat. Berbeda dengan muffasir klasik, para muffasir modern cenderung tidak menceritakan secara lengkap cerita-cerita tersebut. Mereka mencoba untuk memahami bagian-bagian penting dari kisah-kiah tersebut dan menginterpretasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam kisah tersebut dalam konteks modern ini. Artikel ini mencoba untuk melihat pendekatan dua muffasir modern, yaitu Muhammad` Abduh dan `A`ishah `Abd al-Rahman Bint al-Shati` dalam menginterpretasikan kisah kaum `Ad,Thamud dan Fir`aun dalam al-Qur`an. |
| Nama Pengarang | : | Muslim Nasution |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies |
| Volume / Nomor Edisi | : | 40 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 175-209 |
| Abstraksi Narasi | : | Nowadays, secular life has greatly influenced modern society. It is ordinary if secular life has swept out of Western society because, indeed, secularism was born there with the background of Christianity. However, it is different if secular life also inluences Muslim societies, because it contradictory to Islamic teachings. The widespread of secularism in Muslim societies is the result of the propaganda of secularists. Even, they made a kind of academic fraud by using the Arabic word `ilmaniyyah to legalize their thought. This article is trying to reveal the term of secularism especially in Arabic by tracing its original meaning in Greek. The writer believes that the translation of the word secularism as ``ilmaniyyah is misleading. This article is also trying to explore the early history of secularism, and various backgrounds of thoughts of that time. |
| Nama Pengarang | : | Amroh Muhammad Qosim |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies |
| Volume / Nomor Edisi | : | 40 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 210-236 |
| Abstraksi Narasi | : | Problems that happened and developed in society could not be separated from human beings as the main doer. Human beings have many characteristics that contribute to its attitude in society. Two of its characteristics, and also its major powers are its curiosity and its need of financial. However human beings would not achieve its highest curiosity unless he/she already has been fulfilled its financial need. So, the two characteristics is rather a cause-effect relationship than a complementarily relationship. These two characteristics, however, are significant to analyze some social problems. One of the problems in society is that there are a small number of rich people and the existence of an enormous quantity of the poor people. The writer assumes that above economical gap is initiated by unjust social order. With her framework of Islam, the writer would portray some social problems and then provide some solutions for the problems. For the writer, human beings should put everything, as it should be and as it stated in Islam, because Islam has already made an obvious pattern to reach the ultimate goal of life. |
| Nama Pengarang | : | Muhammad Rifa'i Abduh |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies |
| Volume / Nomor Edisi | : | 39 (No. 2) |
| Nomor Halaman | : | 310-323 |
| Abstraksi Narasi | : | Sarjana-sarjana Muslim maupun sarjana-sarjana studi keislaman dan studi agama-agama telah lama mengenal Wilfred Cantwell Smith beserta karya-karya tulisnya yang telah dipersembahkan bagi perkembangan studi agama-agama pada umumnya dan bagi studi Islam pada khususnya. Minimal ada empat sarjana terkenal yang telah mengakui kepiawaian dia. Mereka antara lain mengatakan bahwa melalui konsep-konsep tentang agama dan agama-agama yang dikemukakannya, Smith telah menolong kita memahami kehidupan keagamaan umat manusia berdasarkan keinginannya akan tercapainya saling tolong-menolong dan saling pengertian serta menghargai antar umat beragama yang beraneka ragam. Smith juga telah banyak berpengaruh besar pada studi ketimuran dan teologi dan telah turut menyemarakkan pentingnya ideologi keagamaan. Tidaklah dapat disangkal lagi adanya satu kenyataan bahwa para peminat studi agama-agama harus mengakui kontribusi Smith yang sangat luar biasa bagi pemahaman terhadap Islam. Makalah ini merupakan satu usaha untuk mengelaborasi konsep-konsep Smith tentang kepercayaan dan kebenaran agama yang sangat krusial bagi studi agama. Juga dikemukakan konsep-konsepnya tentang agama serta kepercayaan kepada agama lain. |