
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 36-4, DESEMBER (No. 4) |
| Halaman | : | 367-378 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Yumarma |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | X-4, JULI-SEPTEMBER (No. 0) |
| Halaman | : | 16-23 |
| Abstrak | : | The religion's stressung on formal aspects (e g ritual, religious rule) not on untinsict aspects (eg self control. pensional relationship with the supreme god) will lead to the fraction of the society The problems of SARA (suku, agam, ras antar golongan) appear because of nanow fanahtism and uncotrollable emotions Nowadays religiosity is needed to support man to be more religious not to have religion and eliven openess to God |
| Pengarang | : | Hapsari, Indira |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 36-4, DESEMBER (No. 4) |
| Halaman | : | 351-366 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 36-4, DESEMBER (No. 4) |
| Halaman | : | 348-351 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | Wiratma, I Made Leo |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 36-4, DESEMBER (No. 4) |
| Halaman | : | 332-347 |
| Abstrak | : | - |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | X-4, JULI-SEPTEMBER (No. 0) |
| Halaman | : | 6-15 |
| Abstrak | : | Independence of freedom lukes an important role in social life The wrong way of expressing freedom can violate the law and result in anarchy Thegoes of anarchism ideologis are to make unlawful society and to lessen the governmentis and influences The Indonesian state ideology and philosophy, Pancasila can make the Indonesian live in harmony and peace though they are pluralistic societv The national education system arms to improve the quality of the Indonesians, so that ther intellectuality can make individuals rise and delop themselves and responsible for the nation building |
| Pengarang | : | Soesastro, Hadi |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 36-3, SEPTEMBER (No. 3) |
| Halaman | : | 309-322 |
| Abstrak | : | Pembentukan ASEAN Economic Community 6EO 2020 yang disEakati padn KTT ASEAN di Bali tahun 2003 dapat dilihat sebagai suatu lompatan baru dalam perjalanan kerja sama dan integrasiekonomi ASEAN.labukansekedarlanjutanlogis dnn AFTA, AFAS dan AlA, tetapi dengan jelas mengarah kepada pembmtuknn pasar tunggal ASEAN. Dalam rumusan yang disepaknti para pemimpin ASEAN, tujuan dari AEC adalahuntukmenciptalcnn "a single market and production base" yang dapat diartil<an sebagai integrasi penuh, kecuali di bidang lceuangan dan moneter . Gagasan AECdimulai dnri purcetusan ASEALI Visian 2020 yang mengarah padn pmghnpusan sanua hambatan dalam perdngangan barang dnn jasa, inaestasi serta pengurangan hambatan dalam arus modnl dan manusin |
| Pengarang | : | - |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Pranata |
| Volume / Edisi | : | X-4, JULI-SEPTEMBER (No. 0) |
| Halaman | : | 1-5 |
| Abstrak | : | every person has feeling, reasons, consecience, and faith which can proggres to perfection These humon capacities can be enchanced, among others through conect education Certain sciences such as logic, epistomology, ethics, religion, and aris will enhance the students appreciation to plurahty and enable to give respect to each other. |
| Pengarang | : | Friawan, Deni ,Perdana, Ari A |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 36-3, SEPTEMBER (No. 3) |
| Halaman | : | 289-308 |
| Abstrak | : | Tulisan ini menganalisis hubungan antara krisis ekanomi dan demokratisasi di Indonesia setelah 10 tahunlcrisis ekonomi 1997-1998. Krisiskeuangan di Asinmerupaknnsebuah goncangan danpemicu pmtbahnn politik, khususnya proses demokratisasi di lndonesia. Namun,lcetika penfuahan di bidang politik telah terjadi, terutama yang berluitan dengan proses danokratisasi, proseskonsoliilasi dernokrasi di lndonesia belum selesai. Krisis keuangan Asia telah memperlihntkan ltelemahan menilasar dari sistem politik di lndonesia yang perlu dibenahi. Krisis ekanomi secara luas telah mendislcreditknn Presiden Soeharto atas tindaknn represi, karupsi, nepotisme, ketidakmampuan manajemen ekonomi, dan letidakndilan dan meruntuhkan pilar-pilar prndukungnya sehingga mernaksa Soeharto untuk berhenti. Pasca Soehnrto, Indonesin memperoleh dernolcrasi, akan tetapi kehilangan pemerintah yang efektif. Di satu sisi telah terjadi kemajuan pada kebebasan indhtidu, kebebasan mendiriknn partai politik, amandemen konstitusi, pemilihnn presiden secara langsung, pengurangan yang besar pada peran politik TNl, dan yang sangat penting peningkatan peran politik parlemen, desentralisasi lcekuasaan, danpmgawasanpublikterhadap eksekutif.Namun, di sisilainpemerintahanmenjaditidak efektif knrena telah gagal dan sulit untuk mengambil dan menjalanknn kebijaknn-kebijakan yang dibutuhknn untuk mencapai prtumbuhan eknnomi yang tinggi. |
| Pengarang | : | Hapsari, Indira,Titiheruw, Ira S. |
| Nama Majalah/Jurnal | : | Analisis CSIS |
| Volume / Edisi | : | 36-3, SEPTEMBER (No. 3) |
| Halaman | : | 278-288 |
| Abstrak | : | Tulisan ini merupakan sebuah studi atas reformasi kebijakan dan peraturan-peraturan pelaksanaannya yang dilakuknn pemerintah Indonesia sejak tahun 1997/1.998. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mmgambil pel"ajaran dari pengalaman sebelumnya, dnn menjadiknnnya sebagai landasan dalam persiapan dan implemmtasi reformasi di masa depan. Studi ini juga dihnrapknn dapat mempertahanknnrezimreformasikebijaknnyangberkelanjutan. Proses reformnsikebijaknnberlangsung di lingkungan , dimana faktor-faktor ekonomi politik yang mempunyai peran penting dalam penciptaan reformasi kebijakan dan dalam peningkatan efektifitas program program pelaksanaan kebijakan. Reformasi melibatkan proses politik knruta reformasi berarti membuat keputusan secara bersamann dalnm sebuah lingkungan, yang terdii dari berbagai keprntingan dan persepsi, dan skema insentif yang tidak samauntukmengatasiberbagaiperbedaan tersebut. Reformasikebijakan iugaberlangsung di suatu lingkungan institusi yang membantuk awal, rancangan dan implanentasi reformasi. Peran politik, institusi dan program pendukung reformasi kebijakan tersebut terknit dengan bagaimnna kebijaknn dan program diciptaknn melalui berbagai tahap dalam proses reformasi lcebijakan. |