OPAC - Pencarian Artikel Jurnal & Majalah Library USD

Menampilkan semua artikel (Halaman 122 dari 34169, Total: 341690 data)

Pengaturan Kondisi Idle dan Akselerasi pada Motor Berbahan Bakar Gas

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Teknik Mesin
Volume / Edisi : 3-1, APRIL (No. 1)
Halaman : 7 - 11
Abstrak : Pemakaian bahan bakar gas untuk motor bensin dapat dilakukan dengan menambahkan peralatan yang disebut dengan conversion kit. Namun pcnggunaannya masih terbatas karena adanya kendala terhadap performa dari motor, yaitu terlalu tingginya putaran pada kondisi idle dan rendahnya akselerasi jika dibandingkan dengan motor yang menggunakan bahan bakar bensin. Salah satu penyebab dari tingginya putaran idle adalah terlalu sedikitnya bahan bakar gas yang masuk ke intahe manifold dan specific gravity dari bahan bakar gas (0.562 kg/m3) lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar bensin, ha] ini berakibat kondisi idle dimana katup gas hanya terbuka sedikit, udara yang masuk bersama-sama dengan bahan bakar gas tidak dapat melakukan pembakaran secara sempurna. Salah satu cara untuk memecahkan permasalahannya adalah dengan memberikan suplai BBG melalui sistim injeksi yang dikontrol secara elektronik baik pada kondisi idle maupun pada saat akselesari.

Pengaruh Perubahan Pemajuan Waktu Penyalaan Terhadap Motor Dual Fuel (Bensin-BBG)

Pengarang : Kristanto, Philip,Willyanto,Wahyudi, Djoko
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Teknik Mesin
Volume / Edisi : 3-1, APRIL (No. 1)
Halaman : 1-6
Abstrak : Selain dapat menggunakan bahan bakar bensin, motor bensin juga dapat menggunakan bahan bakar gas. Namun unjuk kerja dari motor bensin menurun ketika menggunakan bahan bakar gas. Penurunan unjuk kerja ini karena mesin tersebut memang dirancang untuk bahan bakar bensin, kecuali kalau mesin itu memang dirancang untuk berbahan bakar gas. Penurunan unjuk kerja motor ini disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik penyalaan dari kedua bahan bakar tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan unjuk ke1ja dari motor bensin yang menggunakan bahan bakar gas adalah dengan mengatur pemajuan penyalaan secara elektronik sehingga waktu pengapiannya menjadi lebih tepat.

POTENSI APLIKASI TRANSGLUTAMINASE DALAM INDUSTRI PANGAN

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi
Volume / Edisi : 1-2, OKTOBER (No. 1)
Halaman : 76-81
Abstrak : Transglutaminase (TG-ase EC 2.3.2.12) adalah enzim transferase yang memiliki aktivitas mengkatalisa pembentukan ikatan silang antar molekul protein (pembentukan polimer antar molekul protein). Pembentukan polimer antar molekul protein tersebut dijelaskan melalui berbagai hasil penelitian dan temyata polimer yang terbentuk memiliki sifat fungsional yang berbeda dari protein aslinya (protein yang tidak dipolimerisasi). Perubahan sifat fungsional yang terjadi diantaranya adalah sifat pembuihan, penibentukan gel protein, kelarutan, peningkatan elastisitas adonan dan peningkatan stabilitas protein terhadap panas. Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan, TG-ase memiliki potensi yang besar untuk diaplikasikan pada pangan diantaranya untuk meningkatkan mutu protein pangan melalui pengikatan asam amino esensial pada protein berkualitas rendah, memperbaiki sifat edible film, memperbaiki sifat pembuihan protein, memperbaiki mutu pangan berbasis gel, dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan roti dan dapat digunakan untuk meningkatkan stabilitas penyimpanan produk pangan kering. Masalah utama yang dihadapi adalah bagaimana memproduksi TG-ase secara efisien karena TG-ase kebanyakan terdapat pada organ dan cairan tubuh hewan, dimana produksi enzim menggunakan hewan sangat tidak efisien. Saat ini telah ditemukan beberapa spesies mikrobia yang mampu memproduksi TG-ase, meskipun belum digunakan untuk produksi pada skala komersial.

POTENSI RESIKO PEMANFAATAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L) TERKONTAMINASI YANG BEREDAR DI PASARAN

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi
Volume / Edisi : 1-2, OKTOBER (No. 1)
Halaman : 72-75
Abstrak : Beberapa jenis bawang putih dapat dijumpai di pasaran, yaitu: bawang putih yang baik, bawang putih yang ditumbuhi kapang, dan bawang putih 'abangan'. Penelitian terhadap tiga jenis bawang putih ini menunjukkan kadar air sebagai berikut : bawang putih yang baik 61,24 % , bawang putih yang ditumbuhi kapang 69,58%, dan bawang putih 'abangan' 11,27%. Penelitian mikrobiologis menggunakan metode Direct Plating menemukan 11 jenis kapang pada bawang putih yang ditumbuhi kapang dan 3 jenis kapang pada bawang putih 'abangan'. Keberadaan kapang yang didominasi oleh genera Aspergillus menyebabkan tingginya resiko mengkonsumsi bawang putih tersebut, karena dapat dihasilkannya mycotoxin berupa Aflatoksin oleh kapang dari kelompok Aspergillus ini.

PENGARUH PENAMBAHAN KUNING TELUR DAN MALTODEKSTRIN TERHADAP KEMAMPUAN PELARUTAN KEMBALI DAN SIFAT ORGANOLEPTIK SANTAN BUBUK KELAPA (Cocos nucifera L.)

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi
Volume / Edisi : 1-2, OKTOBER (No. 1)
Halaman : 60-71
Abstrak : Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kuning telur dan maltodekstrin terhadap kemampuan pelarutan kembali dan sifat organoleptik santan bubuk. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi kuning telur dan maltodekstrin masing-masing sebanyak 3 level perlakuan, yaitu 0,45%; 0,60%; 0,75 % dan 15%; 20%; 25% dengan 3 kali ulangan. Analisa yang dilakukan pada produk akhir meliputi pengukuran kadar air, kemampuan pelarutan kembali, kadar lemak, total padatan terlarut, uji organoleptik (warna dan aroma). Hasil analisa keragaman menunjukkan bahwa maltodekstrin dan kuning telur berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kemampuan pelarutan kembali, kadar lemak, dan total padatan terlarut santan bubuk. Terdapat interaksi antara maltodekstrin dan kuning telur terhadap kadar air, kadar lemak, dan kemampuan pelarutan kembali santan bubuk. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa santan bubuk yang diperoleh dari kombinasi perlakuan maltodekstrin 20% dan kuning telur 0,75%, menipakan perlakuan terbaik. Santan bubuk tersebut mempunyai kadar air 4,4016%, kadar lemak 58,157%, total padatan terlarut 26,300Brix, kemampuan pelarutan kembali 57 ,50 detik, panelis agak menyukai warna dan menyukai aroma dari santan bubuk tersebut.

PENGARUH JENIS DAN JUMLAH LEMAK YANG DITAMBAHKAN TERHADAP SIFAT MENTEGA TEMPE

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi
Volume / Edisi : 1-2, OKTOBER (No. 1)
Halaman : 53-59
Abstrak : Mentega tempe merupakan produk baru, dalam telaah sebagai acuan dipergunakan mentega kacang (peanut butter). Permasalahan yang timbul dalam mentega tempe adalah rendahnya kadar lemak. Pembuatan mentega tempe dimulai dari sortasi, pemotongan, penimbangan, penggorengan, penirisan, penghancuran, pencampuran dengan bahan-bahan lain, dan penghalusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi lemak terhadap sifat (kadar air, viskositas, kadar lemak dan kestabilan emulsi) mentega tempe. Dari penelitian ini diketahui bahwa kadar air mentega tempe dengan penambahan margarin atau mentega memiliki kisaran yang sama. Hasil analisa kadar lemak dan viskositas, mentega tempe dengan penambahan margarin atau mentega dengan perbandingan tempe : lemak = 4 : 5 memiliki kadar lemak tertinggi dan viskositas terendah. Pada analisa kestabilan emulsi, mentega tempe dengan penambahan margarin atau mentega dengan perbandingan tempe : lemak = 4 : 3 rnerniliki kestabilan ernulsi tertinggi.

PENGARUH PERBANDINGAN AIR DAN BERAS PADA PEMBUATAN AIR TAJIN TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SAYUR ASIN

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi
Volume / Edisi : 1-2, OKTOBER (No. 1)
Halaman : 45-52
Abstrak : Sayur asin merupakan suatu produk yang mempunyai cita rasa khas yang dihasilkan melalui proses fermentasi bakteri asam laktat. Manfaat sayur asin antara lain untuk mencegah gangguan pencernaan. Tahapan proses pembuatan sayur asin meliputi : sortasi, pencucian, pelayuan, peremasan, pengisian dalam wadah, penurupan dan fermentasi. Wakru yang diperlukan untuk fermentasi sayur asin adalah 3- 4 minggu , hal ini disebabkan kondisi lingkungan fermentasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat waktu fermentasi yaitu dengan memanfaatkan air tajin. Air tajin adalah air rebusan beras pada pembuatan nasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan air dan beras pada pembuatan air tajin terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik sayur asin.

Color and thickness of soap films

Pengarang : Marcello CarlĂ ; Giuseppe Molesini; Samuele Straulino
Nama Majalah/Jurnal : American Journal of Physics
Volume / Edisi : 93 (No. 11)
Halaman : 914-924
Abstrak : The subject of soap films and their color is revisited. Following an educational path through wave optics, an account is provided for the color pattern of the films as related to the film thickness, spectral bandwidth of the light source, and sensitivity of the detector. A simple experimental setup is described, where a soap film is observed under illumination from an extended source and an image of the color pattern is recorded with a digital camera. The image data are analyzed to determine the thickness profile of the film, where the film thickness is obtained to within an accuracy of 3%. The data processing method is described, and examples of the determined film profiles are given. The presentation is suitable for students in their first years of college, but, if properly adapted, can also be appropriate for secondary school classes.

A Raspberry Pi-based compact, portable, inexpensive IR viewer for the advanced optics undergraduate laboratory

Pengarang : Chanakya Pandya; Yuki Brown; Caden McCollum; Reese Tyra; Nikolus Miller; Muhammed Khan; Catherine Kasicki-Rodriguez; Sara McGinnis; Samir Bali
Nama Majalah/Jurnal : American Journal of Physics
Volume / Edisi : 93 (No. 11)
Halaman : 908-913
Abstrak : Using readily available hobbyist items, specifically, a Raspberry Pi single board computer along with touch screen and camera components, we have built a handheld, portable, compact, rugged, user-friendly infrared viewer costing less than US $200. Our unit costs an order-of-magnitude less than its commercial counterpart, while providing similar sensitivity. Further, our viewer has picture and video-taking capability. Our device is especially useful for undergraduate optics instructional labs, where students may quickly assemble a unit based on the instructions provided in this paper and use the device for various cutting-edge applications described herein. Besides learning about infrared detection technology, students are introduced to basic Linux programming, 3D printing, and electronics assembly skills.

What is the maximum radius of cold planets

Pengarang : David Garfinkle; Alberto G. Rojo
Nama Majalah/Jurnal : American Journal of Physics
Volume / Edisi : 93 (No. 11)
Halaman : 905-907
Abstrak : Planets have maximum radii close to that of Jupiter. Qualitatively, the reason for this maximum size is that, as one adds mass, the force of gravity becomes sufficiently strong to cause the radius to decrease. We show that this effect can be understood quantitatively using a simple variational principle very similar to that used to compute the size of the hydrogen atom.
← Back to HOME-USD Library