| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 4-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 13–17 |
| Abstrak | : | Pada kondisi transient kedua plat gesek kopling belum menempel sepenuhnya sehingga pemindahan daya terjadi karena gaya gesek kinetik. Gaya ini berubah tergantung dari normal dan koefisien gaseknya. Kopling sering dioperasikan pada kondisi transien untuk menjaga laju dan tenaga kendaraan karena dalam kondisi ini putaran mesin dapat ditingkatkan. Studi tentang karekteristik tersebut dilakukan dengan membuat sebuah kajian teoritik dan eksperimen dan menggunakan model uji sebuah kopling gesek plat tunggal. Variabel pengujian meliputi beban, kecepatan putar dan gaya normal penekanan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan torsi dan daya secara linear pada kecepatan putar relatif yang makin tinggi. Hal ini disebabkan karena makin tingginya kecepatan akan menimbulkan panas yang makin tinggi pada plat gesek sehingga besarnya koefisien gesek meningkat. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 4-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 6–12 |
| Abstrak | : | Produk flens yang ada, dihasilkan dari pengecoran cetakan pasir dengan bahan baku daurulang dan didukung oleh teknologi sederhana, bermutu rendah baik dari segi bahan maupun dimensi. Mutu hasil cor yang baik tidak hanya ditentukan dengan strukturmikro yang baik dan homogen tetapi juga dengan kekuatan dan penampakan yang baik. Penelitian ini mencoba menganalisis pengaruh parameter proses pengecoran squeeze paduan aluminium daur ulang yang ada dengan cara memvariasikan parameter tekanan squeeze, dan temperatur punch & die. Langkah proses squeeze casting meliputi pemanasan logam dan die dalam dua dapur induksi berbeda, dilanjutkan dengan penuangan logam cairan ke dalam die dan diteruskan dengan pemberian tekanan selama waktu tertentu. Setelah melakukan beberapa pengujian terhadap spesimen, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa persentase porositas yang dihasilkan menurun secara signifikan dibandingkan dengan proses pengecoran cetakan pasir yang ada. |
| Pengarang | : | Duskiardi,Tjitro, Soejono |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 4-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 1–5 |
| Abstrak | : | Squeeze casting sering juga disebut dengan liquid metal forging, dimana logam cair dibekukan dibawah tekanan eksternal yang relatif tinggi. Terjadinya kontak antara logam cair dengan punch dan die pada saat penekanan memungkinkan terjadinya perpindahan panas yang cukup cepat. Ini akan menghasilkan struktur mikro yang lebih homogen serta perbaikan sifat mekanik. Material yang digunakan untuk pengujian ini dan sekaligus sebagai pembanding diambil dari produk piston komersial lokal dengan komposisi bal. 12.62 wt% Si, 2.83 wt% Cu, 1.58 wt% Ni, 0.89 wt% Mg, 0.38 wt% Fe, 0.15 wt% Mn, 0.078 wt% Zn, 0.016 wt% Pb, 0.009 wt% Sn, 0.006 wt% Ca dan selebihnya Al. Material dilebur pada 700 o C, benda uji dibuat dengan menggunakan teknik squeeze casting dengan jalan memvariasikan tekanan dan temperatur. Selanjutnya benda uji dikarakterisasi berupa kekerasan , porositas dan struktur mikro. Pada pengujian yang dilakukan, laju pendinginan material akibat pengaruh tekanan dan temperatur die sangat signifikan pengaruhnya terhadap perbaikan sifat benda uji. Dari hasil pengamatan, proses ini mampu menurunkan porositas sampai 85.15 % dan memperbaiki kekerasan sebesar 5.29 % setelah dilakukan perlakukan panas T6. Tekanan serta temperatur die optimal didapatkan pada 70 – 100 MPa dan 400 – 450 0C. |
| Pengarang | : | B. Cameron Reed |
| Nama Majalah/Jurnal | : | American Journal of Physics |
| Volume / Edisi | : | 93 (No. 12) |
| Halaman | : | 1000-1004 |
| Abstrak | : | The breadth of the Planck blackbody spectrum is quantified by computing the standard deviation of the distribution in frequency space when weighting by both frequency and number of photons. The calculations can be carried out analytically, and they reveal that the standard deviation captures about three-quarters of both the total energy emission and number of photons, independent of the temperature of the source. It is advocated that this approach be used to complement, if not entirely replace, common (and potentially misleading) textbook “peak value” discussions. |
| Pengarang | : | Alex J. Oh; Colby J. Stoddard; Craig Queenan; Seongshik Oh |
| Nama Majalah/Jurnal | : | American Journal of Physics |
| Volume / Edisi | : | 93 (No. 12) |
| Halaman | : | 991-999 |
| Abstrak | : | Thermoelectric materials can convert thermal energy into electricity, making them promising candidates for harvesting waste heat, an increasingly important challenge in the energy-intensive modern world. The search for improved thermoelectric materials is therefore an active area of research in materials physics. Despite their fundamental and practical significance, thermoelectric properties—such as the Seebeck coefficient and power factor—are rarely explored in student labs due to the complexity in measurement schemes and requirement for sophisticated equipment. In this work, we present a user-friendly, low-cost, and efficient thermoelectric measurement system built with Arduino and LabVIEW, which can simultaneously measure Seebeck coefficients and power factors as a function of temperature. This was made possible by improving the resolution of Arduino over ∼1000 times with amplifiers and noise reduction schemes. With a total cost of only ∼$100 and simple measurement protocols, this setup is well suited not only for student labs but also for efficient thermoelectric research. |
| Pengarang | : | Luiz Antonio Barreiro |
| Nama Majalah/Jurnal | : | American Journal of Physics |
| Volume / Edisi | : | 93 (No. 12) |
| Halaman | : | 982-990 |
| Abstrak | : | The horizontal dynamics of a bouncing ball interacting with an irregular surface are investigated and are found to demonstrate behavior analogous to a random walk. Its stochastic character is substantiated by the calculation of a permutation entropy. The probability density function associated with the particle positions evolves to a Gaussian distribution, and the second moment follows a power-law dependence on time, indicative of diffusive behavior. The results emphasize that deterministic systems with complex geometries or nonlinearities can generate behavior that is statistically indistinguishable from random. Several problems are suggested to extend the analysis. |
| Pengarang | : | Philip B. Allen |
| Nama Majalah/Jurnal | : | American Journal of Physics |
| Volume / Edisi | : | 93 (No. 12) |
| Halaman | : | 974-981 |
| Abstrak | : | Quantum free electrons, i.e., plane waves, with wavevector ?, and occupancy constrained by the Pauli exclusion principle, are explained in all solid state physics texts. Although overly simplified, free electron theory works surprisingly well for many properties of simple metals. For bulk materials, it is assumed that the sample is effectively infinite and that surfaces are irrelevant. Over the past 30 years, experiments that visualize surfaces and enable the study of 2D materials have revolutionized solid state physics, stimulating new experiment, theory, and applications. Modified free electron models, adapted to films, have enabled modeling of electronic properties of films. This paper analyzes three such models: periodic boundary conditions, hard wall boundary conditions, and soft wall (SW) boundary conditions, in order of increasing realism. The SW case is illustrated for an aluminum film consisting of six atomic layers, comparing SW free electron theory with a scanning tunneling spectroscopy experiment. |
| Pengarang | : | Prabal Adhikari; Brian C. Tiburzi; Sona Baghiyan |
| Nama Majalah/Jurnal | : | American Journal of Physics |
| Volume / Edisi | : | 93 (No. 12) |
| Halaman | : | 968-973 |
| Abstrak | : | For a gas confined in a container, particle–wall interactions produce modifications to the partition function involving the average surface density of gas particles. While such correlations have a vanishing effect in the thermodynamic limit, examining them is beneficial for a sharper understanding of how the limit is attained. We contrast a classical and a quantum model of particle–wall correlations within the canonical ensemble. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 3-2, OKTOBER (No. 2) |
| Halaman | : | 92–100 |
| Abstrak | : | Kemajuan teknologi yang sangat cepat, menuntut penyediaan energi yang makin banyak, untuk industri maupun kebutuhan energi penggerak kendaraan, mengingat makin mendesaknya tuntutan tersebut, maka selalu dicari cara-cara untuk memanfaatkan energi yang sudah tersedia sebaik mungkin, sehingga energi yang terbuang dapat makin berkurang, hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan penggunaan energi tersebut se-efisien mungkin. Keterbatasan cadangan minyak bumi merupakan salah satu pertimbangan untuk mencari energi atau alat yang baru yang dapat mengolah minyak se maksimal mungkin. Kendala yang ditimbulkan oleh energi minyak, yaitu mengakibatkan proses ekologi yang tidak menguntungkan menyebabkan perlu dikembangkannya pemanfaatan energi yang lain. Fuel cell merupakan salah satu jalan keluar dari berbagai-bagai kendala yang sudah ada, yaitu pengolahan energi dengan cara listrik-kimiawi, dengan menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar dan oksigen pembakarnya. Percobaan dan penelitian yang telah dilakukan sejak pertengahan abad 20, telah memberikan cukup banyak masukan yang positif, sehingga dapat dinyatakan bahwa fuel cell akan memberikan harapan untuk abad yang baru ini. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 3-2, OKTOBER (No. 2) |
| Halaman | : | 85–91 |
| Abstrak | : | Kendaraan bermotor yang merupakan alat transportasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di negara-negara modern, menimbulkan masalah besar terhadap lingkungan dan akibat polusinya sudah sangat terasa, terutama di kota-kota besar. Untuk menanggulangi masalah ini, maka sejak pertengahan abad 20 telah banyak dilakukan tindakan-tindakan yang bertujuan mengurangi atau melenyapkan pengaruh gas yang ditimbulkan oleh motor bakar. Sejak akhir abad 20 telah mulai dikembangkan alat untuk menggantikan motor bakar yang ternyata mempunyai beberapa keuntungan yang sangat menonjol, yaitu fuel cell yang dapat menghasilkan energi melalui proses elektro kimiawi. Berhubung fuel cell sangat berbeda dari motor bakar, maka kendaraan yang menggunakannya mengalami perubahan komponen yang cukup radikal diantaranya sistem bahan bakar, sistem penerus energi dan sistem kontrol. Dari hasil pengembangan dan penelitian yang telah dilakukan ternyata jenis fuel cell ini sangat menjanjikan keuntungan-keuntungan yang tidak dimiliki oleh motor bakar, sehingga bukanlah hal yang mustahil bahwa fuel cell akan menggantikan motor bakar |