| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisa |
| Volume / Edisi | : | XIII-9, SEPTEMBER (No. 9) |
| Halaman | : | 701-714 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Babari |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisa |
| Volume / Edisi | : | XIII-9, SEPTEMBER (No. 9) |
| Halaman | : | 688-700 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisa |
| Volume / Edisi | : | XIII-9, SEPTEMBER (No. 9) |
| Halaman | : | 671-687 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisa |
| Volume / Edisi | : | XIII-9, SEPTEMBER (No. 9) |
| Halaman | : | 651-670 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 4-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 59–68 |
| Abstrak | : | Ekonomis atau tidaknya suatu kendaraan bermotor dapat diukur dari banyaknya bahan bakar yang dipakai untuk mengoperasikan kendaraan tersebut. Setiap pemakai tentunya mengharapkan dapat memiliki kendaraan yang hemat bahan bakar. Pengoperasian kendaraan biasanya tidak akan mencapai hasil yang sama untuk segala kondisi operasi, misalnya operasi kendaraan pada kecepatan penuh sangat berbeda dengan kendaraan yang dioperasikan di dalam kota yang sering berhenti. Hal ini sangat menentukan pemakaian bahan bakar. Pengaturan pencampuran dan masuknya bahan bakar ke dalam silinder perlu dibedakan, antara operasi beban penuh dan operasi beban rendah atau menengah. Keadaan lingkungan yang makin menguatirkan, disebabkan oleh polusi udara dari kendaraan bermotor, mewajibkan para perencana dan produsen kendaraan bermotor untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah dan lembaga pengawas lingkungan. Standar yang disusun menuju pada suatu kondisi di mana kadar komponen-komponen gas buang yang beracun dan membahayakan kesehatan manusia, dibuat seminimal mungkin dan diusahakan mendekati nol. Agar tuntutan tersebut dapat dipenuhi, telah banyak dilakukan perubahan desain kendaraan bermotor. Beberapa contoh di antaranya yaitu menggunakan material yang lebih ringan, mengganti sistem penyemprotan bahan bakar, mengubah ketinggian pembukaan katup silinder dan waktu mulai buka dan lamanya pembukaan. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 4-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 50–58 |
| Abstrak | : | Kampas rem selalu dibutuhkan didalam dunia otomotif, sehingga kualitas yang baik dari hasil produksi perlu didapatkan. Kualitas kampas rem harus memenuhi standar, salah satunya tergantung dari kekerasannya. Kekerasan kampas rem berkaitan dengan umur kampas rem, umur drum atau piringan serta jenis kendaraan. Untuk mendapatkan hasil produksi optimal, maka akan dilakukan eksperimen dari faktor-faktor yang mempengaruhi nilai kekerasan kampas rem dan menentukan level dari faktor-faktor tersebut. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 4-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 43–49 |
| Abstrak | : | Salah satu alat yang ditambahkan pada motor bakar untuk menaikkan unjuk kerjanya adalah turbojet accelerator. Produsen alat ini mengatakan bahwa unjuk kerja motor bakar akan meningkat dengan pemasangan alat ini. Untuk membuktikan promosi ini dilakukan penelitian di laboratorium Motor Bakar, Universitas Kristen Petra. Hasil yang didapat dari percobaan yang dilakukan adalah bahwa turbojet accelerator menyebabkan aliran udara masuk karburator dengan lebih rendah dan kecepatan lebih tinggi. Sedang unjuk kerja yang meliputi daya BHP, Torsi, BMEP dan efisiensi termis motor bakar meningkat. Selain itu konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat jika motor bakar dilengkapi turbojet accelerator. |
| Pengarang | : | Pratomo, Hariyo Priambudi Setyo |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 4-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 32–42 |
| Abstrak | : | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan diameter lubang orifice terhadap karakteristik aliran down stream dalam penampang circular. Adanya orifice dalam sistem saluran akan menyebabkan terjadinya vortex pada down stream region aliran yang diduga sangat mempengaruhi karakteristik aliran dalam pergerakannya ke arah down stream. Vorticity yang dikandung oleh vortex akan berakumulasi dengan vorticity aliran sehingga mempengaruhi karakteristik boundary layer yang terbentuk; antara lain : ketebalan boundary layer dan velocity profile. Pengaruh perubahan diameter lubang orifice terhadap karakteristik aliran down stream dapat diketahui dengan mengukur tekanan statis dan tekanan dinamis sepanjang penampang untuk mengetahui ketebalan boundary layer dan velocity profile yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boundary layer berkembang semakin cepat pada diameter lubang orifice yang paling kecil, karena vortex yang terjadi pada down stream region paling besar. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 4-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 25 –31 |
| Abstrak | : | Oksigenat Methyl Tertiary Buthyl Ether (MTBE), C 125 OH sebagai alternatif pengganti Tetra Ethyl Lead (TEL), ( ) 52 4 Pb C H yang digunakan sebagai komponen peningkat angka oktan bahan bakar bensin. Namun, perlu dilakukan pengujian bagaimana pengaruh konsentrasinya terhadap angka oktan, sifat volatilitas bahan bakar dan unjuk kerja motor. Untuk motor yang menggunakan karburator, bahan bakar cair harus cukup mudah menguap untuk menyediakan campuran udara dan uap bahan bakar pada tempratur masuk dan menyediakan secara lengkap campuran udara dan uap bahan bakar didalam silinder sebelum terbakar. |
| Pengarang | : | Soegihardjo, Oegik |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 4-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 18–24 |
| Abstrak | : | Pada proses pemotongan logam dengan mesin perkakas, besarnya daya pemotongan yang diperlukan dipengaruhi oleh beberapa parameter pemotongan. Beberapa parameter pemotongan diantaranya adalah: pemakanan (feed), kedalaman pemotongan (depth of cut), kecepatan potong (cutting speed) dan laju penghasilan geram (metal removal rate) Undeformed chip thickness adalah tebal geram (chip) sebelum terpotong, terletak di titik/daerah tertentu pada mata potong pahat. Undeformed chip thickness diyakini sebagai faktor yang memiliki pengaruh signifikan pada besar/kecilnya daya pemotongan. Dengan demikian besarnya daya pemotongan bisa diprediksi berdasarkan faktor ini. Dalam paper ini akan dibahas dan dilakukan simulasi untuk memprediksi besarnya daya pemotongan berdasarkan. undeformed chip thickness |