| Nama Pengarang | : | Parawiyati, Zaki Baridwan |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Riset Akuntansi Indonesia |
| Volume / Nomor Edisi | : | 1 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 1-11 |
| Abstraksi Narasi | : | Financial Accounting information is used by potential users to make necessary economic decisions. Earnings and cash flow are some of the measure that show a firms successful management. Earnings are useful for measuring a firms performance, and estimating the representative earning, the risk of investing and the cash flow information key measures of liquidity. Accounting information, is not yet one of the fundamental analysis tools for trading in Indonesian Capital Market. However, with increased development, accounting information will be necessary for making important decisions in the capital market. The objective of the study was to test the relationship of the ability of financial information in predicting the benefit of equity investment that consists of earnings and cash flow. The first hypothesis is earning predictor is better than cash flow predictor to predict future earning. Second, earning predictor is better than cash flow predictor to predict future cash flow. Lastly, earnings have incremental prediction ability to cash flow. There were 288 financial statements of manufacturing firms for the period of 1989-1994 include as a sample. Earnings data used in the tests is from the period of 1989-1994 and cash flow data is from 1992-1994 period. The statistical method used in this research is linear regression. Then T-test, regression coefficient, correlation determination and F-test on the 5% level significance. The autocorrelation tests show that there is no linear relationship between independent variables, and that there was no correlation between disturbance factors, because the Durbin Waston test shows value of 2. The statistical results show that earning predictor and cash flow predictor are both significant in predicting earning and cash flow one year ahead, The ability of earning predictor in predicting earning and cash flow bigger than cash flow predictor, this is shown with the regression coefficient. Then is showed that a part from earnings being a tool for predicting earnings, it can be predict cash flows. The results of this research also show F-test is significant, which means that both predictors, earning and cash flow can be used for predicting earning and cash flow efficiently. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Riset Akuntansi Indonesia |
| Volume / Nomor Edisi | : | 1 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 127-140 |
| Abstraksi Narasi | : | Studi ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) seberapa jauh rasio harga saham-nilai buku (Price-Book Value Ratio atau rasio PBV) berkaitan dengan imbal hasil (return) saham, dan (2) seberapa jauh rasio PBV berkaitan dengan faktor-faktor fundamental perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio PBV dapat digunakan untuk menentukan strategi investasi karena dengan menggunakan rasio PBV investor dapat memperkirakan saham-saham yang mengalami undervalued dan overvalued, dan memperoleh imbal hasil yang signifikan. Penelitian ini juga menemukan bahwa dari empat faktor fundamental yang dianalisis (profitabilitas (Return on Equity atau ROE), prospek pertumbuhan, tingkat resiko, dan kebijakan dividen), ternyata hanya ROE yang secara konsisten and signifikan mempunyai hubungan yang positif dengan rasio PBV. Terakhir, penelitian ini menemukan terdapatnya hubungan yang negatif antara rasio PBV dengan imbal hasil saham, konsisten dengan temuan penelitian lainnya yang dilakukan di berbagai negara. |
| Nama Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Riset Akuntansi Indonesia |
| Volume / Nomor Edisi | : | 1 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 67-83 |
| Abstraksi Narasi | : | Many decisions are made by groups of individuals such as committees rather than by individuals. In group performance evaluation decisions, two issues can be raised: group polarization and hindsight bias. This experimental study provides a direct test if outcome information interacts with decision levels (individual vs. groups) affecting performance evaluation decisions. This study found that the effect of outcome information is greater in group decisions than those in individual decisions. Regardless of information available ex ante, decision makers are evaluated more favorably by groups than by individuals when the decisions have successful results. On the contrary, when the results are unsuccessful, the decision makers are evaluated more unfavorably by groups than by individuals. |
| Nama Pengarang | : | Dan Curtis,Siti Sendari,Yunus, Mohamad,Mangililo, Ira D. ,Yoren, ,Soraya, Fenthy,Margono, Supardjan A. |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Riset Akuntansi Indonesia |
| Volume / Nomor Edisi | : | 1 (No. 1) |
| Nomor Halaman | : | 29-42 |
| Abstraksi Narasi | : | Sampai saat ini pembahasan mengenai pengambilan keputusan di bidang ekonomi didominasi oleh the expected utility theory yang beranggapan pengambil keputusan adalah orang yang rasional dan punya kemampuan mengolah informasi secara sempurna. Namun begitu kenyataan sehari-hari menunjukkan banyaknya penyimpangan yang tak bisa dijelaskan oleh teori tersebut. Teori prospek (prospect theory) Tversky and Kahneman adalah salah satu teori yang banyak dipakai sebagai teori alternatif oleh para peneliti di Barat di bidang ekonomi, manajemen, dan akuntansi. Penelitian yang sekarang ini dilakukan mengulang lagi (replikasi) eksperimen yang dilakukan oleh Tversky and Kahneman tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui apakah teori prospek tepat untuk menjelaskan perilaku pengambil keputusan di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa jika kasus keputusan dijelaskan dengan frame negatif orang Indonesia punya perilaku yang sama dengan subyek dalam penelitian Tversky dan Kahneman. Sebaliknya jika kasusnya dijelaskan dengan frame positif, perilakunya berbeda. |