OPAC - Pencarian Artikel Jurnal & Majalah Library USD

Menampilkan semua artikel (Halaman 417 dari 34170, Total: 341698 data)

Dampak Tingginya Harga Minyak Terhadup Ekonomi Global

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 36-1, MARET (No. 1)
Halaman : 92-112
Abstrak : Tingginya harga minyak telah mengakibatkan penurunan kinerja ekonomi negara-negara pengimpor minyak maupun kinnja ekonomi global secara keseluruhan. Pengalihan pendapatan dari pengimpor minyakke pengekspor minyaktidak simetriskarena daya serapnyayangberbeda. Kenaiknn harga minyak yang berlanjut juga aknn menghambat pemulihan ekonomi global. Negara-negara pengimpor dengan konsumsi minyak yang tinggi akan mengalami kesulitan yang lebih besar dibandingkan negara-negara yang lebih efisien menggunaknn minyaknya. Latar belakang kenaikan harga minyak akhir-ak*ir ini berbeda dengan kejutan kenaikan harga minyak sebelumnya, di mana pada saat itu ekonomi sedang meningknt , bahknn sedang terlalu panas (overheated). Kenaiknn harga hnrga pada saat itu berlangsung ketika terjadi kebangkitan ekonomi dan kelebihan knpasitas dan penurunan inflasi. Sementara perusahaan tidak dapat menggeser biaya energi yang tinggi ke harga barang dan jasa yang lebih tinggi knrena adanya persaingan yang ketat.

Krisis Energi dan Keamanan Pasokan Energi

Pengarang : Chandrawati, Nurani
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 36-1, MARET (No. 1)
Halaman : 74-91
Abstrak : Artikel ini menjelasknn tentang tantangankebutuhan energi dunia terhadap masalahkeamanan global.Terutamasetelahnegara-negarabesar seperti Amerika Seriknt, China, Rusia,lepang dnnnegaranegara industrimaju dikawasan Eropamelakukanproses industrialisasi secarabesar-besaran, termasuk di dalamnya peningkntan kapabilitas militer secara terus-menerus , maka muncul pula eksploitasi besarbesar terhndap sumb*-sumber energituutamnminyakbumidiwilayahTelukPersindanTimurTengah. Ibndisitusebutmmyebabknnsemnkintubatasnyasumbu mergiminyakbumiyangmtrupaknnsumber alam yang sulit diperbaharui. Persoalan tersebut masih ditambah dengan terjadinya krisis energi pada Abad ke 2L yang merupakan dampak dari terjadinya instabilitas keamanan di kawasan Teluk Persin dan Timur Tengah sebagai dampak dari peristiwa L1 SEtember 2001. Dalam upaya memperoleh kebutuhan energi Htususnya minyak bumi, timbul kecenderungan bahwa negara-negarn dengan kekuatan militer besar tidak segan-segan menggunakan kekuatan militernya untuk melindungi suplai energi maupun mencari sumber energi baru. Karena itulah dapat diramalkan bahwa di masa depan konflik yang ter jadi cenderung bersifut perebutan sumber daya yang apabila tidak diantisipasi melalui forum dinlog keamanan aknn dapat membahayaknn kawasan tempat sumber energi tersebut berada. Perebutan sumber daya energi di Laut Kaspia menjadi sebuah fenomena menarik yang dapat mmggambarkanketerknitan antara masalahkebutuhan energi dan ancaman terhadap l<eamanan global.

Ketidakstabilan Permanen di Timur Tengah

Pengarang : Alexandra, Lina,Bandoro, Bantarto
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 36-1, MARET (No. 1)
Halaman : 63-73
Abstrak : Kawasan Timur Tengah merupakan kawasan yang identik dengan instabilitas dan konflik bersenjata. Banyak faktor yang menjadi penyebab dari munculnya fenomena tersebut. Sebagai pusat penghasil minyak dunia, knwasan ini telah menjadi arena bagi pertarungan kepentingan politik dan keamanan dariberbagaipihak,baikyangberada di dalam maupun negara-negarabesar di luar kawnsan. Tulisan ini pada intinya berargumen bahrpa tindaknn dari negara-negara, terutama negara-negara besar yang terus-menerus meneknnknn penggunaan kekuatan militer sebagai solusi utama untuk menyelesaikan konflik telah menyebabkan terjadinya instabilitas yang permanen di knwasan Timur Tengah. Kekerasan akan terus melahirkan kekerasan baru, knrena itu upaya dialog dan negosiasi yang didasarknn atas prinsip kesamaan derajat merupaknn solusi yang harus terus diperjuangknn untuk mencapai perdamaian yang permanen.

Reorientasi Kebijakan Pertahanan ]epang dan Stabilitas Keamanan Asia Pasifik

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 36-1, MARET (No. 1)
Halaman : 55-62
Abstrak : Artikel inimengulas perubahanfundamentalyang terjadi dalamreorientasikebijakanpertahanan IEang yang telah menimbulkan kontroaersi di kawasan Asia Timur. Di satu sisi, perubahan ini merupaknnhnkprerogratif Jepangdalammelindungidanmencapaikepentingankeamnnannnsionalnya, namun di sisilain, telah menimbulkanberbagaikecurigaan dari negara-negara tetangganya,ldtususnya di Asia Timur dan Asia Tenggara. Siknp ekspansionisme militer lepang pada masa Perang Dunia dan berbagaikecenderungan memburuknyalingkunganktamanan diknwasan telahmenjadifaktor utama kecuigannnegara-negaratersebut.Dalampadaitu,lEangtmtuperlutuusmembangu.nsalingpucaya drngan negara-negara sekitarnya dengan melakuknn transparansi tentang kebijakan pertahanannya, meny angkut isu-isu keamanan kawasan.

ASEAN dan Konvensi Regional Penanggulangan Terorisme

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 36-1, MARET (No. 1)
Halaman : 42-54
Abstrak : Meski pada tingkat tertentu sering dijumpai kecemasan negara tentang adanya ancaman teror, namun tidak mudah untuk menyepakati sebuah definisi tentang terorisme. Definisi itu merupakan common denominator dl s etiap negaraanggota ASEAN,yanghinggakinibelum menyEakati secara menyeluruh tentang apa yang termasuk sebagai tindak pidana terorisme. Bebernpa negara ingin memasukkan "terorisme negara", seperti tindakan inaasi Amerika Seriknt ke Afghanistan dan lrak; beberapa negara lain hendak membatasi terorisme pada prinsipnya sebagai kegiatan yang dilakuknn oleh aktor buknnnegara. Adagiumlamn "one person's terrorist is another person's freedom fighter," kuat dipercaya di berbagai knlangan sehingga mempersulit untuk memasukkan komponen politik dari terorisme. Akibatnya, acapknli terorisme dianggap tidak lebih dari tindak kriminal, meski beberapa pihak menambahkannya dengan atribusi "luar biasa".

Akting Indonesia di Podium DK PBB

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 36-1, MARET (No. 1)
Halaman : 33-41
Abstrak : Keberhnsilan lndonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Kem.anan Perserikatan Bangsa Bangsa harus ditindaklanjuti dengan praknrsa-prakarsa politik luar negeri yang lebih segar, baik pada tingkat global maupun regional. Karena itu, lndonesia harus mengambil siknp yang lebih proaktif dan tidak reaktif terhadap setiap inisiatif kebijakan yang diajukan oleh negara-negara anggota tetap Dewan Kmmanan lainnya. Hanya dengan siknp demikian, Indonesia dinilai memiliki policy capacity dan mampu mengambil pilihan-pilihan terbaik dan realistik dalam politik luar negerinya.

Krisis Nuklir dan Kerja Sama Regional

Pengarang : Alexandra, Lina
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 36-1, MARET (No. 1)
Halaman : 22-32
Abstrak : -

Manaiemen Perubahan Mengisi Visi 2030

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 36-1, MARET (No. 1)
Halaman : 18-21
Abstrak : -

Dari Pelbagai Musibah Hingga Terungkapnya Jaringan Terorisme

Pengarang : -
Nama Majalah/Jurnal : Analisis CSIS
Volume / Edisi : 36-1, MARET (No. 1)
Halaman : 4-17
Abstrak : -

Comparing Two Tests for Two Rates

Pengarang : Chunpeng Fan
Nama Majalah/Jurnal : The American Statistician
Volume / Edisi : 71 (No. 3)
Halaman : 275-281
Abstrak : This article rigorously proves superiority of the proportion χ2 test to the logistic regression Wald test in terms of power when comparing two rates, despite their asymptotic equivalence under the null hypothesis that the two rates are equal.
← Back to HOME-USD Library