| Pengarang | : | Anwas, Oos M. |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknodik |
| Volume / Edisi | : | IV-6, APRIL (No. 0) |
| Halaman | : | 22-27 |
| Abstrak | : | Hakekat pend?d?kan udulah proses komun?kas? dalam upava mendewasakun anak dudik Sementara it? anak d?d?k memilik? beragam karakter dan lutar belakang Oleh karena itu komun?kas? (perlakuan) pend?d?kan vang tidak memperhatikun perbeduun karakter peserta d?dik jelas tidak komun?kat?f dan ?n? sesungguhnva udulah pemaksuan Lebih mengkhuwatrkan lag? apah?lu ts? komunikas? (kun?kulum) mem?l?k? muatan indoktnnas? penguasa Semua kecenderungan seperti ini terjadi di masa Orde Baru Ak?hatnva potensi peserta did?k kurang berkemhang secura optimal, dan mutu pend?d?kanpun sul?t men?ngkat Komunikas? pend?d?kan vang efektif ditundar dengan suasanu dialogis, harmonis, dan komunikatif Komun?kas? dt untara per sonil sekolah (kepalu sekolah, guru bidang studi, guru BP siswa dun personil sekolah lunnva) dituntut untuk menciptakun suasana tersebut Begitu pula dalamkomunikasi pembetujaran semua kompomen sepertt komunikator (guru) pesan (kurikulum), media (chanel) komunikan, dan efch (has?l bela?ar) harus beronentasi pada perbedaan unuk didik (child ortented) sehingga mercka dapat berkembang secaru optumal |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknodik |
| Volume / Edisi | : | IV-6, APRIL (No. 0) |
| Halaman | : | 19-21 |
| Abstrak | : | Sampai menjelang abad 21 kita saksikan para guru dan dosen masih berkutat dengan mengajar seperti puluhan tahun yang lalu. Sementara itu sebelum krisis ekonomi Indonesia telah "memasuki" era reformasi yang ditengarai maraknya penggunaan multimedia dengan komputer sebagai esensinya. Sekarang telah tersedia banyak peralatan baru yang memungkinkan kelas lebih interaktif, mendapatkan informasi lebih banyak dan cepat serta mudah. Penggunaan peralatan baru berimplikasi terhadap perlunya pengembangan kurikulum pendidikan. Berbagai dimensi yang merupakan inti paradigma baru pengembangan kurikulum antara lain memperluas definisi pengetahuan, buku teks dikaitkan dengan dasar pengetahuan, pengembangan seni seorang guru sebagai konsultan. Pengembangan kurikulum lintas departemen dan lintas disiplin serta bidang keilmuan sudah saatnya dilakukan. Sementara itu guru dikembangkan untuk lebih memainkan peranan sentral dalam meredefinisikan kurikulum kelas yang lebih luas, representasi multimedia tentang pengetahuan. Era pengetahuan, komunikasi dan budaya baru dengan ciri pengetahuan yang interaktif, garis batas kelas dibongkar, tak nampak batas antara produser dan penyaji. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknodik |
| Volume / Edisi | : | IV-6, APRIL (No. 0) |
| Halaman | : | 13-18 |
| Abstrak | : | Krisis ekonomi Indonesia menimbulkan kepanikan di semua aspek kehidupan yang pada gilirannya menyebabkan krisis kepercayaan. Reformasi pendidikan Indonesia memerlukan reformasi perilaku dan cita-cita masyarakat. Gerak reformasi bercirikan: demokrasi, kebebasan menyatakan pendapat, dan keterbukaan. Maka visi pendidikan baru adalah membangun masyarakat sipil (Civil Society). Ciri pokoknya ialah memiliki cita-cita dan harapan masa depan, demokrasi yang menghormati nilai kemanusiaan, hak warga negara dan bertanggung jawab, yang teratur, percaya diri dan bebas, solidaritas internasional dan antar generasi. Paradigma baru pendidikan terbuka: pendidikan untuk semua, pemberdayaan masyarakat, program yang luas, dampak globalisasi. Reformasi pendidikan adalah aspek dari reformasi total bangsa Indonesia maka program, proses dan manajemen pendidikan nasional harus direformasi yaitu men?j? masyarakat mandiri yang berintikan demokrasi, pendidikan individu sebagai agen demokrasi partisipatif. pendidikan terbuka berfungsi strategis dan efektif dalam membentuk masyarakat mandiri dengan keanekaragaman budaya bangsa Indonesia. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknodik |
| Volume / Edisi | : | IV-6, APRIL (No. 0) |
| Halaman | : | 6-12 |
| Abstrak | : | Krisis ekonomi yang dimulai pada pertengahan 1997 diperburuk oleh ketidakpastian kehidupan politik, sosial, hukum dan pemerintahan memiliki dampak negatifpada pendidikan. Dampak tersebut nampak pada enrollement dan putus sekolah. Dampaknya pada enrollmentSD kecil karena biaya langsung relatif rendah, di setiap desa ada SD. Dampak enrollment pada SLTP diperkirakan sama dengan SM. Sedang terhadap kelompok-kelompok penduduk dari sudut pandang ekonomi dan aspirasi pendidikannya, dampaknya berbeda. Pemerintah melancarkan program-program interverensi untuk mengurangi dampak krisis ekonomi terhadap pendidikan antara lain berupa pemberian beasiswa yang diperluas dan block grants sekolah, penghapusan biaya dan sumbangan di sekolah negeri, peraturan seragam sekolah yang fleksibel, buku pelajaran pokok gratis, kampanye sekolah, dan perpanjangan periode pendaftaran. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknodik |
| Volume / Edisi | : | IV-8, MEI (No. 0) |
| Halaman | : | 53-58 |
| Abstrak | : | Secara awam biasanya orang tidak membedakan antara Televisi Pendidikan dengan Televisi Pembelajaran. Padahal kedua hal tersebut pada hakekatnya berbeda, Televisi Pendidikan lebih banyak memhawa pesan-pesan pendidikan. Pesan yang ingin disampaikan kepada pemirsanya menyangkut masalah pembentukan moral, ketaqwaan kepada Tuhan, sikap, pribadi serta tingkah laku untuk menjadi dewasa dan matang. Dengan demikian penayangan program-program Televisi Pendidikan arahnya lebih ditekankan kepada pembentukan pribadi pemirsanya (orang yang manjadi sasaran) menjadi pribadi yang bertaqwa, bermoral sesuai dengan etika dan sopan santun yang berlaku serta pribadinya menjadi matang dan dewasa. Kedewasaan di sini antara lain dicirikan adanya sikap mandiri dan mau bertanggung jawab atas segala keputusan dan tingkah lakunya. Sedangkan Televisi Pembelajaran lebih banyak membawa pesan/menyampaikan informasi tentang masalah-masalah pembelajaran. Masalah pembelajaran di sini terutama yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan. Dengan demikian tujuan utama dari penayangan programprogram televisi pembelajaran adalah membuat pemirsanya menjadi pandai dan trampil. Yang tadinya tidak tahu menjadi tahu yang tadinya tidak bisa menjadi bisa dan seterusnya. Terlepas dari kelemahan dan kekurangannya, namun televisi tetap dianggap memiliki potensi yang luar biasa jika dimanfaatkan sebagai media pendidikan maupun pembelajaran, karena secara teoritis dalam waktu yang bersamaan tayangan program-program televisi dapat dimanfaatkan oleh jutaan orang, bahkan sampai pada bilangan yang tidak terbatas jumlahnya. Disamping itu berdasarkan sifat/kebiasaan orang (terlebih pada usia anak-anak dan remaja) yang cenderung untuk meniru terhadap hal-hal yang sering dilihatnya. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisa |
| Volume / Edisi | : | XIII-10, OKTOBER (No. 10) |
| Halaman | : | 814-828 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknodik |
| Volume / Edisi | : | IV-8, MEI (No. 0) |
| Halaman | : | 48-52 |
| Abstrak | : | Teknologi internet berkembang sangat pesat termasuk di tanah air. Pesatnya perkembangan media ini disebabkan kecanggihan internet dalam menyampaikan informasi secara interaktif tanpa batas ruang dan waktu. Karena itu internet tidak hanya dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi, tap? dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti perdagangan, politik, dan termasuk pembelajaran/ pendidikan. Untuk aspek pembelajaran ini, beberapa negara telah membuktikan keefektifannya. Itulah sebabnya internet dapat menjadi pendidikan alternatif di tanah air yang memiliki masalah pendidikan cukup kompleks. Mungkin saja ada yang masih meragukan terhadap gagasan seperti ini; internet perlu didukung peralatan yang tidak murah, biaya operasional, dan SDM yang handal. Sebagai teknologi baru, sikap itu memang wajar. Namun pesatnya perkembangan internet, insan pendidikan tidak akan mampu mengelak dari teknologi ini jika memang mempunyai komitmen dalam memajukan pendidikan nasional. Bersiap diri memasuki era pendidikan internet dengan cara apa saja yang bisa dilakukan merupakan sikap yang bijaksana. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisa |
| Volume / Edisi | : | XIII-10, OKTOBER (No. 10) |
| Halaman | : | 806-813 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknodik |
| Volume / Edisi | : | IV-8, MEI (No. 0) |
| Halaman | : | 44-47 |
| Abstrak | : | Belajar media dengan mengetahui permasalahannya, suatu kegiatan yang sering dite??? belakangan ini dengan bimbingan orang Pustekom yang dianggap memenuhi syarat sebagai ahli media, bagi kalangan yang berharap banyak didapat di Pustekom malah menyisakan tumpukan tanya atas timbunan jawab dari pertanyaan yang selanjutnya tersimpulkan begini; 'Film Is Film and TV Is TV sehingga tertampillah bias yang pada akhirnya memohon agar mereka banyak menonton dan aktif menganalisa setiap sekuen agar didapat kesinambungan atas citra yang setidaknya akibat media itu sendirilah yang menyebabkannya terlihat lain. Ada satu bias yang fenomenal yang justeru hasil kesimpulan mereka yang sedang belajar media setelah menganalisis 2 buah film pendidikan produksi Pustekom yaitu, film "Metode Sosiodrama" dan film "Gerhana Matahari". Film pertama hanya pernah diputar dengan peralatan film sedangkan film kedua diputar dengan peralatan TV. Jadi film "Gerhana Matahari" adalah film-TV dan pernah disiarkan TVRI berulang-ulang. Lalu muncul kesan bahwa film "Gerhana Matahari" adalah film penerangan. Sekalipun demikian kesannya, tak dapat dipungkiri kalau kedua film itu dibuat berdasarkan metode film dokumenter. Sementara ini memang belum ada temuan serupa yang berkesan jika rogram itu dibuat dengan menggunakan metode TV dokumenter. Namun untuk tak ingkar pada kajian yang fenomenal itu diharapkan bias takkan muncul. Karena motivasi kerja dokumenter sama saja apakah dibuat dengan film atau dengan TV. Yang menggelitikjusteru kesan mereka terhadap film pendidikan vang berjudul "Metode Sosiodrama" tadi. Sekalipun agak ragu ada juga penanya yang seolah yakin akan keperluannya menanyakan apakah film itu sebuah film penerangan. |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Jurnal Teknodik |
| Volume / Edisi | : | IV-8, MEI (No. 0) |
| Halaman | : | 40-43 |
| Abstrak | : | Saluh satu dampik raibnyd satan teler247 pend?dikan vekolah durt luya kaca IPI telah memutuskan komuikastantana penvelorggara??gram dengan siwwd-siswa sang heradu di petrsh Indonesia Pudahal piogrum-program penddikan vane ditavangkan torscbut akan mampu membanta mental?n s?latrahn? di artara anak bangsd t??? perlu menggumakan jargon-jargon tunpa makna Program pend?dikan metutn televist pend?dikun telah m mbangun kehunggaall ENWa Viwakare euka merasa adatah baguan dun bangra Indrhe hil |