| Pengarang | : | Vitorio A. De Lorenci; David I. Kaiser; Patrick Peter |
| Nama Majalah/Jurnal | : | American Journal of Physics |
| Volume / Edisi | : | 93 (No. 12) |
| Halaman | : | 943-950 |
| Abstrak | : | Primordial black holes (PBHs) are hypothetical objects that could have originated from density fluctuations in a very early phase of our Universe. Recent observations restrict the masses that such PBHs could have, if they are to constitute all of dark matter today: ?. With such low masses, general relativity predicts that the corresponding Schwarzschild radii for the PBHs would range from subatomic to molecular sizes, namely ?. When captured by a star, such a tiny PBH could exhibit an orbit completely or partially inside the body of the star, without significantly changing its mass for quite a long time. Here, we examine the possible trajectories of a PBH that is captured by a Sun-like star. When in motion in the interior of the star, the amount of stellar mass that effectively interacts gravitationally with the PBH will be a function of its distance to the center of the star. As a consequence, a strong effect on the shape of the orbits emerges, leading to PBH trajectories that could be open or closed, and exhibiting a rich variety of patterns. In particular, orbits that traverse the interior of the host star will undergo precession, due strictly to Newtonian dynamics. |
| Pengarang | : | J. Kristiadi |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisa |
| Volume / Edisi | : | XIII-8, AGUSTUS (No. 8) |
| Halaman | : | 593-628 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 3-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 35-40 |
| Abstrak | : | Ketika terjadi skid maka roda tidak dapat berfungsi sebagai elemen pengatur arah gerak kendaraan bahkan justru menurunkan gaya pengeremannya. Para ahli otomotif telah merancang sistem rem yang tidak menyebabkan roda mengalami skid. Pengereman dilakukan dengan gaya yang besarnya mendekati gaya gesek statik maksimumnya dan berdenyut (periodik) dengan frekuensi tertentu. Karekteristik dari sistem rem tersebut akan dijelaskan dalam tulisan ini melalui studi experimen dan teoritik pada model kendaraan uji. Model diluncurkan dari suatu ketinggian tertentu kemudian dilakukan pengereman secara otomatis dengan beberapa mode pengereman. Pengereman dengan gaya kontinu dapat menyebabkan roda skid dan tidak menghasilkan efek pengereman yang maksimal. Sebaliknya model pengereman dengan gaya yang berdenyut dapat menghidari terjadinya skid tetapi perlu mengatur besarnya gaya dan frekuensinya untuk mendapatkan efek pengereman yang maksimal. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisa |
| Volume / Edisi | : | XIII-8, AGUSTUS (No. 8) |
| Halaman | : | 563-592 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Sass Ilijic; Ana Babic; Dora Ivrlac; Andrew DeBenedictis |
| Nama Majalah/Jurnal | : | American Journal of Physics |
| Volume / Edisi | : | 93 (No. 12) |
| Halaman | : | 932-942 |
| Abstrak | : | A general expression for the elastic potential energy of a helical spring is derived using the basic concepts of elasticity theory and geometry. Both the translational and the rotational displacement of the spring's moving ends are considered. The resulting expression is employed to derive the general relation between force and spring height, and corrections to Hooke's law are discussed. The results can be used to estimate the magnitude of nonlinear effects in realistic situations, to predict how springs unwind under load, and to determine the spring constant when spring ends are allowed to rotate freely. This energy-based approach is suitable for inclusion in advanced mechanics courses. The results are validated via measurements on steel springs using a simple experimental setup appropriate for use in physics laboratories at all levels. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 3-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 29-34 |
| Abstrak | : | Simulasi komputer dalam suatu rekayasa teknik sangat membantu perancang untuk menggambarkan/memvisualisasikan karakteristik sistem yang akan dibuat. Dengan pemodelan sistem perancang bisa menganalisis karakteristik sistem pada berbagai kondisi operasi tanpa harus kehilangan banyak waktu dan biaya, karena semua proses bisa dilakukan dengan bantuan komputer. Untuk menjamin analisis yang tepat, model matemastis dari sistem yang akan dianalisis serta program komputer harus dibuat. Beberapa kasus yang diambil dari kondisi riil akan disimulasikan untuk dianalisis karakteristiknya. |
| Pengarang | : | Sudibjo |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisa |
| Volume / Edisi | : | XIII-8, AGUSTUS (No. 8) |
| Halaman | : | 549-562 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 3-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 19-23 |
| Abstrak | : | Shell-and-tube heat exchanger merupakan jenis alat penukar panas yang banyak digunakan. Untuk membuat perpindahan panas lebih baik dan untuk menyangga tube yang ada di dalam shell, maka sering dipasang baffle. Perpindahan panas yang lebih baik sangat diharapkan dalam suatu heat exchanger. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan baffle terhadap efektifitas dan penurunan tekanan dalam heat exchanger. Dari hasil penelitian didapat bahwa efektifitas meningkat dengan dipasangnya baffle. Efektifitas meningkat seiring dengan mengecilnya jarak antar baffle hingga suatu jarak tertentu, kemudian menurun. |
| Pengarang | : | Wahjudi, Didik,Gan Shu San,Pramono, Yohan |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 3-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 24–28 |
| Abstrak | : | Pada saat ini sekitar 3% produk yang dihasilkan oleh perusahaan plastik “X” tidak memenuhi standar. Perusahaan mengalami kesulitan untuk menurunkan tingkat kecacatan produk tersebut. Hal inilah yang mendasari penelitian dengan metode Taguchi yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kecacatan produk. Dari survey lapangan didapatkan faktor-faktor yang dicurigai dan ditampilkan dalam bentuk diagram tulang ikan. Dari faktor-faktor yang dicurigai berpengaruh, perusahaan memilih faktor faktor yang diijinkan untuk dieksperimentasikan. Empat faktor yang akan dieksperimentasikan adalah persentase bahan pelet, temperatur (217°C, 225°C, 233°C), tekanan injeksi (92 Bar, 93 Bar, 94 Bar), screw speed (81%, 83%, 85%). Metode Taguchi dipergunakan untuk menentukan kombinasi dan jumlah dari eksperimen. Dari tingkat kecacatan tiap kondisi dilakukan analisa sehingga didapatkan variabel yang berpengaruh. Dari hasil analisa didapat bahwa kombinasi persentase bahan pelet (80%), temperatur (225°C), tekanan injeksi (93 Bar) serta srew speed (83%) dapat menurunkan tingkat kecacatan hinga 0,3%. |
| Pengarang | : | Kristanto, Philip,Willyanto,Hartadi, Rully |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknik Mesin |
| Volume / Edisi | : | 3-1, APRIL (No. 1) |
| Halaman | : | 12–18 |
| Abstrak | : | Turbocharger adalah suatu komponen yang dipasang pada kendaraan bermotor yang bertujuan untuk meningkatkan daya dari motor dengan melakukan penambahan rapat massa udara yang lebih banyak dibandingkan dengan cara pengisian biasa. Turbocharger terdiri dari sebuah turbin dan sebuah kompresor. Banyak yang mengharapkan daya dari kendaraannya dapat meningkat dengan memasang perangkat. Diharapkan dengan memasang perangkat tersebut, daya dari motor akan meningkat dan juga akselerasinya. perangkat yang dipakai dalam hal ini adalah turbocharger. Dengan penambahan turbocharger, akan membuat campuran udara dengan bahan bakar semakin sempurna atau semakin homogen sehingga pembakaran akan semakin sempurna. Perangkat turbocharger ini mempunyai kelebihan dariperangkat lain yang bertujuan untuk meningkatkan daya. Turbocharger ini digerakkan oleh tekanan gas buang, yang pada umumnya tekanan gas buang dan panas dari gas buang ini tidak dimanfaatkan atau langsung dibuang begitu saja |